Anda di halaman 1dari 24

PENGOLAHAN

PRODUK DAGING:
ABON
KELOMPOK 3
G2
ANGGOTA KELOMPOK
Bonaventura Brilliandru D14140091
Dodi Tisna A D14140031
Fahmi Kurnia R D14140081
Muhammad Faiz D14140092
Lou Ayy Alzamakhsyari D14154001
Mentari Eka Rindayanti D14154007
Amalina NW D14140101
Dwi Lestari D14140008
Retna Novianti D14140074
Retno Kuswidiyanti D14140016
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Daging hasil dari ternak yang digemari oleh
masyarakat, selain lezat, daging mengandung zat
gizi esensial yang sangat dibutuhkan oleh manusia.
Abon salah satu produk olahan daging yang sudah
dikenal banyak orang.
Menurut BSN 1995, abon adalah suatu jenis makanan
kering berbentuk khas yang dibuat dari daging yang
direbus dan disayat-sayat, diberi bumbu, digoreng,
kemudian dipres.
Pada prinsipnya, abon merupakan suatu proses
pengawetan, yaitu kombinasi antara perebusan dan
penggorengan dengan menambahkan bumbu-bumbu
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah
untuk mengatahui cara pembuatan
abon serta mengetahui perlakuan
yang diberikan
TINJAUAN PUSTAKA
ABON
Abon merupakan salah satu metode
pengolahan daging. Abon adalah salah
satu jenis makanan kering yang
berbentuk khas, dibuat dari daging,
direbus, disayat-sayat, dibumbui,
digoreng & dipress (BSN 1995).
2. Gula Merah dan Gula Putih
Fungsi gula dalam pembuatan abon adalah
sebagai penambah cita rasa serta salah satu
komponen pembentuk warna coklat yang
diinginkan pada produk hasil akhir produk abon
sapi. Kandungan gula yang tinggi dapat berperan
sebagai penghbat proses oksidasi dan
ketengikan. Selain itu, penambahan gula kedalam
bahan pangan dalam konsentrasi yang tinggi
akan menurunkan kadar air yang tersedia untuk
pertumbuhan mikroorganisme dan aktivitas air
dari bahan pangan (Winarno 2004).
3. Ketumbar
Ketumbar banyak digunakan untuk
bumbu masak. Ketumbar dapat
menimbulkan bau sedap dan rasa gurih.
Komponen dalam ketumbar adalah 26%
lemak, 17% protein, 10% pati, dan 20%
gula (Purnomo 2007).
4. Santan
Santan merupakan bentuk emulsi
minyak dan air dengan protein sebagai
stabilator emulsi. Emulsi minyak dan air
yang berwarna putih susu yang
diperoleh dari pemerasan parutan
daging buah kelapa dengan atau tanpa
tambahan air.
5. Bumbu- Bumbu
Salam, sereh, lengkuas

6. Garam
METODE
Alat
Bahan
Prosedur

Bumbu dihaluskan
Daging yang
Bumbu dan daging sudah
Yang sudah disuir matang
HASIL
Tabel 1 Hasil rendemen abon
Kelompo Bobot daging Bobot Kornet
Rendemen (%)
k (g) (g)
1 232 134 57,76
2 232 127 54,74
3 232 151 65,08
4 232 121 52,15
5 232 114 49,13
6 232 122 52,58
Tabel 2 Hasil uji hedonik abon
Kelomp Atribut
ok Warna Rasa Aroma Tekstur

1 2 2 2 1
2 2 3 3 3
3 2 2 2 2
4 3 2 3 2
5 2 2 2 2
6 2 2 2 3
Tabel 3 Hasil uji mutu hedonik abon
Kelom Atribut
pok Warna Rasa Aroma Tekstur
1 2 1 2 2
2 2 1 3 2
3 2 2 2 2
4 4 2 3 2
5 2 3 3 2
6 2 2 2 2
PEMBAHASAN
Pembahasan Abon
1. Kenapa dibuat menjadi Abon?? --->
Kering, Awet, serta Memiliki Cita Rasa Khas.

2. Pengaruh Penambahan Gula Pasir dan


Gula Merah.
Warna Produk
Rasa Produk
Rendemen Produk Yang Dihasilkan
3. Proses Pengolahan
Kenapa digoreng pada api kecil??
Proses Steaming
Proses Penyuwiran

4. Fungsi Bumbu.
Pengaruhnya Terhadap Sifat Organoleptik
Kekhasan Produk Abon

5. Perbedaan Dengan Produk Komersial


Tekstur
Aroma --> Rahasia Perusahaan (Kekhasan setiap
perusaahaan berbeda)
SIMPULAN
Proses pembuatan abon telah
diketahui dan dipahami dengan baik.
Kriteria pemilihan daging sapi yang
akan dibuat abon adalah yang tidak
liat dan tidak banyak mengandung
lemak, serta serabut jaringan.
Perlakuan jenis gula yang diberikan
memberikan efek terhadap citarasa
serta warna pada abon.
TERIMA=KASIH