Anda di halaman 1dari 21

Aplikasi Teori Pada

Regulasi Akuntansi
Teori Regulasi yang Relevan dengan
Akuntansi dan Auditing
Teori Pasar Efisien
Teori Keagenan/Agency Theory
Teori Regulasi/Peraturan
Teori Kepentingan Publik
Teori Pengambilalihan (Capture)
Teori Kepentingan Individu
Teori Pasar Efisien

Para ekonom berpendapat bahwa pasar dapat berfungsi secara maksimal dengan
mengendalikan kekuatan penawaran dan permintaan yang membentuk perilaku
pasar secara alami. Namun bagaimanapun Intervensi pemerintah tetap dibutuhkan
untuk mengatur perkembangan pasar dan pertumbuhan ekonomi.

Dalam pasar bebas, harga ditentukan oleh:


Ketersediaan produk (supply)
Keinginan untuk memiliki produk tersebut (demand)
Kritik terhadap prinsip pasar bebas

Informasi akuntansi tidak dapat disamakan dengan barang-barang lainnya


Perusahaan memiliki kekuatan monopoli atas penyediaan informasi mengenai
perusahaannya
Teori Keagenan/Agency Theory

Dalam teori keagenan, hubungan agensi muncul ketika satu


orang atau lebih (principal) mempekerjakan orang lain (agent)
untuk memberikan suatu jasa dan kemudian mendelegasikan
wewenang pengambilan keputusan kepada agent tersebut.
Permintaan atas informasi didasari oleh:
Motivasi agen
Pendistribusian risiko secara efisien
Teori Keagenan/Agency Theory

Ketidakpastian teori keagenan dapat diklasifikasikan menjadi:


Ex ante (sebelum kejadian)
Ex post (setelah kejadian)
Agar hubungan principal dengan agen tidak terjadi
permasalahan diperlukan:
Kontrak perjanjian antara principal dengan agen
Membuat laporan keuangan
Teori Kepentingan Publik

Alasan ekonomi yang paling utama atas intervensi pemerintah pada operasi di
berbagai pasar adalah kegagalan pasar. Dalam kerangka teori ini, aturan yang dibuat
oleh legislatif cenderung untuk melindungi kepentingan konsumen dengan
menstabilkan kinerja ekonomi.

Contoh kegagalan pasar:


Tidak adanya persaingan
Adanya halangan untuk masuk ke pasar
Adanya asimetri informasi antara pembeli dan penjual
Penetapan harga secara normal tidak berfungsi di dalam pasar.
Teori Pengambilalihan

Teoripengambilalihan menganggap bahwa walaupun tujuan asli dari


dibuatnya peraturan adalah untuk melindungi kepentingan umum, namun
tujuan ini sebenarnya tidak dapat tercapai karena dalam prosesnya, pihak
pelaksana peraturan tersebut cenderung untuk mengatur atau mendominasi
para pembuat peraturan itu sendiri.

Teori ini berasumsi bahwa:


semua anggota masyarakat adalah rasional secara ekonomi
pemerintah tidak ndependen dalam proses pembuatan peraturan
Teori Kepentingan Individu

Teori ini mengharapkan bahwa peraturan menjadi sebuah eksistensi sebagai hasil
dari tanggapan pemerintah terhadap permintaan publik untuk memperbaiki
segala bentuk ketidakefisiensian atau ketidaksamaan praktik yang dilakukan oleh
individu ataupun organisasi.
Pertanyaan dasar dari teori kepentingan pribadi ini adalah bahwa terdapat hukum
diminishing returns dalam hubungan antara ukuran kelompok dan biaya untuk
menggunakan proses politik.
Teori ini percaya bahwa peraturan bukan merupakan hasil dari respon pemerintah
atas permintaan publik melainkan untuk melayani kepentingan pribadi beberapa
kelompok dan dibuat serta dijalankan untuk mengambil keuntungan diri sendiri.
Aplikasi Teori Regulasi dalam Praktik
Akuntansi dan Auditing
Aplikasi teori kepentingan publik
Pemerintah merasa perlu untuk mengeluarkan suatu regulasi yang
berguna untuk melindungi kepentingan publik
Hal ini terjadi karena mekanisme pasar gagal sehingga untuk
meluruskannya, pemerintah harus turut campur dengan pembuatan
regulasi baru
Contoh: kasus Enron dimana pemerintah Amerika Serikat memutuskan
untuk mengeluarkan Sarbanas-Oxley Act (SOX) pada tahun 2002 agar
meminimalisir terulangnya kasus semacam Enron
Aplikasi Teori Regulasi dalam Praktik
Akuntansi dan Auditing
Contoh aplikasi teori pengambilalihan
Pendapat Walker mengenai terjadinya capture theory dalam proses penyusunan peraturan
oleh ASRB (Accounting Standard Review Board).
Ia menyimpulkan bahwa para profesi akuntan mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh
ASRB.
Hal ini dikarenakan ASRB merger dengan AARF (Australian Accounting Research
Foundation) dan setelah merger ini, 22 dari 23 standar yang dikeluarkan oleh ASRB
datang dari profesi akuntan.
Sebelumnya, ASRB bebas menerima masukan standar dari sumber manapun.
ASRB gagal dalam mendirikan fungsinya sebagai pembuat standar laporan keuangan
yang netral dan tidak bias
Aplikasi Teori Regulasi dalam Praktik
Akuntansi dan Auditing
Contoh aplikasi teori kepentingan pribadi
Pendapat Rahman mengenai terjadinya private interest theory dalam proses penyusunan
peraturan oleh ASRB (Accounting Standard Review Board).
Orang-orang yang menduduki posisi di ASRB sebagian besar adalah para corporate manager
dan direktur perusahaan-perusahaan yang akan sangat terpengaruhi atas keputusan yang
dibuat ASRB.
para profesi akuntan terpengaruhi oleh standar yang dikeluarkan ASRB, tetapi yang
terpengaruhi dalam kegiatan mereka adalah kegiatan dalam membuat laporan keuangan saja.
Para corporate manager dan direktur yang juga menduduki posisi di ASRB harus dapat
membuat perusahaan tetap memiliki performa baik di mata investor walaupun harus
menghadapi standar laporan keuangan yang dikeluarkan ASRB. Maka ASRB sebenarnya
membuat peraturan yang menguntungkan kepentingan pribadi para pejabat di ASRB.
Pengaturan Standar Sebagai Proses
Politik
Proses pembuatan peraturan sering kali di pandang sebagai proses
politik karena dampak yang dihasilkan cukup besar dan pihak-pihak
yang terpengaruhi akan berusaha untuk turut campur dalam pembuatan
peraturan itu.
Contoh:
joint project yang dilakukan oleh IASB dan FASB mengenai lease
accounting
Ketidaksetujuan negara-negara di Eropa mengenai IAS 39 tentang
Financial Instruments Recognition and Measurement
Kerangka Aturan Pelaporan Keuangan

Aktivitas pelaporan keuangan dipengaruhi oleh lingkungan, contohnya


lingkungan legal, ekonomi, politik, dan sosial
Beberapa fitur lingkungan yang spesifik menghasilkan suatu kerangka
regulasi untuk pelaporan keuangan
Beberapa elemen yang terdapat dalam kerangka regulasi:
statutory requirements (persyaratan hukum),
corporate governance (tata kelola perusahaan),
auditors and oversight (auditor dan pengawasan),
independent enforcement bodies (badan pengawas independen).
Persyaratan Hukum

Di beberapa negara, hukum mewajibkan direktur untuk


menyediakan laporan keuangan yang diaudit. Dengan
demikian, motivasi utama bagi direktur dan auditor adalah
memenuhi persyaratan hukum tersebut.
Peraturan mungkin akan mewajibkan persyaratan dasar yang
berkaitan dengan laporan mana yang harus disiapkan,
frekuensi penyiapan, dan informasi apa yang harus
dimasukkan ke dalam laporan keuangan
Tata Kelola Perusahaan
Sistem tata kelola perusahaan merujuk pada struktur, proses
dan lembaga-lembaga di dalam dan di sekitar organisasi
yang mengalokasikan kekuasaan dan kontrol sumber daya
terhadap penyaji laporan keuangan.

Tatakelola perusahaan dapat dibentuk dengan memilih


rekomendasi praktik terbaik, yang mendorong direksi untuk
mengadopsi mekanisme tata kelola yang tepat, sesuai situasi
perusahaan masing-masing.
Auditor dan Pengawasan

Di banyak negara auditor melakukan fungsi penting dalam memberikan keyakinan tentang
kewajaran informasi yang diberikan oleh perusahaan dalam laporan keuangan mereka.

Sudah ada badan profesional yang menyiapkan sumber daya yang cukup untuk
mengembangkan standar untuk perilaku profesional auditor di tingkat nasional dan
internasional.

Banyak badan nasional yang menaungi auditor telah secara sukarela mengadopsi
International Standar of Auditing (ISA) sebagai indikasi komitmen mereka untuk memberikan
pelayanan yang berkualitas tinggi dan menunjukkan perilaku yang sesuai dengan kode etik
profesi.
Badan Pengawas Independen

Peran badan pengawas independen dalam regulasi pelaporan


keuangan adalah mendukung kesesuaian dengan regulasi
yang mengatur mengenai pelaporan keuangan
Contoh dari badan pengawas independen adalah Security
Exchange Commission di Amerika Serikat atau Otoritas Jasa
Keuangan di Indonesia.
Struktur Kelembagaan untuk
Menetapkan Standar Akuntansi dan
Audit
Pengembangan standar akuntansi internasional dimulai secara resmi dengan
pembentukan International Accounting Standard CommiteeIASC) di London
pada tahun 1973.
Selama akhir tahun 1980an, IASC mulai bekerja untuk meningkatkan kualitas IAS
(International Accounting Standard)
Terjadi restrukturisasi pada tahun 2001 untuk menciptakan International
Accounting Standards Board (IASB), sebuah dewan independen berdasarkan
struktur Financial Accounting Standard Boars (FASB) di Amerika Serikat.
IASB memiliki tanggung jawab untuk memperbarui IAS yang ada dan
menghasilkan International Financial Reporting Standard (IFRS).
Standar Akuntansi Sektor Publik

IASB menetapkan standar untuk sektor swasta.


Standar yang berbeda mungkin saja diterapkan di sektor
pemerintahan karena organisasi pemerintahan memiliki tujuan
dan pemangku kepentingan yang berbeda dibandingkan
dengan perusahaan swasta.
Di Indonesia, sektor pemerintahan menggunakan Standar
Akuntansi Pemerintahan yang dikembangkan dari International
Public Sector Accounting Standards (IPSAS)
Standar Audit Internasional
Pada
awal sejarahnya, audit merupakan self-regulated, artinya tidak ada standar internasional
yang baku untuk digunakan. Pada abad ke -19, Companies Act terjadi di Inggris dan
mengharuskan audit dilakukan. Di Amerika Serikat, American Institute of Accountants
menetapkan standar audit untuk pertama kalinya pada tahun 1939.
Sejakterjadinya kasus Enron dan Worldcom, dibuatlah sebuah aturan yang disebut Sarbanes-
Oxley Act (2002). Sejak saat itu, peninjauan kepada kantor audit di Amerika Serikat dilakukan
oleh badan pemerintah yang disebut Public Company Accounting and Oversight Board
(PCAOB). PCAOB juga bertanggung jawab dalam menetapkan standar audit untuk perusahaan
publik.
International
Standards on Audit (ISA) dikembangkan oleh International Auditing and
Assurance Standards Board (IAASB). IAASB beroperasi dibawah International Federation
of Accountant (IFAC)