Anda di halaman 1dari 30

Sistem Informasi Akuntansi

Strategi Pengembangan
SIA
Membeli Software

Canned software (software massal) dibuat oleh


perusahaan pengembang software dan dijual di
pasar terbuka untuk berbagai lapisan pemakai
yang memiliki persyaratan yang hampir sama.
Turnkey systems (sistem terima jadi) beberapa
perusahaan menggabungkan software dan
hardware, serta menjual keduanya sebagai satu
paket. Karena vendor memasangkeseluruhan
sistem dan pemakai hanya perlu terima jadi.

Oleh : Widada Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma


Jakarta
Membeli Software

Internet memberi perusahan cara baru


untuk mendapatkan software:
Penyedia jasa aplikasi (Application service
providers - ASPs) menyediakan Web-based
software pada komputer mereka dan
mengirim software ke klien melalui Internet.
Pembelian Software dan SDLC
Perusahaan yang membeli, bukan
mengembangkan software SIA, masih
harus mengikuti proses SDLC sebagai
berikut :
1.Analisis sistem
2.Desain konseptual sistem
3.Desain fisik
4.Implementasi dan perubahan
5.Operasi dan pemeliharaan
Proses perolehan Sistem

Investigate
software
packages

Will package No Can package No Develop


meet needs? be modified? software
internally
Yes

Send RFP for Yes


Yes
software and
hardware Send RFP for
hardware,
if necessary
Evaluate
proposal Select best
combination
Pengembangan sistem oleh Departemen
Sistem Informasi
Di luar ketersediaan software massal yang
bagus, banyak organisasi yang mengembangkan
software mereka sendiri karena kebutuhan
perusahaan unik atau karena ukuran
perusahaan dan kerumitannya membutuhkan
software khusus.
Mengembangkan software khusus sulit untuk
dilakukan dan berpeluang menimbulkan
kesalahan.
Serta memakan banyak waktu dan sumber daya.
Pengembangan Software oleh
Perusahaan Luar
Ketika mengontrak organisasi luar, perusahaan
harus mempertahankan pengendalian atas
proses pengembangan. Petunjuk berikut ini
direkomendasikan:
Memilih pengembang dengan hati-hati
Menandatangani kontrak
Rencanakan dan awasi setiap langkah
Menjaga komunikasi yang efektif
Kendalikan semua biaya
Pengembangan Software oleh Pemakai
Akhir
End-user computing (EUC) adalah
pengembangan, penggunaan, dan pengendalian
aktif atas sistem informasi berbasis komputer
oleh para pemakai.
Bersama dengan bangkitnya PC yang murah
dan banyaknya ragam software yang canggih
dan murah, para pemakai mulai
mengembangkan sistem mereka sendiri
untukmembuat dan menyimpan data,
mengakses serta men-download data
perusahaan, serta berbagi data dan sumber
daya komputer dalam jaringan.
Pengembangan Software oleh Pemakai
Akhir yang Tepat
Berikut ini adalah contoh-contoh yang
perkembangan oleh pemakai akhir yang tepat:
Menarik informasi dari database perusahaan untuk
menghasilkan laporan sederhana atau untuk
menjawab permintaan yang tidak rutin.
Melakukan sensitivitas what if atau analisis statistik.
Mengembangkan aplikasi dengan menggunakan
software yang telah jadi, seperti spreadsheet atau
sistem database.
Mempersiapkan jadwal dan daftar, seperti jadwal
depresiasi, daftar jatuh tempo piutang usaha, dan
amortisasi pinjaman.
Manfaat dari End-User-Pengembangan
Software

Manfaat dari End-User Computing


KreasiUser, Pengendalian, & Implemaentasi
Sistem yang memenuhi kebutuhan pemakai
Ketepatan waktu
Membebaskan sumber daya
sistem Kefleksibilitasan dan
kemudahan penggunaanVersatility
Risiko End-User-Pengembangan
Software

Risiko End-User Computing


Kesalahan Logika dan pengembangan
Pengujian aplikasi yang tidak memadai
Sistem yang tidak efisien
Sistem yang dikendalikan dan
didokumentasikan dengan kurang baik
Ketidaksesuaian Sistem
Duplikasi sistem dan data ..
Peningkatan biaya
Mengelola dan Mengendalikan End-User
Computing
Organisasi menggunakan beberapa
pendekatan yang berbeda untuk
mengelola dan mengendalikan end-user
computing. Contohnya, layanan bantuan
( help desk) dapat mendorong, mendukung,
mengkoordinasikan dan mengendalikan
berbagai aktivitas pemakai akhir.
Fungsi Help Desk

Apakah kewajiban help desk?


Memberikan bantuan 24 jam untuk membantu mengatasi
masalah.
Bertindak sebagai penjelas informasi, koordinasi, dan pemberi
bantuan.
Melatih para pemakai akhir, tentang bagaimana menggunakan
hardware atau software tertentu, dan menyediakan
pemeliharaan dan dukungan yang memadai.
Mengevaluasi produk hardware dan produk software pemakai
yang baru.
Membantu pengembangan aplikasi.
Mengembangkan dan mengimplementasikan berbagai standar.
Mengendalikan data perusahaan.
Melakukan Outsource Untuk Sistem

Apakah outsourcing itu ?


Outsource adalah mengontrak perusahaan
luar untuk menangani semua bagian dari data
aktivitas pemrosesan organisasi.
Di dalam perjanjian outsource mainframe,
penyedia layanan membeli semua
komputer klien dan mempekerjakan
semua atau sebagain besar pegawai
klien.
Sistem Informasi Akuntansi

Melakukan Outsource Untuk


Sistem
Dalam perjanjian outsourcing
klien/server atau PC, organisasi
meng-outsource layanan
tertentu, bagian dari bisnisnya,
fungsi tertentu, atau dukungan
PC.
Sistem Informasi Akuntansi

Melakukan Outsource Untuk Sistem

Manfaat Outsourcing
Sebuah solusi untuk bisnis
Penggunaan aset
Akses ke keahlian yang lebih besar dan teknologi yang
lebih canggih
Biaya yang lebih rendah
Perbaikan waktu untuk pengembangan
Peniadaan kepadatan dan kejarangan penggunaan
Memfasilitasi pengecilan ukuran perusahaan
Sistem Informasi Akuntansi

Melakukan Outsource Untuk Sistem

Risiko melakukan Outsourcing


Ketidak fleksibilitasan
Kehilangan kendali sistem dan/atau data
Pengurangan keunggulan
kompetitif Sistem paket
Tujuan yang tidak terpenuhi
Layanan yang kurang baik
Sistem Informasi Akuntansi

Rekayasa Ulang Proses Bisnis


Apakah rekayasa ulang proses bisnis itu?
Rekayasa ulang proses bisnis adalah analisis
menyeluruh dan pendesainan ulang yang
lengkap atas proses bisnis dan sistem informasi
untuk mencapai peningkatan kerja yang
dramatis.
Rekayasa ulang proses bisnis adalah proses
revolusioner yang menantang struktur
organisasi, peraturan, asumsi, aliran kerja,
deskripsi kerja, prosedur manajemen,
pengendalian, dan nilai serta budaya organisasi.
Sistem Informasi Akuntansi

Rekayasa Ulang Proses Bisnis


BPR menarik perusahaan kembali ke
proses bisnis dasarnya serta berfokus
pada mengapa BPR dilakukan daripada
rincian bagaimana BPR dilakukan.
BPR kemudian membentuk kembali
keseluruhan praktik kerja organisasi dan
aliran informasi untuk memanfaatkan
kecanggihan teknologi.
Sistem Informasi Akuntansi

Prinsip-prinsip Rekayasa Ulang

Apakah tujuh prinsip perkayasaan proses


bisnis itu?
1.Mengatur hasil, bukan tugas.
2.Membuat pemakai output melakukan proses.
3.Membuat mereka yang menghasilkan
informasi memproses informasi tersebut.
Sistem Informasi Akuntansi

Prinsip-prinsip Rekayasa Ulang

4. Memusatkan dan menyebarkan data.


5. Mengintegrasikan aktivitas paralel
6. Memberdayakan para pekerja,
menggunakan pengendalian internal, dan
membuat strutur organisasi menjadi lebih
datar.
7. Mengumpulkan data saat itu juga, di
sumbernya.
Tantangan yang dihadapi dalam Usaha
Rekayasa Ulang

Apakah hambatan-hambatan yang dihadapi agar


dapat berhasil menyelesaikan proses rekayasa
ulang itu?

Tradisi Penolakan
Persyaratan waktu Risiko
Kurangnya dukungan manajemen Skeptisisme
Pelatihan kembali Pengendalian
Sistem Informasi Akuntansi

Pembuatan Prototipe

Apakah prototipe itu?


Prototipe adalah pendekatan ke dasain
sistem yang mengembangkan modil kerja
yang disederhanakan dari sistem.
Prototipe, atau rancngan awal ini, dapat
dengan cepat dan murah untuk dibangun
dan diberikan pada para pemakai atau
diuji.
Sistem Informasi Akuntansi

Pembuatan Prototipe
Apakah empat langkah-langkah yang terlibat
dalam mengembangkan prototipe?
1. Mengidentifikasi persyaratan sistem.
2. Mengembangkan prototipe awal yang memenuhi
persyaratan yang telah disetujui.
3. Para pemakai mengidentifikasi perubahan,
pengembang membuat perubahan, dan sistem
tersebut sekali lagi dikembalikan pada para pemakai.
4. Menggunakan sistem yang disetujui oleh para
pemakai.
Sistem Informasi Akuntansi

Manfaat Pembuatan Prototipe

Keuntungan Pembuatan Prototipe


Pemahaman yang lebih baik atas kebutuhan pemakai
Keterlibatan dan kepusan pemakai yang lebih besar
Waktu pengembangan yang lebih cepat
Lebih sedikit kesalahan
Lebih banyak peluang untuk
perubahan Lebih murah
Sistem Informasi Akuntansi

Kelemahan Pembuatan Prototipe


Kelemahan Pembuatan Prototipe
Waktu pemakai yang Signifikan
Kurang efisien dalam penggunaan sumber daya
sistem

Pengembangan sistem yang tidak lengkap


Sistem didokumentasikan dan diuji secara tidak memadai
Reaksi perilaku yang negatif
Pengembangan tanpa akhir
Oleh : Widada Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Jakarta
Sistem Informasi Akuntansi

Computer-Aided Software Engineering (CASE)

CASE adalah paket terpadu dari alat-alat


berbasis komputer yang mengotomatisasi aspek-
aspek penting dalam proses pengembangan
software.
Alat CASE digunakan untuk merencanakan,
menganalisis, mendesain, memrogram, dan
mempertahankan sistem informasi.
CASE juga digunakan untuk memperkuat usaha
manajer, pemakai, dan programer dalam
memahami kebutuhan informasi.
Computer-Aided Software Engineering
(CASE)
Alat CASE tidak menggantikan desainer
terampil, melainkan menyediakan sekumpulan
alat terpadu yang mendukung para
pengembang secara efektif untuk semua
tahapan SDLC.
Software CASE pada umumnya memiliki alat-
alat untuk perencanaan strategis, manajemen
sistem dan proyek, desain database, tampilan
layar dan laporan, dan pembuatan kode secara
otomatis.
Oleh : Widada Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
Jakarta
Sistem Informasi Akuntansi

Computer-Aided Software Engineering


(CASE)
Keuntungan teknologi CASE adalah sbb:
Perbaikan produktivitas
Perbaikan kualitas program
Penghematan biaya
Perbaikan prosedur pengendalian
Penyederhanaan dokumentasi
Sistem Informasi Akuntansi

Computer-Aided Software Engineering


(CASE))

Beberapa masalah dengan teknologi


CASE adalah sebagai berikut:
Tidak kompatibel
Biaya
Harapan yang tidak terpenuhi