Anda di halaman 1dari 13

IFRS NO.

FIRST TIME ADDOPTION OF IFRS


(Penerapan Pertama kali
Pengadopsian IFRS)

Oleh :
M Ridla Mahbubi (1511060103)
Rengga Gilang Adriyan (1511060107)
PENDAHULUAN
The International Accounting Standards
Board (IASB) mengeluarkan IFRS 01 pada
bulan Juni 2003.
Pada bulan November 2008 IASB
mengeluarkan restrukturisasi dari IFRS 01
tanpa merubah konten teknisnya, yang
efektif diterapkan dari 1 Januari 2009.
TUJUAN
Menyediakan laporan keuangan dengan
informasi yang berkualitas dan
transparan kepada penggunanya serta
dapat dibandingkan sepanjang seluruh
periode yang disajikan (Apple to apple)
Menyediakan titik awal yang cocok
sesuai dengan IAS (International
Accounting Standards)
Dapat dihasilkan dengan biaya yang
tidak melebihi manfaatnya.
RUANG LINGKUP
Laporan Keuangan penerapan pertama
IFRS
Setiap laporan keuangan interim jika ada
yang menyajikan sesuai dengan IAS-34
pelaporan keuangan interim untuk bagian
dari periode yang dicakup oleh laporan
keuangan IFRS pertama
IFRS 1 tidak berlaku untuk badan sudah
melaporkan berdasarkan IFRS
PENGECUALIAN TERHADAP
ATURAN ADOPSI PERTAMA KALI
Penggabungan usaha sebelum tanggal transaksi
Nilai wajar jumlah penilaian kembali yang dapat
dianggap sebagai nilai terpilih
Kewajiban Imbalan Kerja (Employee Benefits)
perbedaan kumulatif atas transaksi (penjabaran) mata
uang asing, goodwill dan penyesuaian nilai wajar
instrumen keuangan termasuk akuntansi lindung nilai
(hedging)
Estimasi
Penghentian pengakuan aset dan kewajiban keauangan
Non - controling interests (kepentingan non
pengendali)
LAPORAN POSISI KEUANGAN AWAL MENURUT
STANDAR PELAPORAN KEUANGAN
INTERNASIONAL
Penyajian laporan posisi keuangan menurut
IFRS yaitu:
1. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
2. Laporan Laba Rugi Komprehensif
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Laporan Arus Kas (Cash Flow)
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
6. Laporan posisi keuangan komparatif awal
periode dan penyajian retrospektif
terhadap penerapan kebijakan akuntansi
Sebuah entitas harus membuat laporan
posisi keuangan IFRS pembuka pada
tanggal transisi IFRS. Dalam laporan
posisi keuangan IFRS pembuka tersebut,
IFRS 1 menyatakan bahwa sebuah entitas
diharuskan:
1. mengakui semua aset dan liabilitas yang diakui
berdasarkan IFRS
2. tidak mengakui intem-item sebagai aset dan liabilitas
jika IFRS tidak mengizinkannya
3. reklasifikasi item-item yang telah diakui berdasarkan
GAAP sebelumnya sebagai satu jenis aset, liabilitas,
atau komponen ekuitas tapi berbeda jenis aset,
liabilitas, atau komponen ekuitas berdasarkan IFRS
4. menggunakan IFRS dalam mengukur semua aset dan
liablitas yang diakui
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
menyusun laporan posisi keuangan menurut IFRS
1 antara lain :
1. Kerangka Dasar
Desain IFRS diperuntukkan untuk entitas yang bersifat
profitoriented dan SME (Small Medium Enterprise). IFRS belum
mengatur standar akuntansi untuk perusahaan berbasis syariah.
Memungkinkan penilaian aktiva tetap berwujud dan tidak
berwujud menggunakan nilai wajar. Laporan keuangan harus
disajikan dengan basis true and fair (IFRS Framework par 46)
Entitas harus membuat pernyataan eksplisit tentang kepatuhan
akan standar IFRS
Tidak diatur secara khusus kapan entitas menyajikan laporan
keuangan
Menganut standar akuntansi berbasis prinsip untuk
meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keterbandingan
laporan keuangan antar entitas secara global.
Tidak lagi mengakui prinsip konservatif, namun diganti dengan
prinsip kehati-hatian (Prudence)
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam
menyusun laporan posisi keuangan menurut IFRS
1 antara lain :
2. Pengungkapan dan Penyajian Laporan Keuangan
Komponen laporan keuangan lengkap terdiri dari
Berdasar ilustrasi IFRS :
Asset : Asset Tidak Lancar
Asset Lancar
Ekuitas : Ekuitas yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas
induk
Hak nonpengendali
Liabilitas : Liabilitas jangka panjang
Liabilitas jangka pendek
Istilah minority interest (hak minoritas) diganti menjadi non
controlling interest (hak non pengendali) dan disajikan dalam
Laporan perubahan ekuitas.
Tidak mengenal istilah pos luar biasa (extraordinary item)
Laibilitas jangka panjang disajikan sebagai Laibilitas jangka
pendek jika akan jatuh tempo dalam 12 bulan meskipun
perjanjian pembiayaan kembali sudah selesai setelah periode
pelaporan dan sebelum penerbitan laporan keuangan
Contoh Laporan Keuangan Yang
Pertama Kali Menerapkan IFRS 1
THANK YOU FOR YOUR
ATENTION