Anda di halaman 1dari 15

FEASIBILITY

ESTIMATE
KELOMPOK 8 :
- Gita Novianti (1306369320)
- Andika Fikri (1206224400)
- M. Ihsan Priambodo(1406574996)
- Ngk. Putu Purnaditya (1606843905)
PENDAHULUAN
Siklus Kehidupan Proyek Konstruksi
Menurut Stephen D. Schuette,
- Feasibility Estimate
- Conceptual Estimate
- Detailed Estimate
- Subcontractor System Estimate
- Contract Change Order Estimate
- Progress Estimate
PENGERTIAN
FEASIBILITY ESTIMATE
Feasibility estimate/estimasi kelayakan dapat
didefinisikan sebagai analisa atau penilaian dari
suatu perencanaan berdasarkan beberapa faktor
seperti marketplace, kompetisi, ketersediaan
teknologi, sumber daya manusia dan keuangan.
Feasibility estimate dilakukan oleh pemilik
proyek dengan tujuan mendapat jawaban atas
pertanyaan yang sangat fundamental, yaitu
apakah ide/proyek ini memiliki potensi sukses
(baik dari segi teknis, bisnis, finansial dan
organisasi)dan systemnya bekerja ?
TUJUAN FEASIBILITY
ESTIMATE
Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk
menentukan kelayakan kelangsungan suatu
proyek.
Metode ini memberikan estimasi biaya kasar
dan dilakukan pada saat sebelum proses
desain dimulai.
Harga proyek hanya merupakan salah satu
bagian dari feasibility estimate karena
pemilik proyek biasanya juga akan
mempertimbangkan perhitungan harga
tanah, desain, pajak, maintenance, dll.
COMMERCIAL
FEASIBILITY
Dalam setimasi kelayakan secara komersial,
dilakukan pemikiran-pemikiran berikut ini :
a. Potensi customers secara umum yang akan
dijadikan target pasar.
b. Menentukan spesifikasi segmen pasar yang telah
dijadikan target seperti usia, jenis kelamin dll.
c. Melakukan riset dalam hal kebutuhan pasar.
d. Melakukan riset dan pengamatan mengenai
potensi kompetisi dari produk/hasil proyek yang
serupa.
FINANCIAL FEASIBILITY
Analisa kelayakan finansial berkaitan dengan
dua hal berikut :
a. Rencana penerimaan bersih yang dirinci tiap
periode (annual). Umumnya setelah produk
konstruksi mulai dioperasikan.
b. Rencana pengeluaran investasi, terjadi pada
saat proses kegiatan pembangunan
investasi.
. Konsep Time Value of Money diterapkan baik
dalam penerimaan maupun pengeluaran.
Kriteria layak investasi secara finansial dibagi menjadi
dua :
a. Layak secara sosial :
-. Manfaat sosialnya lebih besar dari biaya
-. Dapat mengurangi kerugian yang lebih besar dari biaya
yang keluar
b. Layak secara ekonomi :
-. Keuntungan bersih yang diperoleh lebih besar dari Bank
Interest.
-. Memiliki tolak ukur berupa nilai IRR (internal rate return)
dan Pay Back Period. Keadaan yang ideal adalah di
mana IRR tinggi dan Pay Back Period yang singkat
Skema kemungkinan kelayakan investasi
secara finansial :

Layak dilakukan
Analisis
Investasi layak
dimodifikasi
Tidak layak tidak layak

tidak dilakukan
VARIABEL YANG BERPENGARUH
DALAM KELAYAKAN FINANSIAL

Biaya investasi atas gagasan/perancangan proyek yang akan


didirikan secara menyeluruh.
Sumber uang dan syarat-syarat keuangan yang akan
digunakan (kondisi suku bunga atas nilai investasi, syarat pay
back period, kondisi mata uang dan kondisi kenaikan kurs
mata uang tiap tahun, inflasi pajak).
Kondisi penjualan dari produksi atau jasa yang dihasilkan oleh
proyek yang dipengaruhi oleh keseimbangan penawaran dan
permintaan.
Kondisi pembiayaan dari operasionalisasi dari jenis
produksi/jasa dalam wujud expenses yang dicapai melalui
operasi manajemen.
Perhitungan depresiasi dan amortisasi yang diterapkan pada
rancangan finansial proyek.
NET PRESENT VALUE
(NPV)
Dicari Net Cash Flow untuk tiap periode
(tahun), yang berupaa penerimaan dikurangi
pengeluaran.
Hasil Net Discounted Cash Flow, bisa positif
dan bisa negatif.
Dengan konsep Time Value of Money, setiap
Net Cash Flow dibuat nilai present valuenya
dengan rate tertentu.
Dicari Net Present Value sebagai jumlah dari
present value dari net cash flow.
INTERNAL RATE
RETURN (IRR)
Internal Rate Return (IRR) adalah tingkat
keuntungan yang diperoleh (dalam %) dari
hasil investasi, terhadap nilai investasi yang
ditanam.
IRR dapat dikatakan juga merupakan tingkat
bunga yang menggambarkan bahwa benefit
(penerimaan) yang telah dipresent value
=kan dan cost (pengeluaran) yang telah
dipresent valuekan bila diperkurangkan
bernilai nol.
Dalam mencari IRR diperlukan data sebagai
berikut :
a. Cost estimate per periode (annual) sebagai
pengeluaran biaya investasi.
b. Perkirakaan keuntungan yang diperoleh
sebagai hasil dari investasi (setelah
bangunan dioperasikan) per periode
(annual).
c. Ditetapkan dua rate sebagai uji coba,
mencari IRR dengan penerapan konsep TVM.
Perumusan IRR :

NPV1
IRR i1 (i2 i1 )
NPV1 NPV2
i1 adalah asumsi 1 tingkat suku bunga

i2 adalah asumsi 2 tingkat suku bunga

NPV1 adalah nilai NPV untuk tingkat suku


bunga i1

NPV2 adalah nilai NPV untuk tingkat suku


bunga i2
TERIMA
KASIH
Kelompok 8