Anda di halaman 1dari 22

PEMANTAUAN TERAPI OBAT (PTO)

PASIEN RAWAT INAP CEMPAKA


BAWAH
RSUP PERSAHABATAN
NI MADE INDRI WIDANTI

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS 7 AGUSTUS 1945 JAKARTA
Data Pasien
Nama Pasien : Tn. RR
Tanggal Lahir : 18 Februari 1966 (52 tahun)
No. RM : 22784xx
Tinggi Badan : 165 cm
Berat Badan : 72 kg
Tanggal Masuk RS :
06 Desember 2016 jam 02:35 Masuk IGD
08 Desember 2016 Masuk Rawat Inap Cempaka
Bawah
Dokter DPJP : Dr. Lucie Melani, Sp.S
Alasan Masuk Rumah Sakit

Data Keterangan
Anamnesa Tangan dan kaki sebelah
kiri berat diangkat 2
hari. Keluhan lain mulut
kaku dan pusing
Riwayat penyakit Hipertensi
lalu
Diagnosa dan Periode
Pengkajian

Diagnosa Stroke NON Hemoragik

Pengkajian dilakukan mulai


Periode tanggal 8 Desember 15
Pengkaji Desember 2016
Di Cempaka Bawah kamar No
an VII
Pendahuluan
Menurut WHO
Stroke (serebrovascular disease) adalah
kematian jaringan otak (infark serebral)
yang terjadi karena berkurangnya aliran
darah dan oksigen ke otak

Penyebab kematian
no.2 di Indonesia
maupun di dunia
STOKE TERBAGI 2 :

Stroke
Iskemik Aliran darah ke otak terhenti krn
adanya aterosklerosis atau trombus
(non yang telah menyumbat suatu
pembuluh darah. 83% pasien stroke
hemorragi mengalami stroke jenis ini
k)
Pembuluh darah pecah sehingga
Stroke aliran darah normal terhambat dan
darah merembes ke dalam suatu
hemorragi daerah di otak dan merusaknya.
k 70% kasus stroke hemorragik terjadi
pada penderita hipertensi
Manifestasi Klinik
Kelumpuhan wajah atau anggota badan (biasanya
hemiparesis) yang timbul mendadak
Gangguan sensibilitas pada satu atau lebih
anggota badan (gangguan sensorik)
Perubahan mendadak status mental (delirium,
letargi, stupor atau koma)
Afasia (bicara tidak lancar, kurangnya ucapan
atau kesulitan memahami ucapan)
Disatria
Gangguan penglihatan atau diplopia
Vertigo, mual, muntah atau nyeri kepala
Data subjektif
Perkembangan Keluhan Pasien
Keluhan 6/12 07/1 08/ 9/1 10/1 11/1 12/1 13/1 14/1 15/1
Pasien 2 12 2 2 2 2 2 2 2

Kepala -
Pusing
Lemah sisi - -
kiri badan
Nafsu makan

Keterangan : = ya, = berkurang, = membaik


Data Pemeriksaan Pasien
Hasil Laboratorium
Parameter 6/12 Hasil Nilai Normal /
(08/12) Rujukan
HEMATOLOGI
Hematologi
Rutin
Hemoglobin 14,2 14,6 13 18 g/dL
Hematokrit 40,7 41,5 40 52 %
Eritrosit 4,87 4,92 4,3 6,0 juta/L
Jumlah 7,82 6.530 4.800 10.800
Leukosit /L
Jumlah 330.000 327.000 150.000
Trombosit 400.000 L
MCV 83,6 84,3 80 96 fL
MCH 29,2 29,7 27 32 pg
MCHC 34,9 35,2 32 36 g/dL

Keterangan :
* Hasil laboratorium < dari nilai normal
** Hasil laboratorium > dari nilai normal
Parameter 6/12 08/12 Nilai Normal /
Rujukan
Hitung Jenis
Basofil 0,6 0,6 0-1%
Eusinifil 6,0** 6,0** 1-3%
Neutrofil 55,7 55,7 52,0-76,0%
Limfosit 31,8 31,8 20-40%
Monosit 5,9 5,9 2-8%
RDW-CV 13,2 13,2 11,5-14,5
KIMIA KLINIK
Ureum 21 20 50 mg/dL
Kreatinin 1,1 0,5 1,5 mg/dL
Natrium (Na) 134* 135 147 mg/dL
Kalium (K) 2,80* 3,5 5,0 mg/dL
Klorida (Cl) 105,0 95 105 mg/dL
Glukosa Darah 121 < 140 mg/dL
Sewaktu

Keterangan :
* Hasil laboratorium < dari nilai normal
** Hasil laboratorium > dari nilai normal

Implikasi Klinik :
Eosinofil Respon terhadap alergen
Catatan Pemberian Obat
08/12 09/12 10/12 11/12
Nama Wak Tgl Tgl P S S M P S S M P S S M P S S M
Obat tu mula stop
i
A.Obat
parentera
l
RL 1 8/12
kolf/
12
jam
Ranitidin 2x 1 8/12
amp
l
B. Obat
Non
Parentera
l
Amlodipin 1x 7/12 8/12 S T O P
10
mg
Candesart 1x16 8/12
an mg
Aspilet 1x 8/12 9/12 S T O P
80
mg
Simvastat 1x 8/12
in 20
mg
Cap 2x 2 8/12
campur
KSR 2x 1 8/12

Cilostazol 2x 9/12
12/12 13/12 14/12 15/12
Nama Wak Tgl Tgl P S S M P S S M P S S M P S S M
Obat tu mula stop
i
A.Obat
parentera
l
RL I 8/12 P
kolf/
12
jam
Ranitidin 2x 8/12 U
1
amp
ul
B. Obat L
Non
Parentera
l
Amlodipin 1x 7/12 8/12 S T O P A
10
mg
Candesart 1x 8/12 N
an 16
mg
Aspilet 1x 8/12 9/12 S T O P G
80
mg
Simvastat 1x 8/12
in 20
mg
Cap 2x 8/12
campur : 242
KSR 2x 1 8/12
cilostazol 2x5 9/12
0
mg
Amlodipin 1x 9/12
Daftar Obat
Drug Related Problem
No Problem Assesment/action Monitoring
1. Interaksi obat
1. Efek samping Menginformasikan Gejala dan tanda
Resiko pendarahan pada pasien mengenai efek samping
(bleeding) tanda dan gejala efek bleeding seperti
a) Cilostazol + bleeding serta pendarahan pda
Aspilet meminta pasien gusi, mimisan,
b) Aspilet + /keluarga agar BAB berwarna
Clopidogrel melapor kehitaman
c) Cilostazol + bila mengalami tanda /merah tidak
Clopidogrel dan gejala bleeding ditemukannya
tanda dan gejala
Bleeding pada
pasien
Continu tabel

No Problem Assesment/action Monitoring


1. Interaksi obat
2. Aspilet + Menginformasikan pada Gejala dan tanda
Candesartan pasien mengenai tanda efek samping
Retensi Natrium dan gejala Retensi retensi cairan
dan Cairan cairan dan natrium dan natrium
meminta pasien seprti rasa haus
/keluarga agar melapor (Dehidrasi) dan
bila mengalami tanda konstipasi.
dan gejala Pantau kadar
Natrium pasien
tidak
ditemukannya
tanda dan gejala
retensi pada
pasien . Dan nilai
lab Na noramal
Continu table
No Problem Assesment/action Monitoring
1. Interaksi obat
3. Amodipine + Menginformasikan pada Gejala dan tanda
Simvastatin pasien mengenai tanda efek samping
meningkatkan kadar dan gejala pasien gngguan hati
simvastatin dalam /keluarga agar melapor seperti kulit dan
darah, bila mengalami tanda mata berwarna
meningkatkan resiko dan gejala. kuning, urin
gangguan hati gelap/pekat, tidak
nafsu makan,
mual, muntah
dan diare serta
pantau kadar
SGPT dan SGOT
pasien tidak
ditemukannya
tanda dan gejala
gangguan hati.
Continu table
No Problem Assesment/action Monito
ring
1. Pemiihan obat kurang tepa
Simvastatin 20 mg Melakukan diskusi dengan DPJP
Penggunaan mengenai penggunaan atorvastatin
atorvastatin lebih pada pasien stroke
baik pada pasien Menurut DPJP penggunaan
troke dibanding atorvastatin memang lebih baik,
simvastatin namun berdasarkan BPJS
(PERDOSSI, 2011; atrovastatin dapat diberikan jika
AHA, 2013). dengan pemberian simvastatin ,
pasien tdk mencapai targer terapi.
Oleh karena itu digunakan
simvastatin. Simvastatin juga
memiliki manfaat pada pasien
stroke. (Dalam PERDOSSI,
2011:107, pada studi SARCL
(Stroke Prevention by Aggressive
Reduction in Cholesterol Levels),
terapi dengan atorvastatin akan
mengurangi kejadian stroke
berulang, sementara pada HEART
Protection Study, simvastatin
Obat pulang pasien
Nama Obat Aturan Pakai

Simvastatin 1x 20 mg

Clopidogrel 1 x 75 mg

Amlodipine 1 x 10 mg

Pletaal 2 x 50 mg

Candesartan 1 x 16 mg
Kesimpulan
1.Pasien Stroke
2.Terdapat DRP dalam manajemen
terapi pasien Tn. RR dan dapat
diselesaikan.
3.Kondisi pasien saat ini telah
membaik dengan tangan dan kaki
sebelah kiri sudah dapat digerkan.
Pasien diizinkan pulang pada
tanggal 15 desember 2016
SARAN

Perlunya kordinasi antara dokter, apoteker, dan


perawat untuk monitoring ketepatan terapi dan
ketepatan waktu pemberian obat agar tidak
terjadi Drug Related Problem (DRP).
TERIMAKASIH