Anda di halaman 1dari 16

REFERAT

Dermatitis Atopik
Oleh :
Novita Putri Wardani
2011730157

Dokter Pembimbing :
dr. Endang Tri Wahyuni, Sp.KK, M.Kes

STASE KULIT
BLUD RS SEKARWANGI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA
2017
Definisi

Dermatitis atopik (DA) ialah keadaan


peradangan kulit kronis dan residif,
disertai gatal yang umumnya sering
terjadi selama masa bayi dan anak-
anak, sering berhubungan dengan
peningkatan IgE dalam serum dan
riwayat atopi keluarga atau penderita.
Etiologi
Faktor
Genetik
Kelainan fisiologi dan biokimia kulit
Disfungsi imunologis

Intrinsik Interaksi psikosomatik


Disregulasi/ketidakseimbangan sistem saraf ototnom

Faktor Bahan yang bersifat iritan


Alergen hirup

Ekstrinsi makanan
Perubahan temperatur

k
Trauma

Faktor Makanan
Alergen hirup

Pencetus Infeksi kulit


Patogenesis

Beberapa faktor turut berperan dalam


patogenesis DA, antara lain :
Genetik
peran kromosom 5q31, 3q21, 1q21, 17q25. juga
melibatkan gen independen dari mekanisme
alergi.
bila salah satu org tua menderita atopi, separuh
jumlah anak akan mengalami alergi hingga usia
2 tahun.
Patogenesis
Sawar Kulit
kelainan fungsi sawar kulit -> peningkatan
transpidermal water loss -> kulit semakin kering ->
menyebabkan port dentry terjadinya alergen, iritan,
bakteri dan virus.

Imnopatogenesis DA
Histamin dianggap sebagai zat penting yang memberi
reaksi dan menyebabkan pruritus. Histamin
menghambat kemotaksis dan menekan produksi sel T.
Antigen Presenting Cells
Kulit pada penderita DA mengandung sel
Langerhans yang memiliki afinitas tinggi
untuk mengikat antigen asing dan IgE.
Faktor non imunologis
Kulit yang kering akan menyebabkan nilai
ambang rasa gatal menurun, sehingga
dengan rangsangan yang ringan seperti
iritasi wol, rangsangan mekanik, dan termal
akan mengakibatkan rasa gatal
Manifestasi Klinis
Gejala Utama : pruritus, dapat terjadi
sepanjang hari, namun lebih hebat pada malam
hari.

Kulit penderita DA umumnya kering, pucat/redup,


kadar lipid diepidermis berkurang dan kehilangan
air lewat epidermis meningkat. Penderita DA
cenderung tipe astenik, dengan intelegensia
diatas rata-rata,sering merasa cemas, egois,
frustasi, agresif, atau merasa tertekan
3 Fase Dermatitis Atopik
D.A Infantil D.A pada anak D.A pada
(usia 2bln- (usia 2- remaja dan
2tahun) 10tahun)
predileksi
dewasa
bersifat akut, sub akut, tengkuk, predileksi tengkuk serta
rekuren, simetris fleksor kubital, dan daerah fleksor kubital
dikedua pipi fleksor popliteal dan fleksor popliteal
eritem berbatas tegas,
dapat disertai papul- Pada kondisi kronis kulit kering dan sukar
papul dan vesikel- tampak lesi berkeringat, gatal-gatal
vesikel miliar, yang hiperkeratosis, terutama jika
menjadi erosif, hiperpigmentasi, dan berkeringat
eksudatif, dan berkrusta likenifikasi
Tempat predileksi kelainan yang dapat
dikedua pipi, menyertai ialah xerosis
ekstremitas bagian kutis, iktiosis,
fleksor, dan ekstensor hiperlinearis Palmaris et
plantaris, pomfoliks,
ptiriasis alba, keratosis
pilaris
Diagnosa
Berdasarkan Kriteria Rajka yang telah
Kriteria diperbaiki oleh kelompok
Minor kerjaD.A
Diagnosa dari
Inggris yang
Kriteria di kordinasi oleh william
Mayor harus memiliki tiga
Xerosis kriteria mayor dan
Infeksi kulit khususnya tiga kriteria minor.
Pruritus
S.aureus
Dermatitis di Dermatitis nonspesifik
Untuk bayi :
muka atau pada tangan atau kaki
Riwayat atopi dalam
Pitiriasis alba
ekstensor pada Dermatitis di papila keluarga
bayi dan anak mame Dermatitis di muka
Dermatitis di White dermographism atau ekstensor
fleksura pada dan delayed blanch Pruritus
response Xerosis/iktosis
dewas Kelititis
Dermatitis kronis Aksentuasi
Lipatan intraorbita
perifolikular
atau residif Konjungtivitis berulang
Katarak subkapsular Fisura di belakang
Riwayat atopi
Muka pucat atau telinga
eritem Skuama di skalp
Gatal bila berlkeringat kronis
Diagnosa Banding

Scabies
Dematitis Seboroik Infantil
Dermatitis Kontak
Terapi
Topikal
1. Hidrasi kulit : krim hidrofilik urea 10%, hidrokortison 1%, emolien

2. Kortikosteroid topikal :
bayi : hidrokortison 1%-2.5%
dewasa : triamsinolon
fluorinated glucocorticoid (pada genitalia)

3. Imunomodulator topikal
takrolimus 0.03%
pimekrolimus (tidak boleh digunakan pada anak kurang dari 2
tahun)
preparat ter
antihistamin
Terapi
Sistemik
1. Kortikosteroid (hanya digunakan dlm jangka pendek, dosis
rendah dan tapering off)

2. Antihistamin : hidroksisin atau difenhidramin

3. Anti Infeksi :
u/ kuman yg blm resisten = eritromisin/asitromisin
u/ yg sdh resisten = dikloksasilin, gen 1 sefalosporin

4. Siklosporin : dosis 5mg/kgbb

Terapi sinar (PUVA)


Edukasi
Jangan mandi dengan air terlalu panas
karna dapat menambah gatal
jangan memakai handuk dengan
menggosok, melainkan menepuk-nepuk
hindari sabun pembersih yang
mengandung antiseptik
penggunaan pelembab untuk mengatasi
kekeringan kulit
Pencegahan

Pemberian ASI eksklusif


Bayi dengan risiko tinggi atopik yang
tidak mendapat ASI eksklusif mempunyai
risiko lebih tinggi untuk menderita DA.
Prognosis
Prognosis lebih buruk bila kedua orangtua
menderita DA. Ada kecenderungan perbaikan
spontan pada masa anak, dan sering ada yang
kambuh pada masa remaja, sebagian kasus
menetap pada usia diatas 30 tahun.