Anda di halaman 1dari 18

SISTEM PENGENDALIAN

INTERN

Ratna Kartika Wiyati, SE.,M.Kom


DEFINISI SPI

meliputi struktur organisasi,metode dan


ukuran-ukuran yang dikoordinasikan
untuk menjaga kekayaan organisasi
,mengecek ketelitian dan keandalan data
akuntansi,mendorong efisiensi dan
mendorong dipatuhinya kebijakan
manajemen
TUJUAN SPI
MENJAGA
1. INTERNAL KEKAYAAN
ACCOUNTING ORGANISASI
CONTROL
(PENGENDALIAN MENGECEK
KETELITIAN DAN
INTERN AKUNTANSI) KEANDALAN DATA
AKUNTANSI

MENDORONG
2. INTERNAL EFISIENSI
ADMINISTRATIVE
CONTROL MENDORONG
(PENGENDALIAN INTERN DIPATUHINYA
ADMINSTRASI) KEBIJAKAN
MANAJEMEN
UNSUR POKOK SISTEM
PENGENDALIAN INTERN
1. Organisasi yang memisahkan
tanggung jawab secara tegas
2. Sistem otorisasi dan prosedur
pencatatan
3. Praktik yang sehat
4. Karyawan yang mutunya sesuai
dengan tanggung jawabnya
1.STRUKTUR ORGANISASI YANG
MEMISAHKAN TANGGUNG JAWAB
FUNGSIONAL SECARA TEGAS
Struktur organisasi merupakan rerangka (framework)
pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit
organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan
pokok perusahaan.

Departem
Departeme Departeme
en Departem
n produksi n
pemasara en umum
keuangan
n
PRINSIP PRINSIP
A. Fungsi operasi dan penyimpanan harus
dipisahkan dari fungsi akuntansi.
Fungsi operasi (Fungsi yang memiliki wewenang untuk
melaksanakan suatu kegiatan pembelian.
Fungsi penyimpanan (Fungsi yang memiliki wewenang
untuk menyimpan aktiva perusahaan.
Fungsi akuntansi (Fungsi yang memiliki wewenanng untuk
mencatat peristiwa keuangan perusahaan.

B. Suatu fungsi tidak boleh diberi tanggung jawab


penuh untuk melaksanakan semua tahap suatu
transaksi.
Fungsi Gudang (Fungsi penyimpanan)
Fungsi Pembelian (Fungsi Operasi)
Fungsi Penerimaan (Fungsi Operasi)
Fungsi Akuntansi (Fungsi Pencatatan)
2.SISTEM OTORISASI DAN
PROSEDUR PENCATATAN
Prosedur pencatatan yang baik akan menjamin data yang
direkam dalam sebuah formulir dicatat dalam catatan
akuntansi dengan tingkat ketelitian dan reliability yang
tinggi. Jadi sistem otorisasi akan menjamin dihasilkannya
dokumen pembukuan yang dapat dipercaya bagi proses
akuntansi. Dengan demikian prosedur pencatatan yang baik
akan menghasilkan informasi mengenai
kekayaan,utang,pendapatan
KEPALA FUNGSI dan biaya.KEPALA FUNGSI
GUDANG PENERIMAAN

KEPALA FUNGSI KEPALA FUNGSI


PEMBELIAN AKUNTANSI

Fungsi akuntansi melakukan pencatatan terjadinya kewajiban


(utang) kepada pemasok atas bukti kas keluar yang di dukung
dokumen diantaranya : surat permintaan pembelian, surat
order, laporan penerimaan dan faktur.
3.PRAKTIK YANG SEHAT
Penggunaan formulir bernomor urut
Pemeriksaan mendadak (Surprised audit)
Tidak bersikap individual maupun khusus
Perputaran jabatan (job rotation)
Delegasi kewajiban saat karyawan cuti
Tiap periode dilakukan pencocokan fisik &
catatan
Adanya staf pengawas intern (staf khusus)
4.KARYAWAN DAN TANGGUNG JAWAB

Memiliki karyawan yang kompeten dan


jujur, unsur pengendalian yang lain dapat
dikurangngi sampai batas yang minimum
serta perusahaan dapat mampu
menghasilkan pertangung jawaban
keuangan yang dapat diandalkan.
Cara mendapatkan karyawan dengan
unsur diatas :
1. Memilih karyawan yang berkompeten di
jabatannya, serta menentukan syarat-
syarat yang ditetapkan perusahaan
2. Pengembangan pendidikan karyawan
sesuai tuntutan jabatan.
LINGKUNGAN PENGENDALIAN
(CONTROL ENVIRONMENT)
Control Environment mencerminkan sikap
dan tindakan para pemilik dan manajer
perusahaan mengenai pentingnya
pengendalian intern perusahaan.
FILOSOFI DAN GAYA
4 Unsur Control Environment OPERASI

FUNGSI
CONTROL DEWANKOMISARIS DAN
KOMITE PEMERIKSA
ENVIRONMET
METODE PENGENDALIAN
MANAJEMEN

KESADARAN
PENGENDALIAN
FILOSOFI DAN GAYA OPERASI

Seperangkat keyakinan dasar (Basic Beliefs)


yang menjadi parameter bagi perusahaan dan
karyawan. Ini tentang apa yang harus dikerjakan
dan tidak oleh seorang karyawan dalam suatu
filosofi perusahaan tersebut.
FUNGSI DEWAN KOMISARIS DAN
KOMITE PEMERIKSA
Pihak yang dinilai kejujuran dan
pertanggungjawaban keuangannya oleh
akuntan publik. Penilaian ini melalui 4
tahap:
1) Penyusunan program (rencana jangka
panjang)
2) Peyusunan anggaran (rencana jangka
pendek)
3) Pelaksanaan dan pengukuran
4) Pelaporan dan analisis
KESADARAN PENGENDALIAN

Ini dapat terlihat dari reaksi yang


ditunjukan oleh manajemen dari berbagai
jenjang organisasi atas kelemahan
pengendalian yang ditunjukan oleh
akuntan intern atau akuntan publik. Jika
response cepat terhadap kelemahan, hal
ini menunjukan adanya komitmen dan
penciptaan lingkungan yang baik.
Perbedaan intern akuntansi dalam sistem manual dan komputer

Sistem manual
Pembagian tanggung jawab transaksi
kebeberapa orang dan adanya cek silang
Pemeriksaan dilakukan secara visual
Manual system menitikberatkan
pengendalian di tangan manusia
Sistem komputer
Ketelitian dan kecepatan pengolahan data
dengan komputer mengurangi cek silang.
Komputer dapat melakukan berbagai
pemeriksaan(edit)
Menitikberatkan pengendalian melalui
komputer
Pengendalian Aplikasi
Tujuan :
1. Menjamin bahwa semua transaksi yang
telah diotorisasi telah diproses sekali
saja secara lengkap
2. Menjamin bahwa data transaksi lengkap
dan teliti
3. Menjamin bahwa pengolahan data
transaksi benar sesuai dengan keadaan
4. Menjamin bahwa hasil pengolahan data
dimanfaatkan untuk tujuan yang telah
ditetapkan
5. Menjamin bahwa apliksi dapat terus
menerus fungsi
Study Kasus

Dalam tahap analisis system, seorang analis


system mencatat beberapa unsur yang dianggap
melemahkan pengendalian intern dlm system
pembelian perusahaan kliennya :
1. Perusahaan tidak membentuk fungsi
penerimaan. Penerimaan barang
langsung dilaksanakan oleh fungsi
gudang.
2. Dokumen surat order pembelian tidak
bernomor urut tercetak.
3. Setiap pembelian tidak didahului
dengan permintaan penawaran harga
dari para pemasok yang potensial
Study Kasus

4. Fungsi pembelian menyelenggarakan


buku pembantu utang
5. Accounting merangkap kasir
Matur suksma