Anda di halaman 1dari 12

TERRINE

Terrine merupakan produk olahan khas


Perancis, sepintas menyerupai nugget yang
berbahan dasar ikan.
Terine biasa disajikan dalam bentuk irisan
tipis menyerupai irisan roti tawar, dengan
warna seluruh permukaan putih, kadang
kadang separo bagian putih separo bagian
lagi berwarna orange, atau sebagian besar
permukaan berwarna putih tetapi di tengah-
tengah diselingi warna orange
BAHAN DASAR
Ikan sebagai bahan dasar
Pada prinsipnya hampir semua ikan bisa
digunakan untuk bahan dasar pada
pembuatan terine.
Ikan dari perairan laut aroma yang dihasilkan
akan lebih tajam dibandingkan jika
menggunakan ikan dari perairan darat
maupun payau,
Rasanyapun biasanya akan menghasilkan
rasa yang lebih gurih dan lezat
BAHAN TAMBAHAN
Tepung Maizena
Telur
Fungsi thickening dan binding , yaitu sebagai
bahan pengental dan pengikat
Emulsifying, kuning telur mengandung lecitin,
dan agen pengemulsi
Foaming , dapat memberikan fungsi berbusa
Susu meningkatkan konsistensi dan
memberikan kelembutan adonan
Alat dan Bahan
Alat :
- Food processor - Baskom
- Timbangan - Loyang
- Cobek & muntu - Sendok
- Gelas ukur - Mangkok
- Pisau - Oven
- Talenan - Kompor
Formulasi Bahan
No Jenis bahan Komposisi (gr) Persentase (%)
1. Daging Ikan 650 100
2. Susu tawar 160 24.6
3. Telur 130 20
4. Tepung Maizena 25 3.8
5. Saus tomat 23 3.5
6. Merica 2 0,3
7. Garam 10 1,5
Proses Pembuatan
Terrine
Secara garis besar proses pembuatan terrine
menyerupai proses pembuatan nugget
Perbedaan nugget dan terrine :
Nugget setelah proses pengukusan masih diperlukan
proses lanjutan pemberian tepung panir kemudian
dilakukan penggorengan.
Terinne setelah adonan di panggang di dalam oven
selama beberapa menit terinne siap dikonsumsi
dengan cara mengiris tipis-tipis.
Prinsip penting pada pembuatan terinne ini
adalah membuat formulasi dari bahan-bahan
yang diperlukan
Perlakuan Pendahuluan
Terhadap Ikan
Sebelum diproses lebih lanjut, terlebih dulu
ikan dihilangkan bagian-bagian yang tidak
diperlukan seperti sisik, insang, dan isi
perutnya
Proses berikutnya adalah filleting
menguliti ikan dan membebaskan daging
ikan dari duri dan tulang
Daging ikan yang sudah bebas dari kulit dan
duri, dipotong- potong kecil untuk
mempermudah proses penghalusan
Persiapan Bumbu-bumbu dan bahan
pendukung lainnya
Bumbu-bumbu yang diperlukan berupa garam,
saus tomat, dan merica sebagai pemberi
rasa,
Bahan-bahan pendukung lain seperti telur, susu
tawar, dan tepung maezena ditimbang
sesuai formulasi yang diinginkan.
Tepung maizena dilarutkan terlebih dahulu
dengan menggunakan pelarut susu.
Sebelum dicampur dengan bahan-bahan lain,
telur yang telah ditimbang
dikocok terlebih dulu
Penghalusan/penggilingan
Ikan yang telah dipotong-potong
kemudian digiling
Fungsi penghalusan memberikan
kondisi yang akan menghasilkan
campuran yang merata.
Bumbu-bumbu dan bahan pendukung
lainnya dicampur sambil
terus dilakukan
penghalusan.
Pencetakan dan
Pemanggangan
Pencetakan memberikan bentuk akhir
yang menarik dan seragam pada produk.
Pemanggangan mematangkan adonan
dan memberikan konsistensi bentuk akhir
Adonan yang telah lembut dan tercampur
rata dicetak dalam loyang yang sebelumnya
telah diolesi mentega dan tepung terigu.
Pemanggangan dilakukan kira-kira 30 menit
Pengeluaran Adonan dari
Cetakan
Adonan yang sudah matang,
dikeluarkan dari loyang untuk
menghindari pengembunan.
Biasanya terinne ditampilkan dengan
cara mengiris adonan tipis-tipis
dilengkapi dengan hiasan daun
peterseli dan hiasan sayuran lain