Anda di halaman 1dari 31

Matakuliah : S0793 Teknologi Bahan Konstruksi

Tahun : 2009

PERENCANAAN CAMPURAN BETON


Pertemuan 07
Learning outcomes
Mahasiswa dapat menghitung rancangan
campuran beton

Bina Nusantara University


3
Outline materi
Perencanaan campuran beton dengan metode:
American Concrete Institute (ACI)
Grading Curve Method (Road Note no 4)

Bina Nusantara University


4
TUJUAN MIX DESIGN

Perancangan campuran beton bertujuan untuk


mengetahui komposisi atau proporsi bahan-
bahan penyusun beton supaya memenuhi
persyaratan teknis dan ekonomis.
Menghasilkan proporsi campuran yang optimal
dengan kekuatan maksimum

Bina Nusantara University


5
KRITERIA UTAMA MIX DESIGN

a. Kekuatan tekan beton dan hubungannya dengan


faktor air semen
b. Kemudahan Pengerjaan

Bina Nusantara University


6
METODE PERENCANAAN CAMPURAN BETON

a. American Concrete Institute (ACI) Method


b. Grading Curve Method (Road Note no 4)

Bina Nusantara University


7
VARIABILITAS
Kekuatan tekan beton tidak akan terdiri dari suatu nilai,
tetapi akan bervariasi
Yang harus dicapai adalah bahwa nilai yang lebih kecil
dari kekuatan tekan rencana harus lebih kecil dari suatu
angka misalnya 5 %.
Untuk itu diasumsikan bahwa kekuatan tekan beton
mengikuti distribusi normal pada saat pengujian di
laboratorium

Bina Nusantara University


8
KURVA DISTRIBUSI NORMAL

Bina Nusantara University


9
KEKUATAN TEKAN BETON

f c' f c' k S
f c' = Kekuatan tekan beton rencana (Mpa)
f c' = Kekuatan tekan bton rata-rata (Mpa)
S = Standar deviasi

S
f '
cif c
'
2

n 1
k = Suatu konstant yang ditentukan berdasarkan nilai % yang diijinkan untuk
lebih kecil dari kekuatan tekan beton rencana. Misalnya jika yang
diijinkan untuk lebih kecil adalah 5 % nilai k = 1.64
n = jumlah sample

Bina Nusantara University


10
FAKTOR PENGALI UNTUk DEVIASI STANDAR
Nilai tambah atau margin dihitung dengan
rumus k x S. Jika jumlah sample lebih kecil dari
15, nilai marjin diambil = 12 MPa

Jumlah Pengujian Faktor Pengali Deviasi Standar

< 15 Nilai margin = 12 MPa


15 1.16
20 1.08
25 1.03
30 atau lebih 1.00

Bina Nusantara University


11
CONTOH SOAL

Tentukan besarnya kuat tekan beton


Bina Nusantara University
12
(MPa)
PERBEDAAN K-XXX dengan Fc = YY

K 400, kekuatan tekan beton = 400 kg/cm2, dengan


benda uji kubus 15 x 15 x 15
Fc = 40 MPa = kekuatan tekan beton = 40 Mpa,
dengan benda uji silinder diameter 15 cm tinggi 30
cm
Benda Uji Perbandingan Kekuatan Tekan
Kubus 15 x 15 x 15 1.00
Kubus 20 x 20 x 20 0.95
Silinder 15 x 30 0.83

Bina Nusantara University


13
PERBANDINGAN KEKUATAN BETON PADA
BERBAGAI UMUR

Umur Beton (hari) 3 7 14 21 28 90 365


Semen Portland
0.4 0.65 0.88 0.95 1.00 1.2 1.35
biasa
Semen Portland
dengan kekuatan 0.55 0.75 0.90 0.95 1.00 1.15 1.2
awal tinggi

Bina Nusantara University


14
MENENTUKAN NILAI STANDAR DEVIASI [ S ]

VOLUME PEKERJAAN DEVIASI STANDAR S (kg/cm2)


Jumlah Beton
Keterangan Baik Sekali Baik Dapat Diterima
(m3)
Kecil < 1000 45 < S 55 55 < S 65 65 < S 85
Sedang 1000 - 3000 35 < S 45 45 < S 55 55 < S 75
Besar > 1000 25 < S 35 35 < S 45 45 < S 65

Bina Nusantara University


15
MENENTUKAN NILAI SLUMP

Slump (mm)
Jenis Konstruksi
Maksimum Minimum
Dinding Penahan dan Pondasi 76.2 25.4
Pondasi Sederhana, Sumuran, dan dinding sub
76.2 25.4
struktur
Balok dan dinding beton 101.6 25.4
Kolom Struktural 101.6 25.4
Perkerasan dan slab 76.2 25.4
Beton Massal 50.8 25.4

Bina Nusantara University


16
Metoda American Concrete Institute
(ACI)

Bina Nusantara University


17
Metoda American Concrete Institute
(ACI)
1. Menghitung kuat tekan rata-rata beton,
berdasarkan kuat tekan rencana dan margin,
fcr = m + fc
- m = 1,64 x Sd, standar deviasi diambil
berdasarkan data yang lalu, jika tidak ada
diambil dari tabel (nilai standar deviasi)
berdasarkan mutu pelaksanaan yang
diinginkan
- kuat tekan rencana (fc) ditentukan
berdasarkan rencana atau dari hasil uji
Bina Nusantara University
18

yang lalu.
2. Menetapkan nilai slump, dan butir maksimum
agregat
slump ditentukan. Jika tidak bisa, data
diambil dari tabel (syarat slump menurut
ACI)
Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3
tebal plat dan atau jarak bersih antar baja
tulangan, tendon, bundle bar, atau ducting
dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting
ambil yang terkecil, jika tidak lihat tabel
(ukuran maksimum agregat
Bina Nusantara University
19
3. Menetapkan jumlah air yang dibutuhkan
berdasarkan ukuran maksimum agregat dan
nilai slump dari tabel (perkiraan air
campuran)
4. Menetapkan nilai faktor air semen dari tabel
FAS untuk nilai kuat tekan dalam MPa yang
berada di antara nilai yang diberikan
dilakukan interpolasi

Bina Nusantara University


20
5. Menghitung semen yang diperlukan dari
langkah 3 dan 4, yaitu jumlah air dibagi
dengan faktor air semen
6. Menetapkan volume agregat kasar
berdasarkan agregat maksimum dan
MHB agregat halusnya sehingga didapat
persen agregat kasar (Tabel volume
agregat kasar per satuan volume beton).
Jika nilai MHB agregat halus berada
diantaranya, maka dilakukan interpolasi.
Volume agregat kasar = persen agregat
kasar dikalikan dengan berat kering
agregat kasar.
Bina Nusantara University
21
7. Mengestimasi berat beton segar
berdasarkan tabel (estimasi berat awal
beton segar) kemudian menghitung agregat
halus = berat beton segar (berat air +
berat semen + berat agregat kasar)
8. Menghitung proporsi bahan, semen, air,
agregat kasar, dan agregat halus, kemudian
koreksi berdasarkan nilai daya serap air
pada agregat.
i Semen didapat dari langkah 5
ii Air didapat dari langkah 3
iii Agregat kasar didapat dari langkah 6
iv Agregat halus didapat dari langkah 7 dikurangi langkah
(3+5+6)
9. Koreksi proporsi campurannya
Bina Nusantara University
22
Contoh Tabel
Analisa Saringan Agregat
Direncanakan sebuah balok struktur Halus
untuk pekerjaan beton dengan
Volume pekerjaan sekitar 800 m3
M utu Beton = 25 M pa
Butir agregat maksimum sebesar = 40 mm
Pengawasan pelaksanaan baik
Hasil pengujian laboratorium diperoleh
berat satuan agregat kering tungku = 1600 Kg/ m3
Daya serap air
agregat kasar sebesar 3,419%
agregat halus sebesar 2,004%

Bina Nusantara University


23
Penyelesaian cara A CI
Menghitung Modulus Halus butir dan Kontrol Syarat Mutu A STM C.33

saringan Berat %tinggal Butir Lolos Syarat


(mm) Tertinggal Kumulatif % Kumulatif A STM C.33
(gram) %
9,52 0 0 0 100 100 100
4,76 100 4 4 96 95 95 - 100
2,4 220 8,8 12,8 87,2 80 80 - 100
1,1 350 14 26,8 73,2 50 50 - 85
0,6 780 31,2 58 42 25 25 - 60
0,3 590 23,6 81,6 18,4 10 10 - 30
0,15 360 14,4 96 4 2 2 - 10
sisa 100 4
jumlah 2500 100 279,2

Syarat gradasi menurut A STM C.33 terpenuhi


Diperoleh Modulus Halus Butir yaitu
persentase kumulatif yang tertinggal pada satu set ayakan
dibagi dengan seratus didapat 279,2/ 100 = 2,792
Bina Nusantara University
dibulatkan menjadi 2,8 24
LANGKAH PERTAMA
Menghitung kuat tekan rata-rata (f'cr)
Volume pekerjaan 800 m3 <1000 m3 Pengawasan mutu pelaksanaan baik
dari tabel 8.1 standar deviasi 5,5 <s <6,5 diambil s = 6 MPa
f'cr =f'cr +m m= 1,64 xs = 9,84 Mpa
f'cr =25 +9,84 = 34,84 Mpa

LANGKAH KEDUA
Menentukan nilai slump dan agregat maksimum
Dari Tabel 8.2 untuk konstruksi balok slump diambil 101,6 mm
Agrgat maksimum ditentukan = 40 mm

LANGKAH KETIGA
Jumlah air yang dibutuhkan tercantum dalam tabel 8.4
Berdasarkan nilai slump dan agregat maksimum didapat 180 lt/ m3

Bina Nusantara University


25
LANGKAH KE EMPAT
FAS yang dibutuhkan berdasarkan nilai kekuatan tekan estimasi beton berumur 28 hari
dengan f'cr = 34,84 Mpa (34,5) dalam tabel 8.5 adalah 0,48

LANGKAH KE LIMA
Semen yang dibutuhkan, (3):(4) = 375 Kg

LANGKAH KE ENAM
tentukan volume agregat kasar berdasarkan MHB agregat halus dan ukuran maksimum agre
Tabel 8.6 MHB = 2,8 dan ukuran maksimum40 mm (38,1 mm by ASTM)
di dapat nilai 0,71 Berat agregat kasar 0,71 x 1600 kg/ m3 = 1136,00

LANGKAH KE TUJUH
Estimasi berat beton segar berdasarkan ukuran maksimum agregat 40 mm (38,1 mm),
beton air-entrained tabel 8.7 didapat 2,442 kg/ m3
didapat berat agregat halus 2442-(375+180+1136) = 751 kg/ m3

Bina Nusantara University


26
LANGKAH KE DELAPAN
Proporsi campuran beton per meter kubik
SEMEN = 375 KG
AIR = 180 LITER
AGREGAT HALUS = 751 KG
AGREGAT KASAR = 1136,00 KG
JUMLAH = 2442 KG

LANGKAH KE SEMBILAN
Koreksi proporsi campuran beton per meter kubik
Agregat kasar (daya serap air 3,419) >>1136 x 1,03419 = 1174,83984 >>>> 1175
Agregat halus (daya serap air 2,004%)>>751 x 1,02004 = 766,05004 >>>> 766
Air menjadi 180 - ((0,02004x751) +(0,03419 x 1136 = 126,11012 >>>> 126
SEMEN = 375 KG
AIR = 126 LITER
AGREGAT HALUS = 766 KG
AGREGAT KASAR = 1175 KG
JUMLAH = 2442 KG

Bina Nusantara University


27
Kekurangan dan kelebihan
Cara ini merupakan cara coba-coba
(eksperimental) untuk memperoleh proporsi
bahan yang menghasilkan konsistensi. Jika
dipakai agregat yang berbeda akan
menyebabkan konsistensi yang berbeda juga
Nilai Modulus Halus Butir sebenarnya kurang
menggambarkan gradasi agregat yang tepat.
Untuk agregat dengan berat jenis yang berbeda,
perlu dilakukan koreksi lagi

Bina Nusantara University


28
Metoda Road Note No. 4
1. Hitung kuat tekan rata-rata rencan, berdasarkan kekuatan
tekan rencana dan nilai margin (nilai margin = 1.64 x standar
deviasi)
2. Tentukan FAS dari grafik dan berdasarkan keawetan pilih nilai
yang terkecil
3. Buat proporsi agregat dari masing-masing fraksi
(perbandingan antara agregat halus dengan agregat kasar)
sehingga masuk dalam salah satu kurva dalam grafik ASTM C-
33
4. Tetapkan proporsi antara agregat dengan semen berdasarkan
tingkat kemudahan pengerjaan, diameter maksimum agregat,
bentuk dan FAS
5. Hitung proporsi antara semen, air dan agregat dengan dasar
FAS dan proporsi antara agregat semen yang diperoleh
Bina Nusantara University
29
Metoda Road Note No. 4
6. Kebutuhan dasar dari beton dihitung dari volume
absolut, prinsip hitungan ialah volume beton
padat sama dengan jumlah absolut volume
bahan-bahan dasarnya. Proporsi campuran
dihitung dari:
S PAg .h S PAg .k S A.S
3
0.01v 1m
s air Ag .h air Ag .k air air
s berat jenis semen
Ag .h berat jenis agregat halus
Ag .k berat jenis agregat kasar
air berat jenis air
v prosentase udara dalam beton
S berat semen yang diperlukan dalam 1m 3
Bina Nusantara University
30
Kekurangan dan kelebihan
Gradasi campuran yang tersedia terdapat empat
kurva yang kenyataannya sulit diperoleh di
lapangan
Bentuk agregat agak sulit dibedakan antara bulat
dengan tidak teratur sehingga menyulitkan dalam
perhitungan. Kesulitan lain jika digunakan
campuran antara agregat alami dengan batu
pecah.

Bina Nusantara University


31