Anda di halaman 1dari 40

Matakuliah : S0793 Teknologi Bahan Konstruksi

Tahun : 2011

BETON
Pertemuan 06
Learning Outcomes

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan


mahasiswa akan mampu :

Menjelaskan tipe beton dan kegunaannya


Menjelaskan proses pembuatan Beton

Bina Nusantara University


3
Outline Materi

Jenis-jenis Beton
Kelas dan Mutu Beton
Pembuatan, Pengecoran, dan Perawatan Beton

Bina Nusantara University


4
KLASIFIKASI BETON

Bina Nusantara University


5
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Beton
Persiapan
Penakaran
Pengadukan / Mixing
Pengecoran / Placing
Pemadatan / Vibrating
Penyelesaian Akhir / Finishing
Perawatan / Curing

Bina Nusantara University


6
PERSIAPAN
Semua Peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan
harus bersih
Tempat yang akan diisi beton harus bersih
Permukaan dalam acuan dapat dilapisi dengan bahan
khusus
Pasangan bata yang berhubungan dengan beton harus
dibasahi sampai jenuh
Tulangan harus dalam keadaan bersih

Bina Nusantara University


7
PENAKARAN
Untuk beton dengan fc 20 MPa penakaran
berdasarkan berat

Untuk beton dengan fc < 20 MPa penakaran boleh


berdasarkan volume

Go to

Bina Nusantara University


8
PENGADUKAN MANUAL
Pasir dan semen dicampur dalam keadaan kering diatas
tempat yang kedap air sampai didapat warna yang
homogen
Ditambahkan kerikil dan di campur sampai didapat
warna yang homogen
Tambahkan 75 % kebutuhan air dan aduk hingga merata
Tambahkan sedikit demi sedikit kebutuhan air yang
tersisa

Bina Nusantara University


9
PENGADUKAN DENGAN MESIN
Dengan beton molen atau batching plant
Menurut SK SNI waktu pengadukan minimal untuk
campuran beton dengan volume 1 m3 adalah 1.5 menit
dan ditambah 0.5 menit untuk setiap penambahan 1 m3

Bina Nusantara University


10
PENGADUKAN TERALU SEBENTAR

Pencampuran bahan kurang merata


Pengikatan agergat dan beton kurang

Bina Nusantara University


11
PENGADUKAN TERLALU LAMA

Naiknya suhu beton


Keausan pada agregat
Terjadinya kehilangan air
Bertambahnya nilai slump

Bina Nusantara University


12
PENUANGAN BETON
Dihindarkan terjadinya segregasi dan bleeding
Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat
mungkin dengan cetakan untuk mencegah segregasi
Tinggi jatuh maksimum 1.5 meter. Jika lebih harus menggunakan
pipa atau tremie
Kecepatan penuangan diatur agar beton dapat mengalir mengisi
lokasi lokasi yang sulit
Penuanganharus dilakukan tanpa berhenti sampai dengan posisi
yang diijinkan dalam pelaksanaan (siar pelaksanaan / construction
joint
Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih dan dibasahi
sebelum pengecoran.
Siar pelaksanaan biasanya dipilih pada lokasi dimana momen = 0.
Beton yang dituang harus dipadatkan secara maksimal agar dapat
mengisi semua rongga.
Tebal penuangan maksimum 30 -45 cm agar dapat dilakukan
pemadatan dengan mudah
Bina Nusantara University
13
Bina Nusantara University
14
PEMADATAN BETON
Pemadatan dilakukan setelah beton di tuang
dan sebelum terjadinya initial setting
Indikasi innitial setting belum terjadi jika beton
dengan mudah dapat ditusuk sampai 10 cm
Untuk volume beton yang kecil pemadatan
dilakukan dengan menusukkan batang besi
Untuk volume beton yang besar pemadatan
dengan vibrator
Dapat berupa tongkat yang bergetar atau
dengan menggetarkan cetakan
Bina Nusantara University
15
PERAWATAN BETON
Dilakukan setelah beton mengalami final setting
Fungsi perawatan agar proses hidrasi tidak
mengalami gangguan yang disebabkan oleh
kehilangan air
Kehilangan air banyak terjadi pada saat setting
time serta penguapan pada hari-hari pertama
akibat beda suhu yang besar dengan lingkungan
Untuk beton normal perawatan dilakukan
selama minimal 7 hari, sedangkanuntuk beton
dengan kekuatan awal tinggi selama 3 hari.
Tujuan akhirnya adalah agar didapat beton yang
awet, kedap air dan kuat
Bina Nusantara University
16
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


17
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


18
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


19
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


20
Bina Nusantara University
21
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


22
Bina Nusantara University
23
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


24
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


25
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


26
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


27
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


28
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


29
SPESIFIKASI TEKNIS

Bina Nusantara University


30
Pelajari perencanaan campuran beton
dengan metode:
American Concrete Institute (ACI)
Grading Curve Method (Road Note no 4)

Bina Nusantara University


31
BAHAN SUSUN BETON
Bahan pengisi

Additive
Air
Agregat Semen

Bahan tambahan
Bahan pengikat pereaksi

Kasar
Halus
(coarse agregat)
Fine agregat

alami buatan

bulat Batu pecah/split


BAHAN PENGIKAT
(SEMEN)

Waktu ikat semen Kekekalan


Bahan Pengikat semen Konsistensi semen
semen
dengan alat vikat

Dgn alat Cara


Cara Cara vikat lapangan
laboratorium lapangan

Dgn ring Dgn kue


Lie chatelier rebus
AGREGAT KASAR

ALAMI
UKURAN BUTIRAN SYARAT KIMIA
BUATAN
5 40 m
KEKAL

Uji Rudellof lolos TERHADAP Na2So4


sar. 2mm < 32 % berat (Narium sulfat) < 12% hancur

SYARAT FISIK Uji los angeles lolos


Bag. Yg hancur < 50 % berat
Keras
Max 5% berat Terhadap MgSO4
(Magnesium sulfat)
Kadar lumpur
< 10% hancur
Butir yg panjang/pipih < 20% berat
AGREGAT HALUS

Syarat :
Ukuran butir
bersih
0,075 5 mm
Kandungan lumpur < 5 %

Bebas dari bahan organik


Pengujian Bahan Pengisi Beton
(agregat)

Agregat halus / pasir Dengan saringan Agregat kasar/kerikil


No. 200

Dengan cara Penentuan Kadar lumpur


Penentuan Kadar lumpur lapangan

Penentuan kadar air Penentuan kadar air

Penentuan kadar organik Penentuan kadar pipih,


panjang, pipih dan panjang
Berat jenis dan penyerapan Diisi gembur
Berat jenis dan penyerapan
Penentuan bobot isi
Diisi padat
Penentuan bobot isi
Analisa saringan

Analisa saringan
AIR

PEREAKSI KEMUDAHAN PENGERJAAN


SEMEN

Tidak mengandung asam,


garam organik
Super Plasticizer Mempertinggi kelecakan,
Mengurangi jumlah air pencampur

Pembentuk
Meninggikan sifat kedap air,
gelembung udara
Meninggikan kelecakan

ADDITIVE
(BAHAN TAMBAHAN)
Memperlambat awal pengikatan,
pengerasan, memperpanjang
Retarder waktu pengerjaan

Bahan warna Memberi warna permukaan


BAHAN TAMBAHAN

Tanpa bahan tambahan Dengan bahan tambahan

Faktor air / semen rendah, Faktor air/ semen rendah,


Kekuatan dan durabilitas kekuatan dan durabiltas
beton meningkat, susut dan beton meningkat,
Perkembangan panas kelecakan yang sama
meningkat, kelecakan sesuai

a tan an
Kekuatan ku ak
+ semen Ke ingk Kekuatan, durabilitasdan
ditingkakan dit ir
-a en
a t sem kelecakan sesuai, susut dan
ghem seme
n
perkembangan panas lebih rendah
Men i r -
-A
Pengontrolon
beton Kelec
ak
Tanp
a me
ditingk an
atkan
ruba
h pro
Kelecakan pors
+ air + semen i ca m Kekuatan dan durabilitas sesuai,
ditingkatkan pura
n
kelecakan meningkat

Kekuatan sesuai dan kelecakan


meningkat, susut dan
perkembangan panas meningkat
BETON

Merancang Contoh benda uji


Pengujian slump Penentuan bobot
campuran beton
isi beton
silinder

kubus

Merancang komposisi campuran


beton sesuai dengan karakteristik beton

Membuat adukan beton sesuai rancangan