Anda di halaman 1dari 37

Kelompok 5

Erfina Dwi Meilandari (1501014)


Jihan Virdianti Putri (1501024)
Lidya Annisa (1501025)
Lovina Aldelyn (1501026)
Wulan Hardianti (1501052)

Potensial Membran
dan Potensial Aksi
Membran Sel
Membran sel adalah
selaput yang terletak
paling luar dan tersusun
dari senyawa kimia
lipoprotein (gabungan dari
senyawa lemak atau lipid
dengan senyawa protein).
Membran sel disebut juga
membran plasma atau
selaput plasma
Transpor Zat melalui
Membran Sel
Transpor zat terdiri atas dua yakni:
Transpor pasif adalah perpindahan molekul atau
ion tanpa menggunakan energi sel yang terjadi
dari konsentrasi tinggi ke rendah. Contoh
transpor pasif adalah difusi, osmosis, dan difusi
terfasilitasi.
Transpor Zat melalui
Membran Sel
Transpor aktif adalah perpindahan molekul
atau ion dengan menggunakan energi dari
sel itu. Perpindahan tersebut dapat terjadi
meskipun menentang konsentrasi. Contoh
transpor aktif adalah pompa Natrium (Na+)-
Kalium (K+), endositosis, dan eksositosis
Transpor Pasif
Difusi:perpindahan zat dari larutan
yang memiliki konsentrasi tinggi ke
larutan yang konsentrasinya rendah.
Transpor Pasif
Difusi Terfasilitasi : Difusi
terfasilitasi merupakan proses
transpor yang melibatkan difusi
dari molekul polar dan ion
melalui membran yang dibantu
oleh protein transpor.
Transpor Akif
Pompa Natrium-Kalium tergolong transpor aktif,
artinya sel mengeluarkan energi untuk mengangkut
kedua macam ion tersebut. Salah satu fungsinya
yakni Menimbulkan gradien konsentrasi Na+ dan K+ di
kedua sisi membran plasma semua sel untuk
menghasilkan impuls saraf yang penting bagi fungsi
sel saraf atau otot.
Transpor Akif
Endositosis danEksositosis
Endositosis artinya
pemasukan zat ke dalam
sel, sedangkan eksostosis
artinya pengeluaran zat
dari dalam sel. Proses ini
tergolong transpor aktif dan
melawan dapat gradien
kadar (dari konsentrasi
rendah ke tinggi).
Potensial Membran
Membran potensial
merupakan potensial
yang diakibatkan oleh
adanya perbedaan
muatan pada sisi dalam
dan sisi luar membran
sel.
Proses yang berperan
pada potensial
membran adalah difusi
dan transport aktif.
Kondisi Potensial Membran
Resting membran potensial
merupakan potensial membran saat
sel saraf berada pada kondisi
istirahat, biasanya sebesar -90 mV.
Faktor yang berperan pada resting
membran meliputi :
Potensial difusi K (-94 mV)
Potensial difusi Na (+64 mV)
Pompa Na-K (-4 mV)
Prinsip Potensial Membran
Potensial membran disebabkan oleh
perbedaan komposisi ionik dalam cairan
intraseluler dan ekstraseluler.
Permeabilitas selektif membran plasma,
yang merupakan rintangan di antara kedua
cairan tersebut, mempertahankan
perbedaan ionik tersebut.

Cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler


mengandung berbagai jenis zat terlarut,
yang meliputi beragam zat yang
bermuatan listrik (ion).
VIDEO

Potensial Membr
an
Potensial Aksi
Potensial aksi adalah aliran ionik
positif dan negatif yang
bergerak di membran sel.
Semakin besar diameter akson
semakin cepat penghantaran
potensial aksi karena tahanan
arus listrik berbanding terbalik
dengan luas penampang
penghantar arus tersebut.
Potensial aksi terjadi ketika ada
perubahan mendadak dan tajam
dalam perbedaan potensial
melintasi membran sel saraf
yang disebarkan sepanjang sel.
Penyebab Potensial Aksi
Potensial aksi ditimbulkan oleh adanya
sensasi yang dirasakan oleh tubuh.
Pada saat ini kita dapat membagi
sensasi menjadi dua, yaitu :
A. General Sense
Dimana reseptornya secara luas
tersebar di tubuh. General sense ini
dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
Penyebab Potensial Aksi
1. Somatic sense
Menyediakan informasi sensorik tentang tubuh dan
lingkungan sekitar, yang termasuk dalamnya adalah
sentuhan, tekanan, suhu, dan nyeri.
2. Visceral sense
Menyediakan informasi tentang keadaan organ
internal, yang terutamanya nyeri dan tekanan.
B. Special Sense
Lebih mengkhusus pada struktur maupun
penempatan pada organ tubuh. Yang termasuk dalam
special sense adalah bau, rasa, suara, cahaya,
keseimbangan.
Faktor Potensial Aksi
Dalam potensial aksi, faktor-faktor yang
mempengaruhi dan terkait diantaranya
kanal Na+, pompa Na-K, ion Na+, ion
K+, kanal K+, dan faktor-faktor yang lain.
Kanal-kanal ion tersebut berfungsi
menjaga potensial sel.
- Ion Na+ membantu dalam
potensial aksi ketika
penghantaran sel saraf.
Faktor Potensial Aksi
- Ion K+ Pada keadaan tertentu ion
K+ ini akan keluar sel sehingga
akan mengurangi muatan positif
di dalam sel.
- Kanal ion Na+ meneruskan
potensial aksi dengan
membuka jika terjadi
depolarisasi membran
- Kanal ion K+ berperan sebagai
kekuatan penstabil (stabilizing force).
Komponen Potensial Aksi
Kanal-kanal yg berperan yaitu:
1. Kanal natrium bergerbang voltase
Kanal ini sendiri memiliki 2
gerbang, yaitu gerbang aktivasi
yang berada dekat dengan sisi
luar kanal, dan gerbang
inaktivasi yang letaknya dekat
dengan sisi dalam kanal.
Komponen Potensial Aksi
- Gerbang aktivasi
Ketika potensial membran istirahat,potensial
akan meningkat dari -90 milivolt menjadi 0,
dan akhirnya mencapai suatu voltase
(biasanya berkisar antara -70 dan -50 milivolt).
Keadaan ini menyebabkan perubahan bentuk
yang tiba-tiba pada gerbang aktivasi, yang
membalikkan gerbang sepenuhnya hingga
posisi terbuka yang maksimal. Inilah yang
disebut sebagai keadaan teraktivasi
Komponen Potensial Aksi
- Gerbang Inaktivasi
Kenaikan voltase yang sama besarnya dengan
yang membuka gerbang aktivasi juga akan
menutup gerbang inaktivasi. Gerbang inaktivasi
menutup dalam waktu seperbeberapa puluh ribu
detik setelah gerbang aktivasi terbuka.
Ketika gerbang inaktivasi telah tertutup, ion
natrium tidak lagi dapat berdifusi melewati
membran. Pada saat inilah potensial membran
mulai pulih kembali ke keadaan istirahat.
Komponen Potensial Aksi
2. Kanal kalium bergerbang voltase
Selama keadaan istirahat, gerbang
kanal ion kalium berada dalam
keadaaan tertutup, dan ion kalium
terhalangi untuk melewati kanal ini
menuju keluar.
Kanal kalium hany a terbuka secara
bersamaan ketika kanal natrium mulai
tertutup akibat inaktivasi.
Mekanisme Potensial Aksi
Tahap-tahap potensial aksi adalah
sebagai berikut:
1. Tahap Istirahat
Pada saat ini, membran dapat
dikatakan terpolarisasi, karena
selama tahap ini berlangsung,
potensial membrannya bersifat
negatif dengan nilai sekitar -90
milivolt.
Mekanisme Potensial Aksi
2. Tahap Depolarisasi
Pada tahap ini, membran secara tiba-tiba
menjadi sangat permeabel terhadap ion
natrium. Hal ini menyebabkan kanal ion
natrium terbuka dengan cepat dan
sejumlah besar ion natrium yang bermuatan
positif berdifusi masuk ke dalam akson.
Keadaan membran yang awalnya
terpolarisasi dengan nilai -90 milivolt secara
cepat menjadi semakin positif.
Mekanisme Potensial Aksi
3. Tahap Repolarisasi
Tahapan ini berlangsung setelah
tahap depolarisasi berakhir, dan
membran menjadi lebih permeabel
terhadap ion kalium. Berakhirnya
tahap depolarisasi adalah ketika
kanal ion natrium tertutup dengan
cepat yang diikuti oleh pembukaan
kanal ion kalium secara lambat.
Mekanisme Potensial Aksi
4. Tahap Hiperpolarisasi
Setelah tahap repolarisasi berakhir,
dikenal suatu kondisi yang disebut
positive after potential. Keadaan ini
merupakan kondisi potensial
membran yang lebih negatif dari
kondisi istirahat. terjadi akibat
lambatnya penutupan kanal ion K.
VIDEO

Potensial Aksi
Potensial Istirahat Sel
Dalam keadaan istirahat, antara sisi dalam
dan luar membran sel terdapat suatu beda
potensial yang disebut dengan potensial
istirahat sel (cell resting potential).
Potensial ini berpolaritas negatif di sisi
dalam dan positif di sisi luar membran sel
Dalam keadaan istirahat, di sisi dalam dan
luar membran sel sama-sama terdapat ion-
ion potasium dan sodium, tetapi dengan
konsentrasi yang berbeda.
Potensial Istirahat Sel
Konsentrasi ion potasium (K+) di
sisi dalam membran sekitar 35
kali lebih tinggi dibandingkan
konsentrasi di sisi luar.
Sebaliknya, konsentrasi ion
sodium (Na+)di sisi luar membran
sel sekitar 10 kali lebih tinggi
dibandingkan konsentrasi di sisi
dalam. Adanya perbedaan
konsentrasi ion di sisi dalam dan
luar membran ini mendorong
terjadinya difusi ion-ion tersebut
menembus membran sel.
Potensial Istirahat Sel

VIDEO
Peranan Impuls dan Sirkulasi Ion
pada Keelektrikan Membran
Pengertian Impuls
Impuls adalah rangsang atau pesan yang diterima
oleh reseptor dari lingkungan luar, kemudian dibawa
oleh neuron
Mekanisme Penghantar Impuls Saraf
1. Penghantaran Impuls Saraf melalui Membran Plasma
Apabila tidak terdapat rangsangan atau neuron dalam
keadaan istirahat, sitoplasma di dalam membran plasma
bermuatan listrik negatif, sedangkan cairan di luar
membran bermuatan positif. Keadaan yang demikian
dinamakan polarisasi atau potensial istirahat.
Peranan Impuls dan Sirkulasi Ion
pada Keelektrikan Membran
Konsentrasi ion natrium (Na+) di luar
membrane plasma dari suatu akson neuron lebih
tinggi dibandingkan konsentrasi di dalamnya dan
sebaliknya.Akibatnya, mekanisme transpor aktif
terjadi pada membran plasma.
Jika neuron dirangsang dengan kuat,
permeabilitas membran plasma terhadap ion Na+
berubah meningkat sehingga ion Na+ berdifusi ke
dalam membran, sehingga muatan sitoplasma
berubah menjadi positif dan dinamakan fase
depolarisasi atau potensial aksi
Peranan Impuls dan Sirkulasi Ion
pada Keelektrikan Membran
Kemudian akan terjadi fase repolarisasi.
Perbedaan muatan pada bagian yang mengalami
polarisasi dan depolarisasi akan menimbulkan arus
listrik.
Kondisi depolarisasi ini akan berlangsung secara
terus-menerus, sehingga menyebabkan arus listrik.
Dengan demikian, impuls saraf akan terhantar
sepanjang akson. Setelah impuls terhantar, bagian
yang mengalami depolarisasi akan meng alami fase
istirahat kembali dan tidak ada impuls yang lewat.
Waktu pemulihan ini dinamakan fase refraktori
atau undershoot.
Peranan Impuls dan Sirkulasi Ion
pada Keelektrikan Membran
2. Penghantaran Impuls Melalui Sinapsis
Titik temu antara terminal akson salah satu neuron
dengan neuron lain dinamakan sinapsis. Bila impuls
sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan
melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula
akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin.
Asetilkolin kemudian berdifusi melewati celah sinapsis dan
menempel pada reseptor yang terdapat pada membran
post-sinapsis. Penempelan asetilkolin pada reseptor
menimbulkan impuls pada sel saraf berikutnya.
Bila asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka
akan diuraikan oleh enzim asetilkolinesterase yang
dihasilkan oleh membran post-sinapsis.
Fungsi- fungsi Fisiologi yang
terjadi yang diawali perubahan
kelektrikan membran sel
Efek Perpindahan Kalium saja pada potensial membrane:
Potensial Keseimbangan K
Terbentuknya gradient listrik maka K yang bermuatan positif
akan tertarik kedalam sel. Sedangkan gradient konsentrasi
mendorong K keluar sel sehingga terdapat dua gaya yang bekerja
pada K.
Efek perpindahan Natrium saja pada potensial membrane:
Potensial Keseimbangan Na
Gradient konsentrasi Na akan memindahkan ion kedalam sel
menyebabkan timbulnya muatan positif didalam sel dan
meninggalkan muatan negative diluar
Efek bersama Kalium dan Natrium pada Potensial Membran
Semakin besar permeabilitas membrane terhadap ion maka
semakin besar kecendrungan ion tersebut mendorong potensial
membrane kearah potensial keseimbangann potensial ion
tersebut.
Aplikasi Potensial Membran dan
potensi Aksi
POTENSIAL AKSI JANTUNG
Untuk dapat memompa darah,
jantung harus berkontraksi yang
dicetuskan oleh potensial aksi yang
menyebar melalui membran sel sel
otot. Jantung berkontraksi secara
berirama akibat potensial aksi yang
ditimbulkannya sendiri, disebut
sebagai otoritmisitas.
Aplikasi Potensial Membran dan
potensi Aksi
Potensial aksi terdiri dari 5 fase yang
sesuai dengan peristiwa
elektrofisiologi tertentu yakni
sebagai berikut:
1. Fase istirahat / fase 4
2. Depolarisasi cepat / fase 0
(upstroke)
3. Repolarisasi parsial / Fase-1
(spike)

Anda mungkin juga menyukai