Anda di halaman 1dari 7

S A N ITA S I S A R A N A D A N

P R A S A R A N A IN D U S TR I
P EN G O LA H A N H A S IL
P ER TA N IA N D A N
P ER IK A N A N
Oleh kelompok 4:
Chairil Amri ( 13 )
Desta Ris Bryan Berlian ( 14 )
Eka Trimugi Setiawan ( 15 )
Eviana ( 16 )
Pengertian H igiene D an Sanitasi

Higiene adalah usaha kesehatan preventif


yang menitikberatkan kegiatannya pada
usaha kesehatan individu maupun
kesehatan pribadi.
Sanitasi adalah usaha kesehatan preventif
yang menitikberatkan kegiatan pada usaha
kesehatan lingkungan hidup manusia.
Obyek sanitasi meliputi tempat kita
tinggal/bekerja seperti: dapur, restoran,
taman, public area, ruang kantor, rumah,
dan sebagainya.
Sanitasi Sarana Dan Prasarana Industri
Peralatan dalam industri pangan merupakan alat yang
bersentuhan langsung dengan bahan. Dalam menghindari
terjadinya kontaminasi peralatan yang digunakan untuk
mengolah dan menyajikan makanan harus sesuai dengan
peruntukannya dan memenuhi persyaratan higiene sanitasi.
Peralatan yang sudah digunakan harus segera dibersihkan dan
disanitasi untuk mencegah kontaminasi silang pada makanan,
baik pada tahap persiapan, pengolahan, penyimpanan
sementara.
Peralatan seperti alat pemotong, papan pemotong(talenen),
bak-bak pencucian/penampungan, alat pengaduk, alat
penyaring, alat memasak merupakan sumber kontaminan
potensial bagi pangan.
Peralatan bantu yang tidak secara
langsung bersentuhan dengan makanan
juga harus dibersihkan sesuai kebutuhan
untuk mencegah terjadinya akumulasi
debu, serpihan bahan/produk makanan
serta kotoran lain.
Pencucian dan sanitasi peralatan dapat
dilakukan secara manual maupun secara
mekanis dengan menggunakan mesin.
Pencucian manual diperlukan pada
peralatan besar, seperti oven,
pemanggang, panci perebus, pan, serta
pisau.
Prosedur Pembersihan Alat Sanitasi

1) Pre Rinse/tahap awal


Bertujuan menghilangkan tanah dan sisa makanan
dengan cara dibilas atau disemprot dengan air mengalir.
2) Pecucian
Pencucian dilakukan dalam bak pertama yang berisi
larutan detergen hangat. Suhu yang digunakan berkisar
antara 43-49 derajat. Tahap ini memerlukan alat bantu
sikat/spon untuk membersihkan semua kotoran sisa
makanan/lemak. Hal yang penting untuk diperhatikan
pada tahap ini adalah dosis pengguanaan detergen,
untuk mencegah pemborosan dan terdapatnya residu
detergen pada peralatan akibat penggunaan yang
berlebihan.
3) Pembilasan
Tujuan untuk menghilangkan sisa kotoran setelah proses
pembersihan. Pembilasan dimaksudkan untuk
menghilangkan sisa detergen dan kotoran.
4) Sanitasi/Desinfeksi
Tujuan untuk menghilangkan bakteri sanitasi atau desinfeksi
peralatan.
5) Drying/Penirisan dan Pengeringan
Tujuan supaya tidak ada genangan air yang menjadi tempat
pertumbuhan mikroorganisme. Biasa dilakukan dengan
evaporator/menggunakan lap bersih. Peralatan yang sudah
disanitasi tidak boleh dipegang sebelum siap digunakan.
Apabila cemaran yang terdapat pada peralatan terlalu berat,
misal kerak gosong pada ketel, wajan, panci, atau jenis
cemaran dari lemak atau minyak maka harus dilakukan
tahap lain, yaitu perendaman. Tahap ini mendahului tahap-
tahap lainnya, dengan tujuan melunakkan cemaran sehingga
mudah dilepaskan dari peralatan.
M ATU R TH AN K YO U
N G G EH ???
SEMOGA BERMANFAAT YA TEMAN
TEMAN.??????