Anda di halaman 1dari 24

PROSES

PENYEMBUHAN
LUKA
PROSES PENYEMBUHAN
LUKA
Luka adalah hilangnya kontinuitas jaringan
yang merupakan akibat dari trauma mekanis,
pengaruh termal, rusaknya suplai darah ke
jaringan, atau prosedur pembedahan (Dealey
dan Cameron, 2008).
PROSES PENYEMBUHAN
LUKA
Setelah terjadi perlukaan akan terjadi respon
inflamasi yang menyebabkan sel-sel di sekitar
luka mulai bekerja meningkatkan produksi
kolagen dan melakukan regenerasi jaringan
(Ilodigwe dkk., 2012).
PROSES PENYEMBUHAN
LUKA
Waktu penyembuhan luka dipengaruhi oleh
tipe luka dan perluasan luka. Luka yang dalam
dan melibatkan kerusakan pembuluh darah
membutuhkan waktu penyembuhan luka yang
lebih lama (Dealey dan Cameron, 2008).
PROSES PENYEMBUHAN
LUKA
Walaupun proses penyembuhan luka
merupakan proses yang natural dan secara
alamiah dimiliki makhluk hidup, namun untuk
mempercepat proses penyembuhan luka
diperlukan kondisi tertentu yang mendukung
keberlangsungan proses penyembuhan luka
(Ilodigwe dkk., 2012).
PROSES PENYEMBUHAN
LUKA
Proses penyembuhan luka adalah suatu
proses yang dinamis dan kompleks serta
melibatkan beberapa fase yang saling
berkelanjutan, saling tumpang tindih, dan
terprogram dari satu fase ke fase lainnya.
Fase penyembuhan luka yaitu
fase inflamasi
fase proliferasi
fase remodeling.
FASE INFLAMASI
Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan
terhadap infeksi atau cidera dan melibatkan
banyak mediator.
Inflamasi merupakn respon fisiologis terhadap
berbagai rangsangan dari luar.
Inflamasi dapat bersifat lokal, sistemik, akut
dan kronis yang menimbulkan kelainan
patologis.
CIRI INFLAMASI
Udem (bengkak atau swelling)
Terjadi beberapa menit setelah terjadi cidera
jaringan.
Vasodilatasi menghasilkan peningkatan volume
darah di sekitar luka.
Permeabelitas vaskuler meningkat
menimbulkan kebocoran cairan pembuluh
darah dan terjadilah udem
PROSES INFLAMASI
Setelah beberapa jam. Leukosit menempel
pada sel endotel.
Terjadi ekstravasasi :
Leukosit bermigrasi melewati dinding kapiler
masuk ke rongga jaringan.
Sel endotel mengkerut sehingga molekul
besar dapat melewati dinding vaskuler.
PROSES INFLAMASI
Cairan yang mengandung banyak sel
inflamasi disebut eksudat.
Eksudat inflamasi mempunyai peranan
penting yaitu, mengencerkan toksin yang
sering dikeluarkan oleh bakteri.
Sel yang terlibat dalam inflamasi adalah sel
imun nonspesifik yaitu neotrofil.
PROSES INFLAMASI
Neutrofil merupakan sel utama pada early
inflamasi (migrasi ke jaringan puncaknya
setelah 6 jam).
Sel fagosit diperlukan untuk menyingkirkan
benda asing dalam jaringan.
Mediator inflamasi dilepas fagosit seperti
enzim. Radikal bebas dan nitrit oksida untuk
menghancurkan makromolekul
FASE INFLAMASI
Fase inflamasi dimulai segera setelah terjadi
luka pada hari ke lima. Daerah yang terkena
trauma vaskuler yang mengalami laserasi
segera terjadi konstriksi.
Agregasi trombosit merangsang terjadinya
hemostasis.
Gambar Fase inflamasi penyembuhan luka dimulai segera
setelah terjadi kerusakan jaringan dan fase awal hemostasis
(Sumber: Gurtner GC, Thorme CH. Wound healing: Normal
and abnormal. 6th ed. Chapter 2, Grabb and Smiths plastic
surgery; 2007).
FASE PROLIFERASI
Fase proliferasi terjadi pada hari ke 4 sampai
hari ke 21 stelah trauma.
Re-epitelisasi sudah mulai tampak pada fase
ini segera setelah trauma.
Keratinosit sudah mulai bekerja beberapa jam
setelah trauma membentuk re-epitelisasi.
FASE PROLIFERASI
Jaringan granulasi terdiri dari 3 tipe sel, yaitu :
Fibroblast
makrofag
sel endotel
Fibroblast menghasilkan matriks ekstraseluler
yang mengisi luka untuk pergerakkan
keratinosit.
FASE PROLIFERASI
Pada fase fibroblast, kolagen yang berperan
adalah tipe 1 dan 3.
Fibroblast banyak didapatkan pada ligament
periodontal, dan merupakan sel induk yang
berperan menghasilkan:
Reticulum
Elastin
glikosaminogen
glikoprotein dari substansi interselluler amorf.
Gambar Fase poliferasi jaringan granulasi mengisi kavitas
luka dan kerotinosit untuk menutup luka ((Geoffrey C, Gurtner,
2007, healing, normal and abnormal. In Grabb and Smiths
plastic surgery, 6th edition. Philadelphia : Lippincott Williamns
and Wilkins)
FASE REMODELING
Fase maturasi merupakan fase terlama pada
penyembuhan luka, dimulai pada hari ke 21
sampai 1 tahun.
Ketika luka terisi jaringan granulasi dan setelah
terjadi re-epitelisasi.
Endapan kolagen yang disintesis oleh fibroblast
dan degradasi matriks yang berlebihan oleh
enzim kolagenase yang diproduksi oleh fibroblast
dan epitel. Terjadi keseimbangan antara proses
dintesis dan degradasi kolagen. (Bisono and
pusponegoro, 1997).
FASE REMODELING
Pada fase ini terjadi migrasi keratinosis dari
dasar membrane ke permukaan,
dilepaskannya kolagenase yang berfungsi
mendisosiasi sel dermal matriks ke provisional
matriks.
Pada fase remodeling terjadi kontraksi luka
dan remodeling kolagen. Proses kontraksi
dihasilkan oleh miofibroblas yang
mengandung mikrofilamen intracellular matrix
collagen.
Gambar Fase remodeling penyembuhan luka pada hari ke-21 sampai 1
tahun setelah terjadi kerusakan jaringan/luka. Fase ini merupakan fase terlama
penyembuhan luka, di mana fi brolas dan jaringan kolagen akan memperkuat
penyembuhan luka (Sumber: Gurtner GC, Thorme CH. Wound healing: Normal
and abnormal. 6th ed. Chapter 2, Grabb and Smiths plastic surgery; 2007 )
Terima Kasih