Anda di halaman 1dari 23

RHEUMATOID ARTHTRITIS

Oleh:
Fadhlul Hazmi (2011730131)
Pembimbing:
dr. Camelia Khairunisa, Sp.PD
Definisi

Rheumatoid Arthritis (RA) adalah


penyakit inflamasi kronik yang tidak
diketahui pasti penyebabnya yang
ditandai dengan poliarthritis perifer
dan simetris
Prevalensi RA relatif konstan
yaitu berkisar antara 0,5-
1% di seluruh dunia
Di Cina, Indonesia dan
Filipina prevalensinya
kurang dari 0,4% baik
didaerah urban ataupun
rural
Epidemiolog Prevalensi RA lebih banyak
ditemukan pada perempuan
i dibandingkan dengan laki-
laki dengan rasio 3:1 dan
dapat terjadi pada semua
kelompok umur, dengan
angka kejadian tertinggi
didapatkan pada dekade
keempat dan kelima
Genetik

Faktor Hormon
Lingkungan Sex

Etiolog
i

Heat Shock
Faktor
Protein
infeksi
(HSP)
Jenis
kelamin
perempuan

Umur lebih

Fakto
Obesitas
tua

r
Merokok Risiko Paparan
salisilat

Riwayat
keluarga
Klasifikasi RA

Rheumatoi Rheumatoi
d arthritis d arthritis
klasik defisit

Probable Possible
rheumatoid rheumatoid
arthritis arthritis
Manifestasi Klinis

Nyeri
Kekakuan sendi pada pagi hari
Bengkak sendi
Kemerahan
Kriteria Diagnosis

Untuk menegakkan diagnosis dapat


berdasarkan kriteria ARA (American
Rheumatism Association), yaitu:
Kaku pagi hari di sendi dan sekitarnya,
sekurangnya selama 1 jam sebelum
perbaikan maksimal.
Pembengkakan jaringan lunak atau
persendian (arthritis) 3 daerah sendi atau
lebih secara bersamaan yang diobservasi
oleh dokter.
Artritis pada persendian tangan sekurang-
kurangnya terjadi satu pembengkakan persendian
tangan yaitu PIP (proximal interphalangeal), MCP
(metacarpophalangeal), atau pergelangan tangan.
Artritis simetris, keterlibatan sendi yang sama pada
kedua belah sisi misalnya PIP (proximal
interphalangeal), MCP (metacarpophalangeal), atau
MTP (metatarsophalangeal).
Nodul rheumatoid, yaitu nodul subkutan pada
penonjolan tulang atau permukaan ekstensor atau
daerah juksta artikuler yang diobservasi dokter.
Faktor rheumatoid serum positif, terdapat titer abnormal
faktor rheumatoid serum yang diperiksa dengan cara yang
membrikan hasil positif kurang dari 5% kelompok kontrol
yang diperiksa.
Perubahan gambaran radiologis, perubahan gambaran
radiologis yang khas pada AR pada pemeriksaan sinar X
tangan posterior atau pergelangan tangan yang harus
menunjukkan adanya erosi atau dekalsifikasi tulang yang
berlokasi pada sendi atau daerah yang berdekatan sendi.

Diagnosa AR, jika sekurang-kurangnya memenuhi 4


dari 7 kriteria di atas dan kriteria 1 sampai 4 harus
ada minimal 6 minggu.
Diagnosa

Anamnesis
Pemeriksaan
Pemeriksaan
Penunjang
Fisik
Terapi
Tujuan terapi RA:
a. Untuk mengurangi rasa nyeri yang dialami
pasien
b. Mempertahakan status fungsionalnya
c. Mengurangi inflamasi
d. Mengendalikan keterlibatan sistemik
e. Proteksi sendi dan struktur ekstraartikular
f. Mengendalikan progresivitas penyakit
g. Menghindari komplikasi yang berhubungan
dengan terapi
Farmakologis
Aspirin dan semua golongan obat-
obatan antiinflamasi nonsteroid
(OAINS)
Glukokortikoid
DMARD (Disease Modifying Anti
Rheumatic Drugs)
DMARD Mekanisme kerja Dosis Waktu timbulnya Efek samping
respon
Hidroksiklor- Menghambat sekresi 200-400 mg 2-6 bulan Mual, sakit
okuin sitokin, enzim lisosomal, p.o. per hari kepala, sakit
(Plaquenil), dan fungsi makrofag perut, myopati,
250 mg p.o.
klorokuin fosfat toksisitas pada
per hari
retina
Methorexate Inhibitor dihidrofolat 7,5-25 mg p.o, 1-2 bulan Mual, diare,
(MTX) reduktase, hambat IM atau SC per kelemahan,
kemotaksis, efek anti minggu ulkus mulut,
inflamasi gangguan fungsi
hati, dll
sulfasalazin Menhambat respon sel B 2-3 gr p.o. per 1-3 bulan Mual, diare,
dan hambat angiogenesis hari leukopeni,
gangguan fungsi
hati, dll
Azathioprine(Im Mengahambat sintesis 50-150 mg p.o. 2-3 bulan Mual, leukopeni,
uran) DNA per hari sepsis, limfoma

cyclosporine Menghambat sintesis IL-2 2,5-5 mg/kgBB 2-4 bulan Mual,


dan sitokin sel T lainnya p.o. per hari parestesia,
gangguan ginjal,
hipertensi,
Terapi Kombinasi :
MTX + hidroksiklorokuin
MTX + hidroksiklorokuin + sulfasalazine
MTX + sulfasalazine + prednisolon
MTX + leflunomide
MTX + infiximab
MTX + etanercept
MTX + adalimumab
MTX + anakinra
MTX + rituximab
Emas
Natrium auritiomalat diberikan melalui injeksi IM
dengan dosis 50 mg/minggu sampai terdapat bukti
remisi (biasanya setelah pemberian 500 mg)
Pembedahan
Tindakan bedah perlu dipertimbangkan bila :
Terdapat nyeri berat yang berhubungan dengan
kerusakan sendi yang ekstensif
Keterbatasan gerak yang bermakna atau
keterbatasan fungsi yang berat
Ada ruptur tendon
Non-farmakologis
Terapi modalitas berupa diet makanan
(salah satunya dengan suplementasi
minyak ikan cod), kompres panas dan
dingin serta massase untuk mengurangi
rasa nyeri, olahraga dan istirahat, dan
penyinaran menggunakan sinar inframerah.
Terapi komplementer berupa obat-obatan
herbal, accupressure, dan relaxasi
progressive
Manajemen Awal RA
Prognosis
Perjalanan penyakit dan hasil pengobatan artritis
reumatoid pada setiap pasien tidak dapat di prediksi.
Faktor-faktor yang menjadikan prognosis buruk :
Poliartritis generalisata (jumlah sendi yang terkena
> 20)
LED dan CRP yang tinggi walaupun sudah
menjalani terapi
Manifestasi ekstraartikuler, misalnya
nodul/vaskulitis
Ditemukannya erosi pada radiografi polos dalam
kurun waktu 2 tahun sejak onset
Komplikasi

Osteoporosis
Carpas Tunnel Syndrome (CTS)