Anda di halaman 1dari 17

STABILISASI TANAH DENGAN GEOTEKSTIL TERHADAP BENCANA

TANAH LONGSOR

Diusulkan oleh:

Nisaul Jannah (1404101010026/2014)


Titihayati Fusya (1404101010103/2014)
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Aceh Singkil merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia yang
sering terjadi banjir dan longsor pada saat musim hujan tiba.
Pada saat kandungan air di dalam tanah lebih tinggi, tanah lempung akan
bersifat lengket (kohesif) dan sangat lunak; (Rinny, A., 2010).
Salah satu metode perbaikan tanah lempung lunak adalah dengan cara
penambahan geotekstil.
II. TINJAUAN KEPUSTAKAAN

2.1 Definisi Tanah

Definisi tanah dari pandangan ilmu Teknik Sipil :


Kumpulan mineral, bahan organik dan endapan-endapan yang relatif lepas yang
terletak di atas batuan dasar (Hardiyatmo, H.C., 1992) .

Definisi tanah secara umum :


Kumpulan dari bagian-bagian yang padat dan tidak terikat antara satu dengan yang
lainnya (material organik), rongga-rongga diantara material tersebut berisi udara dan air
(Verhoef, 1994) .
2.1.1. Tanah Lempung
Tanah Lempung merupakan tanah berbutir halus koloidal yang tersusun dari
mineral-mineral yang dapat mengembang.

2.1.2. Tanah Lempung Lunak


Tanah lempung lunak adalah tanah yang mengandung mineral-mineral lempung dan
memiliki kadar air yang tinggi, yang menyebabkan kuat geser yang rendah.

2.2 Tanah Longsor


Tanah longsor merupakan salah satu bentuk dari gerak masa tanah, batuan dan
runtuhan batu/tanah yang terjadi seketika bergerak menuju lereng bawah yang
dikendalikan oleh gaya gravitasi dan meluncur di atas suatu lapisan kedap yang jenuh air
(bidang luncur).
2.3 Geotekstil
Geotekstil adalah kelompok bahan geosintetik yang mudah meloloskan air yang
berfungsi sebagai bahan perkuatan tanah dimana lapisan geotekstil diletakkan di bawah
lapisan tanah yang lemah dari segi kekuatannya, dimana diperkuat dengan
menggunakan beberapa lapisan geotekstil.

2.4 Perkuatan Geotekstil


Perkuatan tanah didefinisikan sebagai suatu inklusi (pemasukan/ penggabungan)
elemen-elemen penahan ke dalam massa tanah yang bertujuan untuk menaikkan
perilaku mekanis massa tanah.
2.5 Perhitungan Sudut Friksi Geotekstil

............. (1)
Dimana : L req = Panjang penyaluran di belakang bidang longsor
T act = Tegangan actual yang bekerja pada geotextile
C = Kohesi tanah
ca = Adhesi tanah tanah geotextile
= Sudut friksi tanah
2.6 Perhitungan Panjang Penyaluran Geotekstil

Dimana :
L req = Panjang penyaluran di belakang bidang longsor
T act = Tegangan actual yang bekerja pada geotextile
C = Kohesi tanah
= Sudut friksi tanah geotextile
v = Tegangan tanah
= Berat jenis tanah timbunan
H = Tinggi timbunan
E = Efisiensi geotextile ke tanah
= 0.8 1.2
............. (2)
2.7 Analisis Stabilitas Tanah
Angka keamanan adalah nilai banding antara gaya yang menahan dan gaya yang
menggerakkan, metode Bishop:
............. (3)
SF =

Dimana : SF = Angka keamanan


Mrestoring = Momen yang menahan
Mdisturbing = Momen yang menggerakan
Apabila terdapat geotekstil sebagai perkuatan maka Mrestoring bertambah.

............. (4)
Dimana : N3 SF =geotekstil
= Kuat tarik
Y = Jarak dari titik pusat lingkaran bidang longsor yang
ditinjau ke lokasi perletakan geotekstil
III. METODE PERENCANAAN
FLOWCHART
3.1 Lokasi Penelitian
Lokasi perencanaan ini berada di pada kawasan Desa Kecamatan Blangkejeren
Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh.

3.2 Data Sondir/Cone Penetration Test (CPT)


Penelitian stabilisasi tanah dengan geotekstil terhadap bencana tanah longsor data
sondir/CPT.

3.3 Parameter Tanah


Berdasarkan hasil pengujian pada laboratorium dapat diketahui jenis tanah pada lokasi, nilai
c, , dan yang akan digunakan pada persamaan di bab 2.
3.4 Analisis Pengolahan Data
3.4.1 Analisis Potensi Tanah Longsor
Untuk mengidentifikasi daerah yang rentan tanah longsor digunakan formula
kerentanan tanah longsor (Paimin et.al., 2006), seperti pada lampiran 2.

3.4.2 Analisis Stabilitas Tanah


Untuk mengetahui stabilitas tanah, dilakukan perhitungan terhadap angka
keamanan. Angka keamanan dapat dihitung dengan metode Bishop pada
persamaan (3) dan (4).
3.4.2 Perencanaan Pemasangan Geotekstil
Perencanaan pemasangan geotekstil dilakukan dengan menghitung sudut friksi
geotekstil dan panjang penyaluran geotekstil pada persamaan (1) dan (2).

3.4.2.1 Pemasangan Tanah Dasar


3.4.2.2 Penggelaran dan Penyambungan Geotekstil
3.4.2.3 Penyebaran dan Pemadatan Agregat
IV. RENCANA HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Rencana Hasil


Semua data hasil olahan akan dibahas dalam satu bab tersendiri dengan demikian akan
terlihat seperti berikut ini:
Hasil analisis potensi tanah longsor rencana ;
Hasil analisis stabilitas tanah ( angka keamanan ) ;
Hasil Perhitungan sudut friksi geotekstil dan panjang penyaluran geotekstil ;

4.2 Pembahasan
Dalam bagian ini, akan dilakukan pembahasan dari hasil pengolahan data. Diawali
dengan analisis tanah longsor dan stabilisasi tanah dengan geotekstil terhadap bencana
tanah longsor.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan diambil berdasarkan hasil dan pembahasan dari Bab IV tentang


penggunaan geotekstil sebagai metode perbaikan/perkuatan tanah terhadap bencana
tanah longsor. Saran-saran yang diberikan berhubungan dengan kesimpulan yang
diperoleh.
VII. LAMPIRAN

1. Lokasi Perencanaan
2. Formula Kerentanan Tanah Longsor (Paimin, et al., 2006)
TERIMA KASIH