Anda di halaman 1dari 35

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.

S DENGAN
ATONIA UTERI DI PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE KOTA
BANDUNG

Laporan Studi Kasus

POLITEKNIK KESEHATAN TNI AU CIUMBULEUIT


PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN
BANDUNG
2017
BAB I

Latar Belakang

Kejadian kematian ibu di Kota Bandung pada tahun 2012 yang


terlaporkan melalui fasilitas kesehatan sebanyak 24 kasus.
Penyebab kematian ibu terbanyak adalah perdarahan 6 kasus,
hipertensi dalam kehamilan 6 kasus, infeksi 1 kasus, dan lain-lain
11 kasus.
Data yang didapat di Puskesmas Ibrahim Adjie, pada tahun
2016 terdapat 580 persalinan dan nifas. Dengan perdarahan post
partun karena atonia uteri 100 orang atau sekitar 17,2%.
Hal ini menunjukan bahwa angka kejadian perdarahan post partum
karena atonia uteri tidak terlalu tinggi namun memerlukan adanya
perhatian khusus, pengawasan intensif dan penanganan yang cepat
dan tepat.
Rumusan
Masalah
Tujuan

Sistemat
ik Manfaat
penulisa
n
Lingkup Waktu dan Tempat
Waktu : Februari 2017 Maret
2017
Tempat : PuskesmaS Ibrahim Adjie
dan Rumah Ny. S
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Perdarah
Atonia
Nifas an post
Uteri
partum

Persalina
n
Bayi Baru
Lahir Ikterus
BAB III TINJAUAN KASUS DAN PEMBAHASAN

Identitas/Biodata
Nama : Ny. S
Umur : 18 tahun
Agama : Islam
Suku/Bangsa : Sunda/Indonesia
Pendidikan : SMP
Pekerjaan : Ibu rumah tangga

Alamat : Jl. Kujang Pajajaran Rt 04/07 Kel. Kebpnwaru


Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung
Nama
No.Tlp Suami : Tn. R
: 0896158643**
Umur : 21 tahun
Agama : Islam
Pendokumentasian Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin
a. Kala I

S : Ibu merasa hamil 9 bulan, mengeluh mules sejak kemarin malam tanggal 14
februari 2017 jam 21.00 dengan frekuensi 5 menit sekali, keluar lendir bercampur
darah, belum keluar air-air dari jalan lahir dan gerakan janin masih dirasakan ibu.
HPHT : 27-05-2016
O : KU : Baik
TD : 110/70 mmhg,
N : 81 x/menit
R : 20 x/menit
Suhu : 36,2C,
TB : 170 cm
BB sebelum hami 47 kg, BB sekarang 61 kg, dengan IMT 16,2 Kg
LILA : 21,5 cm

Pemeriksaan Abdomen
TFU : 30 cm
Leopold I : Bokong
Leopold II : Pu-ka
PD :
v/v t.a.k
Portio Tipis lunak
: 3-4 cm
Ketuban : Utuh
A : GPoAo Parturient aterm kala I fase laten, janin tunggal, hidup intrauterune dengan
keadaan baik
P : Memberitahukan hasil pemeriksaan
Menganjurkn makan dan minum
Asuhan sayang ibu (teknik relaksasi, dukungan)
Pemantauan TTV, DJJ, His dan kemajuan persalinan
b. Kala II
Jam : 10.30 WIB

S :Ibu mengeluh semakin mules


O : KU : Baik PD :
TD : 110/80 mmhg, v/v t.a.k
N : 82 x/menit Portio Tidak teraba
R : 20 x/menit : 10 cm
Suhu : 36,3C Ketuban : Utuh
DJJ : 146 x/menit
His :4x1045.
A : G1P0A0 parturient aterm kala II dengan janin tunggal hidup intrauterin dengan keadaan
baik.
P : memberitahu hasil pemeriksaan
melakukan amniotomi 10.30
memimpin persalinan bayi lahir pukul 12.13
mengeringkan bayi
C. Kala III
Jam : 12.13 WIB

S :Ibu mengeluh semakin mules


O : KU : Baik Tali pusat memanjang : Ya
Janin kedua : tidak ada Semburan darah : Ya
TFU : sepusat Uterus globuler : Ya
Kontraksi : baik
Kandung kemih : kosong
A : P1A0 kala III dengan keadaan baik
P : memberitahu hasil pemeriksaan
menyuntikan oksitosin
memotong tali pusat
melakukan IMD
Melakukan peregangan tali pusat (plasenta lahir pukul 12.25)
Plasenta lahir tidak lengkap
Melakukan ekplorasi
Menilai perdaeahan dan robekan
D Kala IV
Jam : 12.25
S :Ibu mengatakan bahwa ia merasa lelah.
O : KU : Baik TFU : Tidak teraba
Kandung kemih: Kosong
TD : 110/80 mmhg, Kontraksi :Tidak ada
N : 80 x/menit Perdarahan : 500 cc
R : 20 x/menit Laserasi : Perineum derajat III

Suhu : 36,3C

A : P1A0 kala IV dengan atonia uteri


P : Mmberi tahu hasil pemeriksaan
Melakukan KBI selama 5 menit
Melakukan KBE
Menyuntikan Methylergometrin 0,2 mg secara IM pada 1/3 paha kiri ibu
Melakukan pemasangan infus RL
Melakukan KBI selama 2 menit
Menilai kontraksi (kontraksi baik)
Melakukan penyuntikan lidokain
Melakukan penjahitan
Mengajarkan ibu masasse uterus
Melakukan observasi TTV, TFU, kandung kemih dan perdardahan
Merapihkan ibu dan membantu ibu merasa nyaman
Mendekontamiasi alat da tempat persalinan
Penimbangan BB, PB, Pemberian salep mata dan penyuntikan Vit.K 1 jam setelah bayi
lahit
Penyuntikkan vaksin Hb0 1 jam setelah penyuntikan Vit.K
Post partum 2 jam

S : Tidak ada keluhan


O : KU : Baik
Tekanan darah: 100/60 mmHg TFU : 1 jari di bawah pusat
Nadi : 80 x/menit Kotraksi Uterus : baik
Pernapasan : 20 x/menit Kndung Kemih : kosong
Suhu : 36,3 C
A : P1A0 post partum 2 jam dengan keadaan baik
P : menganjurkan makanan dan minum
memberikan terapi obat
Post partum 6 jam

S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan.


O : KU : Baik
TD : 110/70 mmHg Tfu : 2 jari di bawah pusat
Nadi: 80 x/menit Kontraksi : baik
Pernapasan: 20 x/menit Kandung kemih :kosong
Suhu : 36,6 C Pendarahan : 50 cc
A : P1A0 post partum 6 jam dengan keadaan baik
P : menganjurkan istrahat yang cukup
mengingatkan bahaya nifas
Post partum 1 hari

S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan


O : KU : Baik
TD : 110/80 mmHg TFU : 2 jari di bawah pusat
Nadi : 80 x/menit Kontraksi : baik
Pernapasan: 20 x/menit Kandung kemh : kosong
Suhu : 37.0 C lochea : lochea lubra
A : P1A0 post partum 1 hari dengan keadaan baik
P : Menganjurkan istirahat yang cukup
menganjurkan makan dan minum
Post partum 3 hari

S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan.


0: KU : baik
TD : 110/80 mmHg
Nadi : 82 x/menit Kontraksi : baik
Pernapasan : 20 x/menit Kandung kemih : kosong
Suhu : 36,6 C
TFU :pertengahan pusat dan simpisis
Pengeluaran lochea : Lochea sanguilenta
A : P1A0 post partum 3 hari dengan keadaan baik
P : Mengingtakan konseling nifas
menganjurkan istrhat
menganjurkan makan dan minum
Post partum 2 minggu

S : t.a.k
O : KU : Baik
TD : 120/80 mmHg TFU : tidak teraba
Nadi : 74 x/menit Kandung kemih : kosong
Pernapasan : 20 x/menit lochea : lochea serosa
Suhu : 36,7 C
A : P1A0 post partum 2 minggu dengan keadaan baik
P : mengingtakan ini tentang perawatan diri
memberi konseling tenatang alat kontrasepsi
Bayi baru lahir 2 jam

S : tanggal lahir : 15 Februari 2017


jam : 12.13 WIB
jenis kelamin : laki-laki
BB/PB Lahir : 3500 gram/50 cm
O : Detak jantung : 143 x/menit
Suhu : 35,9 C
Respirasi : 57 x/menit
A : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 2
jam dengan hipotermi
P : menjaga tubuh bayi tetap hangat
menganjurkan ibu memberi asi 2 jam sekali
Bayi baru lahir 6 jam

S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan dengan bayinya


O : Detak jantung : 146 x/menit
Suhu : 36,9 C
Respirasi : 55 x/menit
A : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 6 jam dengan keadaan baik
P : Memberikan pendidikan kesehatan pada ibu mengenai cara merawat bayi
Memberi konseling bahaya bayi baru lahir
Bayi baru lahir 1 hari

S : : Ibu mengatakan tidak ada keluhan dengan bayinya


O : Detak jantung : 143 x/menit
Suhu : 36,7 C
Respirasi : 57 x/menit
Tali pusat : Bersih dan kering
Perdarahan tali pusat : Tidak ada
A : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 1 hari dengan ikterus neonatorum
kramer III
P : Memberitahukan ibu cara merawat bayi ikterus
mengingatkan tanda bahaya bayi
Bayi baru lahir 3 hari

S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan dengan bayinya


O : Nadi : 142 x/menit
Suhu : 36,7 C
Respirasi : 46 x/menit
BB : 3400 gram
Tali pusat : Bersih dan kering
A : Neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan usia 3 hari dengan ikterus neonatorum
kramer III
P : Memberitahukan ibu cara merawat bayi ikteruS
Mengingatkan ibu tetap menjaga kehangatan bayi
menjadwalkan kunjungan ulang 7 hari yang akang datang
Bayi baru lahir 2 minggu

S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan dengan bayinya, tidak menemukan tanda
bahaya bayi baru lahir dan tidak menemukan kesulitan dalam merawat bayi
O : Nadi : 146 x/menit
Suhu : 36,9 C
Respirasi : 48 x/menit
Tali pusat : Sudah lepas
A : Neonatus cukup bulan usia 2 minggu dengan keadaan baik
P : Mengingatkan ibu untuk memberikan ASI ekslusif
Mengingatkan kembali mengenai tanda bahaya bayi baru lahir
PEMBAHASAN
Persalinan
15 Februari 2017, jam 05.35 WIB Ny.S sudah memasuki masa persalinan
kala I fase laten, dengan asuhan yang diberikan berupa anjuran untuk
memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan, konseling menghadapi persalinan
yang diberikan berupa memilih posisi yang nyaman yaitu miring ke kiri
dan melakukan teknik relaksasi. Dukungan psikologis yang diberikan
kepada ibu berupa pemberian semangat dan menganjurkan keluarga untuk
mendapingi ibu. Dilakukan pemantauan tanda-tanda vital, DJJ dan his, dan
kemajuan persalinan. 09.35 WIB dilakukan kembali pemeriksaan dalam
dengan hasil pembukaan 6 cm.
Kala II dimulai sejak jam 10.30 WIB dengan keluhan ibu sudah ingin
mengedan, dan dilakukan penatalaksanaan melakukan amniotomi,
membantu ibu memilih posisi untuk bersalin, memberikan dukungan
psikologis, mengajarkan teknik meneran yang efektif dan melakukan
pimpinan persalinan saat kepala bayi 5-6 cm membuka vulva.
Bayi lahir spontan jam 12.13 WIB, menangis kuat, warna kulit
kemerahan, bergerak aktif dan jenis kelamin laki-laki. Tubuh bayi
dikeringkan di atas perut ibu.
Kala III
Lama kala selama 13 menit, dengan dilakukan Manajemen Aktif Kala III.
Setelah dilakukan massase, uterus tidak teraba keras. Dengan hasil
pemeriksaan plasenta tidak lengkap sehingga dilakukan ekslporasi dengan
memasukan tangan kedalam rahim ibu untuk membersihkan sisa plasenta.
Pada kala IV, TTV normal, terjadi perdarahan 500 cc dengan disertai
uterus tidak teraba keras dan terdapat laserasi perineum derajat III.
Atonia Uteri (relaksasi otot uterus) adalah uteri tidak berkontraksi dalam
15 detik setelah dilakukan pemijatan fundus uteri (plasenta telah lahir).
Penatalaksanaan yang diberikan kepada ibu adalah memberitahu hasil
pemeriksaan, melakukan KBI, melakukan KBE, menyuntikan
methylergometrin 0,2 mg secara IM pada 1/3 paha kiri ibu, melakukan
pemasangan infus pada lengan kiri ibu dengan larutan RL 500 ml + 20 IU
oksitosin.
Kejadian atonia uteri yang terjadi pada Ny.S dikaitkan dengan usia yang
terlalu muda dan malnutrisi. Usia ibu terlalu muda yaitu 18 tahun dan
malnutrisi yang terlihat dari hasil penghitungan IMT yang kurang yaitu
16,2 kg.
Setelah kontraksi uterus kembali membaik dilakukan penjahitan laserasi,
dengan penyuntikkan lydocain 1% sebagai anastesi dan dilakukan
penjahitan 1 cm dari ujung luka. Setelah penjahitan selesai mengajarkan
ibu dan keluarga cara melakukan masase uterus, memberitahukan tanda
bahaya yang harus diwaspadai yaitu perdarahan yang banyak, pusing,
lemas, tidak terasa mulas dan rahim tidak teraba keras. Dilakukan
pemantauan tanda-tanda vital, TFU, kontraksi uterus, kandung kemih dan
perdarahan setiap 15 menit selama 1 jam pertama pasca persalinan dan
setiap 30 menit selama jam kedua pasca persalinan. Kemudian
membersihkan ibu, membantu ibu memakai pembalut dan membantu ibu
agar merasa nyaman.
Pada kala IV tidak ditemukan adanya kesenjangan teori dan
penatalaksanaan, karena penatalaksanaan atonia uteri yang
diberikan telah sesuai dengan teori Penatalaksanaan yang telah
diberikan sesuai dengan penatalaksanaan atonia uteri pasca
persalinan (Depkes RI, 2004)
MASA NIFAS

2 JAM POSPARTUM
Setelah 2 jam kala IV uterus berkontraksi dengan baik TFU 1 jari
dibawah pusat. Penatalaksanaan yang diberikan adalah menganjurkan ibu
untuk memenuhi asupan makanan dan hidrasi, memberitahu ibu untuk
mobilisasi dini dan memberi konseling mengenai perawatan luka,
perawatan bayi, tanda bahaya nifas, memberikan terapi obat yaitu
Amicillin 500 mg, paracematol 500 mg, Vit A 200.000 IU dan tablet
tambah darah.
6 JAM POSTPARTUM
Pada pemeriksaan fisik yang dilakukan setelah 6 jam postpartum
didapatkan hasil ibu mengatakan tidak ada keluhan, keadaan umum baik,
tekanan darah 110/70 mmhg, TFU 2 jari dibawah pusat. Penatalaksanaan
yang diberikan mengingatkan kembali pada ibu tentang konseling yang
telah diberikan sebelumnya.
POSTPARTUM 1 HARI
Sebelum ibu pulang, ibu mengatakan tidak ada keluhan pada saat ini.
Hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, ibu dengan keadaan umum
bauk, tekanan darah 110/80 mmHg, nadi 80 x/menit, pernapasan 20
x/menit, suhu 37,0 C, TFU 2 jadi dibawah pusat dan pengeluaran lochea
rubra.
POSTPARTUM 3 HARI
Pada hari ketiga postpartum tidak ada keluhan dengan ibu, tekanan darah
110/80 mmhg, TFU pertengahan simpisis dan pusat, lochea berbau khas,
jahitan bersih dan tidak basah
KUNJUNGAN RUMAH 2 MINGGU
Ibu mengatakan tidak ada keluhan, tidak ada kesulitan dalam merawat
bayi dan ibu sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa. Dari hasil
pemeriksaan, keadaan umum ibu baik, dengan tanda-tanda vital dalam
batas normal, TFU sudah tidak teraba.
Bayi Baru Lahir
Bayi Baru Lahir 2 jam
Dilakukan pemantauan mengenai penilaian awal dengan jenis kelamin laki-
laki, berat badan 3500 gr, panjang badan 50 cm. Bayi diberikan injeksi
Vitamin K pada saat 1 jam setelah bayi baru lahir secara IM di paha kiri bayi
bagian anterolateral sebanyak Phytaminadion 0,5 cc 2mg/ml, disuntikan
secara intramuskuler di 1/3 paha kiri atas bagian luar. Setelah 1 jam maka
diberikan HB0 di 1/3 paha kanan bayi. Pada pengamatan 2 jam pertama bayi
baru lahir, bayi mengalami hipotermi, tindakan segera yang dilakukan yaitu
dengan menjaga kehangatan bayi dan disinari oleh lampu 60 watt dengan jarak
60 cm. Sehingga tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktek
Bayi Baru Lahir 6 jam
6 jam setelah bayi baru lahir, dilakukan pemeriksaan keadaan umum bayi baik,
tidak ada kelainan. Konseling yang diberikan mengenai perawatan bayi,
pemberian Asi dan perawatan tali pusat.
Bayi Baru Lahir 1 Hari
Pada 1 hari setelah bayi baru lahir dilakukan pemantauan didapati hasil tidak
ada kelainan, warna kulit bayi kuning dibagian muka, perut hingga lutut.
Dilakukan konselling kepada ibu cara merawat bayi ikterus dengan
memberitahukan ibu cara merawat bayi ikterus dengan memberikan nutrisi
yang adekuat dengan menyusui bayi setiap 2 jam sekali dan menjemur bayi
dibawah sinar matahari langsung setiap pagi selama 30 menit tanpa
menggunakan pakaian kecuali popok bayi.
Konseling yang diberikan yaitu melakukan personal hygiene, menjaga
kehangatan bayi, perawatan tali pusat dengan prinsip bersih dan kering,
pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Mengingatkan kembali mengenai
tanda bahaya bayi baru lahir dan menganjurkan ibu untuk melakukan
kunjungan setelah 2 hari sesuai dengan penatalaksanaan MTBM.
Ikterus yang terjadi pada bayi Ny.S dikaitkan degan breastfeeding
joundice. Keadaan ini dapat terjadi pada bayi yang mendapat air
susu ibu (ASI) yang terrjadi akibat kekurangan ASI yang biasa nya
timbul pada hari kedua atau ketiga pada waktu ASI belum banyak
dan biasa nya tidak memerlukan pengobatan (Maryunani, 2013)
Bayi Baru Lahir 3 Hari
Hasil Pemeriksaan didapati BB 3400 gram, memantau kembali apakah
ibu memberikan ASI esklusif atau tidak. Warna kuning, kepala, badan,
paha, sampai dengan lutut dan turgor kembali dalam 2 detik.
Memberitahu pada ibu bahwa bayinya kuning dan harus dilakukan
pemeriksaan lebih lanjut yaitu kolaborasi dengan dokter dengan hasil
ikterus kramer III dan dijadwalkan kunjungan ulang 7 hari yang akan
datang.
Berat badan bayi mengalami penurunan, namun ini merupakan peroses
adaptasi fisiologis yang terjadi pada bayi sehingga akan menyebabkan
penurunan berat badan bayi 7 - 10% dibawah berat badan lahirnya
(Soetjiningsih, 2005
Bayi baru Lahir 2 minggu
Pada kunjungan BBL 2 minggu, dilakukan pemeriksaan dengan hasil
keadaan umum baik, Denyut jantung 146 x/menit, Suhu 36,9 C,
respirasi 48 x/menit, ubun-ubun besar tidak cekung, warna kulit
kemerahan, bergerak aktif dan tidak ada masalah dalam pemberian
ASI. Perawatan yang dilakukan ibu di rumah sudah cukup baik.
Konseling yang diberikan kepada ibu diantaranya tetap menjaga
kehangatan bayi, memberikan ASI secara Esklusif selama 6 bulan dan
menyusui bayi setiap 2 jam sekali, mengingatkan kembali mengenai
tanda bahaya bayi baru lahir dan mengingatkan jadwal pemberian
imunisasi BCG dan Polio I setelah bayi berusia lebih dari 28 hari
Terimakasih