Anda di halaman 1dari 65

POLA KERUANGAN DESA-

KOTA

SANTI NURSARI, S.Pd


SMA N 5 BENGKULU
DESA
PENAMAAN DESA DI BEBERAPA
DAERAH
Gampong / Meunasah = di Aceh
Huta / Kuta = di Sumatera
Utara
Nagari = di Sumatera Barat
Wanus = di Sulawesi Utara
Wanua = di Minahasa
Gaukang = di Ujung
Pandang
Dusun Dati = di Maluku
Sekarang Coba
Diingat
ApaYang Kalian

?
Bayangkan
Tentang Desa
dan Kota
Tersebut
Desa Itu .

Indah

Tenang

Damai
Desa Itu

Kesederhan
aan
Desa Itu

Ke miskinan

Kekurangan.........
KOTA

Coba bandingkan dengan


Kota
Bagaimana Pendapat
anda tentang Profil
Desa Tersebut ?
Apa itu Desa ....?
Bagaimana
Pendapat anda
tentang Profil
Kota Tersebut ?

Apa itu
Kota.....?
DEFINISI DESA
Menurut R. Bintarto :
Desa adalah suatu
perwujudan geografis yang
ditimbulkan oleh faktor
fisiografis, sosial, ekonomi,
politik dan budaya di
suatu wilayah dalam
hubungan dan pengaruh
timbal balik dengan
daerah daerah lain.
DEFINISI KOTA
Menurut R.
Kota
Bintarto :
adalah Bentangan
budaya yang ditimbulkan
oleh unsur-unsur alamiah
dan non alamiah ditandai
dengan kepadatan
penduduk yang tinggi, strata
sosial ekonomi yang
heterogen serta bercorak
materialistis.
Lanjutan
Menurut PP.Nomor 2 tahun 1987
Desa : Suatu wilayah yang ditempati oleh
sejumlah penduduk yang merupakan suatu
kesatuan dengan memiliki pemerintahan
sendiri untuk menciptakan suatu
peraturan/tata kehidupan yang dikepalai
oleh kepala desa.
Kota : Pusat pemukiman dan kegiatan
penduduk yang mempunyai batas
administrasi yang diatur dalam perundang-
undangan yang telah memperlihatkan
watak dan kehidupan perkotaan.
UU no. 22 tahun 1999
Desa adalah kesatuan masyarakat hukum
yang memiliki kewenangan untuk
mengatur dan mengurus kepentingan
masyarakat setempat berdasarkan asal-
usul dan adat istiadat setempat yang
diakui dalam sistem pemerintahan
Nasional dan berada di daerah
Kabupaten.
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

Desa, adalah kesatuan masyarakat


hukum yang memiliki batas wilayah
yang berwenang untuk mengatur dan
mengurus urusan pemerintahan,
kepentingan masyarakat setempat
berdasarkan prakarsa masyarakat,
hak asal usul, dan/atau hak
tradisional yang diakui dan dihormati
dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
PERBEDAAN CIRI-CIRI
KOTA DAN BUKAN KOTA (DESA)
UNSUR PEMBEDA DESA KOTA
Mata Pencaharian Agraris Homogen Non Agraris - Heterogen
Ruang Kerja Terbuka/lapangan Ruang tertutup
Musim/Cuaca Menentukan Tidak menentukan
Keahlian/Ketrampilan Umum menyebar Khusus mengelompok
Jarak rumah dengan tempat kerja Dekat/relative Jauh/terpisah/relatif

Kepadatan Penduduk Rendah Tinggi


Kepadatan rumah Rendah Tinggi
Kontak sosial Frekuensi rendah Frekuensi tinggi
Strata sosial Sederhana Kompleks
Kelembagaan Terbatas Kompleks
Kontrol sosial Adat/tradisi berperanan Adat/tradisi tidak berperanan
besar besar tetapi UU/peraturan
tertulisberperanan besar
Sifat masyarakat Gotong royong Geselschaft/Patembayan
(gemeinschaft/Paguyuban)

Mobilitas penduduk Rendah Tinggi


Status sosial Stabil Tidak stabil
UNSUR-UNSUR DESA
1. Wilayah : meliputi (lokasi,luas dan
batas) terdiri dari lahan produktif dan
non produktif berfungsi sebagai
pemukiman,pekarangan,persawahan dll.
2. Penduduk :meliputi Kuantitas (jumlah,
kepadatan dan pertumbuhan), Kualitas
(mata pencaharian, pendidikan dan
kesehatan).
3. Tata kehidupan : berkaitan dengan
kebiasaan, aturan, adat istiadat dan tata
pergaulan.
UNSUR UNSUR KOTA
1. UNSUR UNSUR FISIS, yaitu topografi dan
kesuburan tanah serta iklim yang cocok untuk
tempat tinggal.
2. UNSUR UNSUR EKONOMI, yaitu fasilitas-fasilitas
yang dapat memenuhi kebutuhan primer warga
kota.
3. UNSUR UNSUR SOSIAL, yang dapat menimbulkan
keserasian, ketenangan hidup warga kota.
4. UNSUR UNSUR KULTURAL, seni dan kebudayaan
memberikan semangat dan gairah hidup kota.
POTENSI DESA DAN
KOTAPOTENSI KOTA
POTENSI DESA
1. Potensi Fisik :
. Tanah
. Air
. Iklim
. Flora dan fauna
. Manusia 1. Sosial
2. Potensi Non Fisik 2. Ekonomi
. Masyarakat desa
3. Politik
. Lembaga sosial
4. Budaya
. Aparatur dan pamong
desa
PENGGOLONGAN DESA
BERDASARKAN
PERKEMBANGANNYA

1. Desa swadaya (Desa kurang


berkembang) : desa yang memiliki
ciri sebagian besar masyarakatnya
memenuhi kebutuhan dengan cara
mengadakan sendiri. Pada umumnya
terpencil dan masyarakatnya jarang
berhubungan dengan masyarakat luar.
Ciri-Ciri

Daerahnya terisolir dengan daerah lainnya.


Penduduknya jarang.
Mata pencaharian homogen yang bersifat agraris.
Bersifat tertutup.
Masyarakat memegang teguh adat.
Teknologi masih rendah.
Sarana dan prasarana sangat kurang.
Hubungan antarmanusia sangat erat.
Pengawasan sosial dilakukan oleh keluarga
Lanjutan

2. Desa swakarya (Desa sedang


berkembang) : desa yang
memiliki ciri sudah mampu
menjual kelebihan hasil produksi
ke daerah lain di samping untuk
memenuhi kebutuhan sendiri.
Sudah memperlihatkan interaksi
dengan daerah lain.
Ciri-Ciri
Kebiasaan atau adat istiadat sudah tidak
mengikat penuh.
Sudah mulai menpergunakan alat-alat dan
teknologi
Desa swakarya sudah tidak terisolasi lagi walau
letaknya jauh dari pusatperekonomian.
Telah memiliki tingkat perekonomian,
pendidikan, jalur lalu lintas dan prasarana lain.
Jalur lalu lintas antara desa dan kota sudah agak
lancar.
Lanjutan
3. Desa swasembada ( Desa
maju) :desa yan memiliki ciri
sudah mampu
mengembangkan semua
potensi dimiliki, mengadakan
interaksi dengan daerah luar,
telah dapat menyerap
teknologi untuk proses
pembangunan desanya.
Ciri-ciri

kebanyakan berlokasi di ibukota kecamatan.


penduduknya padat-padat.
tidak terikat dengan adat istiadat
telah memiliki fasilitas-fasilitas yang
memadai dan labih maju dari desa lain.
partisipasi masyarakatnya sudah lebih
efektif.
FUNGSI DESA
Tugas individu
Jelaskan fungsi keadaan potensi
fisik dan non fisik yang
dimiliki suatu desa di bawah ini
1. untuk
Potensi Fisik : kemajuan desa tersebut !
Tanah
Air
Iklim
Flora dan fauna
Manusia
2. Potensi Non Fisik
Masyarakat desa
Lembaga sosial
Aparatur dan pamong desa.
POLA PEMUKIMAN PENDUDUK
di PEDESAAN

1. Pola pemukiman
Tersebar/terpencar
2. Pola pemukiman
Memanjang/Linear
3. Pola pemukiman
Mengelompok/Radial
Pola pemukiman Tersebar/terpencar

Pola desa ini merupakan pola yang


tidak teratur karena kesuburan tanah
tidak merata. Pola desa seperti ini
terdapat di daerah karst atau daerah
berkapur. Keadaan topografinya
sangat buruk.
Pola pemukiman Memanjang/Linear

Pola memanjang dibagi menjadi 4 yaitu:


Pola yang mengikuti jalan. Pola desa yang terdapat di
sebelah kiri dan kanan jalan raya atau jalan umum. Pola ini
banyak terdapat di dataran rendah.
Pola yang mengikuti sungai. Pola desa ini bentuknya
memanjang mengikuti bentuk sungai, umumnya terdapat di
daerah pedalaman.
Pola yang mengikuti rel kereta api. Pola ini banyak terdapat
di Pulau Jawa dan Sumatera karena penduduknya mendekati
fasilitas transportasi.
Pola yang mengikuti pantai. Pada umumnya, pola desa
seperti ini merupakan desa nelayan yang terletak di kawasan
pantai yang landai.
Pola pemukiman Mengelompok/Radial

Pola desa ini umumnya terdapat di


daerah pegunungan atau dataran
tinggi yang berelief kasar.
Pemukiman penduduk membentuk
kelompok unit-unit yang kecil dan
menyebar.
POLA PEMUKIMAN PENDUDUK
DI PEDESAAN
POLA MEMANJANAG POLA MEMUSAT
POLA TATA RUANG
DI PERKOTAAN

Dikenali dari 3 pola :


1. Pola Konsentris ?
2. Pola sektoral ?
3. Pola Pusat Kegiatan Ganda ?
Ernes W. Burgess :Teori
Memusat/
Konsentris

1
2
3
4
5
6
Pola Konsentris
Oleh Ernest W. Burgess

Di bagi dalam 6 zone :


1. Zone Pusat Daerah Kegiatan
2. Zone Peralihan/transisi
3. Zone pemukiman kelas proletar
4. Zone Pemukiman kelas
Menengah
5. Zone pemukiman elit
6. Zone Penglaju
Holmer Hoyt : Sector Theory

2 3
4

3 1 3 5

4
2 3
Pola Sektoral
Oleh Homer Hoyt
Kota tersusun berdasarkan sektor-
sektor, sbb :
1. Pusat Kota
2.Kawasan industri dan perdagangan
3.Sektor Murbawisma (tempat tinggal
kaum buruh )
4.Sektor Madyawisma ( tempat tinggal
kaum menengah )
5.Sektor Adiwisma ( tempat tinggal
kaum elit
CD Harris & EL Ullman :Teori
Berganda/Multiple Nuclei

2 1
3

3 4
7 5

9 8
Pola Pusat kegiatan ganda
oleh C.D. Harris dan E.L. Ulman

Di bagi ke dalam 7 kawasan sbb :


1. Pusat daerah kegiatan
2. Perumahan kaum buruh
3. Perumahan kaum menengah
4. Permahan kaum elit
5. Perdagangan besar dan industri
kecil
6. Industri berat
7. Industri ringan
POLA UNIT-UNIT KEGIATAN
KOTA
Pengelompokan dan
penyebaran unit-unit kegiatan
kota tergantung pada faktor:
1. Ruang yang tersedia di dalam
kota
2. Kebutuhan warga kota
3. Faktor-faktor teknologi
4. Policy dari city planners
5. Geografi setempat
POLA UNIT-UNIT KEGIATAN
KOTA
Unit-unit kegiatan atau pusat-
pusat kegiatan di kota sering
mengalami perubahan. Keadaan
ini sebagai akibat dari pasang
surutnya penduduk dari keadaan
daerah-daerah itu sendiri dan
dari perkembangan kota,
sehingga terjadi pola kegiatan
antara lain:
1. SENTRALISASI
yaitu timbulnya suatu gejala
untuk mengelompok pada satu
titik utama yang akan menjadi
Central Bussines Distric atau
nukleus utama. Daerah
merupakan pusat keramaian.
Fasilitas yang ada ditempat ini
misal Kantor-kantor pemerintah,
Bank, Toko-toko dsb
2. NUKLEASI
, nukleasi ini mirip fungsinya dengan
CBD tetapi lebih kecil ukurannya.
Sentralisasi menimbukan nukleasi
utama dan nukleasi ini terbentuk di
bagian lain dari nukleasi utama.
Apabila tidak ada nukleaus-nukleaus
lain yang terbentuk maka kota itu
hanya mempunyai nukleaus tunggal
(single nucleus), apabila terbentuk
nkleaus-nukleaus yang baru maka kota
itu akan mempunyai poli nukleaus.
3. DESENTRALISASI,
yaitu timbulnya gejala
untuk menjauhi titik
utama (centrifugal-
shift). Gejala
desentralisasi ini dapat
menimbulkan nukleus-
nukleus baru.
4.SEGREGASI
kelompok-kelompok perumahan
yang terpisah satu sama lain
karena perbedaan sosial ekonomi
kultural. Segregasi timbul karena:
perbedaan status, perbedaan ras,
perbedaan kekayaan, perbendasan
fungsi, sehingga kelompok-
kelompok tersebut menimbulkan
daerah-daerah ekologis, sosial,
kulturil maupun ekonomis.
INTERAKSI ANTAR
WILAYAH
Definisi Interaksi adalah :
Proses hubungan timbal balik
yang saling bepengaruh antara
dua wilayah atau lebih baik secara
langsung maupun tidak langsung
yang dapat menimbulkan gejala
dan
permasalahan baru.
Faktor-faktor mempengaruhi
kekuatan interaksi antar wilayah
Faktor Fisik Faktor non Fisik

1. Alat transportasi
2. Kegiatan ekonomi
1. Bentuk permukaan 3. Biaya
bumi 4. Kondisi jalan
2. Kemiringan lereng 5. Kondisi sosial
3. Vegetasi 6. Kemudahan-
4. iklim kemudahan lain.
3 Faktor utama mendasari timbulnya interaksi antar wilayah
( E.L. Ulman )

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling


melengkapi ( Regional
Complementarity ).
Bahwa dengan adanya wilayah yang
berbeda dalam ketersediaan atau
kemampuan sumberdaya akan
menimbulkan permintaan dan
penawaran suatu komoditas
sehingga akan mendorong
hubungan saling melengkapi
Lanjutan

Skema Regional Complementary


Wilayah A
Surplus
sumberdaya X Wilayah B
Minus sumberdaya Surplus sumberdaya Y
Y Minus sumberdaya X
Minus sunberdaya Minus sumberdaya Z
Z

Wilayah C
Surplus sumberdaya
Z
Minus sumberdaya
X
Minus sumberdaya Y
Lanjutan..

2. Adanya kesempatan untuk


saling berintervensi (Interventing
opportunity).
Bahwa dalam proses interaksi
ada suatu kemungkinan
perantara yang dapat
menghambat timbulnya interaksi
antar wilayah sehingga dapat
menimbulkan suatu persaingan
antar wilayah.
Lanjutan

Skema inerventing opportunity.


Wilayah A Wilayah B
Surplus Surplus
sumberdaya X sumberdaya Y
Minus Minus Sumberdaya
Sumberdaya Y X

Wilyah C
Surplus
sumberdaya X Kebutuha
Kebutuh n B di
an A di Surplus
sumberdaya Y suplai
Suplai oleh C
oleh C
Lanjutan
3. Adanya kemudahan
pemindahan dalam ruang
( Spatial Tramsfer Ability).
Bahwa pola interaksi antar wilayah
ditentukan juga oleh tingkat
kemudahan dalam pemindahan
sumberdaya di dalam ruang
(barang, manusia, informasi), di
pengaruhi oleh jarak antar
wilayah, biaya angkut dan
kelancaran transportasi antar
HUKUM GRAVITASI
, besarnya kekuatan
tarik menarik antara
dua benda adalah
berbanding terbalik
dengan jarak dua benda
pangkat dua (kuadrat).
Contoh
Hubungan kelompok produsen
dan konsumen barang-barang
menunjukkan adanya movement.
Produsen umumnya terletak di
sebuah tempat tertentu dalam
ruang geografis dan konsumen
tersebar dengan pelbagai jarak
di sekitar produsen.
Analisis gravitasi
menggunakan rumus
PA PB
I AB k.
d AB 2

IAB = kekuatan interaksi antara region A


dengan B
k = 1, nilai konstanta empiris
PA = jumlah penduduk region A
PB = jumlah penduduk region B
dAB = jarak mutlak yang
menghubungkan region A dengan B
Contoh :
Ada tiga buah kota, yaitu kota A, B,
dan C. Jumlah penduduk kota A
sebanyak 20.000 orang, kota B
sebanyak 10.000 orang, sedangkan
kota C sebanyak 30.000 orang. Jarak
kota A ke kota B adalah 50 km,
sedangkan jarak dari kota B ke kota C
adalah 100 km. Pertanyaannya,
manakah dari ketiga kota tersebut
yang lebih besar kekuatan
interaksinya? Apakah antara kota A
dan kota B atau antara kota B dan
kota C?
A
dAB= 50 km

B C

dAB= 100
km
Jawab:
a) Interaksi antara kota A dan kota B adalah:
IAB = k . PA.PB = 1. (20.000).(10.000)
(dAB)2 (50)
= 200.000.000 = 80.000
2.500
Jawab:
b) Interaksi antara kota B dan kota C
IBC = k . PB.PC = 1 . (10.000).
(30.000)
(dBC)2 (100)
= 300.000.000 = 30.000
10.000
Kekuatan Interaksi antar Kota dalam
suatu wilayah (Indeks Konektivitas)

e

v

= indeks konektivitas

e = jumlah dalam suatu wilayah


V

e
v = jumlah jaringan jalan menghubungkan
kota-kota tersebut.
TEORI TITIK HENTI ( Breaking
Point)
d AB
D AB
1 PB / PA

= jarak titik henti, yang diukur dari yang


jumlah penduduknya lebih kecil
D
AB
dAB = jarak antara kota A dan B
PA = jumlah penduduk yang lebih kecil (A)
PB = jumlah penduduk yang lebih besar (B)
Contoh :

Jumlah penduduk kota A adalah 20.000


orang, kota B adalah 10.000 orang,
sedangkan kota C adalah 30.000 orang.
Jarak dari kota A ke kota B adalah 50 km,
sedangkan jarak dari kota B ke kota C adalah
100 km. Dari data tersebut dapat
ditentukan:
1. Batas pengaruh antara kota A dengan
kota B
2. Batas pengaruh antara kota B dengan
kota C
Jawaban : a) Jawaban
b)

d AB d AB
DAB DAB
1 PB
PA 1 PB
PA

50 100
DAB DAB
1 20.000
10.000 1 30.000
10.000

50 100
DAB DAB
1 2 1 3
DAB 20,74km DAB 36,63 km
Tugas Kelompok : 3
kelompok
Dampak pemukiman terhadap :
a. Lingkungan Biotik
b. Lingkungan fisik
c. Lingkungan sosial, ekonomi dan
budaya.
.. Latar belakang
.. Dampak negatifnya
.. Alternatif solusinya
Terimak
asih