Anda di halaman 1dari 17

Bakteri Metanotrof Dan Metilotrof

Disusun oleh :

Asha Puan
Paripurni
(B1J014010)
Nabella Hanum
(B1J014013)
Metan (CH4) merupakan salah satu gas rumah kaca
utama yang dapat menyerap radiasi infra-merah
sehingga berkontribusi terhadap pemanasan global.

Bakteri pengoksidasi metan atau


Methanotroph adalah organisme aerobik
yang dapat tumbuh dan berkembang
dengan metan sebagai satu-satunya
sumber energi.
Oksidasi metan dapat terjadi pada lingkungan
mikro yang bersifat aerobik pada zona
perakaran dan pada bagian yang bersifat
toksik pada lapisan permukaan tanah. Proses
oksidasi metan tersebut diinisiasi oleh enzim
metan mono-oksigenase yang berperan dalam
konversi metan menjadi metanol.
Langkah-langkah oksidasi CH4 menjadi O2

CH4 CH3OH CH2O HCOO CO2

Methanotrophs merupakan
aerob obligat gram negatif,
berbentuk batang dan bulat
yang memperoleh energi dari
oksidasi metana menjadi
karbon dioksida .
Reaksi pertama untuk bakteri ini melibatkan enzim yang
disebut metana monooxygenase ( MMO ) , yang mengubah
metana menjadi metanol seperti yang ditunjukkan berikut:

CH4 + O2 + XH2 CH3OH + H2O + X


Dimana X = hidrogen pembawa (sitokrom pembawa elektron) .

*MMO adalah enzim yang mengandung tembaga kompleks yang dapat berupa
membran - terikat atau bebas dalam sitoplasma .
Reaksi kedua melibatkan dehidrogenase metanol yang
mengubah metanol untuk formaldehida sebagai
berikut:

CH3OH HCHO + 2e- + 2H+

Akhirnya reaksi yang terlibat dalam disimilasikarbon


untuk pembangkit energi mencakup baik oksidasi
melalui format menjadi karbon dioksida disebut
monofosfat ribulosa ( RMP ).
Pembentukan metan oleh
bakteri metanogen
dihambat oleh bakteri
metanotrof.
BakteriMetanotrofmemiliki enzimsoluble methane
monooxygenase (sMMO) yang diketahui mampu mengkatalisis
transformasi berbagai polutan. Informasi tentang aspek
mikrobiologi komunitas bakteri baik jenis, aktivitas dan
dominasi bakteriMetanotrofyang berperan penting dalam
menurunkan emisi gas rumah kaca CH4 pada lahan sawah di
Indonesia. BakteriMetanotrofdapat mendukung dan
dimanfaatkan untuk mewujudkan lahan sawah yang ramah
lingkungan. Aplikasi bakteriMetanotrofsebagai pengoksidasi
metan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi emisi
metan dari sawah
BAKTERI METILOTROF
Bakteri Methylotrophic dapat ditemukan di berbagai
habitat seperti daun, air tercemar, udara, tanah,air
minum, jelaga kendaraan dan beras. Menariknya,
bakteri methylotrophic juga ditemukan sebagai
bagian normal dari mikroflora di dalam mulut
manusia dan kaki.
Bakteri Methylorophic dapat menggunakan salah satu
senyawa karbon seperti metana, metanol, metana
terhalogenasi, dan amina alkohol sebagai sumber
karbon dan energi untuk pertumbuhan mereka.
Ketersediaan senyawa satu karbon dalam mulut
manusia, termasuk sulfida alkohol (seperti
methanethiol dan dimethylsulphide) mendukung
pertumbuhan bakteri methylotrophic.
Methylococcus capsulatus
Methylococcus capsulatus
Klasifikasi :

Kingdom : Bacteria
Phylum : Proteobacteria
Class : Gammaproteobacteria
Ordo : Methylococcales
Family : Methylococcaceae

Genus : Methylococcus
Spesies : Methylococcus capsulatus
M. capsulatus adalah anggota kelompok bakteri metilotrof
Metilotrof memiliki kemampuan untuk tumbuh dan
berkembang menggunakan senyawa karbon tunggal
Ditemukan pada awal 1900an dan diidentifikasi lebih lanjut
pada 1960
CO2 digunakan sebagai sumber karbon utama, sedangkan
senyawa lain seperti metanol, metil sulfida sebagai sumber
energi utama
Senyawa berkarbon tunggal diperoleh dari hasil respirasi
tumbuhan yang menghasilkan senyawa metanol, tumbuhan
yang menghasilkan senyawa metilamina, alga laut yang
menghasilkan metil halida dan metil sulfida
Protein yang mengoksidasi senyawa berkarbon tunggal pada
metilotrof :
Enzim metanol dehidrogenase (kelas quinoprotein)
Sitokrom cL, molekul penerima elektron
Sitokrom c, donor elektron pada membran sitokrom oksidase
Mampu menghasilkan gas rumah kaca, metana, sebagai
sumber energi untuk pertumbuhan, memberikan kontribusi
untuk menurunkan tingkat metana di atmosfer bumi
THANK YOU