Anda di halaman 1dari 17

KONSEP MODEL

KEPERAWATAN KOMUNITAS

Joko Wiyono, SKp., M.Kep., Sp. Kom.


TEORI DAN MODEL FRAMEWORK

1. Community as partner model


(Anderson dan McFarlane, 2000)
2. Helvie`s Energy Theory, 1998
3. Integrative model, 1999
Model komunitas sebagai
mitra
Didasarkan model pendekatan totalitas dari
Neuman (1972) : Model komunitas sebagai
klien untuk menggambarkan keperawatan
komunitas sebagai sintesis dari kesehatan
masyarakat dan keperawatan
Diganti menjadi model komunitas sebagai
mitra untuk menekankan filosofi pelayanan
kesehatan primer yang menjadi landasannya
Gambar1.jpg
Model komunitas sebagai mitra ada 2
faktor sentral :Gambar2.jpg
1. Fokus pada komunitas sebagi mitra
(ditandai dengan roda pengkajian
komunitas dibagian atas, dengan
menyatukan anggota masyarakat
sebagai intinya).
2. Penerapan proses keperawatan
1. Inti roda pengkajian adalah individu
yang membentuk komunitas
meliputi : demografi, nilai, keyakinan
dan sejarah.
2. Inti roda dipengaruhi oleh delapan
sub sistem : lingkungan; pendidikan;
keamanan dan transportasi; politik
dan pemerintahan; pelayanan
kesehatan dan sosial; komunikasi;
ekonomi; dan rekreasi.
1. Garis tebal yang mengelilingi
komunitas menunjukan garis
pertahanan normal atau tingkat
kesehatan yang dicapai setiap saat.
Misal : mortalitas yang rendah,
tingkat imunitas yang tinggi, pola
koping dan kemampuan
menyeleasikan masalah
2. Garis pertahanan fleksibel
digambarkan dengan garis putus-
putus yang mengelilingi komunitas
dan garis pertahanan normal.
Garis ini merupakan buffer zone
yang menunjukan suatu tingkat
kesehatan yang dinamis akibat
respon sementara terhadap stresor.
Misal : stresor lingkungan (banjir).
3. Garis resistensi\perlawanan
terdapat didalam komunitas yang
merupakan mekanisme internal yang
melakukan perlawanan terhadap
stresor.
Misal : pengobatan penyakit menular
seksual.
Stresor merupakan tekanan
rangsangan yang menghasilkan
ketegangan yang potensial
menyebabkan ketidakseimbangan
dalam sistem.

1. Dari luar komunitas : polusi udara


2. Dari dalam komunitas : gaya hidup
masyarakat yang tidak sehat
Derajad reaksi merupakan jumlah
ketidakseimbangan atau gangguan
akibat stresor yang mengganggu
garis pertahanan komunitas
Derajad reaksi dapat dilihat dari
angka kematian, angka kesakitan
dll.
Stresordan derajad reaksi merupakan
bagian dari diagnosa keperawatan
Misal : peningkatan kejadian penyakit
pernapasan (derajad reaksi)
berhubungan dengan polusi udara
(stresor)

Hasil
stresor yang mempengaruhi
komunitas tidak selalu menghasilkan
dampak negatif.
PROSES KEPERAWATAN
1. Pengkajian
Inti dan subsistem komunitas, baik
garis pertahanan dan resistensi,
stresor maupun derajad reaksi,
merupakan parameter pengkajian
komunitas yang memandang
komunitas sebagai mitra.
Berdasarkan parameter-parameter ini
bersama masyarakat merumuskan
diagnosis keperawatan
2. Diagnosis keperawatan
Diagnosis keperawatan komunitas
memberikan arah terhadap tujuan dan
intervensi keperawatan.
Tujuan diperoleh dari stresor dan dapat
termasuk pengurangan atau penghilangan
stresor atau penguatan resistensi komunitas
melalui penguatan garis pertahanan.
Dengan menyatakan derajad reaksi dapat
merencanakan intervensi untuk
menguatkan garis resistensi dengan
menerapkan salah satu jenis pencegahan.
3. Intervensi
Semua intervensi bersifat preventif.

a. Pencegahan primer
Merupakan intervensi keperawatan
yang bertujuan menguatkan garis
pertahanan sehingga stresor tidak
dapat masuk dan menimbulkan reaksi
atau mempengaruhi stresor dengan
melakukan perlawanan terhadapnya.
Misal: imunisasi anak usia sekolah
b. Pencegahan sekunder
Diterapkan setelah stresor memasuki
komunitas.
Intervensi mendukung garis
pertahanan dan resistensi untuk
meminimalkan derajad reaksi
terhadap stresor.
Misal : Pemeriksaan kanker payudara
c. Pencegahan tersier
Dilakukan setelah stresor memasuki
garis pertahanan dan muncul derajad
reaksi.
Terjadi ketidakseimbangan sistem, dan
pencegahan tersier bertujuan mencegah
ketidakseimbangan tambahan dan
meningkatkan keseimbangan.
Misal : kebakaran gedung sekolah
banyak anak-anak yang syok baik fisik
maupun emosinya, didatangan tenaga
spesialis untuk menangani.
4. Evaluasi
Umpan balik dari komunitas merupakan
dasar untuk mengevaluasi intervensi
keperawatan komunitas.
Seringkali parameter yang digunakan untuk
pengkajian juga digunakan untuk evaluasi.

Misal : prosentase anak yang diimunisasi


meningkat, jumlah penderita tumor yang
diidentifikasi dan dirujuk ke pelayanan
kesehatan, kewaspadaan tambahan terhadap
kebakaran (latihan menyelamatkan diri,
penataan letak barang yang mudah
terbakar).