Anda di halaman 1dari 18

Keamanan Pangan

dan Gizi

Oleh : Rahmi (1411222009)


Outline

Konsep Keamanan Pangan


Aspek-Aspek Keamanan Pangan
Indikator Keamanan Pangan
Pentingnya Keamanan Pangan
Terhadap Pangan dan Gizi
Upaya Peningkatan Keamanan Pangan
Konsep Keamanan Pangan

Kondisi dan upaya yang diperlukan untuk


mencegah makanan/bahan pangan dari
kemungkinanan cemaran biologis,kimiawi,
benda lain yang dapat mengganggu.
Keamanan pangan merupakan salah satu
aspek penting yang menentukan kualitas
SDM. Konsumsi pangan yang beragam,
bergizi seimbang tidak akan berarti, jika
makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak
aman dari cemaran kimia maupun mikroba.
Pangan yang tercemar mikroba menyebabkan
berbagai kasus Penyakit Bawaan Makanan
(PBM), seperti diare. Sedangkan pangan yang
terkontaminasi cemaran kimia, seperti residu
pestisida dan toksin diduga sebagai penyebab
penyakit kanker. Begitu pentingnya keamanan
pangan ini menjadi dasar bagi negara - negara di
dunia untuk mendeklarasikan bahwa keamanan
pangan adalah hak asasi setiap individu dalam
Internasional Conference on Nutrition pada
tahun 1992.
produk pangan yang tidak memenuhi
persyaratan mutu keamanan pangan,
yaitu:
Penggunaan bahan tambahan pangan
yang dilarang atau melebihi batas dalam
produk pangan
Ditemukan cemaran kimia berbahaya
(pestisida, logam berat, obat-obat
pertanian) pada berbagai produk pangan
Cemaran mikroba yang tinggi dan
cemaran microba patogen pada berbagai
produk pangan
Pelabelan dan periklanan produk pangan
yang tidak memenuhi syarat
Masih beredarnya produk pangan
kadaluwarsa, termasuk produk impor
Pemalsuan produk pangan
Cara peredaran dan distribusi produk
pangan yang tidak memenuhi syarat
Mutu dan keamanan produk pangan
belum dapat bersaing di pasar
Internasional.
Aspek-Aspek Keamanan
Pangan
Keamanan pangan dapat ditinjau dari
berbagai aspek, yaitu:
Aspek pertanian/peternakan
Aspek Kesehatan
Aspek Ekonomi
Aspek Perdagangan
Aspek Hukum
Aspek pertanian/peternakan

Pangan tidak bisa lepas dari aspek pertanian maupun


peternakan. Kedua aspek ini sama-sama penting
karena secara umum pangan yang dapat dikonsumsi
manusia bersumber dari bidang pertanian maupun
bidang peternakan. Perkembangan industri pangan
dewasa ini meningkat dengan sangat pesat, dan salah
satu bahan baku yang banyak digunakan adalah
produk-produk dari hasil peternakan seperti daging,
susu dan telur. Selain bahan baku dari peternakan
diatas, banyak pula bahan baku yang berasal dari
bidang pertanian seperti beras, jagung dan lain
sebagainya. Keamanan pangan dari aspek juga hal
terpenting karena dari sumber bahan baku pangan
berasal dari kedua aspek tersebut.
Aspek Kesehatan
Kesehatan sangat berperan dalam keamana pangan, dimana
penyediaan makanan yang sehat mulai dari proses produksi,
penyimpanan, pengangkutan, penyebaran, dan konsumsi yang benar
tentunya juga akan menyehatkan konsumen yang mengkonsuksinya.
Penyediaan pangan harus memenuhi kebutuhan gizi, keamanan
pangan dan terjangkau seluruh individu setiap saat. Selain itu, pangan
juga sangat berperan dengan unsur kesehatan seperti adanya dikenal
dengan pangan konvesional. Pangan fungsional adalah makanan dan
bahan pangan yang dapat memberikan manfaat tambahan di samping
fungsi gizi dasar pangan tersebut. Salah satu contohnya yaitu jahe,
jahe ini fungsi dasarnya yaitu sebagai rempah tetapi dalam pangan
konvesional ini jahe dapat dijadikan sebagai obat karena mengandung
antioksidan.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dari makanan dan
minuman. Agar asupan makanan tersebut bermanfaat untuk
kelangsungan fungsi-fungsi tubuh, tentu harus mengandung zat-zat
gizi yang baik serta terjamin keamanannya. Gizi merupakan salah
satu faktor penentuutama kualitas sumberdaya manusia. Penentu gizi
yang baik terdapat pada jenis pangan yang baik pula yang
disesuaikan dengan kebutuhan tubuh.
Aspek Ekonomi

Keamanan pangan selalu menjadi pertimbangan pokok


dalam perdagangan, baik perdagangan nasional maupun
perdagangan internasional. Oleh karena itu keamanan
produk pangan menjadi semakin penting peranannya dalam
perdagangan dunia. Sertifikasi mutu pangan dapat
menentukan bisnis produk pangan, mulai dari sebagai
komoditas sampai menjadi produk yang memiliki value
(premium price). Sertifikasi mutu juga dapat memberikan
banyak informasi tambahan mengenai suatu produk kepada
konsumen, sehingga dapat menambah tingkat kepercayaan
konsumen terhadap produk tersebut. Dalam hal ini,
pemerintah mengharapkan PB ISPI, PDHI, dan para
produsen pangan, khususnya produk hasil ternak untuk
melakukan promosi mutu agar konsumen juga dapat
membedakan produk yang berkualitas.
Aspek Perdagangan
Keamanan pangan selalu menjadi pertimbangan pokok
dalam perdagangan, baik perdagangan nasional maupun
perdagangan internasional. Di seluruh dunia kesadaran
dalam hal keamanan pangan semakin meningkat. Pangan
semakin penting dan vital peranannya dalam
perdagangan dunia. Keamanan pangan merupakan
tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri
yang meliputi produsen bahan baku, industri pangan dan
distributor, serta konsumen. Keterlibatan ketiga sektor
tersebut sangat berpengaruh terhadap keberhasilan
keamanan pangan. Kita tidak bisa hanya menyerahkan
tanggung jawab kepada pemerintah atau pihak produsen
saj,a akan tetapi semua pihak termasuk konsumen punya
andil cukup penting dalam meningkatkan keamanan
pangan.
Aspek Hukum

Keamanan pangan adalah jaminan bahwa pangan tidak


akan menyebabkan bahaya kepada konsumen jika
disiapkan atau dimakan sesuai dengan maksud dan
penggunaannya (FAO/WHO 1997). Sedangkan definisi
keamanan pangan menurut Undang Undang Republik
Indonesia nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan dan
Peraturan Pemerintah nomor 28 tahun 2004 tentang
Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan adalah kondisi dan
upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari
kemungkinan cemaran biologis, kimia dan benda lain yang
dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan
kesehatan manusia. Ketentuan mengenai keamanan
pangan meliputi sanitasi pangan, bahan tambahan
pangan, rekatasa genetika dan iradiasi pangan, kemasan
pangan, jaminan mutu dan peperiksaan laboratprium, dan
pangan tercemar.
Selain hal tersebut, di dalam peraturan yang sama juga
disebutkan bahwa setiap orang dilarang mengedarkan
pangan yang mengandung bahan beracun, berbahaya,
yang dapat merugikan, atau membahayakan kesehatan
atau jiwa manusia. Pada dasarnya keamanan pangan
(food safety) merupakan hal yang komplek dan berkaitan
erat dengan aspek toksisitas mikrobiologik, kimia, status
gizi dan ketentraman batin. Masalah keamanan pangan ini
kondisinya terus berkembang, bersifat dinamis seiring
dengan berkembangnya peradaban manusia yang
meliputi aspek sosial budaya, kesehatan, kemajuan Iptek
dan segala yang terkait dengan kehidupan manusia.
Peraturan pemerintah No 28 tahun 2004 tentang
keamanan, mutu, dan gizi pangan, memberikan
wewenang kepada Badan POM untuk melakukan
pengawasan keamanan, mutu dan gizi pangan yang
beredar
Indikator Keamanan Pangan

Ada 2 indikator :
Indikator Kebersihan (hygene)
bakteri
Ex:
enterobakteridebu,tanah,kotoran,air,ins
ekta
Indikator Keamanan PanganMikroba
patogen kotoran
hewan/manusiatahan panas
Pentingnya Keamanan Pangan Terhadap Pangan dan
Gizi
Upaya Peningkatan Keamanan Pangan
Kebijakan Mutu dan keamanan Pangan nasional tersebut adalah sebagai
berikut (Kantor Menteri Negara Pangan: 1997):

Meningkatkan mutu dan keamanan pangan melalui penelitian dan


pengembangan, pengembangan peraturan perundang-undangan serta
kelembagaan.
Meningkatkan mutu gizi pangan dalam upaya meningkatkan status gizi
masyarakat.
Memberikan jaminan bahwa pangan sebagai bahan baku industri maupun
konsumsi, bebas dari kontaminasi bahan kimia, biologi dan toksin, serta
tidak bertentangan dengan keyakinan yang dianut oleh masyarakat.
Menerapkan secara terpadu sistem jaminan mutu dan keamanan pangan
sejak pra produksi, selama proses produksi sampai konsumen baik dalam
pembinaan maupun pengawasan melalui Program Sistem Mutu dan
Keamanan Pangan Nasional.
Meningkatkan pengawasan melekat/mandiri (self regulatory control) pada
produsen, konsumen, pengolah, pedagang, serta pembina dan pengawas
mutu dalam melaksanakan jaminan mutu dan keamanan pangan.
Melarang memperadagangkan (ekspor dan impor) pangan
yang melanggar ketentuan yang secara internasional telah
disepakati bersama.
Melaksanakan sertifikasi dan menerebitkan sertifikat mutu
produk pangan yang memenuhi persyaratan Standar
Nasional Indonesia (SNI) bagi produsen, eksportir dan
eksportir produsen yang telah mampu menerapkan sistem
manajemen mutu dan keamanan pangan.
Menjaga standar mutu yang tinggi dalam setiap aspek
kinerja pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan
pangan secara terpadu.
Melaksanakan pemasyarakatan Program Mutu dan
keamanan Pangan Nasional.
Pengembangkan sumberdaya manusia pembinaan dan
pengawasan mutu pangan melalui pendidikan dan latihan.
Referensi

Surono, Ingrid Suryanti, Agus Sudibyo,


and Priyo Waspodo. Pengantar
Keamanan Pangan untuk Industri
Pangan. Deepublish, 2016.