Anda di halaman 1dari 14

SISTEM PANGAN

DAN GIZI
OLEH RAHMI (1411222009)
Outline
Konsep Dasar Sistem Pangan
dan Gizi
Elemen dan Sub Elemen Pangan
dan Gizi
Penerapan Masing Sub Elemen
Membentuk Sistem Pangan dan
Gizi
Efektifitas dan Efisien Pendekatan
Sistem Pangan dan Gizi
KONSEP DASAR SITEM PANGAN
DAN GIZI
Sistem :
Himpunan komponen2 yg saling berkaitan & bekerja
scr teratur untuk mencapai tujuan tertentu

Komponen =bagian = sub sistem

Ciri-ciri sistem antara lain :


- Kompleks
- Dinamis/ tidak statis
- Tujuan
Sistem Pangan dan Gizi (SPG)
Himpunan subsistem pangan dan gizi yg saling
berkaitan & terorganisasi u/ mencapai tujuan
Tujuan SPG
Tersedia pangan yg cukup baik jumlah & mutunya
aman, merata & terjangkau semua orang pd setiap saat
agar hidup sehat & produktif
Elemen dan sub elemen pangan
dan gizi
1. Sub Sistem Ketersediaan
(produksi)
2. Sub Sistem Distribusi
3. Sub Sistem konsumsi
4. Sub Sistem Gizi
Penerapan masing sub elemen
membentuk sistem pangan dan gizi

1. Sub Sistem Ketersediaan (Produksi)


Subsistem ketersediaan pangan berfungsi
menjamin pasokan pangan untuk memenuhi
kebutuhan seluruh penduduk, dari segi kuantitas,
kualitas, keragaman dan keamanannya.
Komponen ketersediaan pangan meliputi
kemampuan produksi, cadangan maupun impor
pangan setelah dikoreksi dengan ekspor dan
berbagai penggunaan seperti untuk bibit, pakan
industri makanan/nonpangan dan tercecer.
Komponen produksi pangan dapat dipenuhi dari
produksi pertanian dan atau industri pangan.
2. Sub Sistem Distribusi
Subsistem distribusi berfungsi mewujudkan sistem
distribusi yang efektif dan efisien, sebagai
prasyarat untuk menjamin agar seluruh rumah
tangga dapat memperoleh pangan dalam jumlah
dan kualitas yang cukup sepanjang waktu, dengan
harga yang terjangkau. Bervariasinya kemampuan
produksi pangan antar wilayah dan antar musim
menuntut kecermatan dalam mengelola sistem
distribusi, sehingga pangan tersedia sepanjang
waktu di seluruh wilayah. Kinerja subsistem
distribusi dipengaruhi oleh kondisi prasarana dan
sarana, kelembagaan dan peraturan perundangan.
3. Subsistem Konsumsi
Subsistem konsumsi berfungsi mengarahkan agar
pola pemanfaatan pangan secara nasional
memenuhi kaidah mutu, keragaman, kandungan
gizi, keamanan dan kehalalan, Di samping juga
efisiensi untuk mencegah pemborosan.
4. Sub sistem Gizi
Subsistem gizi merupakan resultante dari
subsistem sebelumnya, subsistem ini dicerminkan
oleh status gizi yang berkaitan dengan
penyerapan dan penggunaan zat gizi oleh tubuh.
Dalam hal ini, pangan akan mengalami berbagai
tahapan, yaitu pencernaan yang terjadi dari mulut
sampai usu, penyerapan (proses zat gizi masuk
kedalam darah dan diangkut kesel-sel),
pemecahan dan sintesis dalam sel dan
pembuangan bahan-bahan yang tidak diperlukan.
Pendekatan Ekosistem Pangan dan Gizi

SDA SDT

SS. PROD SS. D ISTRIB SS. KONS SS. SG

SDM SDK

Faktor Sosekbud, Politik - hankam


Pendekatan SPG pendekatan secara holistik*,
bkn parsial
* Memandang komponen2 dlm SPG tidak sendiri2 melainkan
scr terintegrasi sbg kompenen dlm suatu sistem

Tiap komponen/ subsistem :


dipelajari & dipantau scr
teratur

Tiap dinamika subsistem :


dpt direkam & dpt dianalisis
ditindaklanjuti sesuai
masalah & potensi
Sistem Pangan Sistem Gizi

Produksi Ketersediaan Distribusi Konnsumsi Status Gizi/


Subsistem
Faali/
Kes

-Menghasilkan Cadangan -Akses fisik & -Keragaman


-Dinamika Impor
ekonomi -Keamanan -Gejala
industri & Ekspor -Stabilitas
Sub-sub -Jumlah klinik/
sistem penanganan harga -Mutu gizi sub klinik
pasca panen : -Individu -Ptumb.
Menyiapkan & -Keluarga daya krj
Mengolah -masyarakat -Gizi
Mengawetkan kurang/
Mengemas gizi lebih
Kembali
Mengubah
Bentuk pangan

Gambar sistem pangan & gizi


Sistem

Subsistem I Subsistem 2
(masukan) (proses)

masukan proses masukan proses

keluaran keluaran

Subsistem 3
(Keluaran)

Gambar : Sistem & subsistem pangan gizi


Efektifitas dan Efisien Pendekatan
Sistem Pangan dan Gizi

1. Pengembangan ketersediaan dan penanganan


kerawanan pangan
2. Pengembangan distribusi dan stabilitas harga
pasar
3. Pengembangan penganekaragaman konsumsi
dan peningkatan keamanan pangan
4. Dukungan manajemen dan teknis lainnya pada
badan ketahanan pangan