Anda di halaman 1dari 21

PARAFFIN LIQUIDUM ORAL

EMULSION
Kelompok 3
Anggota Nur Utami Pakaya
Siti R.R Kasim
Moh. Iqbal saha
STUDI PREFORMULASI
Kelarutan : larut dalam kloroform, eter, minyak atsiri, dan sebgaian
besar minyak, sedikit larut dalam etanol, praktis tidak larut dalam
aseton dan air. Paraffin dapat bercampur dengan lilin jika dicairkan
dan didinginkan (rowe,2009)
pH : Rentang pH luas

Inkompatibilitas : Tidak kompatibel dengan agen pengoksidasi

Stabilitas : minyak mineral (paraffin liquid) mengalami okesidasi bila

terkena panas dan cahaya dimulai dengan pembentukan peroksida


yang menunjukan periode induksi, stabilisator BHT, dan alfa
tokoferol yang paling sering digunakan
Dosis : emulsi paraffin cair dapat digunakan dalam dosis 10-30 ml.

dosis oral paraffin cair untk sembelit pada anak-anak yang


digunakan pada malam hari
dibawah 3 tahun : tidak dianjurkan
3-5 tahun : 2.5-5 mL
5-12 tahun : 5-10 mL
> 12 tahun : seperti untuk dewasa
Continue
Efek farmakologi : secara oral paraffin cair
bertindak sebagai sehingga dapat melunakan
tinja, digunakan dalam gejala kontrasepsi
Analisis permasalahan
Emulsi merupakan sistem dispersi koloid yang terdiri dari dua atau lebih
cairan dimana salah satunya terdispersi kedalam cairan lain
(pharm.dosage from : disperse system vol 2)
Menurut kichman(2008) bahan obat yang mempunyai cita rasa dan
susunan yang tidak menyenangkan dapat dibuat lebih enak pada
pemberian emulsi oral, sehingga minyak mineral seperti paraffin cair
dapat dibuat dalam bentuk sediaan emulsi
Paraffin cair adalah campuran hidrokarbon yang diperoleh dari minyak
mineral dan memiliki khasiat sebagai laktasif (dirjen POM,1979)
Formulasi sedian emulsi ini dibuat dalam bentuk emulsi minyak dalam
air karena menurut ansel (2008) untuk emulsi yang diberikan secara
oral, tipe emulsi minyak dalam air memungkinkan sediaan obat
tersebut, mempunyai cita rasa yang lebih enak walaupun yang diberikan
sebenarnya adalah mempertahankan minyak tersebut, agar lebih dapat
dicerna dan lebih mudah diabsorbsi selain itu pembuatan emulsi m/a
juga dapat menghantarkan etikasi minyak minneral sebagai katasia.
Dalam formulasi ini digunakan zat pengemulsi (emulgator) untuk
meningkatkan dan menga dispersi partikel-partikel halus dari suatu
cairan dalam suatu pembawa yang tidak saling bercampur, adapun
emulgator yang digunakan adalah PGA, tragakan, xanthan gum.
Pada formula ini mengunakan zat antioksidan. Hal ini
dikarenakan sitrat dan zat aktif, yakni paraffin cair yang musdah
teroksidasi dengan pemanansan dan cahaya membentuk
senyawa peroksida dan karboksilat yang menghasilkan rasa dan
bau yang tengik (rowe,2009), Adapun antioksidan yang
digunakan adalah karoten, BHA, dan asam askorbat.
Pengawet juga ditambahkan dalam formulasi ini yaitu untuk
mencegah kontaminasi mikroba. Produk obat dan kosmetik yang
mengandung banyak air memungkinkan terjadinya
pertumbuhan mikroba yang lebih banyak sehingga ditambahkan
pengawet (damayanti,2016), pengawet yang digunakan adalah
natrium benzoat, asam benzoat dan kalium benzoat.
Pada formula ini digunakan pemanis yang digunakan untuk
meningkatkan cita rasa dan aroma, memperbaiki sifat-sifat
kimia, sekaligus sumber kalori bagi tubuh (R, Silalahi) selain
beberapa eksipien diatas, dalam formula ini juga digunakan
perisa yang berfungsi untuk memberi rasa sekaligus pewangi
dalam suatu sediaan emulsi oral (febriana dkk, 2007) adapun
perisa yang digunakan yaitu essence orange dan vanili
Metode pembuatan dalam formula ini menggunakan metode
gom basah. Cara basah memiliki keuntungan bila yang
digunakan sebgai emulgator adalah bahan yang mengembang
seperti kebanyakan kaloid hidrofilik. Hal tersebut karenan
pengembangan emulgator dilakukan secara terpisah sehingga
pengembangannya akan maksimal (fitriani, h. 2013)
Metode gom basah dilakukan proposi minyak, air, dan gom yang

ama seperti pada metode gom kering, tetapi urutan


pencampurannya berbeda dan perbandingan bahan-bahannya
bisa divariasi selama pembuatan dengan menghaluskan gom
arab granulator dengan air dua kali beratnya dalam suatu
mortir. Minyaknya kemudian ditambahkan sebagian dengan
perlahan-lahan dan campuran tersebut sebelum bagian minyak
berikutnya ditambahkan. Sesudah semua minyak ditambahkan,
campuran diaduk selama beberapa menit untuk memastikan
kerataanya. Kemudian seperti halnya gom kering bahan
formulatif lainnya ditambahakn dan emulsi tersebut dipindahkan
ke gelas ukur untuk mencukupkan volumenya dengan air.
Umunya metode ini lebih memakan waktu tspi lebih cocok untuk
pembuatan emulsi minyak. Minnyak yang kental (Ansel, 2008)
PENDEKATAN FORMULA

a)
a) Emulgator
1. PGA
Alasan Penambahan : -PGA merupakan koloid hidrofilik yang dapat
berfungsi sebagai emulgator dan pengental koloid
hidrofil berperan sebagai emulgator dengan cara
menyelubungi globul minyak dengan lapisan multi
layer untuk mencegah globul-globul iru bersatu
kembali
PGA digunakan dalam sediaan farmasi, karena

dianggap zat fisologis tidak berbahaya. Selai itu


penggunaan PGA sebagai emulgator pada emulsi oral,
aman bagi yg sedang mengalami penyakit
degeneratif, seperti gagal ginjal, kardiovaskular,
dan gastrointestinal (Montenegro, 2012)
Kelarutan : Larut 1 dalamliserin, 1 dalam 20 bagian
propilenglikol, 1 dalam 2,7 bagian air. Praktis
tidak larut dalam etanol (95%)
Inkompabilitas : Akasia tidak kompatibel dengan sejumlah zat
termasuk amidopyrine, kresol, etanol 95%, garam
besi, morfin, Fenol, Physostigmin, tanin, timol dan
Vanili (Rowe, 2009)
Stabilitas
Stabilitas :
: Larutan
Larutan akasia
akasia mudah
mudah mengalami
mengalami degradasi
degradasi bakteri
bakteri
enzimatik,
enzimatik, tapi
tapi mungkin
mungkin dapat
dapat dipertahankan
dipertahankan dengan
dengan mukanla-
mukanla-
mula mendidihlkan larutan, dalam waktu singkat untuk
mula mendidihlkan larutan, dalam waktu singkat untuk
melumpuhkan
melumpuhkan enzim
enzim ini
ini (Rowe,2009)
(Rowe,2009)
Konsentrasi
Konsentrasi :: 10%
10%

2.
2. TRAGAKAN
TRAGAKAN
Alasan Penambahan
Alasan Penambahan : : Peran
Peran Tragakan
Tragakan yaitu
yaitu sebagai
sebagai bipolimer
bipolimer yang
yang mampu
mampu
meningkatkan
meningkatkan stabilitas
stabilitas emulsi
emulsi dengan
dengan teradsorbsi
teradsorbsi
pada
pada permukaan
permukaan droplet
droplet fase
fase terdispersi
terdispersi dandan mencegah
mencegah
penggabungannya
penggabungannya dengan dengan membentuk
membentuk lapisan
lapisan pelindung
pelindung
serta
serta menghasilkan
menghasilkan viskositas
viskositas fase
fase pendispersi
pendispersi yang
yang
baik
baik (Nabiela,
(Nabiela, 2013)
2013)
-Tragkan
-Tragkan tidak
tidak toksik,
toksik, karena
karena sudah
sudah beberapa
beberapa tahun
tahun
digunakan
digunakan dalam
dalam farmasetik
farmasetik oral
oral (nabiela,2013)
(nabiela,2013)
-Sifat
-Sifat aliran
aliran tragakan
tragakan menunjukkan
menunjukkan sifat
sifat Pseudoplastis
Pseudoplastis
pada konsentasi
pada konsentasi 1% 1%
Kelarutan
Kelarutan :
: Praktis
Praktis tidak
tidak larut
larut dalam
dalam air,
air, etanol
etanol 95%
95% dan
dan pelarut
pelarut
organik
organik lain
lain (Rowe,2009)
(Rowe,2009)
Stabilitas
Stabilitas :: Serpihan
Serpihan dan
dan bubuk
bubuk tragakan
tragakan stabil
stabil
Inkompabilitas
Inkompabilitas :: Pada
Pada pH
pH 7,7, Tragakan
Tragakan sangat
sangat mengurangi
mengurangi khasiat
khasiat
Pengawet
Pengawet benzalkromium
benzalkromium kloida
kloida dan
dan metil
metil paraben.
paraben.
Konsentrasi
Konsentrasi :: 1%
1%
3. Xhantan Gum
AlasanPenambahan:- Xanthan Gum termasuk emulgator Hidrokoloid
yang membentuk emulsi tipe minyak air dan
digunakan secara luas untuk formulasi sediaan
topikal dan oral (Pudyastuti,2015)
- Xhantan Gum bersifat tridak toksik, dapat
bercampur dengan bahan-bahan farmasetika
serta mempunyai viskositas nyang baik pada
rentang PH dan suhu yang Luas
(Pudyastuti,2015)
- Xhantan Gum dengan konsentasi 3,3% memiliki
stabilitas fisik yang optimum
(Pudyastuti,2015)
Kelarutan :Praktis tidak larut dalam etanol eter
,Larutdalam air panas dan dingin (Rowe,2009)
Stabilitas :Xhantan Gum adalah bahan yang stabil, stabil
terhadap enzim, garam, asam, dan basa
Inkompabilitas :Xhantan Gum merupakan bahan anionk yang tidak
kompatibel dengan surfaktan kationik dan polimer
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 3,3%
b. Antioksidan
1. Vitamin A
AlasanPenambahan:- Salah satu antioksidan adalah
karatenoid yang mampu menghambat laju
oksidasi molekul target, dengan cara
berekasi dengan radikal bebas reaktif,
membentuk senyawa relatif stabil
(Panjaitan,2014)
-Karatenoid dapat berfungsi sebagai
perlindungan terhadap oksigen dengan
cara memadamkan potensi berbahaya
oksigen dan mengubahnya menjadi triplet
oksigen.
Kelarutan :dalam bentuk cair, tidak larut dalam air,
dalam gliserin, dalam bentuk padat
terdispersi dalam air (Rowe,2009)
Stabilitas :tidak stabil terhadap udara dan cahaya
Inkompabilitas :
Konsentrasi :
2. Asam askorbat
AlasanPenambahan:-Asam askorbat/vitamin C adalah
antioksidan yang ditemukan pada
tumbuhan. Asam askorbat komponen yang
dapat mengurangi dan menetralkan oksigen
reaktif (ingrid, dkk,2014)
-Banyak Keuntungan di bidang kesehatan
yang didapat darei fungsi askornat,
seperti antioksidan (Lestari,2012)
Kelarutan :Praktis tidak larut dalam kloroform, dan
eter (Rowe,2009)
Stabilitas :Dapat dengan cepat teroksidasi oleh media
alkali, maksimal pH stabil adalah 5,4 dan
tidak stabil terhadap cahaya (Rowe,2009
Inkompabilitas :Inkompatibel dengan logam alkali, ion
Metal ringan (Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,2%
2. Asam askorbat
AlasanPenambahan:-Asam askorbat/vitamin C adalah antioksidan
yang ditemukan pada tumbuhan. Asam askorbat
komponen yang dapat mengurangi dan
menetralkan oksigen reaktif (ingrid,
dkk,2014)
-Banyak Keuntungan di bidang kesehatan yang
didapat darei fungsi askornat ,
seperti
antioksidan (Lestari,2012)
Kelarutan :Praktis tidak larut dalam kloroform, dan
eter (Rowe,2009)

Stabilitas :Dapat dengan cepat teroksidasi oleh media


alkali, maksimal pH stabil adalah 5,4 dan
tidak stabil terhadap cahaya (Rowe,2009
Inkompabilitas :Inkompatibel dengan logam alkali, ion Metal
ringan (Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,2%
2. Asam askorbat
AlasanPenambahan:-Asam askorbat/vitamin C adalah antioksidan
yang ditemukan pada tumbuhan. Asam askorbat
komponen yang dapat mengurangi dan
menetralkan oksigen reaktif (ingrid,
dkk,2014)
-Banyak Keuntungan di bidang kesehatan yang
didapat darei fungsi askornat,
seperti
antioksidan (Lestari,2012)
Kelarutan :Praktis tidak larut dalam kloroform, dan
eter (Rowe,2009)

Stabilitas :Dapat dengan cepat teroksidasi oleh media


alkali, maksimal pH stabil adalah 5,4 dan
tidak stabil terhadap cahaya (Rowe,2009
Inkompabilitas :Inkompatibel dengan logam alkali, ion Metal
ringan (Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,2%
2 BHA
AlasanPenambahan:-BHA bersifat penyebab iritasi pada kulit,
apabila tersentuh langsung, tapi tidak
meneyebakan iritasi pada saluran pencernaan
(Kurniawaty,2007)
-BHA merupakan bahan tambahan yang cepat
diekskresikan melalui urin
(Kurniawaty,2007)
-BHA memiliki aktivitas antioksidan lebih
tinggi dibandingkan vitamin E
(Kurniawaty,2007)
Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air, Larut dalam
metanol (Rowe,2009)

Stabilitas :Paparan menyebabkan perubahan warna dan


hilangnya aktivitas antioksidan (Rowe,2009
Inkompabilitas :Inkompatibel dengan oksidator dan garam
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,02%
2 BHA
AlasanPenambahan:-BHA bersifat penyebab iritasi pada
kulit, apabila tersentuh langsung, tapi
tidak meneyebakan iritasi pada saluran
pencernaan (Kurniawaty,2007)
-BHA merupakan bahan tambahan yang cepat
diekskresikan melalui urin
(Kurniawaty,2007)
-BHA memiliki aktivitas antioksidan lebih
tinggi dibandingkan vitamin E
(Kurniawaty,2007)
Kelarutan :Praktis tidak larut dalam air, Larut dalam
metanol (Rowe,2009)

Stabilitas :Paparan menyebabkan perubahan warna dan


hilangnya aktivitas antioksidan (Rowe,2009
Inkompabilitas :Inkompatibel dengan oksidator dan garam
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,02%
F. Pengawet
1. Asam Benzoat
AlasanPenambahan:-Merupakan bahan pengawet yang luas
penggunaan dan digunakan pada bahan
makanan (Nasution,2013)
-Digunakan untuk mencegah pertumbuhan
Khamir (Nasution,2013)
-BHA memiliki aktivitas antioksidan lebih
tinggi dibandingkan vitamin E
(Kurniawaty,2007)
Kelarutan :Sukar larut dalam air, serta mudah larut
dalam minyak (Rowe,2009)

Stabilitas :Dapat distabilkan dengan autoklaf atau


dengan penyaringan. Larutan asam benzoat
stabil selama 8 minggu (Rowe,2009
Inkompabilitas :Mengalami reaksi khas dengan alkalis atau
logam berat. Efektivitas dapat berkurang
dengan penambahan kaolin (Rowe,2009)
Konsentrasi : <0,1%
F. Pengawet
2. Kalium Sorbat
Alasan Penambahan:-Merupakan bahan pengawet antimikroba
yang juga bersifat antijamur (Rowe,2009)
-Kalium sorbat lebih stabil dan lebih
larut air (Effionora, 2012)
- Dalam berbagai produk sorbat sering dikombinasikan dengan
benzoat yang menghasilkan efek yang lebih
Luas
Kelarutan :Praktis tidak larut dalam benzen, I bagian
larut dalam 1,72 bagian air (Rowe,2009)

Stabilitas :Lebih stabil dalam larutan berair


(Rowe,2009
Inkompabilitas :aktivitas mikroba akan menghilang, jika
ditambahkan dengan surfaktan non ionik
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,1-2%
g. Pemanis
1. Sakarin
Alasan Penambahan:-sakarin adalah bahan pemanis yang
digunakan dalam produk makanan dan minuman
sebagai pengganti gula (Simatupang,2009)
-Sakarin dapat digunakan untuk mentupi
karakteristik rasa yang tidak menyenangkan
atau untuk meningkatkan sistem rasa dengan
kelarutan pemanis sekitar 300-600 kali
sukrosa (Rowe, 2009)
-Dalam formula oral sakarin digunakan pada
konsentrasi 0,02-0,05%
Kelarutan : Agak sukar larut dalm air, kloroform, dan
dalam eter, larut dalam air mendidih, sukar
larut dalam etanol (Rowe,2009)

Stabilitas :: Terjadi dekomposisi(Rowe,2009


Inkompabilitas :Dapat bereaksi dengan molekul besar
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,02-0,5%
g. Pemanis
1. Sakarin
Alasan Penambahan:-sakarin adalah bahan pemanis yang
digunakan dalam produk makanan dan minuman
sebagai pengganti gula (Simatupang,2009)
-Sakarin dapat digunakan untuk mentupi
karakteristik rasa yang tidak menyenangkan
atau untuk meningkatkan sistem rasa dengan
kelarutan pemanis sekitar 300-600 kali
sukrosa (Rowe, 2009)
-Dalam formula oral sakarin digunakan pada
konsentrasi 0,02-0,05%
Kelarutan : Agak sukar larut dalm air, kloroform, dan
dalam eter, larut dalam air mendidih, sukar
larut dalam etanol (Rowe,2009)

Stabilitas :: Terjadi dekomposisi(Rowe,2009


Inkompabilitas :Dapat bereaksi dengan molekul besar
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,02-0,5%
g. Perisa
1. Essence Orange
Alasan Penambahan:-sakarin adalah bahan pemanis yang
digunakan dalam produk makanan dan minuman
sebagai pengganti gula (Simatupang,2009)
-Sakarin dapat digunakan untuk mentupi
karakteristik rasa yang tidak menyenangkan
atau untuk meningkatkan sistem rasa dengan
kelarutan pemanis sekitar 300-600 kali
sukrosa (Rowe, 2009)
-Dalam formula oral sakarin digunakan pada
konsentrasi 0,02-0,05%
Kelarutan : Agak sukar larut dalm air, kloroform, dan
dalam eter, larut dalam air mendidih, sukar
larut dalam etanol (Rowe,2009)

Stabilitas :: Terjadi dekomposisi(Rowe,2009


Inkompabilitas :Dapat bereaksi dengan molekul besar
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,02-0,5%
g. Perisa
1. Essence Orange
Alasan Penambahan:-sakarin adalah bahan pemanis yang
digunakan dalam produk makanan dan minuman
sebagai pengganti gula (Simatupang,2009)
-Sakarin dapat digunakan untuk mentupi
karakteristik rasa yang tidak menyenangkan
atau untuk meningkatkan sistem rasa dengan
kelarutan pemanis sekitar 300-600 kali
sukrosa (Rowe, 2009)
-Dalam formula oral sakarin digunakan pada
konsentrasi 0,02-0,05%
Kelarutan : Agak sukar larut dalm air, kloroform, dan
dalam eter, larut dalam air mendidih, sukar
larut dalam etanol (Rowe,2009)

Stabilitas :: Terjadi dekomposisi(Rowe,2009


Inkompabilitas :Dapat bereaksi dengan molekul besar
(Rowe,2009)
Konsentrasi : 0,02-0,5%