Anda di halaman 1dari 10

Alifia Ainun

Rizky
1571041015
Psikologi Kognitif
Pengertian
Kognitif
Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah
perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan.
Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif
ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi
manusia atau satu konsep umum yang mencakup semua
bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental
yang berhubungan dengan masalah pemahaman,
memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan,
pengolahan informasi, pemecahan masalah, pertimbangan,
membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan.
Tokoh-tokoh Teori Belajar Kognitif

Jean Piaget, teorinya disebut Cognitive Developmental


Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir sebagai
aktivitas gradual dan fungsi intelektual dari konkret menuju
abstrak. Dalam teorinya, Piaget memandang bahwa proses berpikir
sebagai aktivitas gradual dari fungsi intelektual dari konkret
menuju abstrak. Piaget adalah ahli psikolog developmentat karena
penelitiannya mengenai tahap tahap perkembangan pribadi serta
perubahan umur yang mempengaruhi kemampuan belajar individu.
Menurut Piaget, pertumbuhan kapasitas mental memberikan
kemampuan-kemapuan mental yang sebelumnya tidak ada.
Pertumbuhan intelektuan adalah tidak kuantitatif, melainkan
kualitatif. Dengan kata lain, daya berpikir atau kekuatan mental
anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif
Jerome Bruner Dengan Discovery
Learningnya
Bruner menekankan bahwa proses belajar
akan berjalan dengan baik dan kreatif jika
guru memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menemukan suatu konsep,
teori, aturan, atau pemahaman melalui
contoh-contoh yang ia jumpai dalam
kehidupan. Bruner meyakini bahwa
pembelajaran tersebut bisa muncul dalam
tiga cara atau bentuk, yaitu:
enactive,iconic dan simbolic
Teori Belajar Bermakna
Ausubel
Psikologi pendidikan yang diterapkan oleh
Ausubel adalah bekerja untuk mencari hukum
belajar yang bermakna, berikut ini konsep
belajar bermakna David Ausubel. Pengertian
belajar bermakna Menurut Ausubel ada dua
jenis belajar :
(1) Belajar bermakna (meaningful learning) dan
(2) belajar menghafal (rote learning).
Belajar bermakna adalah suatu
proses belajar di mana informasi
baru dihubungkan dengan struktur
pengertian yang sudah dipunyai
seseorang yang sedang belajar.
belajar menghafal adalah siswa
berusaha menerima dan menguasai
bahan yang diberikan oleh guru atau
yang dibaca tanpa makna
Sejarah Singkat Pendekatan Kognitif
Dalam Psikologi
Pada tahun 1879 psikologi merupakan suatu studi
ilmiah dengan didirikannya laboratorium psikologi
pertama oleh Wilhem Wundt di Leipzig, Jerman. Pada
saat itu, psikologi merupakan disiplin ilmu baru yang
lepas dari filsafat dan ilmu faal. Menurut Wundt,
psikologi mempelajari pengalaman yang disadari
(introspeksi selama 50 tahun). Dahulu penelitian
Wundt hanya terbatas padaprose mental yang lebih
tinggi, seperti berpikir, bahasa, problem solving, tak
dapat diteliti dengan baik menggunakan teknik ini.

Dari pendapat Wundt tersebut mendapat penolakan


oleh Ebbinghaus (1913). Beliau menolak dengan
anggapan bahwa ada metode lain untuk meneliti
memorinonsense syllablesatau Hal-hal yang tidak
berarti yang menurutnya lebih berpengaruh terhadap
Pada tahun 1924, J.B. Watson dari aliran behavioris
mengandalkan reaksi-reakasiobjektif dan dapat diamati,
diantaranya :

Introspeksi (tidak ilmiah).

Ketidaksadaran, terlalu kabur karena tidak dapat diteliti


dengan baik sehingga simpulannya diragukan. Aliran
behavioris menolak istilah image, idea, thought.

Menghindari penelitian terhadap manusia, maka beralih


pada tikus. Akibatnya penelitian-penelitian aktivitas mental
terhambat. Behaviorisme masih banyak memberikan
sumbangan metode-metode kognitif saat itu. Menurut para
behavioris suatu konsep harus didefinisikan dengan hati-
hati dan tepat. Misalnya istilah performance, agresi.
Kemudian diawal abad ke-20 munculah sebuah
teori dariBehaviorismedengan konsep bahwa
otak manusia adalah otak pasif yang memandang
otak manusia dan binatang hanyalah merupakan
Psikologi Stimulus-respon (Solso, 2007).
Selanjutnya beberapa tahun kemudian dengan
melakukan berbagai percobaan oleh beberapa
tokoh Psikoloi Kognitif mulai terbentuk pada
tahun 1960-an.
Referensi
https://www.google.co.id/url?
sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rj
a&uact=8&ved=0CCAQFjAAahUKEwiA-
uy15KzIAhULGo4KHc42AWA&url=http%3A%2F
%2Faristwn.staff.iainsalatiga.ac.id%2Fwp-content
%2Fuploads%2Fsites%2F3%2F2014%2F09%2FTeori-
Belajar-
Kognitif.pdf&usg=AFQjCNE8sTXtva4Cb08mIl2xZOC4j
EwFbg
http://www.kompasiana.com/ali_91/sejarah-singkat-
pendekatan-kognitif-dalam-
psikologi_54f98096a33311d7588b4801