Anda di halaman 1dari 21

Kopulasi pada Burung

Tahap kopulasi pada burung terbagi


menjadi 3 tahap
1. Pra kopulasi
2. Kopulasi
3. Pasca kopulasi
Pra kopulasi
Perilaku pra kopulasi adalah perilaku
yang dilakukan sebelum kopulasi.
Tujuan perilaku ini adalah untuk
menarik pasangannya agar siap/mau
melakukan kopulasi.
Perilaku menarik pasangan ini
biasanya dilakukan oleh jantan
Perilaku pra kopulasi pada burung
jantan juga ditunjukkan dengan aktivitas
menyiapkan sarang, yakni dengan
sering keluar masuk sarang sambil
membawa rumput atau ranting-ranting
kecil ke dalam atau keluar sarang, diam
sesaat di dalam sarang sambil
mengeluarkan suara sex calling.
Pada burung betina yang
belum siap secara fisiologis
biasanya selalu terbang
menghindar/menjauh jika
didekati.

Perilaku pra kopulasi ini dapat


berlangsung singkat (beberapa
jam) sampai beberapa hari (23
hari) bahkan kadang-kadang
mencapai satu minggu atau
lebih, tergantung tingkat
kematangan dan kesiapan
fisiologis dari burung betina.
Kopulasi
Perilaku kopulasi ditunjukkan oleh
naiknya burung jantan ke atas
punggung burung betina lalu
memasukkan semen/spermatozoa ke
dalam saluran reproduksi betina.
Pasca Kopulasi
Perilaku pasca kopulasi adalah
perilaku yang dilakukan setelah
kopulasi.
Biasanya segera setelah kopulasi
burung jantan turun dari punggung
betina sambil mengepakkan sayap,
diam sesaat kemudian terbang ke
sarang atau tenggeran.
b) Burung
sandpiper akan
melakukan kopulasi
setiap 1 menit
sekali ketika
bertemu kembali
setelah berpisah

a) Northern
goshawks
d) Burung Dunnock jantan
c) Kepala Burung akan mematuki kloaka betina
Flamingo betina akan sebelum kopulasi, bertujuan
tetap di dalam air untuk mendorong betina
ketika kopulasi mengeluarkan sperma dari
kopulasi sebelumnya.
Macam Bentuk Telur Burung
Telur burung memiliki banyak
ukuran, bentuk, warna, dan tekstur
yang menarik perhatian para
ornitologis
Bentuk telur dapat membantu
selama identifikasi telur burung.
Setiap spesies individu memiliki
bentuk spesifik yang beda.
Berat dan ukuran telur burung
bervariasi dari yang terkecil 0,2 gram
yaitu telur dari hummingbirds hingga
telur yang paling besar yaitu lebih
dari 9 kilogram yaitu telur dari
burung gajah (Aepyornithidae) dari
Madagascar yang telah punah.
Burung gajah

hummingbird
Perbandingan besar telur dari telur burung gajah, burung unta, dan
hummingbird
Bentuk umum dari telur burung yaitu
elips, silinder, oval, lingkaran, dan
bola.
Warna telur burung
sangat bervariasi dan
memudahkan untuk
identifikasi burung.

Hasil penelitian yang dilakukan Dr


David C. Lahti dari Universitas Kota
New York dan Dr Dan Ardia dari
Perguruan Tinggi Franklin &
Marshall berhasil mengungkap
bahwa warna biru hijau /biru gelap
yang terdapat pada kulit telur
ternyata berfungsi melindungi
embrio burung dari radiasi sinar
Hubungan Bentuk Burung dengan
Habitatnya
Habitat memainkan peran penting
dalam bentuk telur burung yang
hidup di tempat tertentu.
Burung dari spesies yang sama hadir
di habitat yang berbeda, iklim dan
belahan dapat bertelur dari berbagai
bentuk.
Sarang burung
berada pada
Common Murre
tebing atau
Bentuk Umum jurang
Telur Sarang berada
pada daratan
Auk
atau tempat
yang tidak tinggi

Bentuk lebih
Comm
lancip pada Bentuk lebih
on Auk
Murresalah satu membulat
sisi
Bentuk Telur Common Murre
Bentuk Telur Great Auk
Dalam penelitian yang telah
dilakukan, telur burung
common murre lebih sulit untuk
mengelinding pada dinding
tebing jurang daripada jenis
telur burung auk

Hal ini menunjukan bahwa habitat


dapat menyebabkan perbedaan
bentuk pada telur burung.
Burung common murre yang lebih
banyak bersarang pada tebing
memiliki bentuk telur yang lancip
sehingga telur sulit untuk tergelincir
atau menggelinding