Anda di halaman 1dari 15

Bab VI

ANGGARAN TENAGA KERJA

DISUSUN OLEH:
1. INA ZAENATUL MUNA (12)
2. NURUL WAHIDATUR ROHMAH (22)
Pengertian Anggaran
Tenaga Kerja
Tenaga kerja langsung merupakan salah satu dari
tiga komponen pembentukan harga pokok produksi
disamping biaya bahan baku dan biaya overhead
pabrik. Tenaga kerja langsung didalam perusahaan
akan direncanakan kegiatannya melalui anggaran
tenaga kerja langsung, sedangkan tenaga kerja
tidak langsung yang berada dibagian pabrik akan
dimasukkan di dalam Anggaran Tenaga Kerja.
Dengan demikian maka besarnya biaya karyawan
langsung ini akan bergantung pada besarnya
volume produksi yang ada diperusahaan.
PERENCANAAN TENAGA
KERJA
Tenaga Kerja dipabrik dikelompokkan menjadi dua yaitu:
Tenaga kerja langsung yaitu tenaga kerja dipabrik yang secara
langsung terlibat pada proses produksi dan biayanya dikaitkan
pada biaya produksi atau pada barang yang dihasilkan.

Tenaga kerja langsung mempunyai sifat-sifat:


1.Besar kacilnya biaya untuk tenaga kerja jenis ini berhubungan
secara langsung dengan tingkat kegiatan produksi.
2.Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini merupakan
biaya variabel.
3.Umumnya dikatakan bahwa tenaga kerja jenis ini merupakan
tenaga kerja yang kegiatannya langsung dapat dihubungkan
dengan produk akhir (terutama dalam penentuan harga pokok).

Dikategorikan sebagai tenaga kerja langsung antara lain adalah


para buruh pabrik yang ikut serta dalam kegiatan proses produksi
dari bahan mentah sampai berbentuk barang jadi.
Tenaga kerja tidak langsung yaitu tenaga kerja dipabrik
yang tidak terlibat secara langsung proses produksi dan
biayanya dikaitkan pada Tenaga Kerja.

Sedangkan tenaga kerja tidak langsung mempunyai sifat-


sifat:

1. Besar kecilnya biaya untuk tenaga kerja jenis ini tidak


berhubungan secara langsung dengan tingkat kegiatan
produksi.
2. Biaya yang dikeluarkan untuk tenaga kerja jenis ini
merupakan biaya yangsemi fixedatausemi variable.
Artinya biaya-biaya yang mengalami perubahan tetapi
tidak secara sebanding dengan perubahan tingkat
kegiatan produksi.
3. Tempat bekerja dari tenaga kerja jenis ini tidak harus
selalu di dalam pabrik, tetapi dapat diluar pabrik.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam
perencanaan tenaga kerja antara lain adalah:
Kebutuhan tenaga kerja.
Pencarian atau penarikan tenaga kerja.
Latihan bagi tenaga kerja baru.
Evaluasi dan spesifikasi pekerjaan bagi para
tenaga kerja.
Gaji dan upah yang harus diterima oleh
tenaga kerja.
Pengawasan tenaga kerja.
Tujuan dan Manfaat Penyusunan
Anggaran Tenaga Kerja
Penyusunan secara baik dari anggaran tenaga
kerja dapat mendatangkan beberapa manfaat bagi
perusaahaan, seperti:
Penggunaan tenaga kerja secara lebih efisien
karena rencana yang matang
Pengeluaran/biaya tenaga kerja dapat
direncanakan dan diatur secara lebih efisien
Harga pokok barang dapat dihitung secara cepat
Dipakai sebagai alat pengawasan biaya tenaga
kerja
Anggaran banyak manfaatnya
sebagai alat pelaksanaan pekerjaan,
tetapi anggaran juga mempunyai
kelemahan, sebab anggaran dibuat
berdasarkan asumsi, bila asumsinya
berubah maka anggaran kurang
bermanfaat, kecuali direvisi sesuai
dengan perubahan asumsi
Fungsi Anggaran
Sebagai alat perencanaan
memberikan gambaran yang jelas
dalam satuan barang dan uang
Sebagai alat pelaksanaan
memberikan pedoman agar
pekerjaan dapat dilaksanakan secara
selaras
Sebagai alat pengawasan, digunakan
untuk menilai pelaksanaan pekerjaan
Faktor yang Mempengaruhi
Anggaran Tenaga Kerja Langsung
Standar jam kerja langsung
Produk yang dianggarkan
Standar tarif upah tenaga kerja
langsung
Persiapan-persiapan Dalam
Penyusunan Anggaran Tenaga Kerja
Sebelum menyusun anggaran tenaga kerja perlu ditentukan
terlebih dahulu dasar satuan utama yang digunakan untuk
menghitungnya. Kerap kali ditemui dalam praktik yakni
satuan hitung atas dasar jam buruh langsung (Direct Labor
Hour/DHL) dan biaya buruh langsung (Direct Labor Cost).
Dalam persiapan penyusunan anggaran ini terlebih dahulu
dibuat manning table.
Manning table, merupakan daftar kebutuhan tenaga kerja
yang menjelaskan:
Jenis atau kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
Jumlah masing-masing jenis tenaga kerja tersebut pada
berbagai tingkat kegiatan.
Bagian-bagian yang membutuhkannya.
Manning table disusun sebagai hasil perkiraan
langsung masing-masing kepala bagian Perkiraan
ini dapat dilakukan dengan berdasarkan judgment
saja, tetapi dapat pula dengan berdasarkan
pengalaman-pengalaman pada waktu-waktu yang
lalu, dengan berpedoman pada tingkat kegiatan
perusahaan. Setelah itu lalu dihitung jam buruh
langsung untuk masing-masing jenis barang yang
dihasilkan atau masing-masing bagian tempat
mereka bekerja. Jam buruh langsung ini dapat
dihitung dengan berbagai cara, di antaranya
dengan analisa gerak dan waktu.
Analisis gerak yaitu pengamatan terhadap
gerakan-gerakan yang dilakukan dalam rangka
proses produksi satu jenis barang tertentu.
Sedangkan analisa waktu yaitu perhitungan
terhadap waktu yang dibutuhkan untuk setiap
gerakan yang dilakukan dalam rangka proses
produksi. Sebagai hasil dilakukannya analisa
gerak dan waktu ini akan diperoleh waktu
standart yang diperlukan untuk menyelesaikan
satu unit barang tertentu, yang dinyatakan
dengan DLH /Direct Labor Hour.
Setelah dihitung jam buruh langsung untuk
masing-masing jenis barang, kemudian
dibuat perkiraan tentang tingkat upah rata-
rata (average wage rate) untuk tahun
anggaran yang bersangkutan. Cara yang
termudah untuk mencari tingkat rata-rata per
orang per jam buruh langsung adalah dengan
membagi jumlah rupiah yang dikeluarkan
untuk membayar tenaga kerja langsung
dengan jumlah jam tenaga kerja langsung
yang diperlukan.
Menyusun Anggaran Biaya Tenga
Kerja Langsung
Anggaran ini merupakan bagian dari anggaran
tenaga kerja. Secara terperinci pada anggaran
ini dicantumkan hal-hal sebagai berikut:
- Jumlah barang yang diproduksi, yang dilihat
dari anggaran produksi
- Jam buruh langsung yang diperlukan untuk
mengerjakan satu unit barang
- Tingkat upah rata-rata per jam buruh langsung
- Jenis barang yang dihasilkan perusahaan
- Waktu produksi barang (bulan atau kuartal)
Anggaran Jam Buruh
Langsung
Anggaran ini merupakan bagian lain dari
anggaran tenaga kerja. Secara terperinci pada
anggaran ini dicantumkan hal-hal sebagai
berikut:
- Jenis barang yang dihasilakan oleh perusahaan
- Bagian-bagian yang turut dalam proses
produksi
- Jumlah Jam Buruh Langsung yang diperlukan
untuk tiap jenis barang
- Waktu produksi barang (bulan atau kuartal)