Anda di halaman 1dari 43

HUKUM KONTRAK DAN PERANCANGAN KONTRAK

CHRISTOFORUS VALENTINO ALEXANDER PUTRA, S.H.M.H

ALLPPT.com _ Free PowerPoint Templates, Diagrams and Charts


HUKUM KONTRAK

Hukum ini memusatkan perhatian


pada kewajiban untuk melaksanak
an kewajiban sendiri (self imposed
obligation).
Kontrak dibuat untuk perlindunga
n kepentingan private yang belum
diatur oleh undang-undang
MODEL KONTRAK BISNIS

TRANSAKSIONAL
ADANYA DUA PIHAK ATAU LEBIH DIMA
NA PIHAK SATU SEBAGAI PEMBERI PRES
TASI DAN PIHAK LAIN PENYEDIA PRESTA
SI (JULA BELI, SEWA MENYEWA, PINJA
M MEMINJAM )
OPERASIONAL
ADANYA KERJASAMA DARI DUA PIHAK
ATAU LEBIH UNTUK MENGERJAKAN SUA
TU BISNIS (JOINT VENTURE, JOINT OPER
ASIONAL)
MACAM MACAM PERJANJIA
N ( BW/nominaat )

Jual Beli
Tukar Menukar
Sewa Menyewa
Melakukan Pekerjaan
Pengangkutan
Persekutuan
Penghibahan
Penitipan Barang
Pinjam meminjam
Untung Untungan
Penanggungan Utang
Perdamaian
Dll
Diluar KUHPerdata / Innominaat

Kontrak licensi
Kontrak waralaba
Kontrak Penggunaan Rahim
Kontrak Pembiayaan
Sewa beli
Sewa guna (Leasing)
Perjanjian anjak piutang (factoring)
Modal ventura
ASAS ASAS PERJANJIAN

ASAS KEBEBASAN BERKONTRAK :


para pihak mempunyai kebebasan menentukan perjanj
ian
ASAS KONSENSUALISME :
Perjanjian itu lahir sejak adanya kesepakatan (consens
us)
ASAS PERSONALITY :
seseorang yang akan melakukan dan/atau membuat k
ontrak hanya untuk kepentingan perseorangan saja. P
asal 1315 dan Pasal 1340 KUHPer
Lanj...

ASAS IKTIKAD BAIK


Perjanjian harus dibuat berdasarkan kepatutan dan
kepantasan serta tidak menyalah gunakan situasi
ASAS PUCTA SUNT SERVANDA
Semua perjanjian yang dibuat secara sah menjadi und
ang undang/hukum bagi mereka yang membuatnya d
an Perjanjian tidak dapat dibatalkan secara sepihak sel
ain dengan kesepakata atau berdasarkan undang-und
ang
Asas-asas Hukum Perikatan Nasional

Disamping kelima asas yang telah diuraika


n diatas, dalam Lokakarya Hukum Perikata
n yang diselenggarakan oleh Badan Pembi
naan Hukum Nasional Departemen Kehaki
man RI pada tanggal 17 19 Desember 19
85 telah berhasil dirumuskannya delapan a
sas hukum perikatan nasional. Kedelapan a
sas tersebut adalah sebagai berikut:
Asas Kepercayaan

Asas kepercayaan mengandu


ng pengertian bahwa setiap
orang yang akan mengadaka
n perjanjian akan memenuhi
setiap prestasi yang diadaka
n diantara mereka dibelakan
g hari.
Asas Persamaan Hukum

Asas persamaan hukum mengand


ung maksud bahwa subjek huku
m yang mengadakan perjanjian m
empunyai kedudukan, hak dan ke
wajiban yang sama dalam hukum.
Mereka tidak boleh dibeda-bedak
an antara satu sama lainnya, wala
upun subjek hukum itu berbeda
warna kulit, agama, dan ras
Asas Kesimbangan

Asas keseimbangan adalah asas yang meng


hendaki kedua belah pihak memenuhi dan m
elaksanakan perjanjian. Kreditur mempunyai
kekuatan untuk menuntut prestasi dan jika dip
erlukan dapat menuntut pelunasan prestasi m
elalui kekayaan debitur, namun debitur memik
ul pula kewajiban untuk melaksanakan perjanj
ian itu dengan itikad baik.
Asas Kepastian Hukum

Perjanjian sebagai figur hukum


mengandung kepastian hukum.
Kepastian ini terungkap dari kek
uatan mengikatnya perjanjian, y
aitu sebagai undang-undang ba
gi yang membuatnya.
Asas Moralitas

Salah satu faktor yang me


mberikan motivasi pada y
ang bersangkutan melak
ukan perbuatan hukum it
u adalah didasarkan pada
moralitas sebagai panggi
lan hati nuraninya.
Prinsip Kontrak Internasional
UNIDROIT Principles (lex mercantoria)

Prinsip Kebebasan Berkontrak


Prinsip Iktikad baik dan Transaksi Jujur
Prinsip pengakuan kebiasaan
Prinsip Kesepakatan melalui penawaran dan penerima
an
Prinsip larangan negosiasi dgn iktikad buruk
Prinsip Menjaga kerahasian
Prinsip perlindungan pihak lemah dari syarat baku
Prinsip syarat sahnya kontrak
Prinsip pembatalan karena perbedaan besar
Prinsip contraproferentem dalam penafsiran
Prinsip menghormati kontrak dalam kesulitan
Prinsip Pembebasan dalam force majeur
SUBYEK PERJANJIAN

PERSOON
LEGAL ENTITIES
PUBLIC BODIES
STATE
PARA PIHAK

Government to Private
Government to Government
Private to Private
SYARAT SAHNYA PERJANJIAN (1320 BW)

SYARAT SUBYEKTIF
KESEPAKATAN
KECAKAPAN
SYARAT OBYEKTIF
SUATU HAL TERTENTU
SEBAB YANG HALAL
Bandingkan dengan Enforceable of
Contract dari Common law

Agreement (kesepakatan)- offer accept


ance
Mutual assent (timbal balik)
Consideration (pertimbangan)
Contractual Capacity (kecakapan)
Lawful Object ( yang diperbolehkan huk
um)
KESEPAKATAN

Adalah bertemunya dua maksud yang terwujud dalam janji untuk melakukan atau tidak melakuka
n sesuatu
Kesesuaian antara penawaran (offer) dan Penerimaan ( Acceptance )
Ditandai dengan : jabat tangan ; pembayaran ; tanda tangan ; dan hal lain yang dianggap patut m
enurut undang undang dan kebiasaan
Tidak sah bila: atas paksaan; adanya penipuan/kekhilafan ; penyalahgunaan situasi
KECAKAPAN

Adalah pihak yang mampu secara hukum atau berkuasa atas barang dan jasa yang diperjanjikan
atau berwenang mewakili pihak
Misalnya : Pemilik barang atau yang diberi kuasa ; Direktur sebagai wakil perusahaan
Yang tidak cakap : anak dibawah umur (<21th/belum menikah) ; seorang pailit ; dibawah pengam
puan; (perempuan dalam hal dilarang undang undang (UUP 1/1974 psl 31 ayat 2 )
SUATU HAL TERTENTU

Adalah objek perjanjian yang akan menimbulkan prestasi bagi para pihak baik yang ada maupun
yang akan ada
Misal :
barang atau jasa : rumah,kendaraan , pengangkutan ; pengiriman; pemborongan; pelayanan ja
sa dll
SEBAB YANG HALAL
Sesuatu yang menjadi pokok perjanjian adalah suatu sebab yang legal
menurut undang undang ; tidak melanggar kesusilaan dan ketertiban u
mum . Mis : jaul beli, pinjam meminjam dll
tidak boleh memperjanjikan jual beli gula illegal; narkoba ; menjual beli
kan tanah sengketa ; pemasangan iklan yang porno ; pementasan di d
epan masjid dll
UNSUR UNSUR PERJANJIAN

1. UNSUR ESSENSIAL
Suatu hal pokok mengenai objek perjanjian yang harus dicantumkan dalam perjanjian agar perj
anjian menjadi sah
Misal :
Barang/jasa,, status hubungan hukum dan harga (?)

2. UNSUR NATURALIA
Ketentuan hukum umum sebagai syarat yang dicantumkan dalam perjanjian ( tidak mengurangi k
eabsahan perjanjian )
Misal : Cara pembayaran ; waktu dan tempat penyerahan ; biaya angkutan ;pemasangan dll
3. UNSUR AKSIDENTALIA
Ketentuan yang tidak disyaratkan oleh undang undang namun dianggap perlu bagi para pihak unt
uk tekhnis pelaksanaan
Misal : penyerahan kwitansi ; gambar;nama bank dan nomor rekening ; penyerahan bukti penduk
ung perjanjian lainnya
Pengantar

Perikatan jika dilihat dari aspek penamaan dapat digolongkan menjadi dua macam:

Perikatan Nominat Perjanjian Bernama


Perikatan Inominat timbul, tumbuh dan
berkembang dalam praktik.
misalkan kontrak production sharing, Joint
Venture, Kontrak Karya, Kontrak konstuks
i, leasing, beli sewa, franchise, dsb
Pengantar

Kontrak Inominat dpt dibedakan menj


adi dua (berdasarkan aspek pengatura
nnya):
1. Inominat yang diatur dalam Per-UU
Production Sharing UU No 22 Tahun 2001
ttg Minyak dan gas Bumi.
Joint Venture UU No. 1 th 67 ttg PMA
Kontrak Karya UU No. 1 th 67 ttg Pertamba
ngan
Kontrak Konstruksi UU No. 18 th 1999 ttg
Jasa Konstruksi
Waralaba
Leasing
2. Inominat yang belum diatur dalam Per-UU
Kontrak Rahim (surrogate mother)
Perjanjian Jual Beli

Pasal 1457
Prof. R. Subekti JB sbg perjanjian bertimbal balik dimana pihak y
ang satu (penjual) berjanji untuk menyerahkan hak milik atas suatu
barang sedangkan pihak lainnya (pembeli) berjanji untuk membayar
harga yang terdiri dari atas sejumlah uang sebagai imbalan dari per
olehan hak tersebut.
Unsur-Unsur Pokok (esensialia) JB Barang dan Harga. (1458 B
W).
Kewajiban Para Pihak (1/3)

1474 BW
Kewajiban Penjual

Benda
Bergerak

612
Menanggung Kenikmatan
Benda Tak Menyerahkan Barang tentram atas barang &
Bertubuh (1475 s/d 1490 BW) Menanggung terhadap Cacat2
tersembunyi
613

Benda tak
Bergerak Menyerahkan Barang
(1475 s/d 1490 BW)
616 Jo. 620

Menyerahkan hak milik atas benda yang dijualnya


Kewajiban Para Pihak (2/3)
Pasal 1491 KUHPerdata
Menanggung Kenikmatan tentram atas barang & Menanggung
terhadap Cacat2 tersembunyi

A. Gangguan yg ditunjukan B. Gangguan yang ditimbulkan karena


kepada penguasaan secara adanya cacat tersembunyi. (Ps. 1504
tentang dan tentram KUHPerdata)

Penjual (Intern)
pihak III (ekstern)

Ps. 1429 s.d 1503 KUHPerdata Ps. 1504 s.d 1512 KUHPerdata

1. Gangguan karena adanya putusan pengadilan yg berisi


hukuman untuk menyerahkan barang baik seluruhnya
maupun sebagian.
2. Gangguan yang timbul karena adanya beban-beban
berupa hak-hak pihak ke-3 atas barang
Kewajiban Para Pihak (3/3)

Kewajiban Pembeli (Ps. 1513 KUHPerdata)

Membayar harga pembelian pada waktu d


an tempat sesuai dengan kesepakatan (pe
rjanjian)
Sewa Menyewa

Pengertian (1548)
Suatu perjanjian dimana pihak yang satu mengikatkan dirinya u
ntuk untuk memberikan kepada pihak lainnya kenikmatan dari suatu
barang, selama waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga

Esensialia
Barang yang disewa dan Harga
Sewa Menyewa

Kewajiban:
Yang menyewakan (1550)
Menyerahkan barang
Memelihara barang
Memberikan kenikmatan tentram selama berlangsung p
enyewaan
Penyewa
Memakai barang yg disewakan sebagai seorang Bapak
rumah yang baik
Membayar harga sewa pada waktu yg ditentukan.
Sewa Menyewa

Resiko dalam Sewa Menyewa


Ps. 1553 KUHPerdata. Dipikul oleh pihak yg menyew
akan (si pemilik barang) apabila barangnya musnah kare
na kesalahan salah satu pihak.
Berakhirnya Perjanjian sewa menyewa.
Lisan pemberitahuan kepada penyewa bahwa
ia hendak menghentikan sewa.
Tertulis berakhir demi hukum (otomatis) apabil
a waktu yg ditentukan sudah habis.
Sewa Menyewa

Jual Beli tidak memutuskan sewa menyewa.


Maksud dari jual beli adalah setiap perbuatan hu
kum perpindahan hak milik, termasuk tukar menukar,
hibah dan waris.
Beli Sewa

Pengertian
Jual beli barang dimana penjual melaksanakan penj
ualan barang dengan cara memperhitungkan setiap pem
bayaran yang dilakukan oleh pembeli dengan pelunasan
atas harga yang telah disepakati bersama, hak milik atas
barang beralih dari penjual kepada pembeli setelah harg
anya dibayar lunas oleh pembeli kepada penjual.
Hibah

Pengertian (Ps. 1666 KUHPerdata)


suatu perjanjian dengan mana si penghibah diwaktu hidupnya d
engan Cuma-Cuma dan dengan tidak dapat ditarik kembali menyera
hkan suatu barang guna keperluan di penerima hibah yang menerim
a penyerahan itu

Beban dan Syarat


dibedakan antara beban dan syarat
Syarat dapat memilih
Beban tidak dapat menghindarinya
Hibah lanj.

Kecakapan untuk memberi dan menerima hibah.


Pemberi hibah dewasa dan sehat pikira
nnya.
Cara menghibahkan
Benda tak bergerak dengan akta notari
s (1682 KUHPerdata)
Benda bergerak dengan penyerahan se
cara nyata (Ps. 1687 KUHPerdata)
Hibah lanj.

Penghapusan Hibah
Dimungkinkan utk menarik kembali atau mengha
puskan :
1. Tdk dipenuhinya syarat penghibahan;
2. Penerima hibah bersalah melakukan atau me
mbantu melakukan kejahatan yang menganc
am jiwa pemberi hibah, atau kejahatan lainn
ya;
3. Penerima hibah menolak memberi tunjangan
nafkah pada si penghibah setelah ia jatuh mi
skin.
Pinjam Meminjam

Pengertian (Ps. 1754 KUHPerdata)


Perjanjian dimana pihak yg satu memberikan pada pi
hak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yg ha
bis karena pemakaian dengan syarat bahwa pihak yg bel
akangan ini akan mengembalikan jumlah yg sama dari m
acam dan keadaan yg sama pula

Kewajiban orang yang meminjamkan (Ps. 1759 KUH


Perdata)
Orang yg meminjamkan tidak dapat meminta kembali
apa yang telah dipinjamkannya sebelum lewatnya waktu
yang ditentukan dalam perjanjian.
Pinjam Meminjam lanj.

Kewajiban peminjam (Ps. 1763 KUHPerdata)


Siapa yg menerima pinjaman sesuatu diwajibkan mengembalikannya dal
am jumlah dan keadaan yang sama dan pada waktu yang ditentukan.

Tentang meminjamkan dengan bunga


Ps. 1765 KUHPerdata.
adalah diperbolehkan memperjanjikan bunga atas peminjaman uang ata
u lain barang yang menghabis karena pemakaian.
Ps. 1767 KUHPerdata
Ada bunga menurut UU dan ada yang ditetapkan di dalam perjanjian.
Bunga menurut UU (LN. Th 1848 No. 22 ) 6 %
Bunga yg diperjanjikan boleh melampaui bunga menurut UU.
Perj. Pemberian Kuasa

Pengertian (Ps 1792 KUHPerdata)


suatu perjanjian dengan mana seorang memberi kekuasaan
(wewenang) kepada orang lain yang menerimanya untuk dan ata
s namanya menyelenggarakan suatu urusan.

Kewajiban penerima kuasa

Ps. 1797 KUHPerdata


Penerima kuasa tidak diperbolehkan melakukan suatu apapun yg
melampaui kekuasaannya.

Ps. 1802 KUHPerdata


Penerima kuasa diwajibkan memberikan laporan tentang apa yan
g telah diperbuatnya dan memberikan perhitungan kepada si pe
mberi kuasa tentang segala apa yang diterimanya berdasarkan ku
asanya.
Perj. Pemberian Kuasa lanj.

Ps. 1803 KUHPerdata


Penerima kuasa bertanggung jawab untuk orang yang telah ditunjuk
olehnya sebagai penggantinya dalam melaksanakan kuasanya.

Kewajiban Pemberi Kuasa


Ps. 1808 KUHPerdata
Pemberi kuasa diwajibkan mengembalikan kepada penerima kuasa
biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk melaksanakan kuasanya b
egitupula untuk membayar upahnya jika ini telah diperjanjikan.
Perj. Pemberian Kuasa lanj.

Berakhirnya pemberian kuasa


Ps. 1813 KUHPerdata.
1. Ditariknya pemberian kuasa
2. Dengan pemberitahuan penghentian kuasa oleh pem
beri kuasa
3. Dengan meninggalnya pengampuannya atau pailitnya
penerima kuasa dan pemberi kuasa
Perjanjian Penanggungan Utang

Pengertian (Ps. 1820 KUHPerdata)


suatu perjanjian di mana pihak ketiga, demi kepentingan kreditu
r, mengikatkan dirinya untuk memenuhi perikatan debitur, bila debitu
r tidak memenuhi perikatannya.

Ps. 1826 KUHPerdata.


Perikatan-perikatan para penanggung berpindah pada ahli waris
-ahli warisnya.