Anda di halaman 1dari 14

NAMA : RESA

ENELIA

NIM :
1401044

KELAS : SI.VIA
DEFENISI
ANGINA
PEKTORIS

Angina pectoris adalah suatu


sindroma klinis yang ditandai dengan
episode atau paroksisma nyeri atau
perasaan tertekan didada depan,
penyebab diperkirakan berkurangnya
aliran darah koroner, menyebabkan
suplai oksigen kejantung tidak adekuat
atau dengan kata lain suplai kebutuhan
jantung meningkat. Angina biasanya
diakibatkan oleh penyakit aterosklerotik
dan hampir selalu berhubungan dengan
sumbatan arteri koroner utama
(Smaltzer, 2006).
ETIOLOGI ANGINA
PEKTORIS

Penyebab dari angina pectoris antara


lain : ateroskelerosis, spasme pembuluh
koroner, latihan fisik, pajanan terhadap
dingin, makan makanan berat dan stress.
Karen hal ini kelanjutan dari stenosis aorta
berat, insufiensi atau hipertropi
kardiomiopati tanpa disertai obstruksi,
peningkatan kebutuhan tubuh metabolic,
takikardi paroksimal (Barbara C Long,
2006).

Penyebab lainnya adalah spasme


arteri koroner. Penyempitan dari lumen
pembuluh darah terjadi bila serat otot
halus dalam dinding pembuluh darah
koroner dapat mengiringi terjadinya
iskemik actual/ perluasan dari infark
miokard.
EPIDEMIOLOGI ANGINA PEKTORIS
Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah nama untuk
sekelompok gangguan jantung dan pembuluh darah, dan
mencakup penyakit jantung koroner (PJK). Penyakit
kardiovaskular adalah penyebab kematian nomor satu secara
global: lebih banyak orang meninggal setiap tahun karena
penyakit kardiovaskular daripada penyebab lainnya .
Di Indonesia, penyebab angka kematian terbesar adalah
akibat penyakit jantung koroner. Tingginya angka kematian di
Indonesia akibat penyakit jantung koroner (PJK) mencapai
26%.Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga
Nasional (SKRTN), dalam 10 tahun terakhir angka tersebut
cenderung mengalami peningkatan.Jumlah kasus Penyakit
Jantung Koroner di Sumatera Barat sendiri sudah mencapai
26%.
PATOFISIOLOGI
ANGINA PEKTORIS

Pada angina pektoris, penderita sering merasakan sakit pada daerah dada. Rasa
sakit dada ini disebabkan karena adanya iskemia miokard akibat suplai darah dan
oksigen yang berkurang. Berkurangnya aliran darah pembuluh darah koroner ini
dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain penyempitan akibat
proseJaterosklerosis, spasme pembuluh darah koroner, stenosis aorta, ataupun
kebutuhan metabol ik yang bertambah sep erti yang dapat d iju mp ai p ad a hi perti
roi d, anemia berat, takikardia paroksismal dengan irama ventrikular yang cepat.
Manifestasi penyakit jantung koroner dapat bervariasi, antara lain berupa angina
pektoris, infark miokard akut, angina tidak stabil, iskemik miokard asimtomatilg
kegagalan jantung aritmia, gangguan hantaran jantung dan kematian mendadak.

Pada angina pektoris tidak stabil serangan terjadi pada waktu istirahat, tidur
ataupun aktivitas minimal. Penyebabnya ialah spasme pembuluh koroner,
penyumbatan sementara oleh trombus dan trombus yang beragregasi. Rasa sakit dada
pada keadaan ini terjadinya lebih lama daripada angina biasa dan frekuensi timbulnya
serangan lebih sering. Pada Prinzmetal angina yang disebut juga variant angina
pektoris, serangan angina timbul pada waktu istirahat, akibat spasme pembuluh darah
koroner yang sudah sklerotik atau spasme pembuluh koroner normal.
GEJALA KLINIS BERDASARKAN KLASIFIKASI
DIAGNOSIS ANAMNESIS
Amati ciri-ciri dari penyakit dada
yang timbul

Pemeriksaan fisik
Biasanya yang ditemukan
pada pemeriksaan fisik adalah
penyakit yang merupakan
faktor predisposisi dari angina
pektoris.Kadang-kadang
ditemui adanya earlobe crease
yaitu adanya alur pada daerah
PEMERIKSAAN PENUNJANG
cuping telinga
Elektrokardiogram(E
KG),Exercise Test

THALIUM ECERCISE
MYOKARDIAL IMAGING
Pada tes ini dilakukan
penyuntikan Thalium 201
intravena pada waktu puncak
TERAPI NON
FARMAKOLOGI
Mengontrol emosi
Mengurangi kerja yang berat dimana
membutuhkan banyak oksigen dalam
aktivitasnya
Mengurangi konsumsi makanan berlemak
Istirahat yang cukup
Menghentikan konsumsi rokok
Menjaga berat badan ideal
Mengatur pola makan
Melakukan olah raga ringan secara teratur
Jika memiliki riwayat diabetes tetap melakukan
pengobatan diabetes secara teratur
Melakukan kontrol terhadap kadar serum
lipid
Untuk pasien dengan gejala angina yang
tidak dapat lagi diatasi dengan terapi obat,
dapat dilakukan revaskularisasi, yang
dilakukan dengan prosedur yang disebut
coronary artery bypass grafting(CABG) dan
percutaneous transluminal coronary
angioplasty (PTCA).
TERAPI
FARMAKOLOGI

NITRAT
ORGANIK
BETA
BLOCKER

Obat ini merupakan terapi utama pada


angina. Penyekat beta dapat menurunkan
kebutuhan oksigen miokard dengan cara
menurunkan frekwensi denyut jantung,
kontraktilitas, tekanan di arteri dan
peregangan pada dinding ventrikel kiri.
Efek samping biasanya muncul bradikardi
dan timbul blok atrioventrikuler. Obat
penyekat beta antara lain: atenolol,
metoprolol, propranolol, nadolol.
ANTAGONIS KALSIUM

Obat antagonis kalsium menyebabkan melebarnya


pembuluh darah dengan menghambat masuknya ion
kalsium melewati slow channel yang terdapat pada
membran sel (sarkolema) pada otot polos jantung, dan
pembuluh darah coroner dan perifer sehingga terjadinya
relaksasi. Golongan obat kalsium antagonis adalah
amlodipin, bepridil, diltiazem, felodipin, isradipin,
nikardipin, nifedipin, nimodipin, verapamil.
ALGORITMA TERAPI
TERIMA KASIH