Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK - 2

SULTON JAMAL (41114010022)


ALWAN MUHAMMAD NAUFAL (41114010056)
KAUSTAR ALIE FIKRI (41114010091)
Pembahasan
Planning
System approach
Sistem dalam proyek konstruksi
Types of plan
Planning techniques
Rationale and steps for planning
method
Work breakdown structure (WBS)
Organization breakdown structure
Perencanaan
(Planning)
proses yang mendefinisikan tujuan dari organisasi,
membuat strategi digunakan untuk mencapai
tujuan dari organisasi, serta mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi.
Fungsi Perencanaan
(Planning)
Mengalokasikan sumber daya
Membentuk organisasi
Melokalisir tanggung jawab
Sebagai dasar koordinasi
Melakukan kontrol
Mengambil keputusan.
Sistem Approach
(Pendekatan Sistem)

Menurut Hayanto, Pendektan sistem


adalah jumlah keseluruhan dari
bagian-bagian yang saling bekerja
sama untuk mencapai hasil yang
diharapkan berdasarkan atas
kebutuhan tertentu.
Sistem Approach
(Pendekatan Sistem)
1. Planning harus dikembangkan berdasarkan suatu system.

2. Planning/system untuk mencapai tujuan, memecahkan masalah.

3. Sistem dapat ditinjau dari kerangka pemecahan masalah:


Keterangan :
Analisis kebutuhan / masalah karena beberapa kekurangan. Sintesis sistem
Mendefinisikan, menjelaskan atau menentukan masalah. (a-d)
Analisis (e-f)
Mengembangkan kriteria desain yang jelas mengarah ke solusi.
Menghasilkan alternatif.
Seleksi,Implementa
si, Modifikasi (g-h)
Periksa fisik, ekonomi dan keuangan.

Optimalkan alternatif kelayakan.

Mengevaluasi alternatif dioptimalkan & pilih solusi terbaik.

Mengimplementasikan solusi.

Use feedback/control terus ditingkatkan.


Sistem Dalam Proyek
Konstruksi
Terdiri dari beberapa sub system :
-Organization
-Planning
-Management information
-Project control
-Techniques and methodology

PM juga harus mempertimbangkan faktor manusia, value,


attitude, dan emotions
Macam-macam
Perencanaan
(Types of
Plan)
Perencanaan jika dilihat
berdasarkan jangka waktu
berlakunya rencana:
Rencana Jangka Panjang (Long Term
Planning) adalah perencanaan yang berlaku
antara 10 s/d 25 tahunan.

Rencana Jangka Menengah (Medium


Range Planning) adalah perencanaan yang
berlaku di antara 5 s/d 7 tahunan.

Rencana Jangka Pendek (Short Range


Planning) adalah perencanaan umumnya
berlakunya hanya untuk sekitar 1 tahun.
Perencanaan jika dilihat
dari tingkatannya:
Rencana Induk (Masterplan) adalah sebuah perencanaan yang

menitik beratkan uraian-uraian korporasi kebijakan sebuah

organisasi.

Rencana Operasional (Operational Planning) adalah sebuah

perencanaan yang lebih menitik beratkan kepada pedoman ataupun

petunjuk dalam melaksanakan program-program.

Rencana Harian (Day to day Planning) adalah perencanaan

harian yang sifatnya rutin.


Perencanaan jika ditinjau
berdasarkan dari ruang
lingkupnya:
Rencana Strategis (Strategic Planning) adalah perencanaan yang berisikan uraian

tentang kebijakan tujuan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang lama.

Rencana Taktis (Tatical Planning) adalah rencana yang berisi uraian-uraian yang sifatnya

jangka pendek, mudah menyesuaikan kegiatannya, asalkan tujuannya tak berubah.

Rencana menyeluruh (Comprehensive Planning) adalah rencana yang memiliki uraian-

uraian secara menyeluruh serta lengkap.

Rencana Terintegrasi (Integrated Planning) adalah rencana yang memiliki uraian-uraian

menyeluruh yang sifatnya terpadu.


Planning Techniques
1. Goals (tujuan dan sasaran) harus jelas.

2. Komitmen semua pihak harus dibangun.

3. Jadwal pekerjaan dan estimasi biaya harus

realistis.

4. Why, how, when, where, by whom harus

terjawab.

5. Gunakan checklist, agar tidak luput dari hal


RATIONALE AND STEPS FOR PLANNING
METHODS
(PEMIKIRAN DAN LANGKAH-LANGKAH UNTUK
METODE PERENCANAAN)
Mengidentifikasi semua elemen, seperti struktur, pondasi, listrik dan
mekanik (WBS).
Mengidentifikasi semua lembaga yang berpartisipasi dalam proyek (OBS).
Mengidentifikasi tanggung jawab untuk setiap elemen proyek (Integrasi
WBS-OBS).
Mengidentifikasi titik-titik kunci dalam unsur-unsur proyek seperti awal dan
penyelesaian substruktur, batu, listrik, dll (Milestones).
Mengidentifikasi proyek-proyek atau sub-proyek antara poin-poin penting
(Mengembangkan Subnet) terpisah.
Mengidentifikasi interface antara proyek dan sub-proyek (Integrasi
Networks - Periksa Interface).
Mengidentifikasi setiap acara, titik kunci dan antarmuka (Skeleton).
Mengidentifikasi tingkat tanggung jawab tertinggi yang membutuhkan
informasi (Jaringan manajer tingkat yang lebih tinggi).
Work Breakdown
Structure (WBS)
Tugas-tugas yang dapat diselesaikan secara
terpisah dari tugas-tugas lain, memudahkan
alokasi sumber daya, penyerahan tanggung
jawab, pengukuran dan pengendalian proyek.
Pembagian tugas menjadi sub tugas yang lebih
kecil tersebut dengan harapan menjadi lebih
mudah untuk dikerjakan dan diestimasi lama
waktunya
ManfaatWork Breakdown
Structure (WBS)
Mengurangi kompleksitas
Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
Estimasi Biaya (Cost Estimation)
Penyusunan anggaran (Cost Budgeting)
Perencanaan manajemen Risiko
(Risk Management Planning)
Identifikasi aktivitas (Activity Definition)
Work breakdown structure(WBS) dapat
diilustrasikan seperti diagram blok berikut:
Dikarenakan WBS merupakan struktur
yang bersifat hirarki, maka bisa juga
disampikan dalam bentuk skema
sebagai berikut :
Organization Breakdown Structure (OBS).

Menggambarkan struktur hirarki pelaksana proyek.


Melibatkan semua unsur pelaksana.
Jumlah hirarki tidak perlu sama dengan jumlah hirarki WBS.
Pengembangan WBS harus dilakukan bersamaan dengan

pengembangan organisasi (Organization Breakdown

Structure - OBS).
Untuk dapat melokalisir organ pelaksana dan penanggung

jawab setiap unit kegiatan.


Organization Breakdown
Structure (OBS).
Project Manager

Tenaga ahli
Kantor Pusat
Lapangan
Site Manager

Planning & Engineering Operasi Administrasi & KeuanganLogistik & Peralatan

Planning/
Eng. Logistik Peralatan
Scheduling

Civil Structural Architectural Mechanical Electrical


Works Works Works Works Works