Anda di halaman 1dari 47

RESPONSI

Kehamilan Resiko Tinggi (Skor Poedji Rocjati)

Pembimbing:
dr. Sukamto, Sp.OG

Disusun oleh:
Era Anggoro Kusuma Ningrum
201520401011094

SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI


RSU HAJI SURABAYA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2017
1
Kehamilan Resiko Tinggi

kehamilan dimana ibu hamil maupun


janin yang dikandungnya berada
dalam risiko kematian ataupun
kesakitan selama kehamilannya,
persalinannya maupun setelah
kelahirannya (post partum).

2
Kartu Skor Poedji
Rochyati

3
Manfaat

4
Fungsi

5
KELOMPOK FAKTOR RISIKO I
ADA- POTENSI- GAWAT- OBSTETRIK/ APGO
7 TERLALU DAN 3 PERNAH
IBU HAMIL SEHAT - PEDULI, WASPADA, SIAGA

7 TERLALU 3 PERNAH
1. Terlalu muda,hamil 2b. Terlalu tua hamil 4. Terlalu lama punya 6. Terlalu tua, hamil 8. Pernah gagal kehamilan 9. Pernah melahirkan
pertama umur 16 th pertama umur anak lagi, terkecil umur 35 Th / lebih Hamil ke-II yang I gagal dengan tarikan tang/
atau kurang 35 Th keatas 10 Th lebih Hamil ke III/ lebih gagal vakum
2 x/ terakhir lahir mati

UMUR 35 TH/ LEBIH Pernah melahirkan dg


PRIMI TUA SEKUNDER RIWAYAT OBSTETRIK - Uri dirogoh/ uri manuil
PRIMI MUDA PRIMI TUA Skor : 4 Skor : 4 JELEK
Skor : 4 Skor : 4 Skor : 4 - Perdarahan PP diberi
infus
2a. Terlalu lambat hamil I 3. Terlalu cepat punya 5. Terlalu banyak punya 7. Terlalu pendek : 10. Pernah melahirkan
setelah kawin 4 Th anak lagi, terkecil anak 4 atau lebih Hamil I, II atau lebih bayi dengan operasi
lebih < 2 Th belum pernah mela- sesar sebelum ini
hirkan normal, cukup
bulan, hidup

PERSALINAN YANG
LALU DENGAN
BEKAS OPERASI TINDAKAN BUKAN
ANAK TERKECIL<2 TH TINGGI BADAN 145 SESAR OPERASI SESAR
PRIMI TUA GRANDE MULTI CM ATAU KURANG
Skor : 4 Skor : 4 Skor : 4 Skor : 8 Skor : 4
Skor : 4

WASPADA: BAHAYA- KOMPLIKASI PERSALINAN DINI


KELOMPOK FAKTOR RISIKO II
ADA GAWAT- OBSTETRIK/ AGO
ADA KELUHAN DAN KELAINAN - TANDA BAHAYA
YANG HARUS SEGERA - DIKETAHUI/ DIKENALI/ DIOBATI

11. IBU HAMIL 13. HAMIL KEMBAR 15. JANIN MATI DLM 17. LETAK SUNGSANG
DENGAN PENYAKIT KANDUNGAN

a.Kurang darah b. Malaria


c.TBC Paru d.P.Jantung Perut ibu sangat membesar,
gerakan anak terasa Ibu Hamil merasa tidak ada
e.Kencing Manis (Diabetes) gerakan anak lagi
f. Peny. Menular Seksual dibanyak tempat
Skor 4 Skor 4
Skor 4

12. KERACUNAN 14. HYDRAMNION/ 16. HAMIL LEBIH BULAN 17. LETAK LINTANG
KEHAMILAN KEMBAR AIR (Post Date/ Serotinus)
PRE-EKLAMPSIA

Bengkak pada Muka dan


Tungkai: Tekanan Darah Perut ibu sangat membesar, Ibu Hamil 9 bulan
Tinggi, Albumin terdapat gerakan dari anak tidak lebih 2 minggu SKOR 8
dalam air sesi begitu terasa Belum melahirkan
Skor 4 Skor 4 Skor 4

WASPADA : KOMPLIKASI PERSALINAN DINI


KELOMPOK FAKTOR RISIKO III
ADA-GAWAT DARURAT - OBSTETRIK/ AGDO
IBU DAN JANIN DALAM BAHAYA

19. PERDARAHAN ANTEPARTUM 20. PREEKLAMPSIA BERAT/ EKLAMPSIA


Skor 8 Skor 8

Mengeluarkan darah pada waktu hamil ini Terjadi kejang-kejang pada hamil 7 bulan
lebih pada ibu dengan keracunan
kehamilan

BUTUH SEGERA: PENYELAMATAN NYAWA IBU DAN BAYI


RUJUKAN TEPAT WAKTU/ RTW KE RS.
PENAPISAN: KEHAMILAN RISIKO
TINGGI
CARA PEMBERIAN SKOR
- Skor awal : 2 Umur dan Paritas - semua ibu hamil sama
- Skor awal 2 + X nilai X adalah skor dari faktor risiko yang

ditemukan pada kontak I, misalnya


bekas seksio, faktor risiko lain berasal
dari kelompok FR I, II atau III
Jumlah Skor: 2 + X + Y dstnya
- Jumlah skor tetap atau bertambah, bila timbul faktor risiko lain,
tetapi tidak menjadi berkurang
.
11
Diabetes Melitus
penyakit metabolik dengan penyebab beragam, ditandai
hiperglikemia yang kronis serta perubahan metabolisme
karbohidrat, lemak, dan protein akibat defek sekresi atau
kerja insulin, atau keduanya

DM DM DM
gestasio
tipe 1 tipe 2 nal

DM
tipe
12
lain
DIABETES
MELITUS DALAM
KEHAMILAN

DM
DM GESTASIONAL
PREGESTASIONAL

suatu gangguan intoleransi


karbohidrat yang terjadi atau diabetes mendahului
diketahui pertama kali pada kehamilan
saat kehamilan sedang
berlangsung.

BEDAKA
13
GESTASIONAL Nbahwa kelainan ini diinduksi oleh
kehamilan
Insidensi
Prevalensi global i 380 juta pada tahun
2025
di Amerika > 131.000 perempuan hamil
menderita komplikasi dari DMG
90% diabetes mellitus gestasional

14
Faktor Resiko DMG
Faktor Resiko Tinggi Faktor Resiko Rendah
Obesitas Usia < 25 tahun
DMG kehamilan sebelumnya BB normal sebelum hamil
Intoleransi glukosa / glukosuria RPK DM (-)
RPK DM tipe 2 R. Intoleransi glukosa (-)
R. Persalinan sebelumnya
normal
Bukan grup etnik gestasional
(Afrika-Amerika, Hispanik, India-
Amerika, Asia-Amerika, Pasifik)

15
16
17
Puncaknya
Kehamilan Peningkatan hormon- pada
hormon kehamilan: trimester ke 3
-Human placental
lactogen (HPL)
-Progesterone
-Kortisol
-Prolaktin
Mekanisme
adaptif tubuh
untuk menjaga Resistensi
asupan nutrisi Insulin
ke janin Fisiologis
Autoimun

Gangguan sekresi Kelainan


sel beta pankreas Genetik
Resistensi
Insulin Kronik Obesitas

18 DMG
Skrining & Diagnosis
Anamnesis
Gejala diabetes
R. keluarga
R. diabetes sblmnya
Pemeriksaan Fisik
Berat badan
USG
Keadaan janin
Perkiraan berat janin
Besar janin sesuai masa kehamilan atau tidak

19
Kriteria American Diabetes
Association
Wanita hamil

Tes skrining tantangan


glukosa
Glukosa 50 gr

<140 mg/dl 140 mg/dl

Normal TTGO 2 jam


75 g glukosa

Normal DMG
20
Penilaian hasil tes toleransi glukosa oral 3
jam dengan beban glukosa 100g, dan 2 jam
dengan beban glukosa 75 g

Hasil tes toleransi glukosa Hasil tes toleransi glukosa


oral 3 jam dengan beban oral 2 jam dengan beban
glukosa 100 g glukosa 75 g
Puasa 95 Puasa 95
1 jam 180 1 jam 180
2 jam 155 2 jam 155
3 jam 140

Diagnosis diabetes melitus gestasional


ditegakkan apabila ditemukan dua atau lebih
angka yang abnormal
21
Kriteria Diagnosis Menurut
WHONilai glukosa plasma puasa dan tes toleransi
glukosa oral dengan beban glukosa 75 g
Glukosa plasma puasa
-Normal <110 mg/dl
-Glukosa puasa 110-126 mg/dl
terganggu 126 mg/dl
-Diabetes melitus
Glukosa plasma 2 jam
setelah pemberian 75 g
glukosa oral <140 mg/dl
-Normal 140-<200 mg/dl
-Toleransi glukosa sedang puasa <126
terganggu mg/dl
200 mg/dl
Dinyatakan diabetes melitus gestasional bila:
-Diabetes melitus
Glukosa plasma puasa 126 mg/dl dan/atau
2 jam setelah beban glukosa 200 mg/dl atau
Toleransi glukosa terganggu
22
Persiapan TTGO
Tiga hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti biasa
dan tetap melakukan kegiatan jasmani sseperti biasa.
Berpuasa paling sedikit 8 jam (mulai malam hari)
sebelum pemeriksaan , minum air putih tanpa gula tetap
boleh
Diberikan 75 gram glukosa yang dilarutkan dalam 250 ml
air dan diminum dalam waktu 5 menit
Berpuasa kembali sampai pengambilan sampel darah
untuk pemeriksaan 2 jam setelah minum larutan glukosa
selesai.
Diperiksa konsentrasi glukosa darah 2 jam setelah beban
glukosa
Selama proses pemeriksaan subyek yang diperiksa tetap
istirahat dan tidak merokok.

23
Komplikasi
Ibu Bayi
Jangka Pendek Jangka Pendek
Makrosomia
Pre eklampsia Hambatan pertumbuhan janin
ISK Cacat bawaan
Hipoglikemia
Persalinan SC
Hipokalsemia
Trauma persalinan Hipomagnesemia
akibat bayi besar Hiperbilirubinemia
Sindrom gawat napas neonatus

Jangka Panjang Jangka Panjang


Gangguan toleransi Gangguan toleransi glukosa
glukosa DM
Obesitas
DM
24
Tatalaksana
Mempertahankan gula darah
sebelum makan < 95 mg/dl
1 atau 2 jam setelah makan < 140 dan 120 mg/
dl
Pola makan
membatasi asupan karbohidrat 40%-50%
protein 20%, lemak 30%-40%
makan tinggi serat
American Diabetes Association
BB normal 30 kcal/kg

25
Insulin
kejadian makrosomia janin &morbiditas perinatal
Target gula darah
pasca prandial < 140 mg/dl
pra prandial 80 mg/dl
Dosis awal insulin 0,7-1,0 U/kg/hari dibagi dalam
beberapa dosis
Obat Diabetes Oral ????
Melewati plasenta merangsang pankreas
janinmenambah kemungkinan makrosomia.

26
LAPORAN KASUS

27
IDENTITAS PASIEN
Pasien Suami
Nama : Ny. IS Nama : Tn. Y
Umur : 28 Tahun Umur : 35 Tahun
Suku : Jawa Suku : Jawa
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SD
Pekerjaan : Ibu rumah Pekerjaan : Swasta
tangga Alamat : Tanah Kali
Alamat : Tanah Kali Kedinding
Kedinding Surabaya
No. RM : 682881

28
ANAMNESIS
Keluhan Utama : Kontrol kehamilan
Riwayat Penyakit Sekarang :
Pasien datang ke Poli Hamil RSU Haji
Surabaya untuk kontrol rutin kehamilannya.
Pasien sering merasa haus dan banyak minum,
sering kencing, sering lapar. Selama kehamilan
ini pasien tidak mengeluh adanya nyeri kepala,
panas badan, mual muntah yang hebat,
gangguan pandangan, serta bengkak pada
kelopak mata dan kaki, wajah atau seluruh
badan.

29
Riwayat Penyakit Dahulu
Hipertensi : disangkal
Diabetes mellitus : + 7 tahun
Asma : disangkal
Alergi : disangkal
.

30
Riwayat Penyakit Keluarga

Hipertensi :-
Diabetes mellitus : + ibu pasien
Asma : disangkal
Alergi : disangkal
Tumor : disangkal

31
Riwayat Obstetri

1. Aterm / SC /Laki-laki/ Dokter /


3200gr / 9thn
2. Aterm / SC /Laki-laki/ Dokter /
3000gr / 2 th
3. Hamil ini

32
Menarche : 12 tahun
Riwayat Menstruasi
Siklus mens : 28-30 hari
Lama : 7 hari
Dismenorhe : (+)
HPHT : 23-11-2016
TP : 30-08-2017
Umur Kehamilan : 10-12 minggu

33
Riwayat Pernikahan
Menikah : 1 kali
Lama menikah : 11 tahun
Riwayat KB : IUD
Riwayat ANC : 2x di RSU Haji

34
Riwayat Sosial
Keluarga baik pihak suami dan pasien
sangat mendukung kehamilan pasien
Minum jamu-jamuan selama hamil
disangkal
Merokok disangkal. Suami perokok (-)

35
PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : Compos mentis
GCS : 456
Keadaan umum: Baik
TB : 145 cm BB : 59 kg
IMT : 28,9( Overweight)
Vital Sign :
TD : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/menit
RR : 18x/menit
T : 36.4C

36
Status generalis
Kepala Leher :
Oedem kelopak mata -/-
Konjungtiva anemis -/-
Sklera ikterus -/-
Pembesaran kelenjar getah bening (-)
Pembesaran kelenjar tiroid (-)
Thorax
Pulmo : normochest, simetris, Rh (-/-), Wh (-/-)
Cor : S1-S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
Payudara : simetris, puting susu menonjol (dextra-sinistra)
Abdomen : gravida, striae gravida (+), Teraba
ballotement (+), BU : + normal , bekas jahitan
operasi (+)
Ekstremitas : akral hangat, Edema sup (-/-), inf (-/-) , CRT <

37
2 detik
PEMERIKSAAN OBSTETRI
Pemeriksaan Leopold :
Teraba ballotement (+), TFU setinggi
simphysis
Pemeriksaan Dalam ( Vaginal Toucher) :
tidak di evaluasi

38
Resume
Ny. IS/ 28 tahun, G3P2002 UK 10-12
minggu ,HPHT : 23-11-2016, taksiran
persalinan: 30-08-2017, sebelum hamil
pasien sering haus, banyak minum dan sering
kencing, serta mudah terasa lapar, tidak ada
keluhan nyeri kepala, panas badan, mual
muntah yang hebat, gangguan pandangan,
serta bengkak pada kelopak mata, wajah
atau seluruh badan, RPD : DM sejak 7 tahun,
Riwayat operasi saesar 2X,Overweight, TFU
diatas simpisis, ballotement (+), Skor Podjie
Rochjati: hamil sekarang (2) + pernah operasi
sesar (8) + penyakit pada ibu hamil
(diabetes) (4) = 14, kehamilan dengan risiko
39
sangat tinggi.
Diagnosis :
GIII P2002 UK 10-12 minggu + T/ H/
IU + Overweight +DM
Pragestasional

40
Planning :
Diagnosa:
TTGO
GDP dan GD2JPP
USG

41
Terapi:
Non medikamentosa :
Diet karbohidrat 25 kcal/kg, protein 20%,
lemak 30%, tinggi serat
Olahraga
Medikamentosa :
Sulfur Ferosus 1x1 tablet
Asam Folat 1x1 tablet
Konsul Sp.PD (untuk rencana terapi insulin)

42
Monitoring
Keluhan subyektif
Vital sign, DJJ, gerak janin
GDP dan GD 2 JPP

43
Edukasi
Menjelaskan kepada pasien dan keluarga pasien
tentang:
Keadaan Px saat ini bahwa pasien memiliki penyakit
diabetes pada kehamilan
Pasien memiliki faktor risiko tinggi yaitu pernah operasi
sesar sebelumnya, memiliki penyakit pada kehamilan
yaitu diabetes mellitus, riwayat bayi mati dalam
kandungan, serta obesitas grade I
Menjelaskan untuk melakukan pemeriksaan gula darah
untuk membantu menegakan diagnosis
Menganjurkan pasien untuk diet dan olahraga secara
teratur
Menjelaskan kepada pasien supaya patuh minum obat
dan insulin
Menjelaskan kepada pasien untuk kembali melakukan
kontrol 2 minggu kemudian
44
Prognosis
Dubia et bonam

45
Hasil Laboratorium
Tanggal 06-02-2017
Darah Lengkap :
Hb : 11,3 g/dl
Leukosit : 8080/mm3
Trombosit : 283.000 /mm3
Hematrokit : 31,9%
Kimia Klinik
BSN : 126 gr/dl
2JPP : 249 gr/dl
HBA1C : 7,7 %

46
47