Anda di halaman 1dari 17

Dosen Pengampu: Haerul Pathoni,

S.Pd., M.Pfis

Oleh : Kelompok 1
Lukman (A1C314010)
Samanta Rumiana Sianipar (A1C14034)
Nurul Eka Pratiwi (A1C314035)
Rafettania Prihatin (A1C314036)

METODE EKSPERIMEN FISIKA


Metode Umum Eksperimen
Fisika

EKSPERIMEN?

Eksperimen adalah suatu langkah atau kegiatan yang


teratur dan terukur dalam memberikan perlakuan
terhadap sistem fisis untuk membuat kesimpulan.
Metode eksperimen fisika adalah suatu cara yang
sistematis atau urut runtut atau terstruktur dan terukur
dari perlakuan sistem fisis untuk tujuan tertentu. Di dalam
metode eksperimen fisika terkandung prosedur
melakukan percobaan, variabel yang diamati, variabel
kontrol, variabel terikat, pengambilan sampling dan
teknik melakukan percobaan. Metode yang tepat akan
menghasilkan hasil ukur yang baik.
Dalam kegiatan eksperimen fisika maka seseorang
harus melakukan pengukuran, memperoleh hasil ukur
dengan tepat, melakukan pengolahan data hasil ukur
tersebut dan kemudian melakukan interpretasi data
sesuai dengan system fisis yang dikaji.
PENGUKURAN

TUNGGAL BERULANG
PENGUKURAN TUNGGAL

Pengukuran tunggal adalah pengukuran yang dilakukan satu kali saja.


Pengukuran tunggal umumnya dilakukan apabila besaran yang
diukurnya tidak berubah-ubah sehingga hasil diukur dianggap akurat.

CONTOH: MENGUKUR PENSIL


Kekurangan dalam pengukuran tunggal
yaitu pengukuran tunggal memberikan
hasil yang kurang teliti dikarenakan hanya
melakukan pengukuran sekali saja.
Ketidakpastian pada pengukuran tunggal
ditentukan dari setengah skala terkecil dari alat
ukur yang digunakan. Secara matematis dapat
ditulis :
1. Standar Alat Ukur Mutlak

Standar alat ukur mutlak adalah standar alat ukur yang disepakati oleh
banyak orang dan berlaku secara universal. Standar alat ukur yang berlaku
secara universal artinya standar alat ukur ini digunakan diseluruh dunia
adalah sama.

Standar alat ukur mutlak Standar alat ukur mutlak


primer; sekunder;
1. Panjang 1. Pengaris
2. Massa 2. Timbangan
3. waktu 3. Termometer
2. Standar Alat Ukur Relatif

Standar alat ukur relatif adalah standar alat ukur yang dibuat oleh
perorangan dan berlaku secara perorangan.

Contoh standar alat ukur relatif diantaranya adalah


jengkal, langkah, potongan lidi. Satandar alat ukur relatif
biasanya yang dibuat alatnya sederhana misal alat
untuk mengukur besaran panjang.
RALAT DALAM PENGUKURAN

Pengukuran selalu memperoleh hasil yang memiliki nilai bukan


sebenarnya. Hasil pengukuran hanya memiliki nilai terbaik.
Maksudnya nilai yang diperoleh dari hasil pengukuran hanyalah
nilai yang mendekati sesungguhnya. Nilai sebenarnya tidak pernah
diperoleh dari hasil pengukuran karena adanya keterbatasan skala
terkecil dari alat ukur. Adanya nilai ketidakpastian atau ralat dalam
hasil pengukuran karena nilai sesungguhnya tidak bisa diperoleh.
Ralat yang diperoleh dari suatu pengukuran dapat dipandang
sebagai 2 hal yaitu;

1. Ralat dipandang sebagai suatu sifat kesalahan.


Ralat sebagai suatu sifat kesalah berusaha untuk di
hilangakan

2. Ralat dipandang sebagai suatu nilai.


Ralat sebagai suatu nilai tidak bisa dihilangkan sehingga ralat
hanya bisa diperkecil dengan cara mengurangi sumber-sumber
ralat.
Berdasarkan munculnya ralat maka ralat dibedakan men jadi 2

Ralat sistematis;
Ralat yang muncul dari
serentetan pengukuran Ralat random;
(pengukuran berulang) yang Ralat yang terjadi akibat
dilalukan dengan cara yang pengukuran berulang yang
sama dan menghasilkan dilakukan dengan cara yang
kesalahan yang sama. Ralat sama dan menghasilkan
sistematis muncul akibat kesalahan yang berbeda-beda
keterbatasan dari alat ukur. dari setiap pengukuran. Ralat
Ralat ini bisa dihilangkan random tidak bisa dihilangkan
dengan memperbaiki ketelitian karena sumber ralatnya tidak
skala alat ukur. hanya dari alat ukur. Ralat
ramdom bisa diperkecil nilainya
dengan cara meminimalkan
pengaruh dari sumber ralat.
Ralat adalah Ketidakpastian hasil ukur yang disebabkan oleh
keterbatasan ketelitian pengukuran atau selisih antara hasil ukiur
dengan nilai sebenarnya. Ketelitian hasil ukur dipengaruhi beberapa
hal yang disebut sebagai sumber-sumber ralat.
Jenis Kesalahan Dan Sumbernya

Kesalahan sistematis Kesalahan rambangan


(systematic errors) 1. Gerak brown
1. Kesalahan alat 2. Fluktuasi tegangan listrik
2. Kesalahan kalibrasi 3. Landasan
3. Kesalahan pribadi pengamat 4. Noise
4. Kesalahan 5. Latar belakang
TERIMAKASIH~~~~