Anda di halaman 1dari 19

Tidak Terlaksananya

Perikatan
Kuliah IV
What we learn
Asas Pelaksanaan Perjanjian
Tidak terlaksananya perikatan/perjanjian
Wanprestasi
Upaya-upaya hukum karena wanprestasi
Pra Perjanjian : Contract Request, Authoring,
Negotiation
Pelaksanaan Perjanjian :
Pasca Perjanjian
Bonafide
Itikad baik, te goeder rouw, good faith, bonafides
Pasal 1338 (3)
Apa yang dimaksud itikad baik?
Bagaimana KUHPer?
Itikad baik dalam artian subjektif jujur
Sikap batin atau keadaan suatu keadaan jiwa (Ps. 530 dan 1386)
Itikad baik dalam arti objektif patut (1338 (3), 1339)
Subekti : 1. Kepatutan dan kesusilaan 2. Ukuran obyektif 3.
Pelaksanaan perjanjian harus berjalan di rel yang benar
Wirjono Projodikoro : Kejujuran dinamis dalam arti kepatutan
Perjanjian harus dilaksanakan vogens de eisen can
redelijkheid en billijkheid
Redelijkheid/reasonableness intelek/akal sehat (RASIONAL)
Billijkheid PATUT
Wanprestasi
Tidak terlaksananya perjanjian karena kelalaian salah
satu pihak
Bentuk (1234 KUHPer)
Tidak Melaksanakan Perjanjian
Tidak sempurna melaksanakan
Terlambat Melaksanakan
Melakukan Hal yang Tidak Boleh
Apabila seseorang berhutang tidak memenuhi kewajibannya
wanprestasi
Akibat : Dapat digugat didepan hakim
Parate executie kreditur berhak melaksanakan sendiri hak-
haknya menurut perjanjian, dengan tak usah minta perantaraan
hakim (jika debitur sudah beri persetujuan apabila ia lalai)
Reele Executie : cara melaksanaan suatu putusan, yang oleh
hakim dikuasakan pada kreditur untuk mewujudkan sendiri apa
yg jadi haknya. Dalam BW diperbolehkan dlm hal
Perjanjian yg prestasinya memberi sesuatu, dimana UU tdk menentukan
Perjanjian tidak berbuat sesuatu (1240)
Perjanjian yg prestasinya berbuat suatu (1234)
Kec : suatu barang yg sifatnya pribadi, hrs ganti rugi
Ketetapan waktu : lewatnya waktu
Tanpa ketetapan waktu : somasi

Pasal 1238 KUHPer


Pernyataan lalai adl upaya hukum dimana kreditur
memberitahukan, menegur, memperingatkan
(aanmaning, sommatie, kenningsgeving) saat debitur
selambat-lambatnyaxxx
Hukuman debitur lalai
Ganti rugi
Pembatalan/pelaksanaan perjanjian
Peralihan resiko
Membayar biaya perkara
Hak Kreditur ketika Debitur
Wanprestasi
Pelaksanaan perjanjian +ganti rugi
Pelaksanaan perjanjian
Ganti rugi
Pembatalan perjanjian
Pembatalan perjanjian + ganti rugi
Unsur Ganti Rugi
Biaya : biaya yg telah nyata2 dikeluarkan
Rugi : Kerusakan barang krn salah debitur
Bunga : Hilangnya keuntungan yang sudah
dibayangkan/diitung kreditur
Pembatasan Ganti Rugi (1247-1248)
Nyata dan dapat diduga (1247)
Akibat langsung tak dipenuhinya perikatan
Unsur Keadaan Memaksa (1244 BW)
Tidak memenuhi prestasi
Ada sebab diluar kesalahan kreditur
Faktor penyebab tak terduga sebelumnya
Tak dapat dipertanggungjawabkan pada debitur
Keadaan memaksa menjadi alas an pembenar
seseorang tidak mengganti kerugian
Bentuk kedaan memaksa
Umum : Keadaan alam, kehilangan, kecurian
Khusus : UU, tingkah laku pihak ketiga, pemogokan
Akibat hukum Overmacht
Kreditur tak dapat menuntut perikatan dipenuhi
Kreditur tak dapat menyatakan debitur dalam keadaan
lalai
Kreditur tak dapat minta pembatalan perjanjian
Dalam perjanjian timbal balik, gugur kewajiban lakukan
kontra prestasi
Pembuktian Keadaan Memaksa
Debitur buktikan
Dia tidak bersakah
Dia tidak penuhi kewajiban dengan cara lain
Dia tidak menanggung resiko baik menurut ketentuan UU,
perjanjian, atau itikad baik
Pembelaan Debitur yang Dituduh
Lalai
Force Majeur
Si Berpiutang Sendiri telah Lalai (Hanya pada perj
timbal balik)
Si kreditur telah melepaskan haknya untuk menuntut
(waiver