Anda di halaman 1dari 56

Fisiologi Sistem

Saraf Sensorik

dr. Dexa Rivandi


Tim Fisiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati
Pengontrol Tubuh
Sistem Pengontrol Tubuh
Hormon
Saraf
Pembagian Sistem Saraf
Manusia
Pembagian Sistem Saraf
Manusia
Sifat Dasar Sel Saraf
Iritabilitas
respon bila dirangsang
Konduktifitas menghantarkan impuls
atau potensial aksi
Tipe Neuron
Neuron dapat diklasifikasi menjadi 3
kelompok:
Neuron sensorik
Neuron motorik
Interneuron
Resting Membran Potensial
Yaitu potensial membran
pada keadaan istirahat
Selalu negatif pada sel
saraf dan otot (-55 sampai
-100 mV)
Keadaan istirahat
polarisasi

Luar (+)

Dalam (-)
Causa: Perbedaan
distribusi ion
Penyebaran Ion dalam Sel
Saraf
Bioelektrika
Dalam keadaan istirahat = -70 mV
Jika ada rangsang, berubah +35 mV
Ini disebut potensial aksi
Potensial aksi
terjadi karena pergerakan ion
natrium masuk ke dalam akson yang
menyebabkan potensial membran menjadi
positif
Seharusnya, difusi ion natrium +60 mV
Namun umunya hanya +35 mV
Eksitasi Saraf
Sodium potasium pump
Potensial Aksi
Biolektrika
Rangsang intensitas
rendah 7 mV
respon lokal
Tingkat intensitas
yang dapat
menyebabkan mulai
terjadi perubahan
listrik dengan cepat
(impuls) firing level
Impuls
Yaitu perpindahan muatan listrik di
sepanjang akson
Myelin
Saltatory Conduction
Sinaps
Yaitu celah yang
merupakan titik temu
antara neuron yang
satu dengan yang lain
Jenis sinaps:

Sinaps akso-somatik

Sinaps akso-
dendritik

Sinaps akso-aksonik
Karakteristik Sinaps
Menghantarkan impuls hanya ke 1 arah
Memperlambat perambatan impuls
Perambatan impuls dengan bantuan
neurotransmiter
Dapat menambah kuat rangsang hingga nilai
ambang perangsangan
Peka terhadap kelelahan
Peka terhadap kekurangan oksigen
Peka terhadap senyawa kimia tertentu
Konduksi Impuls
Mekanisme elektrik
Mekanisme kimia
Neurotransmiter
Beberapa jenis Jenis zat transmiter
neurotransmiter:
Zat transmiter eksitasi,
misal:
Asetilkolin
Asetilkolin
Norepinefrin
Nor adrenalin
Epinefrin Adrenalin
Dopamin

Zat transmiter inhibisi,
misal:
Serotonin
Serotonin
GABA
Dopamin
GABA
Mekanisme Kerja
Neurotransmiter
Regulasi Neurotransmiter
Drug Addiction
Kopi Bagaimana efek kokain?
Nikotin
Kokain
Heroin

Drug addiction
Reseptor
Bersifat sangat peka Berdasarkan
Memiliki iritabilitas rangsang:
yang tinggi Mekanoreseptor
Sebagai transduser
Kemoreseptor

Termoreseptor
Klasifikasi Fotoreseptor
Eksteroseptor Interoseptor Nosireseptor
Reseptor Kontak Propioseptor
(Paccini, Krasuse,
Ruffini, Meissner)
Reseptor Tele Visceroseptor
(organ corti,
retina)
Reseptor-reseptor
sensorik;
Rangkaian saraf untuk
Bagan Garis Besar Susunan
Saraf
Rangsangan Sensorik
Dapat berupa:

Raba mekanoreseptor

Kimia kemoreseptor

Cahaya fotoreseptor

Nyeri nosireseptor

Suhu (dingin dan hangat)
termoreseptor
Reseptor
Yaitu alat di dalam tubuh yang menagkap
rangsang
Yaitu alat yang dapat mengubah berbagai
bentuk energi dari lingkungan menjadi
potensial aksi pada syaraf
Sensasi yang dirasakan tergantung pada
jenis reseptor yang di rangsang
Macam-macam reseptor sensorik dan
rangsangan sensorik yang dapat dikenalinya
5 macam reseptor sensorik:

Mekanoreseptor, yang dipakai untuk
mengenali deformasi secara mekanis
yang terjadi pada reseptor atau jaringan
yang terletak berdekatan dengan reseptor
Termoreseptor, dipakai untuk

mengenali perubahan-perubahan suhu,


beberapa reseptor mengenali suhu dingin
dan lainnya suhu panas
Nosiseptor (reseptor nyeri), dipakai untuk
mengenali kerusakan jaringan yang terjadi,
apakah kerusakan fisik atau kerusakan
kimiawi
Reseptor elektromagnetik, dipakai untuk

mengenali cahaya yang sampai pada retina


mata
Kemoreseptor, yang dipakai untuk mengenali

rasa atau pengecapan dalam mulut, bau-


bauan dalam hidung, kadar oksigen dalam
darah arteri, osmolalitas cairan tubuh,
konsentrasi CO2, dan faktor-faktor lainnya
yang menyusun keadaan kimiawi tubuh
Macam-Macam Kepekaan
Reseptor
Bagaimana reseptor sensorik mengenali
rangsangan sensorik yang berbeda-beda?
Jawaban: dengan cara differential sensitivities
Dengan perbedaan kepekaan , setiap macam
reseptor sangat peka terhadap salah satu
macam ransangan yang dirancang untuknya,
dan hampir tidak memberi respon terhadap
ransangan sensorik jenis lain dengan intesitas
normal
Contoh:
Sel-sel batang dan kerucut sangat peka terhadap
rangsang cahaya namun hampir tidak memberi
respon terhadap ransangan panas, dingin, tekanan
pada bola mata atau perubahan kimiawi dalam
darah
The osmoreceptors of the supraoptic nuclei in the
hypothalamus detect minute changes in the
osmolality of the body fluids but have never been
known to respond to sound
Pain receptors in the skin are almost never
stimulated by usual touch or pressure stimuli but do
become highly active the moment tactile stimuli
become severe enough to damage the tissues
Klasifikasi Reseptor Sensorik
Mekanoreseptor

Kepekaan pada perabaan kulit (epidermis dan dermis)
Ujung saraf bebas
Ujung akhir yang meluas
Diskus merkel


Ditambah dengan beberapa variasi lainnya
Ujung tangkai (spray endings)
Ujung saraf bebas Ruffini

Ujung berselaput (Encapsulated endings)



Badan Meissner

Badan krause
Organ ujung rambut (hair end-organs)

Kepekaan jaringan dalam
Ujung saraf bebas
Ujung akhir yang meluas
Ujung tangkai

Ujung Ruffini
Ujung berselaput
Badan Paccini


Ditambah dengan beberapa variasi lainnya
Ujung otot
Kumparan otot


Reseptor tendon golgi

Pendengaran
Reseptor suara pada koklea

Keseimbangan (ekuilibrium)
Reseptor vestibular

Tekanan arteri
Baroreseptor pada sinus karotikus dan aorta
Termoreseptor

Dingin
Reseptor dingin (korpuskulus krause)

Hangat
Reseptor hangat (ujung ruffini)
Nosiseptor
Rasa sakit
Ujung saraf bebas
Reseptor Elektromagnetik
Penglihatan

Sel-sel batang (Rod)


Sel-sel krucut (Cone)
Kemoreseptor

Pengecap
Reseptor-reseptor pada taste buds

Pembauan
Reseptor pada epitel penciuman (olfaktorius)

Oksigen dalam arteri
Reseptor pada aorta dan badan karotis

Osmolalitas
Mungkin neuron-neuron di dalam atau di dekat nuklei
supraoptikus

CO2 dalam darah
Reseptor-reseptor yang terletak di dalam atau pada
permukaan medula dan dalam aorta dan badan karotis

Kadar glukosa, asam amino,asam lemak dalam darah
Reseptor-reseptor dalam hipotalamus
Modalitas Sensasi
Yaitu setiap macam prinsip sensasi yang
dapat kita alami
Misalnya rasa nyeri, rasa raba ,
pandangan, suara, dsb
Menggunakan prinsip garis etiket
Penyaluran Modalitas Sensasi
Bagaimana serabut saraf yang berbeda -
beda ini menyalurkan bermacam -macam
modalitas sensasi?
Jawaban: dengan cara labeled line principle
Setiap jaras saraf berakhir pada suatu titik
tertentu dalam sistem saraf pusat, dan jenis
sensasi yang dirasakan ketika serabut saraf
terangsang ditentukan oleh titik dalam sistem
saraf ini
Contoh:
Serabut rasa nyeri terangsang, maka
orang itu akan merasakan nyeri yang
sesuai dengan macam rangsangan
tersebut
Rangsangan dapat berupa rangsang
listrik, panas, jepitan (crushing), atau
rangsangan ujung saraf rasa nyeri akibat
adanya kerusakan sel-sel jaringan
Apapun macam rangsangan itu, orang
tetap akan merasakan nyeri
Bila suatu serabut rasa raba terangsang, yakni
dengan merangsang reseptor raba melalui rangsang
listrik atau dengan cara lainnya, maka orang itu akan
merasakan rabaan karena serabut rasa rabanya
menuju ke suatu daerah perabaan spesifik yang
terletak dalam otak
Serabut-serabut yang berasal dari retina mata
berakhir pada daerah penglihatan dalam otak,
serabut yang berasal dari telinga akan berakhir di
daerah pendengaran dalam otak, dan serabut-
serabut untuk suhu akan berakhir pada daerah suh u
Sifat khusus dari serabut saraf yang hanya
menjalarkan satu modalitas sensasi disebut prinsip
garis etiket
Perubahan Rangsangan
Sensorik Menjadi Impuls Saraf
Semua reseptor sensorik mempunyai satu
ciri umum:
Apapun macamnya stimulus yang
merangsang reseptor, pengaruh yang
segera terjadi adalah perubahan potensial
reseptor pada membran
Perubahan potesial ini disebut
potensial reseptor
Bermacam-macam reseptor dapat dirangsang untuk
menimbulkan potensial reseptor dengan salah satu cara
berikut ini:

Dengan mekanisme perubahan bentuk (deformasi) pada
reseptor, yang akan meregangkan reseptor membran dan
membuka reseptor ion

Dengan adanya senyawa kimia pada membran, dimana
bahan ini nantinya juga akan membuka saluran-saluran
ion

Dengan mengubah suhu membran, yang akan mengubah
permeabilitas membran
Dengan efek radiasi elektromagnetik, seperti cahaya yang

diberikan pada reseptor, yang secara langsung atau tidak


langsung mengubah sifat-sifat membran dan
mempermudah lewatnya ion-ion melalui saluran membran
Perubahan Potensial Membran
Apa yang menjadi penyebab pokok dari
perubahan potesial membran?
Penyebab pokok dari perubahan potesial
membran adalah adanya perubahan pada
permeabilitas membran reseptor, yang akan
mempermudah difusi ion-ion menjadi lebih
banyak atau sedikit untuk melewati membran
dan dengan demikian akan mengubah potesial
diantara membran (transmembrane potential)
Adaptasi Reseptor
Salah satu sifat khusus
dari semua reseptor
sensorik adalah mereka
dapat beradaptasi
dengan baik terhadap
rangsangan, secara
sebagian atau
keseluruhan terhadap
setiap stimulus konstan
sesudah periode waktu
tertentu
Waktu terlama yang dibutuhkan untuk
adaptasi komplit suatu mekanoreseptor
adalah kira-kira 2 hari, yang merupakan
waktu adaptasi total bagi baroreseptor
pada aortik dan karotis
Reseptor Adaptasi Lambat
Untuk mendeteksi kekuatan rangsangan terus-menerus
(reseptor tonik)
Reseptor adaptasi lambat terus-menerus menjalarkan
impuls ke otak selama berlangsungnya rangsangan
Jenis reseptor ini secara konstan mengirimkan informasi
mengenai keadaan tubuh dan bagaimana hubungannya
dengan lingkungan sekitar
Contoh:
Impuls yang berasal dari kumparan otot aparatus tendon
golgi akan menyebabkan sistem saraf pusat mengetahui
keadaan kontraksi otot dan beban pada tendon otot masing-
masing
Jenis lain dari reseptor adaptasi lambat
meliputi:
Reseptor-reseptor dari makula pada

aparatus vestibular
Reseptor nyeri

Baroreseptor pada cabang-cabang arteri

Kemoreseptor pada badan karotis dan aortik

Karena jenis reseptor adaptasi lambat dan


terus-menerus menjalarkan informasi ke otak
untuk waktu yang lama, maka disebut reseptor
tonik
Reseptor Adaptasi Cepat
Untuk mendeteksi perubahan kekuatan rangsangan
(reseptor kecepatan, reseptor gerakan, atau reseptor
fasik)
Reseptor-reseptor yang beradaptasi dengan cepat tidak
dapat dipakai untuk menjalarkan sinyal yang terus-menerus
Mengapa?
Sebab reseptor-reseptor ini hanya dapat dirangsang bila

kekuatan rangsangan itu berubah


Reseptor ini akan sangat bereaksi sewaktu terjadi

perubahan tinggi
Oleh karena itu, jenis reseptor ini disebut reseptor

kecepatan, reseptor gerakan, dan reseptor fasik


Contoh:

Badan pacini sangat penting dalam


proses pemberitahuan kepada sistem
saraf mengenai kerusakan jaringan, tetapi
tidak berguna untuk menyampaikan
informasi mengenai keadaan yang
konstan pada tubuh
Konvergensi Sinyal
Konvergensi berarti masukan sinyal-sinyal dari banyak
serabut menyatu untuk mengeksitasi neuron tunggal
Konvergensi dapat diakibatkan oleh sinyal dari 1 macam
sumber, dan juga dapat diakibatkan oleh sinyal-sinyal
yang masuk (eksitasi atau inhibisi) dari bermacam-
macam sumber
Contoh:
Interneuron medula spinalis menerima
sinyal-sinyal konvergens yang berasal dari:
Serabut saraf perifer yang masuk ke

dalam medula spinalis


Serabut propiospinal yang berjalan dari

satu segmen medula spinalis menuju


segmen lainnya
Serabut kortikospinal yang berasal dari

korteks serebri
Beberapa jaras panjang lainnya yang

turun dari otak menuju medula spinalis


Sirkuit Penghambat
Berfungsi sebagai mekanisme penstabil fungsi sistem saraf
Ada 2 macam sirkuit penghambat pada daerah yang luas
dalam otak yang membantu mencegah penyebaran sinyal-
sinyal:
1. Sirkuit umpan balik penghambat

Yang kembali dari ujung jaras menuju neuron-neuron
eksitasi awal pada jaras yang sama

Hal ini dapat terjadi dalam semua jaras saraf sensorik

Lingkaran ini akan menghambat neuron masuk maupun
neuron perantara pada jaras sensorik sewaktu ujung
ujung neuron itu dalam keadaan sangat tereksitasi
2.Beberapa kumpulan neuron
menggunakan pengaturan hambatan
Terletak di sepanjang daerah yang luas

dalam otak
Contohnya, sebagian besar ganglia

basalis menggunakan pengaruh


hambatan ini terhadap sistem pengatur
motorik