Anda di halaman 1dari 30

Bab Konsep Dasar

Bab 5
Konsep Dasar

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

MIFTAHUL
AGUS DENADA
FTRI
(14060200 AMELDA
(1406020074
(14060200
)
Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

KONSEP DASAR

Konsep dasar umumnya merupakan abstraksi atau


konseptualisasi karakteristik lingkungan tempat atau
wilayah diterapkannya pelaporan keuangan. Menurut
Paul Grady, konsep dasar merupakan konsep yang
mendasari kualitas kebermanfaatan dan keterandalan
informasi akuntansi atau sebagai keterbatasan yang
melekat pada statemen keuangan.

(Suwardjono,2005:211)

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Berbagai Nama
Postulat (postulates)
Asumsi dasar (basic assumptions)
Sifat dasar (basic features)
Prinsip mendasar/umum
(pervasive/broad principles)
Aksioma (axioms)
Doktrin (doctrines)
Konvensi (conventions)
Fundamental (fundamentals)
Premis dasar (basic premises)
Kendala (constraints)

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Sumber Konsep Dasar

IAI/IASC
Paul Grady
Accounting Principles Board (APB)
Wolk, Tearney, dan Dodd
Anthony, Hawkins, dan Merchant
Paton dan Littleton
Sumber lain (buku-buku akuntansi keuangan
pada umumnya termasuk buku-buku teori
akuntansi)

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Mengapa isi berbeda antarsumber?

Tujuan penulisan yang berbeda.


Persepsi tentang lingkungan akuntansi yang berbeda.
Suatu konsep dasar merupakan turunan dari konsep
dasar yang lain (perbedaan level konsep).
Pencampuran antara konsep dasar dan karakteristik
kualitatif informasi.
Perbedaan pengertian yang mencakupi konsep dasar.

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Konsep Dasar Paton dan Littleton

Entitas bisnis / kesatuan usaha (business entity)


Kontinuitas usaha (continuity of activity)
Penghargaan sepakatan (measured consideration)
Kos melekat (costs attach)
Upaya dan hasil/capaian (effort and accomplishment)
Bukti terverifikasi dan objektif (verifiable, objective
evidence)
Asumsi (assumptions)

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Karakteristik Konsep Dasar P&L

Cukup mendasar
Koheren (saling berkaitan secara logis)
Menjelaskan konsep dasar lain yang
merupakan turunannya

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

1. Kesatuan Usaha

Konsep ini menyatakan bahwa perusahaan


dipandang sebagai badan atau orang yang:

berdiri sendiri,
bertindak atas namanya sendiri, dan
terpisah dari pemilik.

Konsep ini didukung secara administratif dan yuridis.


Batas kesatuan adalah ekonomik bukan yuridis.

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Visualisasi Konsep Kesatuan Usaha


Kesatuan Usaha Pemilik

terpisa
h

Akunta
n

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Implikasi Konsep Kesatuan Usaha


Perusahaan menjadi pusat perhatian akuntansi dan subjek
pelaporan
Hubungan perusahaan dan pemilik merupakan hubungan
bisnis sehingga perlu adanya pertanggungjelasan
Ekuitas bermakna sebagai utang perusahaan kepada
pemilik
Pendapatan merupakan kenaikan aset
Biaya merupakan penurunan aset
Sistem berpasangan dalam pencatatan dan pelaporan
Persamaan akuntansi bukan persamaan aljabar
Statemen keuangan berartikulasi

Suwardjono
11
Bab Konsep Dasar
5

2. Kontinuitas Usaha

Kesatuan usaha akan berlangsung terus bila tidak ada


gejala atau rencana untuk membubarkannya.
Dipertimbangkan pada saat penyusunan statemen
keuangan.
Lawan/pasangan konsep likuidasi.
Dasar validitas konsep:
Masa datang tidak pasti
Kelangsungan hidup merupakan harapan umum

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha

Laba periodik menjadi informasi penting dalam


menilai daya melaba (earning power)
Statemen laba-rugi periodik merupakan penggalan
aliran laba jangka panjang sehingga bersifat
tentatif
Statemen laba-rugi periodik harus disajikan secara
komparatif atau serial
Fluktuasi laba tahunan adalah hal wajar sehingga
untung/rugi luar biasa harus masuk dalam
statemen laba-rugi (mendasari all-inclusive)
Neraca merupakan sarana untuk menunjukkan sisa
potensi jasa bukan nilai perusahaan
Suwardjono
13
Bab Konsep Dasar
5

Implikasi Konsep Kontinuitas Usaha

Dengan berjalannya waktu, makin ke kanan


sumber ekonomik kesatuan usaha akan semakin
besar.
Aliran masuk pendapatan dan biaya tentunya juga
makin besar.
Karena neraca menunjukkan sisa potensi jasa pada
suatu saat, pengukuran pos-pos nya berbasis kos
historis.

Suwardjono
14
Bab Konsep Dasar
5

3. Penghargaan Sepakatan

Jumlah rupiah atau penghargaan sepakatan yang


terlibat dalam tiap transaksi atau pertukaran merupakan
pengukur dan bahan olah akuntansi yang paling
objektif.

Dasar validitas konsep:

Sebagian kegiatan perusahaan melibatkan pertukaran


Kesepakatan dua pihak independen menjamin
objektivitas dan keterandalan pengukuran.

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Kos sebagai Data Dasar/Bahan Olah


Sepakatan dapat diartikan sebagai terukur atau diukur oleh
dua pihak yang independen.
Penghargaan sepakatan disebut juga dengan agregat-harga
(price-aggregate).
Penghargaan sepakatan atau agregat-harga netral terhadap
pihak yang bertransaksi.
Istilah cost dapat mengganti measured consideration atau
price-aggregate asalkan dimaknai secara luas (in a broad
sense).
Cost dalam arti luas dapat diserap menjadi kos dan
menjadi data dasar akuntansi dalam penyediaan informasi
semantik
Kos tidak sama maknanya dengan biaya (expense).

Suwardjono
16
Bab Konsep Dasar
5

Asumsi/Implikasi Penghargaan Sepakatan


Pihak yang melakukan pertukaran merupakan pihak
yang independen dan setara dalam hal kemampuan
dan kehendak (arms length bargaining).
Satuan mata uang stabil.
Kos merupakan pengukur bukan elemen statemen
keuangan.
Biaya tidak tepat sebagai padan kata cost.
Kos merepresentasi besarnya jasa di balik angka kos.
Kos merupakan pengukur semua elemen statemen
keuangan yang berbasis kos historis

Suwardjono
17
Bab Konsep Dasar
5

Konsep Kos Sebagai Data Dasar


Transaksi/kejadia
n
Penghargaan
sepakatan
kos kos

Kesatuan
usaha

Ase Kewajiba Ekuita Pendapata Biaya


t n s n

Untun Rug Investasi Investasi Laba


g i dari ke komprehensi
pemilik pemilik f

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

4. Kos Melekat
Kos melekat pada objek yang direpresentasinya.
Gabungan berbagai objek untuk membentuk objek
baru hanya memerlukan gabungan kos yang melekat
pada tiap objek pembentuk.
Dasar validitas konsep:
Tujuan penelusuran kos adalah untuk merunut upaya
Kos dapat dipecah dan digabung seakan-akan
mempunyai daya saling mengikat
Dilandasi kos terkandung (embodied cost)

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Kos Terkandung versus Kos Penggantian

Rp1.50 Rp3.00 Kos terkandung (embodied)


0 0

Berapa kos objek yang nyatanya


Materia
sekarang ini ada di tangan?
l

Rp50
0

Tenaga kerja langsung


Seandainya objek ini tidak
dimiliki sekarang, berapa jumlah
Rp1.00 rupiah untuk memperolehnya?
0

? Kos penggantian (displacement)

Overhea
d
Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Implikasi Kos Melekat

Aliran fisis operasi direpresentasi dalam aliran kos.


Kos mengalami tiga tahap perlakuan: pemerolehan,
penelusuran, dan pembebanan.
Penggabungan kos tidak memperhitungkan/
mengakui tambahan utilitas objek yang diikuti.
Manfaat baru diakui setelah ada kesepakatan pihak
independen terhadapnya
Produk menjadi wadah penggabungan kos yang
mudah dikaitkan dengan produk.
Perioda menjadi wadah penggabungan kos yang
tidak mudah dikaitkan dengan produk.

Suwardjono
21
Bab Konsep Dasar
5

5. Upaya dan Hasil


Biaya merupakan upaya dalam rangka mencapai hasil
atau capaian berupa pendapatan. Jadi, biaya (penyerahan
barang dan jasa) menimbulkan pendapatan bukan
sebaliknya, pendapatan menanggung biaya.
Dasar validitas konsep:
Untuk mendapatkan sesuatu orang harus berusaha.
Pada umumnya, orang mengharapkan upayanya
membuahkan hasil.
Upaya dilakukan dengan senang hati dan bukan beban,
siksaan, atau cobaan.
Hasil pada umumnya sepadan dengan upaya.

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Implikasi Upaya dan Hasil

Perlunya basis asosiasi untuk penentuan laba yang


bermakna.
Produk merupakan penakar untuk mengasosiasi
pendapatan dan biaya yang ideal.
Laba akuntansi merupakan residual hasil
penandingan.
Hanya kos aktual yang ditandingkan.
Dianutnya asas akrual.
Depresiasi merupakan bagian dari upaya.
Penandingan upaya dan hasil dari perspektif jangka
panjang.

Suwardjono
23
Bab Konsep Dasar
5

6. Bukti Terverifikasi dan Objektif

Kebermanfaatan informasi akan tinggi kalau informasi


didukung dengan bukti yang objektif dan dapat diuji
kebenarannya.
Terverifikasi: memungkinkan orang untuk meyakinkan
kebenaran akan sesuatu.
Objektif: penentuan kebenaran didasarkan atas fakta
bukan subjektivitas.
Akuntansi mendasarkan diri pada objektivitas relatif
sesuai dengan keadaan yang melingkupi.

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Implikasi Bukti Terverifikasi dan Objektif

Menentukan tingkat kewajaran dalam pengauditan.


Tingat keobjektifan bukti harus dilihat dalam
perspektif jangka panjang.
Bukti dalam akuntansi tidak harus sama dengan bukti
yuridis.
Keterverifikasian dan keobjektifan bukti dalam
akuntansi bersifat relatif atau bertingkat (terbaik
diperoleh) bukannya mutlak.

Suwardjono
25
Bab Konsep Dasar
5

6. Asumsi

Konsep dasar merupakan asumsi atau paling tidak


dilandasi oleh asumsi-asumsi tertentu.
Harapan atau pengalaman umum menjadi landasan konsep
kontinuitas usaha.
Perioda satu tahun diasumsi tidak terlalu pendek atau panjang.
Kos sebagai pengukur dilandasi asumsi bahwa orang
bertindak rasional.
Unit moneter digunakan sebagai pengukur didasarkan pada
asumsi bahwa mata uang stabil.
Penekanan pada penentuan laba didasarkan pada asumsi
bahwa tujuan umum perusahaan adalah mencari laba.

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Konsep Dasar Penting Lain

Pengakuan hak milik pribadi


Keanekaragaman antarentitas
Konservatisma
Pengendalian internal menjamin
keterandalan data

Suwardjono
27
Bab Konsep Dasar
5

Konservatisma

Sikap dalam menghadapi ketidakpastian dengan cara


mengambil keputusan atas dasar munculan yang terjelek.

Implikasi akuntansi:
Dalam kondisi ketidakpastian, akuntansi akan memilih
perlakuan atau menentukan standar atas dasar munculan
yang kurang menguntungkan.
Akibatnya, biaya/rugi segera diakui walaupun belum
pasti terjadi sementara pendapatan/untung tidak
diantisipasi atau diakui walaupun cukup pasti terjadi.

Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

Manfaat Konsep Dasar

Menjadi komponen argumen dalam penalaran logis


pada tingkat perekayasaan, penetapan standar, atau
penerapan standar.
Terrefleksi di basis penyimpulan (basis for
conclusion) dalam rerangka konseptual sebagai hasil
perekayasaan.
Terrefleksi di latar belakang penyimpulan
(background information) dalam pernyataan standar
akuntansi.
Terrefleksi di kebijakan akuntansi (accounting
policy) perusahaan dalam buku pedoman akuntansi.
Suwardjono
Bab Konsep Dasar
5

TH FO N
A R TI
AT O

N
K
TE N

S
Suwardjono