Anda di halaman 1dari 16

BIOTEKNOLOGI MODERN

OLEH KELOMPOK 7
BRITNEY ASTRID T.M.S/10
KEVIN JONATHAN C. /30
NOVALIA GHEDA /36
RICHARD RENALDI/ 39
DNA REKOMBINAN
Pembentukan kombinasi materi
genetik yang baru dengan cara
penyisipan molekul DNA ke dalam
suatu vektor sehingga
memungkinkannya untuk
terintegrasi dan mengalami
perbanyakan di dalam suatu sel
organisme lain yang berperan
sebagai sel inang.
Tahap dalam rekombinasi DNA
Isolasi DNA
Dilakukan untuk menyeleksi DNA yang dikehendaki.
1. Isolasi dilakukan dengan mengekstrak kromosom dari
suatu organisme.
2. DNA yang dipilih kemudian dipotong dengan enzim
endonuklease restriksi yang berperan sebagai gunting
biologi.
3. Segmen DNA yang dikehendaki kemudian dimasukkan ke
dalam suatu vektor (pembawa).
4. Vektor pada proses ini dapat berupa plasmid atau DNA
virus.
5. Vektor yang dipilih ini harus dapat berikatan dengan gen,
mampu memperbanyak, dan mengekspresikan gen
tersebut.
6. Sebelum digunakan sebagai vektor, plasmid maupun
DNA virus harus dipotong terlebih dahulu dengan enzim
endonuklease restriksi.
Transplantasi Gen atau DNA
Transplantasi gen dilakukan dengan cara
1. menyambung/merekatkan gen yang
telah diisolasi ke dalam DNA plasmid
vektor dengan menggunakan enzim
ligase. Enzim ini mampu menyambung
ujung-ujung nukleotida dan berperan
sebagai lem biologi.
2. Hasil penyambungan ini disebut DNA
rekombinan yang mengandung DNA asli
vektor dan DNA asing yang diinginkan.
Memasukkan DNA Rekombinan ke
dalam sel hidup DNA rekombinan
kemudian dimasukkan ke dalam vektor
sel bakteri ataupun virus melalui
pemanasan dalam larutan NaCl atau
melalui elektroporasi. Sel bakteri atau
virus tersebut kemudian melakukan
replikasi dengan cara membelah diri
sehingga diperoleh DNA rekombinan
dalam jumlah banyak.
FUSI PROTOPLASMA
Disebut juga teknologi hibridoma yang
dilakukan dengan menggabungkan
dua sel dari jaringan yang sama atau
dua sel dari organisme berbeda dalam
suatu medan listrik. Prinsip dari fusi
protoplasma adalah menggabungkan
kedua isi sel dengan terlebih dahulu
menghilangkan dinding sel dari kedua
sel yang akan digabungkan dalam
suatu medan listrik.
Proses
Prinsip ini dapat dilakukan pada sel tumbuhan maupunsel
hewan.
Fusi protoplasma pada tumbuhan dilakukan
melaluiserangkaian tahap.
Tahap-tahap tersebut diawali denganmenyiapkan protoplasma.
Protoplasma biasanya diambil dari sel-selyang masih muda
karena mempunyai dinding sel tipis sertaprotoplasma yang
banyak dan utuh.
Tahap selanjutnya adalah mengisolasi protoplasma sel
yangtelah dipersiapkan. Protoplasma diisolasi dengan
caramenghilangkan dinding selnya. Dinding sel ini
dihancurkanterlebih dahulu dengan menggunakan enzim
kemudian dilakukanpenyaringan dan sentrifugasi berkali-kali.
Protoplasma yangdidapat kemudian diuji viabilitasnya
(aktivitas hidupnya) dengancara melihat aktivitas organel,
misalnya melihat aktivitasfotosintesisnya. Fusi protoplasma
dilakukan dalam suatu medanlistrik. Setelah sel-sel tadi
mengalami fusi, tahap selanjutnyaadalah menyeleksi
protoplasma yang dihasilkan. Setiap selmempunyai spesifikasi
tertentu. Protoplasma yang terseleksikemudian dibiakkan.
HIBRIDOMA
Merupakan teknik penyatuan dua
sel dari jaringan yang sama atau
organisme yang berbeda sehingga
menghasilkan sel tunggal yaitu sel
hibrid
Proses terjadinya fusi sel terjadi pada 5 tahap yaitu;
1. Tahap Persentuhan antara dua membran
Pada tahap ini, terjadi kontak antara membran dua sel yang
difusikan.
2. Tahap Peleburan antara dua membran
Pada tahap ini membran didaerah kontak melakukan peleburan.
Moleku-molekul lemak dan protein melakukan gerakan kearah lateral
3. Tahap Peleburan Sitoplasma
Setelah membran pemisah dari kedua selmelebur, terjadilah kontak
sitoplasma yang diikuti dengan peleburan sitoplasma. Pada tahp ini
terjadi digusi molekul-molekul sehingga terjadi keseimbangan yang
dinamis
4. Tahap Pemulihan Bentuk
5. Tahap Peleburan Inti
Dua sel yang sudah melebur membentuk sel hybrid(hibridoma)yang
pada awalnya memilki dua inti dari dua sel yang berbeda itu melakukan
mitosis bersama-sama, membentuk metaphase bersama-sama,
kemudian membelah dan menghasilkan sel-sel baru dengan satu inti
yang mengandung kromosom dari kedua induknya.
KLONNING
Biasa juga disebut pencangkokan
nukleus digunakan untuk
menghasilkan individu yang secara
genetik identik dengan induknya.
Proses kloning dilakukan dengan cara
1. memasukkan inti sel donor ke dalam sel
telur yang telah dihilangkan inti selnya.
2. Selanjutnya, sel telur tersebut diberi
kejutan listrik atau zat kimia untuk
memacu pembelahan sel.
3. Ketika klon embrio telah mencapai
tahap yang sesuai, embrio dimasukkan
ke dalam rahim hewan betina lainnya
yang sejenis.
4. Hewan tersebut salanjutnya akan
mengandung embrio yang ditanam dan
melahirkan anak hasil kloning.
TEKNIK BAYI TABUNG
bertujuan untuk membantu pasangan suami
istri yang sulit memperoleh keturunan.
Pasangan suami istri tersebut sebenarnya
mampu menghasilkan sel kelamin secara
normal. Namun, karena adanya faktor-faktor
tertentu mengakibatkan proses pembuahan
tidak dapat terjadi misal tersumbatnya saluran
telur. Pembuahan yang dilakukan pada teknik
bayi tabung berada di luar tubuh induk betina.
Sel telur yang telah dibuahi akan membentuk
embrio. Embrio tersebut selanjutnya tumbuh
menjadi anak yang siap dilahirkan.
Prosesnya pembuantan bayi tabung
1. Sel Sperma dan Sel Telur diambil
2. Kemudian ditaruh kedalam tabung
tempat pembuahan
3. Pembuahan menghasilkan zigot
dalam tabung
4. Tabung yang berisi zigot
dimasukkan kedalam rahim ibu
sampai menjadi bayi dan siap
dikeluarkan
KULTUR JARINGAN
Kultur jaringan merupakan teknik
perbanyakan tanaman secara
vegetatif buatan yang didasarkan
pada sifat totipotensi pada
tumbuhan. Prinsip kultur jaringan
adalah menumbuhkan jaringan
maupun sel tumbuhan dalam
suatu media buatan secara
aseptik.
Tahap Kultur Jaringan
1. Sterilisasi eksplan dengan cara merendam eksplan dalam
bahan kimia (sterilan) selama beberapa menit kemudian
dicuci dengan air steril. Sterilisasi bertujuan untuk
membunuh mikrobia yang menempel pada eksplan.
2. Penanaman eksplan pada media kultur yang terbuat dari
agar- agar dan dilengkapi dengan unsur makro dan mikro.
3. Meletakkan botol yang berisi eksplan pada ruangan yang
suhu dan penyinarannya terkontrol hingga terbentuk kalus.
4. Subkultur dilakukan beberapa kali sampai kalus tumbuh
menjadi plantet.
5. Plantet dikeluarkan dari botol dan akarnya dibersihkan
dengan air bersih.
6. Planted ditanam ke dalam pot-pot kecil dan diletakkan
ditempat yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
7. Apabila plantet sudah tumbuh kuat, tanaman bisa
dipindahkan ke media tanah atau lahan pertanian yang
terkena matahari langsung.