Anda di halaman 1dari 18

LOGO

Hubungan Keuangan Pusat


Daerah

Harsanto Nursadi

4/3/17 HN 2012 1
Pengertian
Kenneth J. Davey (1988) menyebutkan
Hubungan keuangan Pusat-Daerah menyangku
t pembagian tanggung jawab untuk melaksanak
an kegiatan-kegiatan tertentu, antara tingkat-tin
gkat pemerintahan dan pembagian sumber pen
erimaan untuk menutup pengeluaran sebagai a
kibat dari kegiatan-kegiatan itu

4/3/17 HN 2012 2
Hubungan Pusat-Daerah
Hubungan kewenangan:
Penyerahan kewenangan, dan/atau
Pelimpahan kewenangan

Hubungan Keuangan
Penyerahan keuangan, dan/atau
Pelimpahan keuangan

Hubungan keuangan antara pusat dan daerah dita


ndai dengan adanya transfer dana dari pusat kepa
4/3/17da daerah HN 2012 3
Sistem keuangan negara dan hubungan Pusat-D
aerah - nya

prinsip anggaran berimbang (balance budg


et),
prinsip anggaran defisit surplus (deficit-sur
plus budget),
kekurangan anggaran daerah ditanggung
pusat (soft budget control = sluit spot) dan
kekurangan anggaran ditanggung pusat (h
ard budget control).
4/3/17 HN 2012 4
Kriteria Sistem Hub Keu Pusat-Da
erah
1. Sistem harus memberikan distribusi kekuas
aan dari Pusat ke Prov dan ke Kab/Kota dala
m hal kewenangan menggali dan memanfa
atkan sumber dana. Bila menggunakan sist
em money follow function maka sumber su
mber keuangan harus sebanding dengan ke
wenangan yang diberikan
2. Sistem harus membrikan sumber pendapat
an untuk membiayai fungsi-fungsi pelayana
n, penyelenggaraan pemerintahan dan pem
bangunan yang menjadi urusan daerah.
5 Kh
4/3/17 ususnya bagi daerah2 yang memiliki sedikit
HN 2012
3. Sistem harus menjamin distribusi pengelua
ran pemerintah secara adil di antara daera
h-daerah
4. Pajak dan Retribusi yang dipungut Daerah
harus seimbang dan adil dengan kemampu
an masyarakat untuk membayar dan penge
luaran dan pelayanan publik yang diberika
n oleh Daerah
5. Sistem harus memiliki formula yang jelas d
an tetap untuk jangka waktu yang lama seh
ingga Daerah memiliki kepastian dalam hal
pendanaan yang berguna untuk 6perencana
4/3/17 an pembangunannya
HN 2012
Transfer keuangan diperlukan
pertama untuk mengatasi persoalan ketimpangan vertikal
fiskal.
Kedua, untuk mengatasi horizontal fiskal.
Ketiga, daerah wajib menjaga tercapainya standar pelayan
an minimal di setiap daerah.
Keempat, untuk mengatasi persoalan yang timbul dari me
nyebarnya atau melimpahnya efek pelayanan publik (inter
jurisdictional spill over effect), dan
kelima untuk rehabilitasi serta
keenam, mengedukasi-mendorong pemerintah daerah u
ntuk terus meningkatkan kemampuan daerahnya. Kriteria
umum dalam desain transfer pusat ke daerah adalah oton
omi, penerimaan yang memadai (revenue adequacy), kead
ilan (equity), transparan dan stabil, sederhana
7 ( simplicity)

4/3/17
dan insentif.
HN 2012
Prinsip-prinsip Hub Keuangan
Money follows function:
Daerah diberikan sejumlah kewenangan dan ur
usan kemudian diikuti dengan sumber pembiay
aannya
Function follows money
Daerah diberikan sejumlah dana untuk mengerj
akan tugas/fungsi/urusan tertentu sesuai jumlah
dana yang diberikan
Hybrid
Gabungan kedua prinsip dgn variasinya
HN 2012 8

4/3/17 HN 2012
Pendekatan Model Hub Keuanga
n dan Model Hub Pusat Daerah
Pendekatan Hub Keuangan
Pendekatan Kapitalisasi (Capitalization)
Pendekatan Pendapatan (Income Approach)
Pendekatan Pengeluaran (Expenditure Appr
oach)
Pendekatan Komprehensif (Comprehansive
Approach)
Model Hub Pusat Daerah
Model Pelaksanaan (Agency model)
Model Kemitraan (Partnership model)
9

4/3/17
HN 2012
Model Hubungan Keuangan Pus
at-Daerah
By Precentage
Distribusi berdasarkan persentase
By Origin
Distribusi berdasarkan asal sumber penerimaa
n
By Formula
Distribusi ke Daerah didasarkan pada formula t
ertentu
DAU = CF + AD
Dana Alokasi Umum; Celah Fiskal; Alokasi Dasar
CF = Kebutuhan Fiskal Kapasitas Fiskal
10

4/3/17 HN 2012
Kebutuhan fiskal
UU 33 Tahun 2004 UU 32 Tahun 1956
1. Jumlah Pendudu 1. luas daerah,
k 2. jumlah penduduk,
2. Luas wilayah 3. potensi perekonomian,
3. Indeks kemahala 4. tingkat kecerdasan rakyat,
n konstruksi 5. tingkat kemahalan,
4. Produk Regional
6. panjangnya jalan-jalan yang diu
Bruto/kapita rus oleh daerah,
5. Indeks Pembang
7. panjangnya saluran pengairan
unan Manusia yang diurus oleh daerah,
8. daerah itu seluruhnya atau seb
agian terdiri dari pulau-pulau.
11

4/3/17 HN 2012
Kategori Grant
Foster dan Pearmen (1980) berpendapat bahwa gra
nt dimungkinkan sejak pemerintah mengeluarkan bi
aya tertentu untuk membiayai pengeluarannya. Kat
egorinya:
By service
Didasarkan pada pembiyaan jenis pelayanan
Unconditional grant
By Purpose
Didasarkan pada tujuan tertentu yang hendak dicapai
Tidak semua daerah mendapatkan bantuan ini
By Basis of Distribution
Didasarkan pada basis ukuran tertentu
Persentase, alokasi perkapita, unit pelayan ttt
12

4/3/17 HN 2012
Kategori Grant lainnya
Formula Grant
Alokasi didasarjan formula: penduduk, kemiskin
an-kompensasi
Ad Hoc Grants
Alokasi didasarkan pada prioritas nasional atau
kegiatan tertentu yang ditunjuk
Grants to Reinburse Cost
Alokasi berdasarkan pada daerah yang tidak m
emiliki sumber pendapatan yang cukup untuk p
engeluaran awal
13

4/3/17 HN 2012
Pola Desentralisasi Keuangan
Klasik:100% Sentral vs 100% Desent
Analisa Modern: Diantara pola klasik denga
n kewenangan pembiayaan oleh pemda
Modern: Memiliki pilihan-pilihan sendiri
Spending (pengeluaran)
Revenue (pendapatan)
Borrowing (peminjaman)

14

4/3/17 HN 2012
Variasi pola modern
No Spanding Reveneu Borrowing Negara
1 L L L Indonesia, Tanzania, Mexico
2 H L L
3 H H L
4 H H H USA
5 L H K Kebanyakan negara-negara
6 L H H Na
7 L L H Na
8 H L L Belanda, German

15

4/3/17 HN 2012
Strategi Desentralisasi
Conventional Strategy
Sp (L); Rev (L); Bor (L) AM (L) Sp (H); Rev (H); Bor (H); AM (H)
Diawali desentarlisasi pengeluaran
Manajemen aset dan pendapatan
Pinjaman
Alternative Strategy
Sp (L); Rev (L); Bor (L) AM (L) Sp (H); Rev (H); Bor (H); AM (H)
Diawali desentralisasi pengeluaran
Manajemen aset
Pinjaman
Peningkatan penerimaan
16

4/3/17 HN 2012
Jenis Alokasi
Vote:berdasarkan suara
Capitalization: Penanaman saham Pusat

Tax sharing: Pengalokasian Pusat pada Da


erah
Pinjaman

Hibah, Subsidi, Kontribusi

17

4/3/17 HN 2012
Jenis Bantuan
Spacific Grants
Unit Cost Grants

Matching Grants

Multi Purpose Developmen Grants

Equalization Grants
Contributin Grants

18

4/3/17 HN 2012