Anda di halaman 1dari 13

9.

9 CRO PEMAKAIAN KHUSUS


CREATED BY : R. CAHAYA
CRO
JEJAK
RANGKA
P DUA

CRO
CRO BERKAS
PENCUPL RANGKA
IK P

CRO
PENYIMP
AN
a. CRO dengan jejak rangkap dua
(dual trace CRO)

Kemampuan CRT satu jejak (single trace) dapat


ditingkatkan agar menghasilkan bayangan ganda atau
peragaan jejak rangkap dua dengan cara penyakelaran
dua sinyal masukan terpisah secara elektronik
(electronic switching).
CRO jejak rangkap dua mempunyai dua rangkaian
masukan vertikal yang diberi tanda : saluran A dan B
dengan pra-penguat dan saluran tunda yang identik.
Keluaran pra-penguat A dan B diumpankan ke sebuah
sakelar elektronik secara bergantian menghubungkan
masukan penguat vertikal utama ke kedua masukan
sinyal.
Diagram Balok yang Disederhanakan
untuk CRO Jejak Rangkap Dua (dual
trace)
Modus Peragaan
Modus peragaan dapat dibagi menjadi beberapa
posisi, yaitu :
Modus peragaan pada posisi Bergantian
Sakelar elektronik secara bergantian menghubungkan penguat
vertikal utama ke saluran A dan saluran B pada permulaan tiap-tiap
penyapuan yang baru. Kecepatan permindahan sakelar elektronik
diselaraskan dengan kecepatan penyapuan, sehingga bintik CRT
mengikuti jejak sinyal saluran A pada satu penyapuan dan sinyal saluran
B pada penyapuan berikutnya. Modus ini, berguna pada laju penyapuan
relatif cepat, kedua bayangan kelihatan sebagai satu peragaan yang
simultan dan stabil.
Modus peragaan pada posisi Tercincang
Sakelar elektronik bekerja penuh pada kecepatan 100 sampai 500 kHz.
Laju pencincangan jauh lebih cepat dari laju penyapuan horizontal,
segmen-segmen terpisah yang kecil diumpankan ke penguat vertikal
bersama-sama menyusun kembali bentuk gelombang A dan B pada asli
layar CRT. Kecepatan penyakelaran hampir sama dengan kecepatan
pencincangan, segmen-segmen kecil dari gelombang tercincangan akan
Modus peragaan pada posisi Penjumlahan
Sinyal A dan B dijumlahkan secara aljabar dan hasil penjumlahannya
dipergakan sebagai satu bayangan tunggal sebagai fungsi dari
waktu. Kedua saluran digunakan sakelar-sakelar pengubah polaritas
adalah untuk memperagakan A+B, A-B, B-A dan -A-B.

Modus peragaan pada posisi X-Y


Generator penyapu terputus dan saluran B tersambung ke penguat
horizontal. Kedua pra-penguat adalah identik dan mempunyai
keterlambatan waktu yang sama,maka pengukuran X-Y benar-benar
teliti dapat dilakukan.

Jadi, CRO jejak rangkap dua dapat digunakan sebagai instrumen


yang lazim yaitu memperagakan saluran A atau saluran B sebagai
fungsi waktu.
b. CRO berkas rangkap (dual
beam CRO)
CRO berkas rangkap menerima dua sinyal
masukan vertikal dan memperagakannya sebagai
dua bayangan terpisah pada layar CRT. Beberapa
CRT berkas rangkap keluaran senapan elektron
tunggal dipisahkan secara mekanis menjadi dua
berkas terpisah disebut juga teknik pemisahan
berkas, sedangkan CRT lain berisi dua senapan
elektron terpisah. CRT berkas rangkap mempunyai
dua pasang pelat defleksi vertikal, satu pasang
untuk tiap saluran, dan satu pasang pelat defleksi
horizontal.
Diagram balok CRO berkas Rangkap

CRO berkas rangkap mempunyai dua saluran vertikal yang


identik ditandai dengan A dan B. Tipa saluran terdiri dari
pra-penguat dan pelemah masukan, saluran tunda, penguat
vertikal utama dan pelat-pelat vertikal CRT. Generator
penyapu dapat dipicu secara internal dari salah satu
saluran sinyal pemicu yang dihubungkan dari luar atau dari
tegangan jala-jala.CRO berkas rangkap tidak mempunyai
c. CRO Penyimpanan (storage CRO)
CRO penyimpanan dapat menyimpan peragaan jauh lebih
lama, sampai beberapa jam setelah bayangan terbentuk pada
fosfor. Ciri ingatan atau penyimpanan sangat bermanfaat
sewaktu memperagakan bentuk gelombang sinyal yang
frekuensi sangat rendah.
CRO penyimpanan digolongkan sebagai tabung-tabung
dengan dua kondisi stabil dan tabung-tabung setengah nada.
Tabung dengan dua kondisi stabil akan menyimpan satu
peristiwa atau tidak dan hanya menghasilkan satu level
keterangan bayangan. Tabung dengan setengah nada dapat
menyimpan suatu bayangan untuk pengubahan lamanya
waktu dan pada level keterangan bayangan yang berbeda.
Sasaran ditembaki oleh suatu aliran elektron primer, suatu
pengalihan energi yang memisahkan elektro lain dari
permukaan sasaran akan terjadi dalam suatu proses disebut
emisi sekunder. Jumlah elektron sekunder dipanaskan dari
permukaan sasaran bergantungan pada kecepatan elektron
primer, intensitas berkas elektron, susunan kimia dari bahan
sasaran dan kondisi permukaan.
d. CRO cuplikan (sampling CRO)
CRO cuplik menngunakan pendekatan yang berbeda guna memperbaiki
prestasi frekuensi tinggi. CRO cuplik bentuk gelombang masukan dibangn
kembali dari banyak sampel yang diambil selama siklus-siklus gelombang
masukan yang berulang, dan menghindari pembatasan lebar bidang CRT dan
penguat konvensional.

Pulsa pencuplik menghidupkan rangkaian pencuplik


pada selang waktu yang singkat. Bintik CRT secara
vertikal terhadap masukan tegangan sesuai dengan
siklus gelombang masukan berikutnya pada posisi
yang terbelakang. Sedangkan bintik CRT secara
horizontal melalui suatu jarak yang sangat pendek
dan ditempatkan kembali ke nilai baru tegangan
masukan secara vertikal.
HATURNUHUN