Anda di halaman 1dari 22

REFERAT

REAKSI KUSTA

Iqnasia Windy Novitasari


I 11111059

Pembimbing:
dr. Teguh Alyansyah, Sp.KK

SMF Ilmu Kulit dan Kelamin


RSUD dr. Abdul Aziz
Singkawang
2016
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 1
Pendahuluan

Kusta Mycobacterium leprae (M. leprae).


Tahun 2013, Indonesia menduduki peringkat
ketiga di dunia setelah India dan Brazil (WHO)
Kusta stigma di masyarakat,
mempengaruhi kualitas hidup

Reaksi kusta Reaksi tipe 1 dan tipe 2


Penting menyebabkan kerusakan saraf
permanen bahkan kegagalan organ sistemik
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 2
Pendahuluan

Reaksi kusta terjadi pada penderita baik


sebelum, sedang, ataupun sesudah pengobatan
Penelitian cross-sectional di Jakarta (2012)
dari 1.021 pasien, didapatkan 24,2% yang
mengalami kusta
Penelitian retrospektif di India Utara selama 15
tahun 30,9% pasien mengalami reaksi pada
kunjungan pertama ke pusat kesehatan

Fokus perhatian

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 3


Kusta

Penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh


M. leprae.
Kusta saraf perifer kulit dan mukosa
traktus respiratorius bagian atas ke organ
lain kecuali susunan saraf pusat.
Diagnosis gambaran klinis,
bakterioskopis, dan histopatologis

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 4


Gejala Klinis

Bercak putih/kemerahan kulit, disertai


anestesi
Penebalan saraf tepi disertai gangguan saraf
berupa mati rasa/ kelumpuhan otot mata,
tangan, kaki, kulit kering (dehidrasi), alopesia
pada lesi.

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 5


Klasifikasi (Ridley dan Jopling)

Tuberculoid (TT),
Borderline Tuberculoid (BT),
Mid Borderline (BB),
Borderline Lepromatosa (BL), dan
Lepromatosa (LL).

WHO pausibasiler (PB) dan multibasiler (MB)

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 6


Pengobatan

Terapi kombinasi:
Pausibasiler: DDS (diaminodifenil sulfon)
100 mg/hari + rifampisin 600 mg sebulan
sekali selama 6-9 bulan.
Multibasiler: DDS 100 mg/hari + rifampisin
600 mg/hari + klofazimin 50 mg/hari +
klofazimin 300 mg/bln dg kemasan dosis
lengkap 12 blister dlm 12-18 bln
Penghentian pengobatan Release from
Treatment (RFT)

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 7


Reaksi Kusta

Reaksi kusta adalah berbagai gejala dan


tanda radang akut pada lesi dalam perjalanan
penyakit yang kronis.
Ada 2 tipe:
1. Tipe 1: Reaksi Reversal
2. Tipe 2: Eritema Nodosum Leprosum (ENL)

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 8


Reaksi Tipe 1 (Reversal)

Umumnya pada lepra tipe borderline (BT, BB,


dan BL). Yang memegang peranan penting
adalah sistem imun selular.

A. Reaksi kusta bentuk reversibel; B. Lesi-lesi kusta


4/3/17 menjadi lebih aktif. Referat - Reaksi Kusta 9
Gejala Klinis

Gejala konstitusi lebih ringan dari ENL. Gejala


kulit: lesi-lesi lepra menjadi lebih banyak dan
lebih aktif secara mendadak. Tidak timbul
nodus dan terkadang ada jejak neuritis.

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 10


Penatalaksanaan

Jika timbul neuritis berikan kortikosteroid,


prednison 30-60 mg/hari. Obat-obat kusta yang
lain diteruskan. Penderita tidak perlu dirawat di
rumah sakit. Analgetik dan antipiretik jika perlu.

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 11


Eritema Nodosum Leprosum (ENL)
Umumnya terjadi pada lepra tipe BL atau LL
(Lepromatous). Yang berperan penting adalah
sistem imunologis humoral.

A & B. Reaksi kusta bentuk ENL. Tampak nodus-nodus tanpa


ulkus dan nyeri.
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 12
Gejala Klinis

Gejala konstitusional berupa demam,


menggigil, mual, nyeri sendi, sakit pada
saraf dan otot. Pada kulit timbul: eritema,
nodus, dan jika nodus pecah menimbulkan
ulkus.
Predileksi: lengan, tungkai dan dinding
perut. Gambar 1.
Beberapa plak
dengan ulserasi di
perut, lengan atas
dan bawah
Gambar 2.
Ulserasi di bokong
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 13
Penatalaksanaan

Antipiretik dan analgetik parasetamol atau


metampiron 4 x 500 mg. Kortikosteroid seperti
prednison dengan dosis permulaan 40 mg/hari
selama 2 minggu, atau kortikosteroid lain
dengan dosis ekivalen. Klofazimin 200-300
mg/hari. Obat antikusta yang lain diteruskan.
Gambar 1. Pustul dan
nodul di wajah
Gambar 2. Scar dan
hiperpigmentasi

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 14


Gambaran tipe reaksi yang terjadi dan
hubungannya dengan tipe imunitas
dalam spektrum imunitas pasien kusta
menurut Ridley- Jopling.

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 15


No Gejala / Tipe 1 Tipe 2
. Tanda
1 Kondisi Baik atau demam ringan Buruk, disertai malaise dan febris
umum
2 Peradangan Bercak kulit lama Timbul nodul kemerahan, lunak dan
di kulit menjadi lebih meradang nyeri tekan. Biasanya pada lengan
(merah), dapat timbul dan tungkai. Nodul dapat pecah
bercak baru. (ulserasi)
3 Waktu Awal pengobatan MDT Biasanya setelah pengobatan yang
terjadi lama, umumnya lebih dari 6 bulan
4 Tipe Kusta Dapat tipe PB dan MB Hanya terjadi pada MB
5 Saraf Sering terjadi, umumnya Dapat terjadi
berupa nyeri tekan saraf
dan/atau gangguan
fungsi saraf
6 Peradangan Hampir tidak ada Terjadi pada mata, KGB, sendi,
pada organ ginjal, testis, dll
lain
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 16
Terapi Reaksi Kusta Berat

Jika terjadi reaksi kusta dapat diberikan


prednison 30 60 mg/hari serta
pemberian obat simtomatis, lalu
diturunkan. Pedoman terapi adalah:
Pasien Pausibasiler
Minggu ke- dengan reaksi kusta:
Dosis harian
1-2 40 mg
3-4 30 mg
5-6 20 mg
7-8 15 mg
9-10 10 mg
11-12 5 mg
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 17
Terapi Reaksi Kusta Berat

Pasien Multibasiler dengan reaksi kusta. Pada


reaksi tipe 2 dapat ditambah dengan
Klofazimin 300 mg/hari selama 1 bulan, 200
mg/hari selama 3-6 bulan selanjutnya 100
mg/hari sampai
Minggu ke- gejala menghilang.
Dosis harian
1-4 40 mg
5-8 30 mg
9-12 20 mg
13-16 15 mg
17-20 10 mg
21-24 5 mg
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 18
Fenomena Lucio

Reaksi kusta yang sangat berat yang terjadi


pada kusta tipe lepromatosa non-nodular
difus.
Gejala klinis: plak/infiltrat difus, berwarna
merah muda, bentuk tidak teratur dan terasa
nyeri
Lesi berat tampak lebih eritematosa disertai
purpura, dan bula, kemudian cepat terjadi
nekrosis serta ulserasi yang nyeri

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 19


Fenomena Lucio

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 20


Kesimpulan
Reaksi kusta adalah berbagai gejala dan tanda
radang akut pada lesi dalam perjalanan penyakit
yang kronis. Terdapat 2 tipe reaksi kusta yaitu
reaksi Reversal (tipe 1) dan Eritema Nodosum
Leprosum (tipe 2).
Berbagai pilihan terapi seperti kortikosteroid,
klofazimin, dan thalidomide dengan pemilihan yang
adekuat dapat memperbaiki kualitas hidup pasien
dengan reaksi kusta.
Pengobatan yang tepat sangat penting untuk
menurunkan morbiditas, seperti gangguan saraf,
deformitas, ataupun kecacatan.
4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 21
TERIMAKA
SIH

4/3/17 Referat - Reaksi Kusta 22