Anda di halaman 1dari 34

SISTIM IMUN TUBUH

Oleh :
Gusliani Eka Putri, M.Si
Ibarat payung yang digunakan
di kala hujan atau matahari
terik, sistem imun melindungi
tubuh kita dari berbagai kuman
dan mikro-organisme setiap
hari. Bila tidak ada
perlindungan itu, maka tubuh
kita akan mudah diinfeksi oleh
kuman dan mikro-organisme
tersebut.
Prajurit dalam mempertahankan kemerdekaan
Tiga lapis sistem kekebalan tubuh
1. kulit, dan permukaan dari sistem pernafasan, pencernaan, dan
uriner. Ketiga sistem ini memberikan penghalang fisik bagi
radikal bebas dan mikroorganisme yang hendak
mengintervensi tubuh.
2. jika lolos dari penjagaan pertama, akan menghadapi
macrofagus dari bagian inflammatory response atau respon
peradangan. Selain macrofagus, tubuh juga akan
mengeluarkan histamin, interferon, dan beberapa bahan kimia
lain yang akan mengeroyok radikal bebas yang lolos pintu
gerbang pertama, dan merespon secara langsung kerusakan
yang mungkin telah disebabkan oleh intervensi tersebut.
3. Apabila kedua lapis sistem pertahanan tersebut masih belum
dapat menghentikan pengaruh negatif mikroba dan radikal
bebas, maka sistm kekebalan yang terakhir mulai beraksi.
Dikendalikan oleh organ lymphoid mengeluarkan lymphocytes
yang bekerja sebagai kunci dari sistem kekebalan tubuh.
Sistem ini bekerja karena adanya molekul-2 asing yang disebut
antigen (antibody-generating-substances) yang terdeteksi pada
virus atau bakteri.
Kommponen Sistem Kekebalan Tubuh
1. Pertahanan fisik : Kulit
Terdiri dari lapisan tanduk yang tidak mudah ditembus oleh
benda asing kecuali jika kulit dalam keadaan terluka
.Asam lemak dan keringat yang dihailkan oleh kelenjar di
kulit juga akan mencegah benda asing masuk kedalam
tubuh.

2. Pertahanan Mekanik : Selaput Lendir


Merupakan hasil sekresi dari selyang terdapat di sepanjang
saluran pernapasan dan saluranpencernaan.Pada saluran
pernapaan,Selaput lendir berfungidalam menangkap
bakteri / benda asing yang masuk kedalam tubuh melalui
saluran pernapasan.Contoh : Selaputlender pada hidung.
Selaput lender pada saluranpencernaan berfungsi
sebagai rintangan yang melindungisel diluar system
pencernaan
sel darah putih
Ada bermacam-macam leukosit dengan berbagai fungsi. Berdasarkan ada/tidaknya
granula di dalam plasma, leukosit dibagi menjadi :
1. Leukosit bergranula (granulosit)
Neutrofil
Eosinofil
Basofil

2. Leukosit tidak bergranula (agranulosit)


Limfosit
Monosit
Neutrofil
Plasmanya bersifat netral,
inti selnya berjumlah
banyak (polimorf) dengan
bentuk bermacam-macam.
Neutrofil melawan antigen
dengan cara memakannya
(fagositosis). Selain
melakukan fagositosis
terhadap kuman, neutrofil
juga memakan jaringan
tubuh yang rusak atau
mati
Eosinofil
Plasmanya bersifat
asam. Itulah sebabnya
eosinofil akan tampak
berwarna merah tua
bila ditetesi eosin.
Eosinofil juga bersifat
fagosit dan jumlahnya
akan meningkat jika
tubuh terkena infeksi.
Basofil
Plasmanya bersifat
basa. Berwarna biru
jika ditetesi larutan
basa.
Basofil juga bersifat
fagosit. Selain itu,
basofil mengandung
antikoagulan (anti
penggumpalan darah),
yaitu heparin.
Limfosit
Limfosit tidak dapat
bergerak dan berinti
satu. Ukurannya
ada yang besar dan
ada yang kecil.
Limfosit berfungsi
untuk membentuk
antibodi.
Monosit
Monosit dapat
bergerak seperti
Amoeba dan
mempunyai inti yang
bulat/bulat panjang.
Monosit diproduksi
pada jaringan limfe
(getah bening) dan
bersifat fagosit.
Beginilah proses fagositosis
Sel darah putih akanmenghancurkan
setipa benda asing yang masuk ke
dalam tubuh dengan cara fagositosis
Mekanisme fagositosis:
1.Mikroba menempel ke fagosit.
2.Fagosit membentuk pseudopodium
yang menelanmikroba
3.Vesikula fagositik bersatu sengan
lisosom
4.Mikroba dibunuh oleh enzim dalam
fagolisosom
5.Sisa-sisa mikroba dikeluarkan lewat
eksotisosis
Dari bermacam leukosit di atas yang berperan penting terhadap
kekebalan tubuh ada 2, yaitu sel fagosit dan limfosit :

1. Sel fagosit akan menghancurkan antigen yang dengan cara


menelannya (fagositosis). Ada 2 macam sel fagosit, yaitu
neutrofil, dan Makrofag. Sel makrofag dapat keluar dari dalam
peredaran darah untuk masuk ke dalam jaringan tubuh.
Kemampuan ini disebut diapedesis, dan berguna untuk
melacak/mencari lokasi dimana antigen atau kuman berada.
Jika antigen ditemukan maka sel makrofag juga akan
melakukan fagositosis.
2. limfosit terdiri atas:
limfosit T (T Sel)
limfosit B (B sel).
Keduanya dihasilkan oleh sumsum tulang dan diedarkan ke seluruh
tubuh melalui pembuluh darah, dan menghasilkan antibodi yang
disesuaikan dengan antigen yang masuk ke dalam tubuh.
Seringkali antigen
semacam virus memasuki
tubuh tidak melalui
pembuluh darah tetapi
melalui kulit dan selaput
lendir untuk menghindari
leukosit. Namun ada bentuk
pertahanan lain di sana.
Sel-sel tubuh akan
menghasilkan interferon
yaitu zat yang berfungsi
sebagai penghalang
pembentukan virus baru
(replikasi).
Limfosit B berasal dari sel stem di dalam
sumsum tulang dan tumbuh menjadi sel
plasma, yang menghasilkan antibodi
Limfosit T terbentuk jika sel stem dari
sumsum tulang pindah ke kelenjar thymus,
dimana mereka mengalami pembelahan dan
pematangan.
Di dalam kelenjar thymus, limfosit T belajar
membedakan mana benda asing dan mana
bukan benda asing. Limfosit T dewasa
meninggalkan kelenjar thymus dan masuk ke
dalam pembuluh getah bening dan berfungsi
sebagai bagian dari sistem pengawasan
kekebalan.
Sel Limfosit B dan T
Sel T dan sel B berasal dari sel limfosit yang
diproduksi dalam sumsum tulang. Perhatikan
Gambar 11.5 Sel limfosit yang melanjutkan
pematangan selnya di sumsum tulang akan
menjadi sel B.
Baik sel B maupun sel T dilengkapi dengan
reseptor antigen di dalam plasma
membrannya. Reseptor antigen pada sel B
merupakan rangkaian membran molekul
antibodi yang spesifik untuk antigen tertentu.
Reseptor antigen dari sel T berbeda dari
antibodi, namun reseptor sel T mengenali
antigennya secara spesifik. Spesifikasi dan
banyaknya macam dari sistem imun
tergantung reseptor pada setiap sel B dan sel
T yang memungkinkan limfosit
mengidentifikasi dan merespon antigen.
Immunoglobulin
Struktur Immunoglobulin
Immunoglobulin atau
Antibodi merupakan suatu
fraksi plasma (serum) yang
bereaksi secara khusus
dengan antigen yang
merangsang produksinya.
Imunoglobulin termasuk
dalam famili glikoprotein
yang mempunyai struktur
dasar sama, terdiri dari 82-
96% polipeptida dan 4-18%
Pada dasarnya molekul imunoglobulin mempunyai bentuk ikatan 4
rantai yang terdiri dari dua rantai kembar yang kuat (H=heavy) dan
dua rantai kembar yang lemah (L=light), dimana kedua bentuk
rantai tersebut dihubungkan dengan molekul disulfida (S2).
Didalam rantai ikatan disulfida tersebut bertanggung jawab terhadap
formasi dua jalur ganda yang menguatkan antibodi yang juga
merupakan ciri khas dari molekul antibodi tersebut.
Pada ujung terminal amina dan rantai H dan L terciri dengan sifat
yang berubah-ubah (variasi) dari komposisi asam aminonya,
sehingga disebut VH (variasi heavy) dan VL (variasi light).
Bagian yang tetap atau konstant dari rantai L disebut sebagai C L,
sedangkan dari rantai H disebut CH, sedangkan CH sendiri dibagi
menjadi sub unit: CH1, CH2, dan CH3
Rantai L mempunyai 2 tipe yaitu kappa
dan lambda, sedangkan rantai H terdiri
dari 5 kelas, yaitu rantai G (), rantai A (),
rantai M (), rantai E () dan rantai D ().
Setiap rantai mempunyai jumlah domain
berbeda. Rantai pendek L mempunyai 2
domain; sedang rantai G, A dan D masing-
masing 4 domain, dan rantai M dan E
masing-masing 5 domain.
Berdasarkan fungsinya, maka struktur Ig dapat dibedakan menjadi 2
bagian utama yaitu Fab dan Fc yang ditunjukkan oleh Gambar
1. Antigen binding ( Fab) : bagian Ig yang
mengikat secara spesifik terhadap antigen
tertentu yaitu VL dan VH. Pengikatan
antigen oleh Fab merupakan fungsi utama
dari antibodi.
2. Effector function (Fc) : bagian Ig yang
memberikan efek biologis secara
signifikan sebagai fungsi efektor antibodi.
Fungsi effector yaitu fiksasi komplemen
yang menyebabkan lisis sel atau
pelepasan molekul biologis dan berfungsi
sebagai pengikatan berbagai jenis sel-sel
fagosit, limfosit trombosit, sel mast dan
basofil yang memiliki reseptor Ig.
Imunoglobulin (Ig)
Ada 5 kelas:
1. Ig M berperan sbg reseptor permukaan sel B &
disekresi pd tahap awal respons sel plasma
2. Ig G Ig terbanyak di darah, diproduksi jika tubuh
berespons thd antigen yg sama
Ig M & IgG berperan jika tjd invasi bakteri & virus serta
aktivasi komplemen
3. Ig E melindungi tubuh dr infeksi parasit & mrp
mediator pd reaksi alergi; melepaskan histamin dari
basofil & sel mast
4. Ig A ditemukan pd sekresi sistem perncernaan,
pernapasan, & perkemihan (cth: pd airmata & ASI)
5. Ig D terdapat pada banyak permukaan sel B;
mengenali antigen pd sel B
1. Imunoglobulin G (Ig G)
IgG mempunyai struktur dasar imunoglobulin yang terdiri dari 2
rantai berat H dan 2 rantai ringan L
Komponen glikoprotein dari imunoglobulin G (IgG), adalah
molekul efektor yang terbesar dalam respon sistem imun
humoral pada orang, jumlahnya sekitar 75% dari total
imunoglobulin dalam plasma darah orang yang sehat
Bagian Fc dari IgG mempunyai bermacam proses biologik
dimulai dengan kompleks imun yang hasil akhirnya
pemusnahan antigen asing. Kompleks imun yang terdiri dari
ikatan sel dan antibodi dengan reseptor Fc pada sel killer
memulai respons sitolitik (antibody dependent cell-mediated
cytotoxicity = ADCC) yang ditujukan pada antibodi yang diliputi
sel. Kompleks imun yang berinteraksi dengan sel limfosit pada
reseptor Fc pada trombosit akan menyebabkan reaksi dan
agregasi trombosit. Reseptor Fc memegang peranan pada
transport IgG melalui sel plasenta dari ibu ke sirkulasi janin.
Merupakan satu-satunya immunoglobulin
yang mampu melewati plasenta
Merupakan kekebalan pasif dari ibu
kepada anaknya sera merupakan
pertahanan utama untuk bayi pada
minggu-minggu pertama dalam
kehidupannya ( dari kolustrum)
2. Imunoglobulin M (Ig M)
Disintesis pertama kali sebagai stimulus terhadap antigen
Tidak dapat melalui plasenta
Imunoglobulin utama yang pertama dihasilkan dalam respon
imun primer. IgM terdapat pada semua permukaan sel B
yang tidak terikat
Disebabkan bervalensi tinggi, maka antibodi ini paling sering
bereaksi di antara semua Imunoglobulin, sangat efisien
untuk reaksi aglutinasi dan reaksi sitolitik, pengikatan
komplemen, reaksi antibodi-antigen yang lain dan karena
timbulnya cepat setelah terjadi infeksi dan tetap tinggal
dalam darah, maka IgM merupakan daya tahan tubuh yang
penting untuk bakteremia dan virus. Antibodi ini dapat
diproduksi oleh janin yang terinfeksi.
3. Imunoglobulin D (Ig D)
Melekat pada permukaan luar sel limfosit B
Berfungsi sebagai reseptor antigen sel limfosit B dan
penting bagi aktivitas sel limfosit B tersebut.
Dalam serum IgD ditemukan dalam jumlah yang sangat
sedikit dan IgD merupakan antibodi inti sel. Zat ini juga
terdapat pada sel penderita leukemia getah bening.
Telah dibuktikan pula bahwa IgD dapat bertindak
sebagai reseptor antigen apabila berada pada
permukaan limfosit B tertentu dalam darah tali pusar
janin dan mungkin merupakan reseptor pertama dalam
permulaan kehidupan sebelum diambil alih fungsinya
IgM dan Imunoglobulin lainnya, setelah sel tubuh
berdiferensiasi lebih jauh.
4. Imunoglobulin A (Ig A)
Ditemukan dalam sekresi eksternal.
Contoh pada mukosa saluran nafas,
intestinal, urin, genital, saliva, air mata dll
Dapat menetralisir virus dan menghalangi
penempelan bakteri pada sel epitelium
5. Imunoglobulin E (Ig E)
Disekresikan oleh sel plasma di kulit,
mukosa dan tonsil
Mengakibatkan sel melepaskan histamin
dan berperan dalam reaksi alergi
Didalam serum ditemukan dalam
konsentrasi sangat rendah.
Terima Kasih