Anda di halaman 1dari 15

PAPER

TENSION HEADACHE
Oleh
NAMA 000000000000

PEMBIMBING
dr. _______________________Sp.S

UNIVERSITA
S

SMF NEUROLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
RUMAH SAKIT HAJI MEDAN
2017
DEFENISI
Tension Type Headache (TTH) adalah nyeri kepala berulang
yang berhubungan dengan gangguan pada otot (muscular).
Dapat berhubungan dengan stress atau yang berhubungan
dengan masalah muskuloskeletal pada regio leher.

Tension-type Headache adalah nyeri kepala bilateral


yang menekan (pressing squeezing), mengikat, tidak
berdenyut, tidak dipengaruhi dan tidak diperburuk
oleh aktivitas fisik, bersifat ringan hingga sedang,
tidak disertai (atau minimal) mual dan atau muntah,
serta disertai fotofobia atau fonofobia
EPIDEMIOLOGI
Tension-type Headache mewakili 70% dari seluruh nyeri
kepala. Kebanyakan pasien merupakan dewasa muda. Sekitar
60% nyeri kepala muncul pada pasien berusia >20 tahun.
Tension-type Headache lebih banyak dialami wanita
dibanding pria dengan perbandingan 3:1.
EPIDEMIOLOGI
Secara umum diklasifikasikan sebagai berikut:
Organik, seperti, tumor serebral, meningitis, hidrosefalus,
dan sifilis
Gangguan fungsional, misalnya: lelah, bekerja tak kenal
waktu, anemia, gout, endokrin yang abnormal, obesitas,
intoksikasi, dan nyeri yang direfleksikan.
Tension Type Headache
KLASIFIKASI
Tension Type Headache Episodik yang
infrequent
Nyeri kepala episodik yang infrequent berlangsung beberapa
menit sampai beberapa hari, nyeri bilateral, rasa menekan
atau mengikat dengan intensitas ringan sampai sedang. Nyeri
tidak bertambah pada aktifitas fisik rutin, tidak didapatkan
mual, tetapi bisa terdapat fotofobia atau fonofobia.

Tension Type Headache Episodik yang


frequent
Nyeri kepala episodik yang frequent berlangsung beberapa
menit sampai beberapa hari, nyeri bilateral, rasa menekan
atau mengikat (tidak berdenyut), intensitas ringan sampai
sedang, nyeri tidak bertambah pada aktifitas fisik rutin, tidak
didapatkan mual / muntah, tetapi mungkin terdapat fotofobia
atau fonofobia.
Tension Type Headache Kronik (CTTH)

Nyeri kepala yang berasal dari Tension Type Headache


Episodik (ETTH) dengan serangan tiap hari atau serangan
episodik nyeri kepala lebih sering yang berlangsung beberapa
menit sampai beberapa hari, nyeri kepala bersifat bilateral,
menekan atau mengikat (tidak berdenyut) dengan intensitas
ringan sampai sedang, dan nyeri tidak bertambah pada
aktifitas fisik rutin, kemungkinan terdapat mual fotofobia atau
fonofobia ringan.
PATOFISIOLOGI
Adanya stress fisik (kelelahan) akan menyebabkan pernafasan
hiperventilasi sehingga kadar CO2 dalam darah menurun yang akan
mengganggu keseimbangan asam basa dalam darah. Hal ini akan
menyebabkan terjadinya alkalosis yang selanjutnya akan mengakibatkan
ion kalsium masuk ke dalam sel dan menimbulkan kontraksi otot yang
berlebihan sehingga terjadilah nyeri kepala.

Stress mengaktifasi saraf simpatis sehingga terjadi dilatasi


pembuluh darah otak selanjutnya akan mengaktifasi nosiseptor
lalu aktifasi aferen gamma trigeminus yang akan menghasilkan
neuropeptida (substansi P). Neuropeptida ini akan merangsang
ganglion trigeminus (pons).
Stress dapat dibagi menjadi 3
tahap yaitu :
Alarm reaction
EPIDEMIOLOGI
Gejala klinis dapat berupa nyeri ringan, sedang, berat,
tumpul seperti ditekan atau diikat, tidak berdenyut,
menyeluruh, nyeri lebih hebat pada daerah kulitkepala,
oksipital, dan belakang leher, terjadi spontan, memburuk
oleh stress, insomnia.

Selain itu juga ada gelaja lain pada nyeri kepala tegang otot ini yaitu:
Fotofobia ringan namun konstan
Gejala-gejala GI : nausea pada pagi hari, Vomitus (jarang), sendawa belebihan
dan mengeluarkan flatus.
Hiperventilitas, gangguan konsentrasi, kurang minat dalam bekerja dan melakukan
hobi, Gejala-gejala ini dapat ditafsirkan sebagai sindrom cemas (anxietas).
Rasa nyeri di dada kiri, di punggung dan region koksigeus. Rasa nyeri ini
bersamaan gejala GI dan Gejala psikosomatik lainnya dapat ditafsirkan sebagai
sindrom depresi.

DIAGNOSIS

Tension Type Headache Episodik yang infrequent

Kriteria Diagnosis :

1. Paling tidak terdapat 10 episode serangan dengan rata-rata < 1

hari/bulan (< 12 hari/tahun).

2. Nyeri Kepala berlangsung dari 30 menit sampai 7 hari.

3. Nyeri kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas yaitu:


Lokasi bilateral

Menekan atau mengikat (tidak berdenyut)

Intensitasnya ringan sampai sedang

4. Tidak diperberat oleh aktifitas rutin seperti berjalan atau naik tangga.
DIAGNOSIS
Tension Type Headache Episodik yang frequent
Kriteria Diagnosis :
1. Paling tidak terdapat 10 episode serangan dalam 1-15
hari/bulan selama paling tidak 3 bulan.
2. Nyeri Kepala berlangsung dari 30 menit sampai 7 hari.
3.Nyeri kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas yaitu :
Lokasi bilateral
Menekan atau mengikat (tidak berdenyut)
Intensitasnya ringan sampai sedang
Tidak diperberat oleh aktifitas rutin seperti berjalan atau naik
tangga.
DIAGNOSIS

Tension Type Headache Kronik (CTTH)


Kriteria diagnostik :
1. Nyeri kepala timbul 15 hari/bulan, berlangsung > 6 bulan.
2. Nyeri Kepala berlangsung beberapa jam atau terus menerus.
3. Nyeri kepala paling tidak terdapat 2 gejala khas yaitu :
Lokasi bilateral
Menekan atau mengikat (tidak berdenyut)
Intensitasnya ringan sampai sedang
Tidak diperberat oleh aktifitas rutin seperti berjalan atau naik
tangga.
PENATALAKSANAAN
Tujuan penatalaksanaan adalah reduksi frekuensi dan intensitas nyeri
kepala (terutamaTTH) dan menyempurnakan respon terhadap terapi
abortive
Beberapa obat yang terbukti efektif: Analgesik sederhana, nonsteroidalanti-infl
ammatory drugs (NSAIDs), dan agen kombinasi adalah yang paling umum
direkomendasikan.
PENATALAKSANAAN
Terapi abortif
Terapi ini ini bersifat abortif yang digunakan untuk
menghentikan atau mengurangi intensitas serangan. Terapi
tersebut antara lain : aspirin 1000 mg/hari, acetaminophen
1000 mg/hari, NSAID (Naproxen 660-750 mg/hari, ketoprofen
25-50 mg/hari, tolfenamic 200-400 mg/hari, ibu profen 800
mg/hari, diclofenac 50-100 mg/hari).
ANAAN
Terapi preventif
Terapi pencegahan ini antara lain: Amitriptilin (dosis 10-50 mg
sebelum tidur) dan nortriptilin (dosis 25-75 mg sebelum tidur)
yang merupakan antidepresan golongan trisiklik yang paling
sering dipakai. selain itu juga, selective serotonin uptake
inhibitor (SSRI) juga sering digunakan seperti fluoksetin,
paroksetin, sertralin.
Terapi Nonfarmakologis
Disamping mengkonsumsi obat, terapi non farmakologis yang dapat dilakukan untuk
meringankan nyeri tension type headache antara lain :

Training