Anda di halaman 1dari 27

BUDIDAYA LELE

Kelompok arwana
Samsuryadi
Elva juwita
Herti jalawita
Wiwit yusstdalova
Meri mustika sari
Keunggulan Lele :
Lele dapat dibudidayakan pada lahan dengan luas yang
terbatas.
Lele memiliki kemampuan hidup dan berkembang dengan
baik meskipun dipelihara dengan kepadatan tinggi.
Jenis lele ini tidak mengalami kesulitan jika budidaya
dilakukan dengan sumber air yang minim karena tidak
membutuhkan pergantian air secara rutin.
Teknologi budidaya mudah dipelajari dan diaplikasikan,
meskipun oleh orang awam sekalipun.

Modal usaha relatif rendah karena dapat memanfaatkan


sumber daya yang tersedia.
Pemasaran benih maupun ikan lele untuk ukuran konsumsi
relatif mudah.
PERSIAPAN KOLAM
PEMBESARAN
Wadah budidaya
Benih Unggul
Ciri-ciri Sebagai Berikut:
1. Benih Terlihat aktif Melakukan oksigenasi;
2. Gesit, Agresif Dan cerah;
3. Ukuran Terlihat Sama Rata;
4. Warna Sedikit Lebih Terang;
5. Menghadap arus
6. melawan arus
7. Warna cerah
Padat tebar
Apabila disiapkan kolam
dengan
kedalaman 75 cm, padat
tebar benih
ukuran 5 8 cm
adalah 50 100 ekor/m 2

ukuran 8-12
2
PENEBARAN BENIH

30 menit

Pengaturan Kualitas air


tambahkan air sampai tingkat air kembali ke
posisi normal. Pada tingkat air 20 cm (bulan
pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm
(bulan ketiga).
Warna air hijau
Pengaturan Kualitas air
tambahkan air sampai tingkat air kembali ke
posisi normal. Pada tingkat air 20 cm (bulan
pertama), 40 cm (bulan kedua), dan 80 cm
(bulan ketiga).
Warna air yang terbaik bagi ikan lele

berwarna hijau menunjukkan bahwa kualitas


air yang baik untuk ikan lele. Lele tidak suka
air jernih. Dan air akan berubah merah
ketikan ikan sudah dewasa untuk siap panen
Kedalaman air
Kolam jangan terlalu dangkal karena penguapan
akan membuat ikan menjadi terlalu panas.
Tentunya ini akan membuat ikan menjadi
kelelahan dan mati. Solusinya adalah dengan
menambahkan air telah surut kembali ke posisi
yang telah ditentukan.
Selain itu perlu untuk menambahkan tanaman
air seperti kangkung, daun talas / talas, dan
eceng gondok. Fungsi sebagai tanaman
peneduh, selain itu juga dapat menyerap racun
yang terkandung dalam air kolam. tingkat air
kolam 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan
kedua), dan 80 cm (bulan ketiga).
Tingkat Kejernihan Air
Pada dasarnya lele tidak suka air jernih. Hal ini dapat dilihat
dari sifat dan bentuk tubuhnya. pakan alam lele di malam hari
menyebabkan lele tidak perlu penglihatan yang baik. Hal ini
juga didukung dari bentuk tubuh memiliki kumis di sekitar
mulut. Fungsi ini berguna untuk meraba makanan.
Selain itu, sistem pernapasan ikan lele menggunakan labirin,
yang berarti bernapas lele tidak bergantung pada oksigen
terlarut dalam air. Dengan demikian, kondisi oksigen minimal
lele dapat bertahan hidup air berlumpur tersebut. Meskipun
ikan lele tidak suka air jernih, kita tidak bisa memasukan
sembarangan air ke dalam kolam
sebagai penangkalnya yaitu dengan memberikan daun
seperti yang disebutkan di atas sehingga air berwarna hijau
Pakan
Pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pukul
07:00 pagi, 17:00 dan 22:00. Makanan tidak
selalu harus 3 kali sehari, bisa jadi 4 kali,
tergantung pada kebutuhan ikan akan
makan.

Pemberian pakan tidak boleh terlalu


berlebihan karena akan menimbulkan
berbagai macam jenis penyakit akibat
pakan yang mengendap yang tidak
termakan oleh ikan. akan menyebabkan
amonia beracun.
Pakan
Pakan
alami

Pakan
buatan
Kandungan nutrisi paka buatan berdasar jenis bahan baku
Cara pemberian pakan
Aturan Yang benar Pemberian Pakan Lele
Pemberian pakan untuk pelet berjenis mengapung :
Pelet berjenis mengapung sebelum diberikan harus diberi
sedikit air, tempatkan pelet alam wadah an beri sedikit air lalu
diaduk secara merata dan diamkan 20 menit sebelum pakan
diberikan. Hal ini tentunya untuk membuat pelet lebih kenyal dan
mudah untuk dikosumsi si ikan lele.
Tebarkan secara merata di keseluruhan kolam, berikan
perlahan agar kita dapat melihat berapa lama ikan-ikan kita
menghabiskan pelet tersebut. Hentikan jika lele sudah lamban
menjemput makanan, telihat air tenang dan lele tidak berebut
makanan. Dengan kata lain jangan hentikan penebaran pakan
sebelum semua lele tenang (kenyang).

Pemberian pakan untuk pelet berjenis tenggelam :


Tidak perlu mebahasi pakan (pelet) yang berjenis
tenggelam (langsung berikan)
Tebarkan pelet/pakan disatu titik, dan itu bertujuan agar
lele mengetahui jika tempat Anda biasa meberi pakan, dan
selanjutnya dia akan menghafal tempat itu. Jangan hentikan
pemberian pakan sebelum lele kenyang (air tenang tidak ada
yang berebut pakan.
Larangan Pemberian Pakan Ikan Lele
Harus tidak memberi pakan berlebihan karena pakan yang tersisa
akan menyatu dengan air menjadi amoniak yang bahaya dan
dapat meracuni lele bahkan mematikan.
Jangan pernah mengobok-obok kolam dalam waktu apapun, jika
berkepentingan untuk mengambil ikan untuk dimasak, gunakan
cara pemancingan agar lele yang lain tidak stres, mengobok-obok
air membuat lele stres dan susah untuk tumbuh besar.
Disaat sedang turun hujan jangan pernah memberi pakan ikan
lele.
Jangan memberi pakan saat waktu masih sangat pagi (fajar)
menurut penelitian hal ini dapat menyebabkan lele terkena radang
insang dan bisa memperlambat pertumbuhan lele atau bahkan
kematian.
Frekwensi pemberian pakan

Frekwensi pemberian pakan


Pengendalian Hama dan
Penyakit
Hama dan penyakit tidak bisa dianggap remeh
karena sangat mempengaruhi baik volume
produksi. maupun tingkat keberhasilan dalam
budidaya ikan. Hama biasanya binatang yang
berang-berang, burung pemakan ikan, kucing, dll
Adapun penyakit seperti virus dan bakteri.
Pencegahan adalah dengan menggunakan
semacam penghalang sehingga tidak ada hewan
liar yang masuk ke kolam dan makan benih lele.
Untuk penyakit dapat diberikan obat-obatan yang
banyak tersedia di toko perikanan, tergantung
pada jenis penyakit yang menjangkit ikan lele.
Panen
Setelah Kurang lebih
selama 90 hari, ikan
akan dipanen.
Pemanenan dilakukan
dengan menyortir
dengan memilih ikan
yang layak untuk
dikonsumsi (dijual)
ukuran biasanya 4
sampai 7 ekor per kg
atau sesuai dengan
Ada beberapa persiapan kolam yang perlu
dilakukan sebelum mulai pembesaran lele.
Untuk kolam tanah, sebaiknya 2-3 hari
sebelum digunakan dikeringkan dan
dijemur di bawah terik matahari.
Tujuannya untuk membunuh hama dan
penyakit, bila perlu taburkan pula kapur
pertanian (kapur dolomit) dengan tujuan
menaikkan pH dan membunuh penyakit,
dosis kapur 25 50 gr/meter persegi.
Biarkan kolam terendam air setinggi 70
100 cm selama 3-4 hari, tujuannya untuk
pengkondisian pH dan tumbuhnya
plankton sebagai pakan alami lele.
Sumber air dapat menggunakan aliran
irigasi, air sumur (air permukaan atau
sumur dalam), ataupun air hujan yang
sudah terlebih dahulu dikondisikan. Air
hujan perlu dikondisikan, terutama pH-
nya, air hujan rata-rata memiliki pH asam
sehingga perlu dikondisikan dulu agar
pH tidak terlalu asam.
Penebaran Benih

Proses ini dilakukan 4-5 hari (beberapa peternak sampai 10-12 hari)
setelah pemupukan.
Kondisi benih yang akan ditaburkan harus dalam kondisi sehat,
tidak cacat, dan berukuran relatif sama besar atau panjang
(ukurannya seragam)
Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada saat suhu rendah, yaitu
pada pagi atau sore hari menjelang malam
Bila benih berasal dari tempat yang jauh dari kolam pemeliharaan,
lakukan penyesuaian atau aklimatisasi agar ikan lele tidak stress
dengan cara, kantong plastik atau wadah tempat benih atau bibit
dibiarkan terapung dulu di permukaan kolam selama 10-15 menit
Selanjutnya kantong plastik dibuka, dan ditambah air kolam sedikit
demi sedikit sampai diperkirakan kondisi air sama dengan air kolam.
Selanjutnya biarkan bibit atau benih keluar dengan sendirinya dan
masuk ke dalam kolam
Pemeliharaan
Pemberian makanan tambahan dilakukan 3 hari setelah
penebaran

Untuk minggu ke-1 sampai ke-2, pakan yang diberikan


berupa pakan buatan, yaitu pelet. Pelet ini dapat dibeli
atau membuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-
bahan yang ada, sehingga anda dapat menekan biaya
operasional. Mengenai pembuatan pelet lele dengan cara
HCS dibahas di bagian selanjutnya dari tulisan ini
Pakan diberikan 3 kali per hari, pagi, sore, dan malam
hari. Bahkan menurut para ahli, pemberian pakan dapat
dilakukan secara ad libitum, yaitu jumlahnya tidak dibatasi
sampai lele yang dipelihara kenyang
Pada minggu berikutnya dapat pula ditambahkan pakan
alternatif, misalnya berupa daging bekicot, keong mas atau
limbah dari pemotongan hewan
TERIMA KASIH