Anda di halaman 1dari 50

AUDITING 1

Materialitas dan Risiko



BY:
GROUP 8

NURUL FITRI 1410531060


PRAMUDIA YOLANDA 1410532045
PRATIWI DAMAYANTI 1410532046
PUTRI WULANDARI 1410531076
Tujuan Pembelajaran
1 Menerapkan konsep materialitas pada
2
audit
Membuat pertimbangan pendahuluan tentang
berapa jumlah yang
dianggap material
Mengalokasikan materialitas pendahuluan segmen-
3
segmen selama
perencanaan audit
4 Menggunakan materialitas untuk
mengevaluasi temuan audit
5 Mendefinisikan risiko dalam auditing
6 Menjelaskan model risiko audit dan
komponennya
Mempertimbangkan dampak risiko penugasan
7
terhadap risiko audit
Mempertimbangkan
yang dapat dampak beberapa faktor
diterima
8
terhadap penilaian
risiko inheren
9 Membahas hubungan antara risiko dan bukti

1 audit
Membahas bagaimana materialitas dan risiko saling
0
terkait dan terintegrasi
Kami melaksanakan audit sesuai
dengan standar auditing yang berlaku
umum. Standar-standar tersebut
mengharuskan kami merencanakan dan
melaksanakan audit untuk memperoleh
kepastian yang layak tentang apakah
laporan keuangan telah bebas dari
salah saji yang material.
Tujuan Pembelajaran 1

Menerapkan konsep
materialitas pada audit
MATERIALITAS

Materialitas
adalah
pertimbangan
utama dalam
menentukan
ketepatan
laporan audit
yang harus
dikeluarkan.
Definisi materialitas menurut
FASB 2

Besarnya penghapusan atau salah


saji informasi keuangan yang dengan
memperhitungkan situasinya,
menyebabkan pertimbangan
seseorangan yang bijaksana yang
mengandalkan informasi tersebut
mungkin akan berubah atau
terpengaruh oleh penghapusan atau
salah saji tersebut.
Langkah-langkah dalam

menerapkan
Langkah materialitas

Merencanak
an luas
pengujian
Langkah-langkah dalam

menerapkan
materialitas
Langk Mengestimasi total
salah saji dalam
ah 3 segmen
Langkah

Mengevalua
si hasil-hasil
Tujuan Pembelajaran 2

Membuat pertimbangan
pendahuluan tentang
berapa jumlah yang
dianggap material
SAS 107 (AU 312)

Pertimbangan pendahuluan tentang


materialitas, mengharuskan auditor
memutuskan jumlah salah saji
gabungan dalam laporan keuangan,
yang akan mereka anggap material
pada awal audit ketika sedang
mengembangkan strategi audit
secara keseluruhan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertimbangan pendahuluan auditor
tentang materialitas
Faktor-faktor
Tolak ukur kualitatif yang
Materialitas yang juga
adalah diperlukan mempengaru
konsep yang untuk hi materialitas
bersifat mengevaluasi
relatif materialitas
ketimbang 3
absolut
2
1
Pedoman Ilustratif

Standar akuntansi dan auditing tidak


menyediakan pedoman khusus
tentang materialitas bagi para
praktisi. Pedoman ini hanya dimaksud
untuk membantu Anda agar
memahami dengan lebih baik konsep
materialitas yang diterapkan dalam
praktik
Tujuan Pembelajaran 3

Mengalokasikan
materialitas pendahuluan
segmen-segmen selama
perencanaan audit
Alokasi pertimbangan pendahuluan tentang
materialitas ke segmen-segmen perlu
dilakukan karna auditor mengumpulkan
bukti per segmen dan bukan untuk laporan
keuangan secara keseluruhan. Sebagian
besar praktisi mengalokasikan materialitas
ke akun-akun neraca dan bukan ke akun-
akun laporan laba-rugi, karna kebanyakan
salah saji dalam laporan laba rugi memiliki
pengaruh yang sama terhadap neraca
akibat digunakannya sistem pembukuan
double-entry.
Ilustrasi Alokasi
N/A = Tidak dapat diterapkan
(a)Materialitas kinerja bernilai kecil atau nol, karna akun
dapat diaudit seluruhnya dengan biaya rendah dan
diperkirakan tidak ada salah saji
(b)Materialitas kinerja bernilai besar karna akun ini besar
dan memerlukan sampling yang eksternal untuk
mengaudit akun ini
(c)Materialitas kinerja bernilai besar sebagai persentasi dari
akun, karna akun ini dapat diverifikasi dengan biaya yang
sangat rendah, mungkin dengan prosedur analitis
(d)Materialitas kinerja bernilai kecil sebagai persentasi dari
saldo akun, karna sebagian besar saldo ini berupa tanah
dan bangunan, yang tidak berubah dari tahun
sebelumnya dan tidak perlu diaudit
(e)Materialitas kinerja bernilai cukup besar karna
diperkirakan jumlah salah sajinya relatif banyak
(f)Tidak dapat diterapkan laba ditahan merupakan akun
residu yang dipengaruhi oleh jumlah bersih salah saji
Tujuan Pembelajaran 4

Menggunakan
materialitas untuk
mengevaluasi temuan
audit
Mengestimasi Salah Saji dan Membandingkan
dengan Pertimbangan Pendahuluan

Ketika melaksanakan prosedur


audit untuk setiap segmen audit,
auditor membuat kertas kerja
untuk mencatat semua salah saji
yang ditemukan. Salah saji yang
ditemukan dalam suatu akun
dapat dibedakan menjadi dua
jenis: Salah Saji yang Diketahui
dan Salah Saji yang Mungkin.
Salah Saji yang Diketahui adalah
salah saji dalam akun yang
jumlahnya dapat ditentukan oleh
auditor. Sebagai contoh: ketika
mengaudit properti, pabrik, dan
peralatan. Auditor mungkin
mengidentifikasi lease peralatan
yang dikapitalisasi, padahal
seharusnya dibebankan karena
merupakan lease operasi.
Salah Saji yang Mungkin adalah terbagi
lagi menjadi dua jenis. Jenis yang
pertama adalah salah saji yang berasal
dari perbedaan antara pertimbangan
manajemen dan auditor tentang estimasi
saldo akun. Contohnya: perbedaan
estimasi penyisihan untuk piutang tak
tertagih atau kewajiban garansi. Jenis
yang kedua adalah proyeksi salah saji
berdasarkan pengujian auditor atas
sampel dari suatu populasi. Sebagai
contoh: asumsikan auditor menemukan
enam salah saji yang dilakukan oleh
klien dalam sampel yang terdiri atas
200barang ketika menguji biaya
Perhitungan proyeksi langsung
estimasi
Salah Saji bersihsalah saji :X Total Nilai Populasi =
dalam Sampel
Proyeksi Langsung Estimasi
Total Sampel yang Tercatat Salah Saji

Estimasi untuk kesalahan sampling timbul


hanya karena auditor mengambil sampel
dari sebagian populasi, dan ada resiko
bahwa sampel itu tidak secara akurat
mewakili populasi.
Tabel 9-
1
Ilustrasi Perbandingan Estimasi Salah Saji
Total dengan Pertimbangan Pendahuluan
tentang Materialitas
Akun Materiali Salah Saji Kesalaha Total
tas yang n
Kinerja Diketahui Samping
dan an
Proyeksi
Langsung
Kas $ 4.000 $ 2.000 $ NA $ 2.000
Piutang Usaha 20.000 12.000 6.000
Persediaan 36.000 31.500 15.750 18.000
Total jumlah $ 45.500 $ 16.800
estimasi salah 47.250
saji $ 50.000 $
Pertimbangan 62.300
pendahuluan
tentang
materialitas
NA = tidak dapat
Tujuan Pembelajaran 5

Mendefinisikan risiko
dalam auditing
RISIKO AUDIT
Standar auditing mengharuskan auditor
memahami entitas dan lingkungannya,
termasuk pengendalian internalnya, untuk
menilai resiko salah saji yang material dalam
laporan keungan klien.

Auditor yang efektif akan mengakui bahwa


memang ada risiko dan akan menangani
risiko tersebut dengan cara yang tepat.

Standar auditing mengaharuskan auditor


menilai resiko salah saji yang material pada
tingkat laporan keuangan secara
keseluruhan serta tingkat asersi yang
relevan bagi kelas transaksi, saldo akun, dan
Auditor menangani risiko dalam
merencanakan pengumpulan bukti
audit terutama dengan menerapkan
model risiko audit.

Model risiko audit membantu


auditor memutuskan seberapa banyak
dan jenis bukti apa yang harus
dikumpulkan dalam setiap siklusnya.
Model ini biasanya dinyatakan sebagai
berikut:
PDR =
AAR
IR
X CR
Figure
9-4
Model Risiko serta pemahaman
atas Bisnis dan Indstri Klien

Memahami Industri dan Lingkungan


Bisnis dan Eksternal
Industri Klien Operasi dan Proses
Bisnis
Menilai Risiko Manajemen dan Tata
Bisnis Klien Kelola
Tujuan dan Strategi
Menilai Risiko
Salah Saji yang Pengukuran dan Kinerja
Material
MODEL RISIKO
Risiko Risiko AUDIT
Inhere Pengendali PDR = AAR
n (IR) an (CR) IR X CR
Tujuan Pembelajaran 6

Menjelaskan model risiko


audit dan komponennya
JENIS-JENIS RISIKO
1
Risiko Deteksi yang Direncanakan

Risiko deteksi yang direncanakan (planned


detection risk) adalah risiko bahwa bukti
audit untuk suatu segmen akan gagal
mendeteksi salah saji yang melebihi salah
saji yang dapat ditoleransi.
2
Risiko Inheren

Risiko inheren mengukur penilaian auditor


atas kemungkinan adanya salah saji
(kekeliruan atau kecurangan) yang material
dalam segmen, sebelum memperhitungkan
keefektifan pengendalian internal.
JENIS-JENIS RISIKO
3
Risiko Pengendalian

Risiko pengendalian (control risk)


mengukur penilaian auditor mengenai
apakah salah saji yang melebihi jumlah
yang dapat ditoleransi dalam suatu segmen
akan dicegah atau terdeteksi secara tepat
waktu oleh pengendalian internal klien.
4 Risiko Audit yang Dapat Diterima

Risiko audit yang dapat


diterima(acceptable audit risk ) adalah
ukuran kesediaan auditor untuk menerima
bahwa laporan keuangan mungkin
mengandung salah saji yang material
Tujuan Pembelajaran 7

Mempertimbangkan
dampak risiko penugasan
terhadap risiko audit yang
dapat diterima
MENILAI RISIKO AUDIT YANG DAPAT
DITERIMA
Risiko Penugasan
(Engagement Risk)

Risiko bahwa auditor atau kantor


akuntan publik akan menderita
kerugian setelah audit selesai,
walaupun laporan audit sudah benar.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi
Risiko Audit yang
Dapat Diterima

Derajat ketergantungan pemakai


eksternal
1 pada laporan keuangan
Kemungkinan bahwa klien akan
mengalami kesulitan keuangan
2
setelah laporan audit dikeluarkan
Evaluasi Auditor atas Intergritas
Manajemen
3
Derajat ketergantungan
pemakai eksternal ada laporan
keuangan

Distribsi
Kepemili
kan Sifat dan
Ukuran Jumlah
Klien Kepemili
kan
Kemungkinan bahwa klien akan
mengalami kesulitan keungan
setelah laporan audit dikeluarkan

Laba(rugi)
tahun-
Metode
tahun
Pembiaya
Posisi sebelumn
an
Likuiditas ya
Pertumbu
han
Kompeten
Sifat si
Operasi Manajeme
Klien n
Metode yang digunakan praktisi untuk menilai risiko audit
yang dapat diterima
Faktor-Faktor Metode yang digunakan untuk
menilai risiko audit yang dapat
diterima
Ketergantungan Menelaah laporan keuangan,
pemakai termasuk catatan kaki
eksternal pada Membaca notulen rapat dewan
laporan direksi untuk menentukan rencana
keuangan masa depan
Membahas rencana pembiayaan
dengan manajemen
Kemungkinan Menganalisis laporan keuangan
terjadinya untuk mengenali dengan
kesulitan menggunakan rasio serta prosedur
keuangan analitis lainnya
Menelaah laporan arus kas historis
dan yang diproyeksikan untuk
mempelajari sifat arus kas masuk
dan arus kas keluar
Tujuan Pembelajaran 8

Mempertimbangkan
dampak beberapa faktor
terhadap penilaian risiko
inheren
MENILAI RISIKO INHEREN

Faktor-faktor
yang
Mempengaru Mengambil
hi Risiko Keputusan
Inheren Risiko Memperoleh
Inheren Informasi
untuk Menilai
Risiko
Inheren
Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Risiko Inheren

1 Sifat bisnis klien

2 Hasil audit sebelumnya


Penugasan awal versus penugasan
3
berulang
4 Pihak-pihak yang terkait

5 Transaksi nonrutin
Pertimbangan yang diperlukan untuk
mencatat
6 saldo akun dan transaksi dengan
tepat
7 Unsur-unsur populasi
Faktor-faktor yang berkaitan dengan
pelaporan
8 keuangan yang curang dan
misaporisasi
Mengambil Keputusan Risiko Inheren

Auditor harus mengevaluasi informasi


yang mempengaruhi risiko inheren serta
memutuskan faktor risiko inheren yang
tepat bagi setiap siklus, akun dan sering
kali bagi setiap tujuan audit.
Memperoleh Informasi untuk
Menilai Risiko Inheren

Auditor mulai menilai risiko inheren


selama tahap perencanaan dan
memperbaharui penilaian tersebut
selama audit berlangsung.
Auditor mengumpulkan informasi
yang relevan dengan penilaian risiko
inheren selama tahap perencanaan.
Tujuan Pembelajaran 9

Membahas hubungan
antara risiko dan bukti
audit
Cara yang digunakan auditor untuk
mengubah audit guna merespons
risiko:
1. Penugasan mungkin membutuhkan
staf yang lebih berpengalaman
2. Penugasan akan direview secara
lebih seksama dibanding biasanya.
Hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi risiko
dengan risiko dan risiko dengan bukti audit yang
direncanakan
Faktor-faktor yang Risiko Bukti Audit
Mempengaruhi risiko Risiko
Ketergantungan pemakai eksternalaudit
Kemungkinan kegagalan keuangan yang
Integritas manajemen dapat
diterim
Sifat bisnis

a
Hasil audit sebelumnya
Penugasan awal vs penugasan
berulang Risik Risiko Bukti
Pihak-pihak yang terkait o deteksi audit yang
Transaksi nonrutin inher terenca direncana
Pertimbangan yang diperlukan en na kan
Unsur-unsur populasi
Faktor yang berkaitan dengan salah
saji yang timbul akibat pelaporan keu.
yang curang Risiko
Kerentanan aktiva thd misapropriasi
pengen

dalian
Efektivitas pengendalian ointernal
Rencana pengendalian
Tujuan Pembelajaran 10

Membahas bagaimana
materialitas dan risiko
saling terkait dan
terintegrasi dalam proses
audit
Hubungan risiko dan
materialitas dengan bukti audit

Risiko Materialitas

Ukuran Mengukur
Ketidakpastia Besarannya
n
Hubungan salah saji yang dapat ditoleransi dan risiko
dengan bukti yang direncanakan

SALAH SAJI YANG DAPAT BUKTI AUDIT YANG


DITOLERANSI DAN RISIKO DAPAT DIRENCANAKAN
risiko audit
yang dapat
diterima

risiko risiko
audit audit
risiko
yang yang
inheren
dapat dapat
diterima diterima
risiko
pengendali
an
salah
saji yang
dapat
ditoleran
si
Mengevaluasi Hasil
Model risiko audit untuk mengevaluasi
hasil
hasil audit dinyatakan dalam sas 107 sbb:
AcAR = IR x CR x
AcDR

Ket:
AcAR = risiko audit yang dicapai
IR = risiko inheren
CR = risiko pengendalian
AcDR= risiko deteksi yang dicapai
Cara untuk mengurangi risiko audit yang
dicapai ke tingkat yang dapat diterima:

1. Mengurangi risiko inheren


2. Mengurangi risiko pengendalian
3. Mengurangi risiko deteksi yang
dicapai dengan meningkatkan
pengujian audit substansif
Merevisi risiko dan bukti

Dalam mengambil keputusan audit, auditor


harus sangatberhati-hati, berdasarkan bukti
yang dikumpulkan, bahwa penilaian awal atas
risiko pengendalian atau risiko inheren
ditetapkan terlalu rendah atau risiko audit yang
dapat diterima ditetapkan terlalu tinggi. Dalam
keadaan seperti ini, auditor harus mengikuti dua
langkah:
Auditor hjarus merevisi penilaian awal atas
tingkat risiko yang tepat
Auditor harus mempertimbangkan dampak
revisi tersebut terhadap kebutuhan bukti, tanpa
menggunakan model risiko audit.
THANK YOU :)