Anda di halaman 1dari 68

1

Ilmiah?

Metoda Ilmiah Norma Komunitas


Prosedur yang ketat untuk
Ilmiah
menghasilkan penelitian Seperangkat norma dan
yang berkualitas nilai profesional yang
diinternalisasi oleh
pelakunya.
2

Metoda Ilmiah
1. Penilaian terhadap pengetahuan yang relevan
2. Pembentukan konsep dan spesifikasi hipotesis
3. Pengumpulan fakta/data
4. Pengorganisasian dan analisis data dengan cara yang
relevan
5. Evaluasi dan pembelajaran dari temuan/hasil Penelitian
6. Penyebaran informasi Penelitian
7. Memberikan penjelasan
8. Membuat prediksi
9. Melakukan aktifitas pengendalian yang diperlukan
3

Norma Komunitas Ilmiah

1. Universalism: Penelitian dinilai semata-mata


atas dasar sumbangannya terhadap ilmu
pengetahuan; tanpa melihat pihak yang
melakukan penelitian dan tempat penelitian
dilakukan
2. Organized Skepticism: Ilmuwan harus selalu
bersikap kritis dan berhati-hati dalam
menerima ide baru
3. Disinterestedness: Ilmuwan harus netral dan
terbuka terhadap hal-hal baru.
4

Norma Komunitas Ilmiah (lanjutan)

4. Communalism: Pengetahuan ilmiah harus


disebarluaskan dan dimiliki bersama. Temuan
ilmiah merupakan milik publik yang dapat
digunakan oleh semua orang. Proses
Penelitian harus dipaparkan secara rinci
5. Honesty: Merupakan norma budaya yang
utama bagi seorang peneliti dan ilmuwan.
Ketidak jujuran merupakan tabu besar.
5

Penelitian Ilmiah

Paradigma Paradigma
Kualitatif Kuantitatif

Penelitian Penelitian
Kualitatif Kuantitatif

Mixed Methods
6

Paradigma Kualitatif dan Kuantitatif


Paradigma Kualitatif Paradigma Kuantitatif
Metoda kualitatif Metoda kuantitatif
Memahami perilaku manusia dari Mencari fakta atau penyebab
sudut pandang si aktor fenomena sosial secara obyektif
Pendekatan fenomenologi Pendekatan logical-positivism
Uncontrolled, naturalistic Obtrusive, controlled measurement
observational measurement
Subyektif, insider perspective, tidak Obyektif, outsider perspective,
menjaga jarak dengan data menjaga jarak dengan data
Grounded, discovery oriented, Ungrounded, verification oriented,
exploratory, expansionist, confirmatory, reductionist, inferential,
descriptive, inductive hypothetico-deductive
Orientasi proses Orientasi hasil
Validitas sangat penting, nyata, Reliabilitas sangat penting, hard data,
kaya, dan mendalam data mudah direplikasi
Holistik, sintesa Partikularistik, analisis
7

Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif


Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif
Mengungkap makna ketika peneliti Menguji hipotesis yang mengawali
menyatu dengan data proses penelitian
Konsep berupa tema, gambaran, Konsep berupa variabel-variabel
dan taksonomi yang unik
(klasifikasi/kategorisasi)
Instrumen dikembangkan secara ad Instrumen dikembangkan secara
hoc, spesifik pada setting dan sistematik dan terstandar sebelum
peneliti pengumpulan data
Data dalam bentuk kata-kata atau Data dalam bentuk angka dari
kesan yang bersumber dari pengukuran dengan presisi tinggi
dokumen, observasi, dan transkrip
Teori dapat bersifat kausal atau Teori pada umumnya bersifat kausal
nonkausal dan induktif dan deduktif
Prosedur Penelitian sangat khas Prosedur Penelitian terstandar dan
dan replikasi sangat jarang replikasi perlu dilakukan
dilakukan
Analisis dilakukan untuk Analisis menggunakan statistik, tabel,
mengekstraksi tema dari temuan- atau diagram dan dikaitkan dengan
temuan Penelitian hipotesis
8

Kriteria bagi Terwujudnya Scientific Knowledge

Penelitian Kualitatif Penelitian Kuantitatif

Credibility: konstruksi realitas yang


Validitas Internal
memenuhi syarat dan dapat dipercaya

Transferability: dapat diterapkan pada


Validitas Eksternal
konteks lain yang memiliki kesamaan

Dependability: stabilitas interpretasi Reliabilitas

Confirmability: konstruksi interpretasi


peneliti dapat ditelusuri kembali melalui Obyektifitas
catatan prosedur penelitian
Stages of the Research Process
Problem Discovery Discovery and
and Definition Definition

Research and so on
Design Conclusions and
Report

Sampling
Data Processing
and Analysis
Data
Gathering
Masalah Penelitian
Tahap paling krusial, sebab tujuan akan
menjawab permasalahan. Kalau permasalahan
tidak jelas , penelitian tidak bisa dilakukan
dengan baik.
Penemuan masalah harus dibarengi dengan
pemecahan masalah.
Proses penemuan masalah: Identifikasi bidang,
pemilihan pokok masalah, dan perumusan
masalah.
Masalah/Pertanyaan Penelitian

Telaah Hipotesis
Teori

PENGUJIAN FAKTA
Pemilihan Data -
Pengumpulan Data - Hasil
Analisis Data

KESIMPULAN
Tipe Masalah Penelitian
Masalah dalam lingkungan
organisasi
Masalah dalam area tertentu
suatu organisasi.
Persoalan teoritis untuk
menjelaskan fakta.
Permasalahan yang perlu
jawaban empiris.
Kriteria Masalah
Merupakan Bidang masalah dan
topik yang menarik.
Signifikansi secara teoritis dan
praktis.
Dapat diuji melalui pengumpulan
data dan analisis data.
Sesuai dengan waktu dan biaya.
Sumber Penemuan Masalah
Kajian teoritis
Kajian Empiris
Perumusan Masalah
Rumusan harus jelas dan
tegas.
Tidak ambiguitas
Mengekspresikan hubungan
antara dua variabel atau lebih.
Kajian Teori Dan Penelitian
Terdahulu
Teori itu penting sebagai orientasi yang
membatasi jumlah fakta yang harus
dipelajari.
Teori memberikan pedoman yang dapat
memberikan hasil terbaik.
Teori memberikan sistem mana yang harus
dipakai dalam mengartikan data yang
tepat.
Teori dapat digunakan untuk memprediksi
fakta-fakta.
Pengertian Teori
Kumpulan konstruk atau konsep,
definisi, dan proposisi yang
menggambarkan fenomena
secara sistematis melalui
penentuan hubungan antar
variabel dengan tujuan untuk
menjelaskan fenomena.
Tiga Hal pokok Dalam teori
Elemen teori terdiri dari konstruk,
konsep dan proposisi.
Memberikan gambaran sistematis
mengenai fenomena melalui
hubungan antar variabel.
Tujuan teori adalah menjelaskan
dan memprediksi fenomena alam.
Konsep - Konstruk
Konsep merupakan ekspresi suatu
abstraksi yang terbentuk melalui
generalisasi dari pengamatan terhadap
fenomena-fenomena.
Contoh:
Prestasi akademik merupakan abstraksi
dari kemampuan belajar mahasiswa.
Bobot adalah konsep dari suatu benda
yang mempunyai karakteristik berat/ringan.
Tingkatan Abstraksi Konsep
Tingkat abstraksi konsep tergantung dari
mudah atau tidaknya fenomena yang
diabstraksikan dapat diidentifikasikan.
Contoh:
Tanah adalah konsep aktiva tetap yang
berujud dan secara fisik mudah dikenali
Aktiva Tetap adalah lebih general
Sehingga aktiva merupakan konsep yang lebih
akbstrak daripada tanah.
Konsep-konsep yang sangat abstrak/lebih
abstrak sering disebut Konstruk.
Konsep merupakan abstraksi dari
suatu realitas

Tingkat
CONCEPTS
Abstract

Tingkat OBSERVATION OF OBJECTS


Empirical AND EVENTS (REALITY)
Proses Membangun Teori dr ilmu

Teori

Meningkat ke lebih abstract


Proposisi

Konsep

Observasi dari objek


dan event (realitas )
Contoh

Vegetation

Meningkat ke lebih abstract


Fruit

Banana

Reality
Bagaimana Konstruk dalam Penelitian?
Konstruk dalam Penelitian tidak hanya
diartikan lebih abstrak, namun juga
menyangkut apa yang dipersepsikan
orang.
Konstruk dalam Penelitian mempunyai
makna yang berbeda dengan konsep
sebab Konstruk merupakan abstraksi
dari fenomena yang dapat diamati dari
berbagai dimensi.
Contoh Konstruk Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja merupakan abstraksi dari
fenomena psikologis seorang terhadap
pekerjaan yang diamati berdasarkan
persepsi yang bersangkutan terhadap
berbagai dimensi lingkungan pekerjaan
yaitu:
Dimensi Tugas yang dikerjakan, rekan-
rekan sekerja, atasannya, kompensasi,
promosi karir dll.
Dimensi-dimensi Konstruk yang tersusun
menjadi Konstruk yang lebih abstraks yaitu
Konstruk kepuasan kerja.
Misal dimensi konstruk kepuasan terhadap
tugas dapat diobservasi berdasarkan
tanggapan seseorang mengenai sifat,
jenis, kondisi atau hal lain yang ditugaskan
misalnya rutinitas tugas, kompelksitas
tugas dan sebagainya.
Consruct
Kepuasan
Kerja Dimensi Kepuasan Konsep rutinitas,
Pada Tugas kompleksitas,
kegunaan, tantangan

Dimensi Kepuasan Konsep pengaruh,


Pada Atasan intelegensi,prestasi
, perhatian, dsb.

Dimensi Kepuasan Konsep stimulasi,


Pada Rekan ambisi., loyalitas,
sikap,tgg jawab dll

Dimensi kepuasan Konsep


Pada Kompensasi kewajaran,kesesua
ian, nilai dll

Dimensi kepuasan Konsep


pada Promosi Kesmpatan,kebiajk
an, keterbukaan dll
Dengan demikian Konstruk terdiri dari
konsep-konsep yang dapat diamati
yang selanjutnya untuk keperluan
penelitian diukur dengan
menggunakan skala pengukuran.
Konstruk yang diukur dengan skala
tertentu selanjutnya menjadi variabel.
Penggunaan Konstruk
Dengan mengoperasionalkan Konstruk
ke dalam konsep-konsep yang dapat
diamati dan diukur menjadi variabel
penelitian.
Menghubungkan Konstruk yang lain
menjadi konstruksi teori. Misal: Inovatif
dan Kreatif merupakan bagian dari
fungsi kepuasan kerja dan prestasi kerja.
Variabel dan Konstruk
Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat
diberi berbagai macam nilai
Variabel merupakan penghubung antara contruct
yang abstract dengan fenomena yang nyata.
Variabel merupakan proxy atau representasi dari
Konstruk yang dapat diukur dengan berbagai
macam nilai.
Nilai variabel tergantung pada Konstruk yang
diwakilinya.
Nilai variabel dapat berupa angka atau atribut
yang menggunakan ukuran atau skala dalam
suatu kisaran nilai.
Kebutuhan
Abstrak Teori Ilmiah Construct

Proksi Pengukurann

Variabel-
Variabel

Gambaran Sistematik

Fenomena Subyek/Obyek
Alam Penelitian
Realitas
Tipe Variabel Penelitian
Dilihat Dari:
1. Fungsi variabel
2. Skala Nilai variabel
3. Perlakukan Terhadap variabel
Variabel dilihat dari fungsinya:
Variabel independen
Variabel dependen.
Variabel Moderating
Variabel Intervening.
Variabel dilihat dari Skala Nilainya
Variabel kontinu yaitu variabel yang
memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam
kisaran tertentu. Misal Tinggi-sedang, satu
sampai dengan 7
Variabel Kategoris yaitu variabel yang
memiliki nilai berdasarkan kaegori tertentu
(skala nominal) Contoh: Sikap:Baik-buruk,
Dilihat Dari Perlakuannya
Variabel aktif yaitu variabel-variabel
yang dimanipulasi untuk keperluan
penelitian eksperimen.
Variabel atribut yaitu variabel yang
tidak dapat dimanipulasi untuk
keperluan Penelitian, contoh:
Intelegensi, sikap,jenis kelamin dsb.
Definisi Operasional
Definisi Operasional adalah penentuan
Konstruk sehingga menjadi variabel yang
dapat diukur.
Menjelaskan cara tertentu yang digunakan
untuk mengopersionalkan Konstruk sehingga
memungkinkan bagi peneliti lain untuk
melakukan replikasi pengukuran dengan cara
yang sama atau mengembangkan cara
pengukuran cosntruct yang lebih baik.
Teori Dan Penelitian
Penelitian pada dasarnya merupakan
operasionalisasi dari metode ilmiah, yaitu metode
yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan
ilmiah.
Teori merupakan bagian dari ilmu yang
memberikan penjelasan mengenai fenomena
alam. Karena teori bagian dari ilmu maka
memiliki jalinan erat dengan penelitian.
Penelitian merupakan proses yang sistematis
untuk mengembangkan teori.
Posisi dan Peran teori
Untuk penelitian kuantitatif, teori melandasi
perumusan masalah, pengembangan hipotesis,
pengujian data dan pembuatan kesimpulan,
sehingga hasilnya bisa dukungan atau penolakan
terhadap teori.,
Dalam penelitian kualitatif, teori merupakan
kulminasi dari penelitian kualitatif yang disusun
melalui proses pengumpulan data, kategorisasi
data dan pengembangan pola atau susunan
teori.
PENELITI MENGUJI KONSTRUKSI TEORI

PENELITI MENGUJI HIPOTESIS/PERTANYAAN


PENELITIAN YANG DIPEROLEH DARI TEORI

PENELITI MENGOPERASIONALKAN KONSEP


(CONSTRUCT) ATAU VARIABEL-VARIABEL YANG
DIPEROLEH DARI TEORI.

PENELITI MENGGUNAKAN INSTRUMEN UNTUK


MENGUKUR VARIABEL-VARIABEL DALAM TEORI

Gambar. Penelitian Deduktif dalam Paradigma Kuantitatif


PENELITI MENYUSUN KONSTRUKSI TEORI ATAU
MEMBANDINGKAN TEORI DENGAN TEORI LAIN

PENELITI MENCARI TEORI-TEORI

PENELITI MEMBENTUK KATEGORI-KATEGORI.

PENELITI MENJAWAB PERTANYAAN-


PERTANYAAN

PENELITI MENGUMPULKAN INFORMASI

GAMBAR. PENELITIAN INDUKTIF DALAM PARADIGMA KUALITATIF


PROPOSISI DAN HIPOTESIS
Proposisi merupakan ungkapan atau
pernyataan yang dapat dipercaya,
disangkal atau diuji kebenarannya,
megenai konsep atau Konstruk yang
menjelaskan atau memprediksi fenomena-
fenomena.
Proposisi yang dirumuskan dengan
maksud untuk diuji secara empiris disebut
hipotesis.
HIPOTESIS MENYATAKAN HUBUNGAN
YANG DIDUGA ANTARA DUA ATAU LEBIH
VARIABEL DALAM RUMUSAN
PROPOSISI YANG DAPAT DIUJI SECARA
EMPIRIS.
HIPOTESIS DAPAT DITURUNKAN DARI
TELAAH TEORI MAUPUN Penelitian
TERDAHULU/EMPIRIS.
FUNGSI HIPOTESIS
Menjelaskan masalah penelitian dan
pemecahannya.
Menyatakan variabel-variabel yang
perlu diuji secara empiris
Digunakan sebagai pedoman untuk
memilih metode metode pengujian
data.
Menjadi dasar untuk membuat
kesimpulan penelitian
Telaah Literatur Dan Pengembangan
Hipotesis
Literatur dimaksud bisa dari jurnal, buku,
text database, tesis orang lain, disertasi
doktor, paper, skripsi, makalah seminar dll)
Untuk mengarahkan peneliti dalam
memperoleh perspektif ilmiah yang menjadi
landasan pengembangan hipotesis.
Untuk menghindari kemungkinan duplikasi
dalam metode pengumpulan dan
pengolahan data.
Telaah Literatur (lanjutan)
Mengarahkan argumentasi penggunaan
metode pengumpulan dan pengolahan data
penelitian sekarang kaitannya dengan
penelitian sebelumnya.
Untuk melakukan konfirmasi terhadap teori-
teori atau temuan-temuan sebelumnya.
Untuk menemukan keterbatasan penelitian
terdahulu dan kemudian memperbaiki pada
penelitian saat ini.
Faktor-Faktor Yang dipertimbangkan
Dalam telaah Literatur/Penelitian
terdahulu:
Harus membahas identifikasi variabel-variabel
yang relevan dengan masalah penelitian
Harus menyatakan sifat dan arah hubungan atau
perbedaan antara dua atu lebih variabel yang
diteliti.
Menjelaskan hubungan atau perbedaan antara
variabel yang divisualisasikan dalam diagram.
Menjelaskan perspektif yang menajdi landasan
dalam pengembangan hipotesis berdasarkan
temuan-temuan Penelitian sebelumnya.
Rumusan Hipotesis
Kriteria Hipotesis yang baik adalah:
1. Berupa pernyataan yang mengarah
pada tujuan penelitian.
2. Berupa pernyataan yang dirumuskan
dengan maksud untuk diuji secara
empiris.
3. Berupa pernyataan yang dikembangkan
berdasarkan teori-teori yang lebih kuat
dibandingkan dengan hipotesis rivalnya.
FORMAT HIPOTESIS
1. PERNYATAAN JIKA MAKA
2. HIPOTESIS NOL DAN
ALTERNATIF
3. HIPOTESIS DIRECTIONAL
DAN NON DIRECTIONAL
PERNYATAAN JIKA- MAKA
CONTOH:

JIKA PEGAWAI MENGALAMI


TEKANAN DALAM BEKERJA YANG
LEBIH RENDAH, MAKA MEREKA
AKAN MEMPEROLEH KEPUASAN
KERJA YANG LEBIH TINGGI.
HIPOTESIS NOL DAN
ALTERNATIF
CONTOH:
Ho= TIDAK ADA PENGARUH SIGNIFIKAN
KENAIKAN GAJI TERHADAP KINERJA
PEGAWAI
Ha = ADA PENGARUH SIGNIFIKAN
KENAIKAN GAJI TERHADAP KINERJA
PEGAWAI
HIPOTESIS DIRECTIONAL DAN
NONDIRECTIONAL
Hipotesis directional adalah hipotesis yang
menyatakan sifat dan arah hubungan secara
tegas antara dua atau lebih variabel. Contoh:
Kualitas pelayanan Jasa perpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pasien rumah sakit.
Hipotesis nondirectional adalah hipotesis yang
tidak menyatakan arah hubungan antara variabel.
Hipotesis ini digunakan bila 1). Belum ada teori
yang menajdi landasan untuk menentukan arah
hubungan antar variabel 2). Menurut Penelitian
terdahulu ditemukan belum ada kejelasan
hubungan antar variabel yang diteliti.
Contoh Hipotesis Non Directional
Ada hubungan langsung variabel gaya
kepemimpinan dengan ketidakpastian
lingkungan bisnis.
53

BAGIAN II:
Desain Penelitian
54

Argumen dalam Penelitian

Deduction: penarikan
kesimpulan yang dianggap
konklusif
Induction: pengambilan
kesimpulan dari satu atau
beberapa fakta
55

Elemen Teori

Konsep dan Konstruk


Definisi Operasional
Variabel:
Independent, dependent,
mediating (intervening),
moderating.
Proposisi dan Hipotesis
Teori
56

Klasifikasi Desain Penelitian


Exploratory study: ditujukan untuk
mengembangkan hipotesis atau
mengidentifikasi masalah

Formal or confirmatory study:


ditujukan untuk menguji hipotesis
atau menjawab masalah/research
questions
57

Metode Pengumpulan Data


Wawancara
Kuesioner
Observasi
Motivational Techniques
58

Power to Produce Effects:


Control and Manipulation/treatment

Field Study
Field Experiment
Lab Experiment
Simulation
59

Dimensi Waktu Studi


Cross-sectional studies: dilakukan
sekali

Longitudinal studies dilakukan lebih dari


sekali (time series, panels, cohorts)
60

Cakupan Studi
Statistical studies berupaya
menjelaskan karakteristik populasi
melalui sampel

Case studies menekankan pada


analisis kontekstual kejadian-kejadian
atau kondisi
61

Unit Analisis
(tingkat agregasi data)
Individu
Dyads, triads
Group
Organisasi
Industri
Kultur
62

Pengukuran
Objects:
Things of ordinary experience
Some things not concrete
Properties: characteristics of objects
63

VALIDITAS INSTRUMEN

CONTENT AND FACE VALIDITY (JUDGMENTAL)


CONCURRENT VALIDITY (CORRELATION, CROSS
SECTIONAL)
PREDICTIVE VALIDITY (CORRELATION,
LONGITUDINAL)
Konstruk VALIDITY (JUDGMENTAL, CONVERGENT
DISCRIMINANT TECHNIQUES, FACTOR
ANALYSIS)
64

RELIABILITAS INSTRUMEN

INTERNAL CONSISTENCY (SPLIT HALF


TECHNIQUE, ITEM-TO-TOTAL CORRELATION,
CRONBACHS COEFFICIENT ALPHA)
STABILITY (TEST-RETEST)
EQUIVALENCE (INTERRATER RELIABILITY,
DELAYED EQUIVALENT FORMS)
Konstruk RELIABILITY (CONFIRMATORY
FACTOR ANALYSIS)
65

Probability Sampling Designs


Simple random sampling
Systematic sampling
Stratified sampling
Proportionate
Disproportionate
Cluster sampling
Double sampling
66

Nonprobability Sampling
Convenience Sampling
Purposive Sampling
Judgment Sampling
Quota Sampling
Snowball Sampling
67

Analisis Data

Analisis Kuantitatif
Analisis Kualitatif
68

Anda mungkin juga menyukai