Anda di halaman 1dari 46

SISTEM REGULASI

2013
INDIKATOR
1.Mengidentifikasi bagian-bagian sel syaraf
2.Menjelaskan struktur dan fungsi syaraf
pada manusia
3.Menjelaskan susunan sistem syaraf pada
manusia
4.Menjelaskan struktur dan fungsi indera
5.Menjelaskan struktur dan fungsi hormon
SISTEM SARAF
RESEPTOR: Bagian tubuh yang berfungsi
sebagai penerima rangsangan, yaitu
indra.

KONDUKTOR: Bagian tubuh yang berfungsi


sebagai penghantar rangsangan, yaitu
sel-sel saraf (neuron).

EFEKTOR: Bagian tubuh yang menanggapi


rangsangan, yaitu otot dan kelenjar.
SUSUNAN SISTEM SARAF
MACAM MACAM SEL
SARAF
STRUKTUR NEURON
Badan sel
Badan sel saraf mengandung inti sel dan sitoplasma.

Dendrit
Dendrit adalah serabut yang merupakan penjuluran
sitoplasma. Dendrit berfungsi membawa rangsang ke
badan sel.

Akson
Berfungsi untuk membawa rangsangan dari badan sel
ke sel saraf lain. Dibungkus oleh selubung lemak yang
disebut myelin yang berfungsi untuk isolator dan
pemberi makan sel saraf.
JALANNYA IMPULS
IMPULS MELALUI SINAPSIS
SINAPSIS
Macam macam

neurotransmitter
Asetilkolin (terdapat otak )
- ditemukan di sinapsis otot
Dopamin (terdapat di otak )
- Neurotransmitter ini dikeluarkan oleh bagian
neuron yang mengalami kerusakan.
Serotonim (terdapat di otak dan sumsum
tulang belakang)
Norepinefrin
- Norepinefrin banyak dikeluarkan pada
sinapsis yang berhubungan dengan alat kerja
organ dalam, seperti jantung, hati, paru-
paru, serta alat pencernaan
Tentang sinapsis
Titik temu antara terminal akson salah
satu neuron dengan neuron lain
dinamakansinapsis
Terdapat neurotransmitter( vesikula
sinapsis).
Neuron yang berakhir pada tonjolan
sinapsis disebutneuron pre-sinapsis
Membran ujung dendrit darineuron
berikutnya yang membentuk sinapsis
disebutneuron post-sinapsis.
MEKANISME JALANNYA IMPULS SARAF
Prinsip penghantaran impuls
1. Sinapsis listrik
Saat sel istirahat sebelah dalam serabut saraf
bermuatan negatif (kelbihan K+ ), sedangkan di luar
positif ( kelebihan Na+ ) Keadaan ini disebut
potensial istirahat atau polarisasi
Saat impuls datang merambat , terjadi perubahan
muatan , karena impuls menyebabkan membran
menjadi permeabel terhadap Na+,yang kemudian
berdifusi ke dalam sehingga bagian dalam
bermuatan negatif
Pada akson difusi Na + hanya terjadi pada nodus
ranvier , sehingga potensial aksi melompat dari
satu nodus ke nodus berikutnya
Lanjutan.....

2. Sinapsis kimia
* Apabila impuls sudah sampai pada ujung akson maka ujung
akson akan mengeluarkan neurotransmitter(adalah suatu zat kimia
yang dapat menyeberangkan impuls dari
neuron pre-sinapsis menuju neuron post-sinapsis).
* Jika impuls tiba pada tombol sinapsis , terjadi peningkatan
permeabilitas membran presinaps terhadap ion Ca 2+, sehingga
ion Ca 2+ masuk dan gelembung sinapsis melebur dengan
membran presinapsis sambil melepaskan neurotransmitter
ke celah sinapsis.
* Neurotransmitter menempel pada situs reseptor yang terdapat pada
membran neuron post-sinapsis. Menempelnya
neurotransmitter pada situs reseptor mengikuti hukum kunci
dan gembok .
* setelah menyampaikan impuls neurotransmitter dihidrolisis oleh
setelah enzim (asetilkolinesterase) yang dikeluarkan oleh membran
post sinapsis menjadi kolin dan etanoasetat untuk disimpan
di gelembung dan digunakan kembali.
OTAK

SUMSUM TULANG
OTAK
Lapisan Meninges
PEMBAGIAN
CEREBRUM (OTAK BESAR)
OTAK TENGAH (MESESENFALON)
OTAK DEPAN (DIENSEFALON)
JEMBATAN VAROL(PONS VAROLI)
CEREBELLUM (OTAK KECIL)
FUNGSI
Pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang
berkaitan dengan kepandaian (intelegensi),
ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.
Otak besar merupakan sumber dari semua
kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan
kehendak, walaupun ada juga
beberapa gerakan refleks otak.

CEREBRUM
Bagian atas (dorsal) otak tengahmerupakan
lobus optikus yang mengatur refleks mata :
1. Penyempitan pupil mata
2. pusat pendengaran.
Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar


berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan
berwarna kelabu.

Terdapat 2 bagian pada sumsum tulang belakang


1. sayap atas disebut tanduk dorsal
2. sayap bawah disebut tanduk ventral.

Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang


melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang
melalui tanduk ventral menuju efektor.
Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi
konektor) yang akan menerima
impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor.
Pada bagian putih
terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf embentuk saraf
(urat saraf).
Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan
yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan
saluran desenden
Sumsum tulang belakang
ILUSTRASI IMPULS DAN
TANGGAPAN
CEREBELLUM (FRONTAL)
1. lobus frontal ( zona motorik )
Pusat berfikir
pusat berbicara
Berbahasa
Merasakan dingin, panas, dan rasa sakit.
2. lobus parietal (zona sensorik)
Berbicara, membaca, mengecap.
3. lobus osipitalis ( zona sensorik )
Pusat penglihatan.
4. lobus temporal
Pusat pendengaran, penciuman
. OTAK DEPAN ( Diensefalon )
Epitalamus
Talamus
Hipotalamus
OTAK TENGAH ( Mesensefalon )

Terletak di depan otak kecil, mempunyai


saraf Okulomotoris / refleks kejap
mata.
* Sebagai pusat pengendalian
keseimbangan dan saraf yang
menghubungkan otak bagian depan
dengan belakang.
C. OTAK BELAKANG
Meliputi:
Jembatan varol (pons varolii )
Sumsum lanjutan (medula oblongata) :
- Sebagai pusat pengaturan pernafasan
- Sebagai pusat pengatur refleks fisiologi: denyut
jantung,tekanan darah, suhu, melebaran/
penyempitan pembuluh darah,sekresi kelenjar
pencernaan.
- Mengatur refleks batuk, bersin, dan berkedip.
SISTEM SARAF TEPI
Dibedakan menjadi :
1. Sistem syaraf somatik
2. Sistem syaraf autonom
Berdasarkan arah impulsnya dibedakan :
1. Sistem syaraf aferen :
Membawa impuls saraf dari reseptor
menuju ke sistem saraf pusat
2. Sistim syaraf eferen :
Membawa impuls saraf dari sistem
saraf pusat ke efektor
Sistem syaraf somatik dibedakan atas:
1. Saraf kranial (saraf otak)
- berasal dari otak
- berjumlah 12 pasang

2. Saraf Spinal (Saraf Sumsum Tlg


Belakang) :
- berasal dari sumsum tulang belakang
- berjumlah 31 pasang
Sistem saraf autonom

1.Sistem syaraf simpatik


sistem kerjanya pada umumnya
merangsang kerja organ

2.Sistem sysraf parasimpatik


sistem kerjanya pada umumnya
menghambat kerja organ
MATA
INDERA
a.Sklera
Merupakan lapisan bewarna putih dan keras.
a.Koroid (selaput)
Merupakan lapisan tengah yang banyak memeiliki
pembuluh darah dan sejumlah pigmen.
a.Retina (selaput jala)
Merupakan lapisan dalam yang sangat halus dan
sangat peka terhadap cahaya.
Badan Siliaris
Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan
lensa untuk beroakomodasi, kemudian berfungsijuga untuk
mengsekreskan aqueus humor
Iris : Mengendalikan cahaya yang masuk ke mata melalui pupil, mengandung
pigmen.
Lensa : Memfokuskan pandangan dengan mengubah bentuk lensa
Bintik kuning (Fovea) : Bagian retina yang mengandung sel kerucut
Bintik buta : Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata

Vitreous humor : Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata


Aquous humor : Menjaga bentuk kantong bola mata

1) Tunica Vibrosa
terdiri dari sklera, Pada lapisan ini terdapatkornea, Pada batas cornea dan
sclera terdapat canalis schlemm yaitu suatu sinus venosus yang
menyerap kembali cairan aquaus humor bola mata.

2) Tunica Vasculosa
Merupakan bagian tengah bola mata, urutan dari depan ke belakang terdiri
dari iris, corpus ciliaris dan koroid.
3) Tunica Nervosa (retina)
reseptor pada mata yang terletak pada bagian belakang koroid
Reseptor pada mata

Pada siang hari /cahaya terang , cahaya yang kuat


jatuh pada bintik kuning di daerah retina, cahaya
akan merangsang iodopsin pada sel konus

Pada malam hari atau tempat gelap cahaya lemah


tidak berpengaruh pada iodopsin , sementara itu
rodopsin pada sel batang tidak memudar
sehingga objek benda masih dapat terlihat
Jalannya Stimulus
Cahaya kornea mata aqueous humor
pupil lensa vitreous humor retina

oleh lensa mata cahaya dibiaskan


dengan cara mencembung dan
memimihkan lensa mata(daya
akomodasi mata)
TELINGA
.
Telinga luar (outer ear)

Telinga bagian luar terdiri atas :


1.daun telinga
2. saluran telinga.
Rangka daun telinga ini terdiri dari tulang rawan elastis yang berfungsi untuk
mengumpulkan getaran suara menuju saluran telinga luar. Panjang saluran telinga luar
ini 2,5 cm. Saluran ini memiliki sejenis kelenjar sebaceae (sejenis minyak) yang
menghasilkan kotoran telinga (cerumen). Cerumen dan rambut telinga ini dapat
mencegah masuknya benda asing ke dalam telinga.

b. Telinga tengah (middle ear)

Telinga bagian tengah ini dibatasi dan dimulai dari membran timpani (gendang
telinga) yang didalamnya terdapat rongga kecil berisi udara yang terdiri atas tulang-
tulang pendengaran yang terdiri atas maleus (martil), inkus (landasan) dan stapes
(sanggurdi). Pada bagian telinga tengah ini juga terdapat saluran eustacius yang
menghubungkan telinga bagian tengah dengan faring. Antara telinga bagian dalam dan
telinga bagian tengah dibatasi oleh tingkap oval (fenestra ovalis) dan tingkap bulat
(venestra rotundra).
c. Telinga dalam (inner ear)

Bagian dalam telinga ini terdapat organ pendengaran yang terdiri atas koklea
(rumah siput) dan organ keseimbangan yang terdiri atas kanalis semi sirkularis,
sakulus dan ultrikulus
.Koklea ini terdiri atas dua ruangan atau saluran ;
1. canal vestibulat bagian atas
2. canal timpanik pada bagian bawah.
Kedua ruangan tersebut berisikan cairan perilimfedan dibatasi
oleh duktus koklea. Sedangkan duktus koklea berisikan cairan endolimfe. Pada
bagain dasar duktus koklea ini lah terdapat reseptor pendengaran yang disebut
dengan organ corti.
KULIT
Bentuk Bentuk Reseptor pada kulit
Fungsi serabut syaraf pada Kulit :
Syaraf Paccini Tekanan
Syaraf Krause - Dingin
Syaraf Ruffini Panas
Syaraf Meissner - Perabaan dan
Sentuhan
LIDAH
a. Papila filiformis
banyak dan menyebar pada seluruh permukaan lidah
berfungsi untuk menerima rasa sentuh dari rasa
pengecapan
b. Papila sirkumvalata.
Papila sirkumvalata memiliki bentuk V, erletak di bagian
dasar lidah
c. Papila fungiformis
Papila fungiformis menyebar pada permukaan ujung dan sis
lidah dan berbentuk jamur.
d. papila foliata
papila foliata ini umumnya banyak terletak pada bagian sisi
lidah.
Struktur lidah
Struktur Sistem limbik
Amigdala- yang terlibat dalam respons emosional,
sekresi hormon, dan memori
Cingulate gyrus- lipatan di otak yang terlibat dengan
input sensorik tentang emosi dan pengaturan perilaku agresif
Forniks- sebuah ikatan, melengkung berserat serabut
saraf yang menghubungkan hippocampus ke hipotalamus
Hippocampus- kenangan mengirimkan ke bagian yang
sesuai dari belahan otak untuk penyimpanan jangka panjang
dan memanggil mereka bila diperlukan
Hipotalamus- mengarahkan banyak fungsi penting
seperti suhu tubuh, rasa lapar, dan homeostasis
Cortex penciuman- menerima informasi sensorik dari
bola pencium dan terlibat dalam identifikasi bau
Thalamus- massa sel abu-abu yang meneruskan sinyal
sensorik dari dan ke sumsum tulang belakang dan otak besar