Anda di halaman 1dari 5

Opini Wajar tanpa pengecualian (biasa Selain opini WTP ada pula opiniWTP Dengan

disingkat WTP) adalah opini audit yang akan Paragraf Penekanan Suatu Hal(biasa
disingkatWTP-DPP). Opini ini dikeluarkan karena
diterbitkan jika laporan keuangan dianggap
beberapa keadaan yang menyebabkan
memberikan informasi yang bebas dari salah
ditambahkannya paragraf penjelasan. Keadaan itu,
saji material. Jika laporan keuangan diberikan misalnya,
opini jenis ini, artinya auditor meyakini
adanya ketidakkonsistenan penerapan prinsip
berdasarkan bukti-bukti audit yang akuntansi,
dikumpulkan, perusahaan/pemerintah dianggap
adanya keraguan tentang kelangsungan hidup
telah menyelenggarakan prinsip akuntansi yang lembaga pengelola keuangan.
berlaku umum dengan baik, dan kalaupun ada
auditor setuju dengan suatu penyimpangan dari
kesalahan, kesalahannya dianggap tidak prinsip akuntansi yang dikeluarkan oleh Dewan
material dan tidak berpengaruh signifikan Standar Akuntansi Keuangan atau adanya
terhadap pengambilan keputusan. penekanan atas suatu hal.

bisa juga karena laporan audit yang melibatkan


auditor lain
1. OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK


INDONESIA
Tanggung Jawab Pemerintah atas
Laporan Keuangan
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS Pemerintah/Kementerian/Lembaga/Badan....
LAPORAN KEUANGAN bertanggung jawab atas penyusunan dan
penyajian wajar laporan keuangan sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan
Laporan atas Laporan Keuangan
pengendalian intern yang memadai untuk
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun
menyusun laporan keuangan yang bebas dari
2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
kesalahan penyajian material, baik yang
Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang-
disebabkan oleh kecurangan maupun
Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan
kesalahan.
Pemeriksa Keuangan, BPK telah memeriksa
Laporan Keuangan Pemerintah/
Kementerian/Lembaga/Badan...., yang terdiri Tanggung jawab BPK
dari Neraca tanggal 31 Desember 20XX, Tanggung jawab BPK adalah untuk
Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan menyatakan suatu opini atas laporan
Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, keuangan
Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan
Ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
berdasarkan pemeriksaan BPK. BPK melaksanakan
BPK yakin bahwa bukti pemeriksaan yang telah diperoleh
pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan
adalah cukup dan tepat, sebagai dasar untuk menyatakan
Negara. Standar tersebut mengharuskan BPK mematuhi kode
opini BPK.
etik BPK, serta merencanakan dan melaksanakan
pemeriksaan untuk memperoleh keyakinan yang memadai
Opini
apakah laporan keuangan tersebut bebas dari kesalahan
Menurut opini BPK, laporan keuangan yang disebut di atas,
penyajian material.
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
posisi keuangan Pemerintah/Kementerian/Lembaga/ Badan.
Suatu pemeriksaan meliputi pengujian bukti-bukti yang tanggal 31 Desember 20XX, dan realisasi anggaran,
mendukung angka-angka dan pengungkapan dalam laporan perubahan saldo anggaran lebih, operasional, arus kas, serta
keuangan. Prosedur yang dipilih mendasarkan pada perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
pertimbangan profesional Pemeriksa, termasuk penilaian tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan, baik
yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam Laporan atas SPI dan Kepatuhan
melakukan penilaian risiko, Pemeriksa mempertimbangkan Untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas kewajaran
pengendalian intern yang relevan dengan penyusunan dan laporan keuangan tersebut, BPK juga melakukan pemeriksaan
penyajian wajar laporan keuangan Pemerintah/ terhadap sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap
Kementerian/Lembaga/Badan. untuk merancang prosedur ketentuan peraturan perundang-undangan. Laporan Hasil
pemeriksaan yang tepat sesuai dengan kondisi yang ada, Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern dan Laporan
tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas efektivitas Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap
pengendalian intern
Pemerintah/Kementerian/Lembaga/Badan.... Pemeriksaan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan disajikan dalam
yang dilakukan BPK juga mencakup evaluasi atas ketepatan Laporan Nomor ..../LHP/
kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi ./05/20XX dan Nomor ..../LHP/./05/20XX tanggal .... Mei
akuntansi yang dibuat oleh Pemerintah/Kementerian/ 20XX, yang merupakan bagian
Lembaga/Badan...., serta evaluasi atas penyajian laporan tidak terpisahkan dari Laporan ini.
keuangan secara keseluruhan.
1. OPINI WAJAR TANPA PENGECUALIAN
DENGAN PARAGRAF PENEKANAN SUATU
HAL

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK Tanggung Jawab Pemerintah atas


INDONESIA Laporan Keuangan
Pemerintah/Kementerian/Lembaga/Badan....
bertanggung jawab atas penyusunan dan
LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN ATAS
penyajian wajar laporan keuangan sesuai
LAPORAN KEUANGAN
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan dan
pengendalian intern yang memadai untuk
Laporan atas Laporan Keuangan menyusun laporan keuangan yang bebas dari
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun kesalahan penyajian material, baik yang
2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan disebabkan oleh kecurangan maupun
Tanggung Jawab Keuangan Negara dan Undang- kesalahan.
Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan
Pemeriksa Keuangan, BPK telah memeriksa
Tanggung jawab BPK
Laporan Keuangan Pemerintah/
Tanggung jawab BPK adalah untuk
Kementerian/Lembaga/Badan...., yang terdiri
menyatakan suatu opini atas laporan
dari Neraca tanggal 31 Desember 20XX,
keuangan
Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Perubahan
Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional,
Laporan Arus Kas, dan Laporan Perubahan
berdasarkan pemeriksaan BPK. BPK melaksanakan
Opini
pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan
Menurut opini BPK, laporan keuangan yang disebut di atas,
Negara. Standar tersebut mengharuskan BPK mematuhi kode
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material,
etik BPK, serta merencanakan dan melaksanakan
posisi keuangan Pemerintah/Kementerian/Lembaga/ Badan.
pemeriksaan untuk memperoleh keyakinan yang memadai
tanggal 31 Desember 20XX, dan realisasi anggaran,
apakah laporan keuangan tersebut bebas dari kesalahan
perubahan saldo anggaran lebih, operasional, arus kas, serta
penyajian material.
perubahan ekuitas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Suatu pemeriksaan meliputi pengujian bukti-bukti yang
mendukung angka-angka dan pengungkapan dalam laporan Penekanan Suatu Hal
keuangan. Prosedur yang dipilih mendasarkan pada BPK menekankan pada Catatan .... atas Laporan Keuangan
pertimbangan profesional Pemeriksa, termasuk penilaian Pemerintah/Kementerian/Lembaga/Badan. yang menjelaskan
risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan, baik bahwa pada TA 20XX terjadi perubahan struktur organisasi di
yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam lingkungan Pemerintah/Kementerian/Lembaga/ Badan.... yang
melakukan penilaian risiko, Pemeriksa mempertimbangkan mengakibatkan Opini BPK tidak dimodifikasi
pengendalian intern yang relevan dengan penyusunan dan sehubungan dengan hal tersebut.
penyajian wajar laporan keuangan Pemerintah/
Kementerian/Lembaga/Badan. untuk merancang prosedur Laporan atas SPI dan Kepatuhan
pemeriksaan yang tepat sesuai dengan kondisi yang ada, Untuk memperoleh keyakinan yang memadai atas kewajaran
tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas efektivitas laporan keuangan tersebut, BPK juga melakukan pemeriksaan
pengendalian intern terhadap sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap
Pemerintah/Kementerian/Lembaga/Badan.... Pemeriksaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Laporan Hasil
yang dilakukan BPK juga mencakup evaluasi atas ketepatan Pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern dan Laporan
kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi Hasil Pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap
akuntansi yang dibuat oleh Pemerintah/Kementerian/
Lembaga/Badan...., serta evaluasi atas penyajian laporan Ketentuan Peraturan Perundang-undangan disajikan dalam
keuangan secara keseluruhan. Laporan Nomor ..../LHP/ ./05/20XX dan Nomor ..../LHP/
./05/20XX tanggal .... Mei 20XX, yang merupakan bagian
BPK yakin bahwa bukti pemeriksaan yang telah diperoleh tidak terpisahkan dari Laporan ini.