Anda di halaman 1dari 46

Laporan Kasus Individu

Ilmu Kesehatan Kulit & Kelamin (IKK)


Lichen Planus
Oleh:
Achmad Nurdin Himawan
(201320401011141)
Pembimbing:
dr. Diana Tri Ratnasari, Sp.KK

FAKULTAS KEDOKTERAN UMM


RS SITI KHODIJAH SEPANJANG
2015
PENDAHULUAN
Liken planus (LP) pertama kali dijelaskan oleh Erasmus Wilson
pada tahun 1869. Liken planus diklasifikasikan sebagai
penyakit papuloskuamosa, walaupun gejala yang menonjol
adalah bersisik tetapi tidak sama dengan psoriasis dan
penyakit kulit lainnya yang termasuk dalam kategori ini.
Liken planus merupakan suatu kelainan yang unik, yakni
suatu penyakit inflamasi yang berefek ke kulit, membran
mukosa, kuku, dan rambut. Lesi yang tampak pada lichen
planus-like atau dermatitis lichenoid tampak seperti
ketombe, beralur halus, kotoran yang kering dari tumbuh-
tumbuhan simbiosis yang dikenal sebagai liken.
Cont
Walaupun morfologi ini mungkin sulit untuk dibandingkan,
liken planus merupakan suatu kesatuan yang khusus dengan
bentuk papul lichenoid yang menunjukkan warna dan
morfologi yang khusus, berkembang di lokasi yang khas, dan
pola perkembangan karakteristik yang nyata.
Empat P : purple, pruritic, polygonal dan papule, adalah
gejala klinis yang dapat dicari untuk membantu menegakkan
diagnosis liken planus.
LAPORAN KASUS
IDENTITAS
Nama : Tn. M
Umur : 48 thn
Pendidian Terakhir : SLTA
Pekerjaan : Swasta
Alamat : Taman RT16 RW02
Agama : Islam
Suku : Jawa
Tgl Pemeriksaan : 21 September 2015
ANAMNESIS
Riwayat Penyakit
Sekarang
Pasien datang ke Poli Kulit Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang
dengan keluhan gatal pada sekitar kaki kiri. Pasien mengaku gatal-
gatal sejak lama. Tetapi memberat sejak 3 hari yang lalu. Pasien
mengaku awalnya timbul seperti seperti luka lecet kecil, luka
tersebut sudah sejak SD dan sekarang bertambah lebar dan luas
mersakan kulit menebal.
Cont

Pasien selama ini tidak pernah periksa ke dokter kulit, dan


jarang berobat ke RS, pasien cuma berobat ke puskesmas dan
diberi obat salep kulit. Pasien mengaku sempat merasakan
keluhan gatalnya berkurang, tetapi lukanya semakin lebar
serta kulit menebal. Kadang pasien menggunakan minyak
tawon atau balsam untuk mengurangi rasa gatalnya, tetapi
jarang. Keluhan ditempat lain disangkal
STATUS GENERALIS

Keadaan Umum : Baik


Kesadaran : Compos Mentis
Tanda vital
Tekanan darah : tidak dilakukan
Nadi : 86 kali /menit
Pernafasan : 18 kali / menit
Suhu : tidak dilakukan
CONT
BB : 55 kg
Kepala : Normocephali
Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera Ikterik (-/-)
Tenggorokan : Faring tidak hiperemis
Leher : Pembesaran KGB (-/-)
Paru : Bunyi nafas vesikuler, Rhonki -/-, Wheezing -/-
Jantung : Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)
Abdomen : Datar, supel. Hepar dan Lien tidak ada
pembesaran, bising usus (+) normal
Ekstrimitas : Akral hangat kering merah, edema (-/-)
STATUS DERMATOLOGIKUS

Regio : ankle sinistra


Efloresensi : Tampak makula eritematosa
batas jelas ukuran 5x10cm dengan plak tebal dan
meninggi berwarna keungguan dan likenifikasi
Pict
PEMERIKSAAN PENUNJANG

Tidak dilakukan.
RESUME
PLANNING DIAGNOSIS

Pemeriksaan DL (penurunan lekosit)


PLANNING TERAPI

Medikamentosa:
Glukokortikoid topikal : Triamcinolone acetonide 5-10 mg/ml
Glukokortikoid sistemik : Prednison 30-80 mg/hari
Retinoid: acitretin 30 mg/hari selama 8 minggu
Fotokemoterapi: psoralen dan UVA , UVB
Siklosporin 3-10 mg/kb/hari
PROGNOSIS

Penyakit yang tidak dapat diprediksimenetap 1-2


tahun,
Kejadian relaps 15-20% pada daerah yang sama
pada lesi pertama kali dahulu
MONITORING & EDUKASI

Monitoring keluhan yang diderita serta menjelaskan kepada pasien


tentang penyakit, gejala, dan pengobatan.
Disarankan untuk tidak menggaruk pada bagian lesi, agar tidak
terjadi sekunderi infeksi. Serta tidak perlu diberi minyak tawon
atau salep yang panas lainnya, agar tidak terjadi iritasi pada kulit
tersebut
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Lichen dan Planus
Lichen dari bhasa latin leichen tree
moss likenifikasi
Planus dari bahasa latin Planus flat
Erupsi papul
Warna ungu
Bentuk poligonal
Kadang berskuama halus
Biasanya pada
Fleksor membrum atas
Genitalia
Mukosa
EPIDEMIOLOGI

Jumlah insiden tidak diketahui secara pasti


Diperkirakan < 1%
Distribusi umunya rata-rata 30-60 tahun
Jarang pada anak-anak dan usia lanjut
Dipengaruhi faktor
Lingkungan
Genetik
Patogenesis
Sel T CD8+ berikatan dengan MHC kelas I pada keratinosit di
daerah lesi mengenali antigen spesifik liken planus

Epitel -Antigen peptida


Keratinosit basal autoreaktif
- Antigen eksogen

Sel T CD8+ teraktivasi melepaskan sitokin-sitokin inflamasi

TNF- berikatan dengan reseptor TNF- R1


Permukaan sel T CD95 (Ligand Fas) berikatan dengan CD95 (Fas)
Granzim B memasuki keratinosit melalui pori atau celah membran

Mengaktivasi keratinocyte caspase cascade

Apoptosis keratinosit
Manifestasi klinik
Lesi liken planus :
Makula eritempapul-papul
keunguanplak multipel
Permukaan datar
Gatal Gambar 1. Lesi liken planus
dengan striae Wicham1
Striae Wickam

Distribusi :
Simetris dan bilateral
Ekstremitas fleksura pada pergelangan tangan,
lengan, dan tungkai
Paha, punggung bawah, leher, betis, punggung
tangan, kuku, membran mukosa mulut dan
genitalia
KONFIGURASI LESI
Liken Planus Anular
Papula membentuk gambaran cincin di penis,
skrotum, aksila, dan betis
Bentuk lain : lesi membesar 2-3 cm,
hiperpigmentasi, peninggian tepi luar trunkus
Gambar 2. Liken planus
dan ekstremitas anular pada penis.4

Liken Planus Linear


Papula membentuk garis linear
sekunder akibat trauma
(Koebnerisasi) ekstremitas

Gambar 3. Liken planus linear


pada fleksura tangan.1
MORFOLOGI LESI
Liken Planus Hipertrofi
Plak verukosa menebal dan meninggi, keunguan/merah-
kecoklatan, hiperkeratosis ekstremitas bawah
pergelangan kaki akibat statis vena

Liken Planus Atrofi


Papul berwarna putih-kebiruan, berbatas
tegas
Plak dengan atrofi superfisial sentral
Akibat sisa lesi liken planus anular
Ekstremitas bawah atau trunkus

Gambar 4. Liken planus hipertrofi


pada fleksura kaki4
Liken Planus Vesikobulosa
Vesikel dan bula pada lesi
Bula berasal dari papul liken planus
Ekstremitas
Liken Planus Erosif dan Ulseratif
Lesi-lesi yang erosif ulkus
Kulit, mukosa, dan kuku

Liken Planus Folikular


Papul folikular keratotik dan plak
Trunkus, bagian medial proksimal ekstremitas, kulit
kepala

Liken Planus Pigmentosa


Makula hiperpigmentasi berwarna coklat tua
Daerah yang terkena paparan sinar matahari
dan lekukan-lekukan fleksura
Liken Planus Aktinik
Liken planus subtropik, liken planus tropik, erupsi
likenoid aktinik, liken planus aktinikus, liken planus
anuler atropi, dan likenoid melanodermatosis.
Faktor pencetus : paparan sinar matahari
Papul hiperpigmentasi berwarna kecoklatan, tepi
hipopigmentasi, dan berbatas tegas,
Muka, lengan, tangan, leher
TEMPAT LESI

Liken Planus Kulit Kepala


Liken planopilaris /liken planus folikularis
Kulit kepalapapul folikularis keratotik saling
bergabung membentuk bercak
Kerontokan rambut uni- atau multifokal, dapat
ekstensif meliputi seluruh kulit kepala alopesia
Gambaran khas : eritema perifolikular dan
acuminate keratotic plugs (sumbatan keratotik
akuminata)
Liken Planus Mukosa
Mukosa permukaan mulut, vagina,
esofagus, konjungtiva, uretra, anus,
hidung, dan laring
Liken planus oral bentuk retikuler
paling sering
Liken planus oral bentuk erosif
paling dominan simptomatik dan
kronikmukosa bukal, gingival, dan
glosal Gambar 5. Liken planus
Genitalia pria glans penis dengan pada mukosa. Makula
berwarna putih yang
lesi annular disusun dengan pola fine
Genitalia wanita patch lace-like (A). Erosif
Gingivitis (B).1
leukoplakia/erotroplakia kadang-
kadang disertai erosi dan deskuamasi
Liken Planus Kuku
Permukaan kuku menipis, ridging
longitudinal,adanya retakan/celah
Dasar kuku berubah kuning, onikolisis
dan hiperkeratosis subungual
Matriks kuku rusak akibat inflamasi dan
digantikan dengan fibrosis Gambar 6. Liken planus di kuku.4

Liken Planus Inversa


Papula merah-kecoklatan, diskret dan nodul
Daerah fleksura (aksila, inframamaria, lipat
paha, fosa antekubiti dan poplitea)

Liken Planus Plamoplantar


Papul atau nodul dan lebih aktif di bagian
pinggir daripada di tengah
Telapak tangan dan tumit
BENTUK KHUSUS LIKEN PLANUS ATAU ERUPSI LIKENOID

Liken Planus yang Diinduksi Obat


Setelah menelan, kontak, atau menghirup bahan-bahan kimia
tertentugaram emas, -bloker, antimalaria, diuretik thiazid, furosemid,
spironolakton, penicilamin
Papul, plak eksematosa terlokalisir/generalisata, deskuamasi,
hiperpigmentasi, tidak menyebabkan striae Wickham klasik
Muncul simetris di batang tubuh dan ekstremitas

Gambar 7. Lichen planus-like.1


Lichen planus-lupus eryhematosus overlap
syndrome
Gabungan lesi liken planus dengan lupus
eritematosus
Atrofi plak dan patch,hipopigmentasi-
berwarna merah sampai biru-keunguan,
telengiektasis, skuama halus
Lesi bisa timbul dimana saja, sering di
ekstremitas Gambar 8. Liken planus-
lupus erythematosus overlap
syndrome.1

Liken Planus Pemfigoid


Bula /vesikel
Beda dengan liken planus bulosa
lepuh berkembang didalam lesi
pada liken planus yang
lamainflamasi dan degenerasi
Gambar 9. Liken planus
keratin basal yang meluas. pemfigoid pada tungkai
bawah.1
Reaksi likenoid dari penyakit graft vs host
Terjadi 100 hari setelah transplantasi,
Papul ,keunguan, tidak gatal
Pada mukosa oral makula berwarna putih yang
disusun dengan pola fine lace-like, erosi dan ulserasi
Ekstremitas distal, trunkus, bokong, pinggul, paha,
telapak tangan dan kaki.
DIAGNOSIS BANDING

Psoriasis
Liken simpleks kronik
Alopesia areata
Kandidiasis
TATALAKSANA

Liken Planus oral


Glukokortikoid topikal Orasabe 4-6 x/hari
Glukokortikoid sistemik 30-80 mg/hari
Retinoid isotretinoin gel 2x/hari, etreinate oral
75mg/hari
Siklosporin, takrolimus, pimekrolimus:
> siklosporin : 100 mg/ml, 5ml 3x/hari
Lain-lain :
> Talidomid : 50 mg/hari
> ECP : 2x/minggu selama 3 minggu
TATALAKSANA
Liken planus kutaneus
Glukokortikoid topikal : Triamcinolone acetonide 5-10 mg/ml
Glukokortikoid sistemik : Prednison 30-80 mg/hari
Retinoid: acitretin 30 mg/hari selama 8 minggu
Fotokemoterapi: psoralen dan UVA , UVB
Siklosporin 3-10 mg/kb/hari
PROGNOSIS

Penyakit yang tidak dapat diprediksimenetap 1-2


tahun,
Kejadian relaps 15-20% pada daerah yang sama
pada lesi pertama kali dahulu
KESIMPULAN

Liken planus : penyakit inflamasi kulit dengan bentuk papul,


poligonal, berwarna keunguan, dan gatal
Mekanisme imunologi interaksi epitel-limfosit dibagi 3 bagian :
pengenalan antigen, aktivasi limfosit, apoptosis keratinosit
Tempat predileksi daerah fleksura pada pergelangan tangan,
lengan, dan pergelangan kaki, paha, punggung bawah, leher,
membran mukosa mulut dan genitalia
Variasi klinik dibagi 3 :konfigurasi lesi, morfologi lesi,tempat lesi
Cont

Pemeriksaan penunjang jumlah limfosit dan sel darah putih


menurun, penemuan patologi mayor :kerusakan basal epidermal
keratinosit dan reaksi limfositik likenoid.
Diagnosis banding :liken simpleks kronik, psoriasis, alopesia
areata, kandidiosis, onikomikosis
Penatalaksanaan: glukokortikoid topikal, glukokortikoid sistemik,
immunosupresan, dan fotokemoterapi
Prognosis : menetap selama 1-2 tahun, penyakit kronik dan sering
kambuh
PEMBAHASAN
Pasien datang ke Poli Kulit Rumah Sakit Siti Khodijah Sepanjang
dengan keluhan gatal pada sekitar kaki kiri. Pasien mengaku
gatal-gatal sejak lama. Tetapi memberat sejak 3 hari yang lalu.
Pasien mengaku awalnya timbul seperti seperti luka lecet kecil,
luka tersebut sudah sejak SD dan sekarang bertambah lebar dan
luas mersakan kulit menebal.
Pasien selama ini tidak pernah periksa ke dokter kulit, dan
jarang berobat ke RS, pasien cuma berobat ke puskesmas dan
diberi obat salep kulit. Pasien mengaku sempat merasakan
keluhan gatalnya berkurang, tetapi lukanya semakin lebar serta
kulit menebal. Kadang pasien menggunakan minyak tawon atau
balsam untuk mengurangi rasa gatalnya, tetapi jarang. Keluhan
ditempat lain disangkal. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan
fisik pasien dapat didiagnosis lichen planus hipertrofik .
Cont
Hal ini sesuai dengan teori bahwa liken planus hipertrofik ini
biasanya terbentuk di ekstremitas, terutama di daerah
inguinal dan persendian jari, dan merupakan bentuk yang
paling terasa gatal. Lesi berwarna keunguan atau merah
kecoklatan, lebih tebal dan lebih tinggi dari sekitarnya, dan
hiperkeratosis. Saat penyembuhan biasanya meninggalkan
bekas berupa jaringan parut atau daerah
hiper/hipopigmentasi.
Cont
Pengobatan simtomatik biasanya cukup, dan sebagian besar
terdiri dari penggunaan krim steroid topikal dan salep
fluorinated (yang mengandung fluorin). Obat ini
direkomendasikan untuk area yang relatif kecil, tetapi dalam
bentuk encer (misalnya 1: 4 dalam parafin lunak putih)
mencakup area yang jauh lebih besar.
Antihistamin oral seperti prometazin hidroklorida, alimemazine
tartrat, klorfenamin maleat atau hydroxyzine hidroklorida dapat
membantu untuk pruritus. Lesi-lesi hipertropi dapat diobati
dengan dressing oklusif tar atau flurandrenolone tape.
Kortikosteroid sistemik, diberikan prednisolon untuk 30-80 mg
setiap hari selama sekitar 6 minggu dan setelah itu tapering off.
TERIMA KASIH..