Anda di halaman 1dari 32

TUGAS AUDITTING II

RESUME
CHAPTER 20 & KASUS

AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN


PERGUDANGAN

Kelompok 7
Disusun Oleh :
VERA DWI SETIOWATI : 43207110006
IDAN NUGRAHA : 43207110110
Chapter 19
AUDIT SIKLUS PERSEDIAAN DAN
PERGUDANGAN

Siklus persediaan dan pergudangan adalah unik karena erat


hubungannya dengan siklus transaksi lainnya seperti ; bahan baku dan buruh
langsung masuk ke siklus persediaan dan pergudangan, masing-masing dari
siklus perolehan dan pembayaran. Siklus persediaan dan pergudangan diakhiri
dengan penjualan barang dalam siklus penjualan dan penerimaan kas.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kerumitan audit persediaan meliputi ;


Persediaan umumnya adalah bagian utama dalam neraca, dan seringkali
merupakan akun terbesar yang masuk ke modal kerja
Persediaan dapat tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan pengendalian
pisik dan perhitungannya. Perusahaan harus menempatkan persediaannya
sedemikian rupa sehingga mudah diakses untuk efisiensi produksi dan
penjualan produk, tetapi penyebaran ini sering menimbulkan kesulitan
pelaksanaan audit yang signifikan.
Keragaman persediaan menciptakan kesulitan
auditor. Seperti perhiasan, kimia, dan suku cadang
elektronik sering menyulitkan observasi dan
penilaian.
Penilaian persediaan juga dipersulit oleh faktor
ketinggalan jaman dan perlunya mengalokasikan
biaya manufaktur ke persediaan
Ada beberapa metode penilaian persediaan yang
dapat diterima, tapi klien harus memakai metode
tersebut secara konsisten dari tahun ke tahun.
Terlebih lagi, organisasi lebih menyukai
menggunakan metode penilaian yang berbeda untuk
bagian persediaan yang berbeda pula, yang dapat
diterima oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum.
FUNGSI BISNIS DI DALAM SIKLUS BESERTA
DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT

Menggambarkan fungsi-fungsi bisnis beserta dokumen dan


catatan terkait di dalam siklus persediaan dan pergudangan yaitu ;
Rincian langsung atas siklus persediaan dan pergudangan ke
siklus perolehan dan pembayaran serta siklus penggajian dan
kepegawaian dapat dilihat dengan meneliti debet akun T bahan
baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
Rincian langsung atas siklus penjualan dan penerimaan kas terjadi
pada titik dimana barang jadi dikurangi (dikreditkan) dan beban
dibukukan ke harga pokok penjualan.
Proses Pembelian
= Permintaan pembelian digunakan untuk memesan barang
persediaan oleh bagian pembelian. Permintaan diawali oleh
pegawai gudang atau computer jika persediaan mencapai
tingkat yang ditentukan sebelumnya, pemesanan harus
dilakukan atas bahan baku yang dibutuhkan untuk
memproduksi pesanan pelanggan, atau pemesan diawali atas
dasar perhitungan periodic oleh orang yang berwenang.

Menerima Bahan Baku


= Bahan baku yang diterima harus diinspeksi kuantitas dan
kualitasnya. Bagian penerimaan menghasilkan laporan
penerimaan yang menjadi bagian dari dokumentasi penting
sebelum pembayaran dilakukan.
Menyimpan Bahan Baku
= Bahan baku disimpan di gudang sampai diperlukan oleh bagian
produksi. Bahan baku dikeluarkan dari persediaan atas penunjukan
permintaan bahan baku, pesanan pekerjaan, dokumen yang sama,
atau pemberitahuan elektronik yang layak disetujui yang menunjukan
jenis dan kuantitas bahan baku yang diperlukan.

Memroses Barang
= Penentuan jenis barang dan kuantitas yang diproduksi biasanya
berdasarkan pesanan dari pelanggan, peramalan penjualan, tingkat
persediaan barang jadi, dan volume produksi yang hemat. Dalam
perusahaan manufaktur, sistem akuntansi biaya menjadi bagian
penting dari fungsi pemrosesan produk. Ada 2 jenis sistem
perhitungan harga pokok yaitu ; sistem perhitungan biaya produksi
menurut pekerjaan (job cost system) dan sistem perhitungan biaya
produksi menurut proses (process cost system)
Menyimpan Barang Jadi
= Setelah barang jadi selesai dikerjakan bagian produksi,
penyimpanan dilakukan di gudang sambil menunggu
pengiriman. Dalam perusahaan dengan sistem pengendalian
intern yang baik, dilakukan pengendalian fisik atas barang jadi
dengan memisahkannya ke dalam beberapa bidang terpisah
dengan akses terbatas. Pengendalian barang jadi biasanya
dianggap bagian dari siklus penjualan dan penerimaan kas.

Mengirim Barang Jadi


= Tiap pengiriman atau pengeluaran barang jadi harus
didukung dokumen pengiriman yang diotorisasi dengan
memadai. Angka yang menekankan kembali pentingnya titik
pembukuan biaya produksi dan pergerakan persediaan harus
berkaitan dengan pergerakan dan proses pisik persediaan.
Berkas Induk Persediaan Perpetual

= Berkas induk persediaan perpetual hanya


memasukkan informasi mengenai jumlah unit
persediaan yang dibeli, dijual, dan disimpan, atau
informasimengenai biaya per unit. = Berkas induk
persediaan perpetual bahan baku persediaan dan harga
per unitnya, jumlah unit dan biaya per unit tiap
pembelian, serta jumlah unit dan biaya per unit bahan
yang dikeluarkan untuk produksi.
= Berkas induk persediaan barang jadi perpetuan
mengikutkan informasi yang serupa dengan perpetual
bahan baku, tetapi dengan kompleksitas yang lebih
besar jika catatan biaya per unit juga diikutkan.
BAGAIMANA E-COMMERSE MEMPENGARUHI
PENGELOLAAN PERSEDIAAN

Hal ini bertujuan untuk menggambarkan dampak e-commerce


pada manajemen persediaan yaitu cara menggunakan aplikasi
internet dan e-commerce lain untuk membeli dan memperoleh
barang dan jasa, termasuk persediaan bahan baku.

Hal ini bertujuan untuk menggambarkan dampak e-commerce


pada manajemen persediaan yaitu cara menggunakan aplikasi
internet dan e-commerce lain untuk membeli dan memperoleh
barang dan jasa, termasuk persediaan bahan baku.
Informasi mengenai kuantitas persediaan yang ada, lokasi
produk, dan unsur persediaan penting lainnya akan membantu
pemasok persediaan bekerja dengan manajemen guna
memonitor arus unsur persediaan
Sering pelanggan meminta akses online ke data persediaan
utama seperti informasi tentang ketersediaan produk, pesanan
yang dikirimkan dan status pengiriman, kualitas dan tingkat
keandalan produk, spesifikasi kompatibilitas agar dapat
terintegrasi dengan produk lainnya.
Internet dan jaringan area local internal, juga membantu
manajemen klien melalui penyediaan akses antar perusahaan ke
laporan status persediaan.
Manajer menggunakan sistem tersebut untuk menelusuri
pergerakan barang di seluruh organisasi dengan mengakses
informasi online mengenai lokasi unsur persediaan tertentu
BAGIAN DARI AUDIT PERSEDIAAN
Tujuan menyeluruh audit atas siklus persediaan dan
pergudangan adalah menentukan apakah persediaan
bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi telah
disajikan secara wajar dalam laporan keuangan. Siklus
dasar persediaan dan pergudangan dibagi menjadi 5
(lima) bagian ;
Memperoleh dan Membukukan Bahan Baku, Tenaga
Kerja, dan Overhead

Bagian dari siklus persediaan dan pergudangan


mengandung 3 (tiga) fungsi ;
1. Pemrosesan pesanan pembelian
2. Penerimaan Bahan Baku
3. Penyimpanan bahan tersebut
Mentransfer Akiva dan Biaya

Pemindahan atau transfer intern dalam pemrosesan barang dan


penggudangannya berhungan dengan catatan akuntansi biaya
yang merupakan siklus lain yang independent dan diuji sebagai
bagian dari audit atas siklus persediaan dan pergudangan.
Mengirimkan Barang serta MEmbukukan Pendapatan dan
Biaya
Pengendalian intern atas fungsi pembukuan pengiriman barang
dan biaya terkait dipahami dan diuji sebagai bagian dari audit
atas siklus penjualan dan pembayaran kas. Pengujian
pengendalian dan substantive atas transaksi harus mencakup
prosedur untuk verifikasi keakuratan berkas induk persediaan
perpetual.
Mengamati Persediaan Fisik

Persediaan adalah bidang audit pertama dimana


pengamatan pisik merupakan bahan bukti audit yang
penting digunakan untuk verifikasi saldo akun.
Menilai dan Mengkompilasi Persediaan
Prosedur audit yang digunakan yaitu pengujian harga
(price test) dan auditor harus melakukan verifikasi
hasil perhitungan pisik telah diikhtisarkan dengan
benar, jumlah persediaan dan harganya dikalikan dan
dijumlahkan dengan benar yang disebut pengujian
kompilasi (compilation test)
AUDIT ATAS AKUNTANSI BIAYA

Merancang dan melaksanakan Pengujian Audit Atas Akuntansi


Biaya adalah pengendalian yang berkaitan dengan persediaan
fisik dan biaya yang terkait dari titik dimana bahan baku diminta
ke titik dimana barang jadi selesai diproduksi dan ditransfer atau
dipindahkan ke gudang. Pengendalian untuk memudahkan dibagi
2 (dua) kategori ;
Pengendalian atas persediaan fisik bahan baku, barang setengah
jadi atau barang dalam proses dan barang jadi

Pengendalian atas biaya terkait


Dalam audit atas akuntansi biaya, auditor berkepentingan dengan
4 (empat) aspek ;
Pengendalian pisik atas persediaan
Dalam audit atas akuntansi biaya, auditor
berkepentingan dengan 4 (empat) aspek ;
> Pengendalian pisik atas persediaan
Pengujian auditor atas memadainya pengendalian
pisik bahan baku, barang dalam proses, dan barang
jadi harus dibatasi pada pengamatan dan tanya jawab.

>Dokumen dan pencatatan transfer atau pemindahan


barang
Auditor perlu memahami strukur pengendalian intern
pemindahan atau transfer barang sebelum pengujian
yang relevan dapat dilakukan sehingga mudah
dilakukan pemeriksaan terdapat catatan dan dokumen.
>Berkas induk persediaan perpetual
Memungkinkan auditor mengurangi pengujian fisik persediaan
jika tingkat risiko pengendalian yang berhubungan dengan
pengamatan rendah.
Mengurangi pengujian fisik persediaan atau mengubah saat
pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan
dokumen.

>Catatan Biaya / Harga per unit


Catatan yang menunjukan data proyeksi bahan baku, tenaga
kerja, dan overhead pabrik dan biaya aktualnya.
PROSEDUR ANALITIK
Menerapkan prosedur analitik ke sejumlah akun di dalam siklus
persediaan dan pergudangan yaitu dengan mencantumkan
beberapa prosedur analitik yang umum dipakai dan
kemungkinan salah saji yang diindikasikan jika ada fluktuasi.
METODOLOGI PERANCANGAN PENGUJIAN TERINCI
ATAS SALDO PERSEDIAAN
Memperoleh pemahaman atas bisnis klien lebih penting untuk
persediaan dibandingkan untuk kebanyakan aspek audit karena
persediaan bervariasi sangat signifikan untuk perusahaan yang
berbeda.
Terdapat sumber yang signifikan mengenai risiko bisnis yang
terkait dengan persediaan karena adanya faktor semacam siklus
produk yang pendek dan risiko keusangan, penggunaan
persediaan just in time dan tehnik manajemen saluran pasokan
lain, ketergantungan pada sedikit pemasok, dan penggunaan
teknologi pengelolaan persediaan yang canggih.
Pengendalian intern atas catatan perpetual, pengendalian fisik,
perhitungan persediaan, dan penilaian harga persediaan.
PENGAMATAN PERSEDIAAN FISIK
>Pengendalian
Pengenalan menyeluruh terhadap persediaan, hal ini
perlu untuk mengevaluasi efektifitas prosedut klien, dan
juga memungkinkan auditor untuk memberikan saran-
saran yang membangun kepada klien.
>Keputusan Audit
Dalam pengamatan persediaan secara pisik sama dengan
audit lainnya yaitu memilih prosedur audit, menetapkan
saat pelaksanaan, menetapkan besarnya sample, dan
memilih unsure yang akan diuji.
>Saat Pelaksanaan
Apabila ada catatan perpetual dan nilai persediaan
material , maka perlu dilakukan perhitungan persediaan
pisik oleh klien ketika mendekati tanggal neraca, dan
auditor mengujinya pada saat yang sama.
>Besarnya Sampel
Dalam pengamatan persediaan pisik adalah berdasar
total jam kerja yang digunakan yaitu ditentukan ada
atau tidaknya pengendalian intern yang memadai atas
perhitungan persediaan pisik, akurasi berkas induk
persediaan perpetual, jumlah dollar, dan jenis
persediaan, jumlah lokasi penyimpanan persediaan,
serta jenis dan sifat salah saji yang ditemukan pada
audit tahun sebelumnya.

>Pemilihan Unsur
Kecermatan dibutuhkan untuk mengamati
penghitungan unsure yang paling signifikan dan
sample yang mewakili kenis persediaan tertentu
>Pengujian Pengamatan Fisik
Menentukan apakah penghitungan persediaan secara fisik yang
dilakukan sesuai dengan intruksi klien atau tidak, dan sangat
penting bagi auditor untuk hadir pada sat penghitungan
persediaan secara pisik dilakukan.
Asumsi keseluruhan yaitu catatan persediaan klien berdasarkan
label yang bernomor cetak (prenumbered) pada tanggal neraca
AUDIT ATAS PENETAPAN HARGA DAN KOMPILASI

Bagian penting dari audit persediaan yaitu melaksanakn semua


prosedur yang diperlukan untuk memastikan bahwa perhitungan
pisik atau jumlah-jumlah pada catatan perpetual telah ditetapkan
harganya dan dikompilasi dengan layak yaitu ;
Pengujian penetapan harga persediaan (inventory price test)
mencakup semua pengujian harga yang klien guna menentukan
apakah sudah tepat.
Pengujian kompilasi persediaan (inventory compilation test)
mencakup semua pengujian ikhtisar kuantitas pisik, perkalian
harga dengan kuantitas, penjumlahan ikhtisar persediaan, dan
penelusuran total ke buku besar.
>Pengendalian Penetapan Harga dan Kompilasi
Pengendalian yang terpenting adalah penggunaan catatan biaya
standar (standard cost record) menunjukan penyimpangan
dalam biaya bahan baku , biaya tenaga kerja, dan biaya overhead
serta dapat digunakan untuk mengevaluasi produksi. Jika
persediaan memiliki kartu yang sudah bernomor cetak
(prenumbered) yang ditelaah dengan seksama sebelum
pegawainya dibebaskan dari penghitungan persediaan secara
fisik, akan kecil resiko salah saji dari pengikhtisaran kartu
tersebut.

>Prosedur Penetapan Harga dan Kompilasi


Pengujian pisah batas catatan akuntansi dilaksanakan sebagai
bagian dari penjualan (siklus penjualan dan penerimaan kas) dan
perolehan (siklus perolehan dan pembayaran)
Kerangka acuan untuk menerapkan tujuan audit adalah daftar
persediaan yang didapat dari klien yang mencantumkan
deskripsi, jumlah, harga per unit, dan nilai perkalian dari tiap
jenis persediaan.

>Penilaian Persediaan
Ada 3 metode penetapan harga klien dalam melakukan
pengujian harga ;
Metode tersebut harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berlaku umum
Penerapannya konsisten dari tahun ke tahun
Harus mempertimbangkan antara nilai pasar dan nilai pengganti
(replacement cost)
>Penetapan Harga Atas Persediaan Yang Dibeli
Jenis persediaan utama yang termasuk dalam kategori
ini adalah bahan baku, suku cadang yang dibeli, dan
perlengkapan. Dalam melakukan verifikasi penilaian
persediaan yang dibeli, perlu menetapkan apakah
metode penilaian yang digunakan LIFO, FIFO, rata-
rata tertimbang, atau yang lain. Diperlukan untuk
menentukan biaya apa yang harus diikutkan ke dalam
penilaian jenis persediaan tertentu.

>Penetapan Harga atas Persediaan yang Diproduksi


Dalam penilaian bahan baku pada barang yang
diproduksi, perlu dipertimbangkan ;
Biaya per unit
Dapat diverifikasi melalui cara yang sama dengan persediaan
yang dibeli dengan memeriksa faktur penjualan maupun induk
perpetual
Jumlah bahan baku yang digunakan untuk memproduksi satu
unit barang jadi
Memeriksa spesifikasi teknisnya, diperiksa barang jadi yang
dihasilkan, dan dicari metode lain untuk menentukan jumlah
unit yang dibutuhkan untuk memproduksi barang tersebut
>Harga Perolehan atau Harga Pasar
Dalam menetapkan nilai persediaan, perlu mempertimbangkan
harga yang lebih rendah antara biaya histories dan biaya
pengganti (replacement cost). Perlu dipertimbangkan nilai jual
persediaan dan kemungkinan fluktuasi harga yang cepat dalam
rangka menentukan nilai yang dapat direalisir.
INTEGRASI PENGUJIAN
Bagian tersulit untuk memahami audit atas siklus persediaan dan
pergudangan adalah menebak-nebak saling terkaitnya antar
berbagai pengujian yang berbeda yang dilakukan auditor untuk
menentukan apakah persediaan dan harga pokok penjualan
disajikan secara wajar.

Mengintegrasikan berbagai bagian audit pada siklus persediaan


dan pergudangan ;
Pengujian Siklus Perolehan dan Pembayaran
Auditor melakukan verifikasi perolehan dari pengujian atas siklus
perolehan dan pembayaran, bahan bukti dikumpulkan mengenai
akurasi pembelian bahan baku dan semua biaya overhead pabrik,
kecuali biaya tenaga kerja
>Pengujian Siklus Panggajian dan Kepegawaian
Auditor melakukan verifikasi biaya tenaga kerja, komentar
yang sama diterapkan pada pembelian jika ada perencanaan
yang memadai
>Pengujian Siklus Penjualan dan Penerimaan Kas
Pengujian audit untuk penyimpanan barang jadi, pengiriman
barang, dan pencatatan penjualan dilakukan dalam pengujian
atas siklus penjualan dan penerimaan kas.
Pengujian Akuntansi Biaya
Auditor melakukan verifikasi pengendalian yang
mempengaruhi persediaan, pengujian dilakukan pada
pengendalian fisik, pemindahan biaya bahan baku ke barang
dalam proses, pemindahan biaya barang yang selesai ke barang
jadi, berkas induk persediaan perpetual, dan catatan biaya per
unit.
>Persediaan Fisik, Penetapan Harga, dan Kompilasi
Mengandalkan berkas induk persediaan perpetual.
Mengandalkan catatan perpetual dan mendapatkan catatan
kuantitas yang memadai