Anda di halaman 1dari 21

OLEH :

Dewi Yudiana Shinta,M.Si,Apt

1
Definisi:
Cara penggobatan yang telah diakui dan
dibuktikan secara ilmiah, dengan
mempertimbangkan aspek:
Aspek manfaat

Resiko efek samping obat

Biaya

2
Tepat indikasi
Tepat obat
Tepat dosis regimen
Tepat penderita
Waspada ESO (efek samping obat)

3
Resep adalah permintaan tertulis dari
seorang dokter kepada apoteker untuk
membuat dan atau menyerahkan obat
kepada pasien
Penulisan resep adalah tindakan terakhir
dokter dalam proses terapi yang
diwujudkan dalam bentuk resep.

4
Resep ditulis dgn lengkap,jelas (nama, alamat
dan SIP dokter)
Nama obat, kadar (mg,g,ml,dll) jumlah, signa
dan paraf
Dosis ditulis dgn jelas ( mg, g, ml, dll)
Nama obat ditulis dgn nama latin yang resmi
Singkatan ditulis dgn singkatan yg resmi
Nama, umur dan berat badan pasien
Kondisi sosial pasien
Sedapat mungkin menulis resep dihadapan
pasien

5
Penting untuk meningkatkan kepatuhan
Jenis informasi yang diberikan
disesuaikan dengan tingkat kecerdasan
dan golongan sosial pasien.

6
Uraian tentang penyakit yang diderita
pasien
Apa yang diharapkan dari pengobatan
yang diberikan
Bagaimana obat dapat mempengaruhi
penyakitnya
Mengapa penyakitnya memerlukan
pengobatan yang kontinyu.

7
Cara penggunaan obat
Waktu penggunaan obat
Aturan pakai penggunaan obat
Lama penggunaan obat
ESO dan cara penanggulanganya
Cara penyimpanan obat yang benar
Peringatan lain yang dirasa perlu

8
Sedang hamil atau menyusui
Neonatus, pediatri atau geriatri
Gejala yang ingin dihilangkan
Riwayat alergi terhadap obat atau
riwayat alergi dalam keluarga.
Sedang atau baru saja minum obat bebas
atau obat lain
Bila sedang menjalani program diet
tertentu, misal rendah garam, gula dan
lain-lain.

9
Bila terdapat keterangan penggunaan
obat setiap 4 atau 6 jam, maka jarak
minum obat harus tepat sesuai petunjuk.
Bila keterangannya digunakan 3 x sehari,
maka penggunaannya lebih fleksibel
Minum setalah makan, sebelum makan
atau pada saat perut keadaan kosong.

10
Harus hati-hati karena:
Organ belum berfungsi sempurna

Distribusi cairan tubuh berbeda dgn

dewasa
Dosis anak dihitung dengan rumus

11
Sebaiknya dihindari pemberian zat-zat
kimia karena dapat membahayakan
perkembangan janin
Mempengaruhi langsung pada embrio
atau janin (letal, toksik, teratogenik)
Mempengaruhi fungsi plasenta
(mengganggu nutrisi untuk embrio dan
janin)

Farmakologi_Rina Yuniarti, S.Farm, Apt 12


Simpanlah obat terpisah dari makanan dan
bahan makanan
Simpan obat ditempat aslinya, jgn ditukar dgn
tempat lain
Hindari obat dari tempat panas, sinar matahari
langsung, lembab, dapur atau kamar mandi
Jangan simpan dikulkas atau lemari pendingin
kecuali ada keterangan resmi.
Pisahkan antara obat yang diminum dengan
obat luar.
Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.

13
Resistensi
Toleransi
Kumulasi : penumpukan obat dlm tubuh,
dpt terjadi keracunan
Takifilaksis : kecepatan respon atau
respon awal thd obat berkurang wlopun
dosis ditingkatkan.
Adiksi
Habituasi

14
Timbanglah manfaat dan resikonya
Pertama-tama gunakan obat yang paling
established,
Gunakan obat yang anda ketahui paling
baik
Sesuaikan dengan kebutuhan individu
yang bersangkutan
Sesuaikan dosis secara individu
Pilihlah cara pemberian yang paling
aman.

15
Kondisi fisiologik (neonatus, anak,
geriatri, ibu hamil dan menyusui)
Kondisi patologik (terkait penyakit
tertentu yg diderita pasien)
Faktor genetik
Faktor-faktor lain

16
Perbedaan respon obat (pola absorpsi,
distribusi, metabolisme dan ekskresi)
Dosis anak dihitung dgn rumus berdasar
berat badan atau luas permukaan.
Cara pemberian.

17
Dipengaruhi oleh penyakit pada organ-
organ tertentu terutama yang
melaksanakan fungsi farmakokinetik
tubuh yakni saluran cerna,
kardiovaskuler, hati dan ginjal.

18
Ada orang yang tidak memiliki
faktor genetis tertentu. Misal
enzim hati asetilase lazimnya
lebih aktif pada orang kulit
hitam atau asia dari pada orang
kulit putih.

19
Interaksi obat (interaksi kimiawi,
kompetisi untuk protein plasma, induksi
enzim, inhibisi enzim, maupun interaksi
dgn makanan)
Toleransi. Adanya penurunan efek
farmakologik akibat pemberian berulang.

20
Idiosinkrasi
yaitu peristiwa padamana suatu obat
memberikan efek yang secara kualitatif
total berlainan dengan efek normalnya.
misal : pasien dgn pengobatan
neuroleptika untuk menenangkan, justru
memperlihatkan reaksi bertentangan dan
menjadi gelisah dan cemas.

21