Anda di halaman 1dari 41

Berfikir membangun usaha

baru,pengambil alihan usaha dan


penggabungan usaha

ARAITO TINAMBUNAN
1501003
S1.IVC
Membangun Usaha Baru

Mentransformasi ide menjadi sebuah bisnis


komersial bisa menjadi pengalaman
menggembirakan sekaligus penuh tekanan.
Melakukan penelitian untuk ide sekaligus
mengumpulkan informasi tentang pesaing
merupakan hal yang penting. Mulailah untuk
mengidentifikasi pasar, menentukan positioning,
dan proporsi penjualan serta menentukan
identitas merek sehingga produk mampu
bersaing di pasar.
Adapun rumus yang dapat digunakan oleh calon usahawan
untuk memulai usaha baru, yaitu:
WHAT
Apa model bisnis yang ingin kita kerjakan? Sebelum kita
menjalankan atau mengembangkan sebuah bisnis
tentunya kita harus mengenal bisnis itu secara general.
Dengan mengenal sebuah bidang bisnis kita bisa
menjalankan dan mengembangkan bisnis tersebut dengan
baik.
WHY
Pikirkan kembali apa alasan kita dalam memilih sebuah
bisnis untuk dijalankan. Apakah kita memilih
menjalankan sebuah bisnis karena sesuai dengan hobi,
minat, kreatifitas yang sedang ditekuni, terinspirasi dari
bisnis orang lain yang sukses, atau hanya ingin mengisi
waktu luang saja?
WHOM
Menentukan dan memahami target market untuk bisnis
yang akan dijalankan. Kita juga perlu mempelajari
karakter orang-orang yang menjadi target market bisnis
kita agar kita dapat mempersiapkan cara pemasaran
yang tepat pada mereka.
WHERE
Menentukan lokasi bisnis yang tepat seringkali menjadi
hal yang sulit bagi seorang pebisnis. Pastikan lokasi
bisnis sesuai dengan target market bisnis kita, misalnya
daerah perkantoran, kampus, perumahan, dan lain-lain.
WHEN
Menentukan waktu operasional bisnis juga termasuk hal yang
penting untuk dipersiapkan. Apakah bisnis kita akan buka 8 jam
sehari selama satu minggu penuh, atau buka 24 jam selama
seminggu penuh. Pertimbangkan juga untuk memperhitungkan
segala persiapan usaha dan juga pengembangan usaha itu ke
depannya.
WHO
Tentukan orang-orang yang akan terlibat dalam menjalankan
bisnis. Mulai dari karyawan, partner bisnis, dan orang lain yang
dapat membantu dalam menjalankan
bisnis tersebut. Tentukan tugas dari masing-masing orang yang
akan terlibat dalam bisnis sesuai dengan kemampuan dan
bidangnya masing-masing.
HOW
Pastikan bahwa kita memiliki strategi dan rencana dalam
menjalankan bisnis. Akan lebih baik bila kita mengetahui
mengetahui modal yang dibutuhkan, kualitas dan kuantitas produk
yang akan kita jual.
cara-cara yang perlu diperhatikan dalam memulai
usaha baru, yaitu:
Desain nama bisnis yang baik
Nama yang baik dapat memberikan manfaat. Pertama, mudah
mengkomunikasikan brand dan pesan pemasaran kepada pelanggan dan
investor. Teliti pesaing dan pelajari bagaimana mereka membranding
usaha. Pastikan nama yang diambil menunjukkan keunikan dan belum
digunakan orang lain.
Skala dan struktur bisnis
Pahami bahwa usaha yang akan dijalankan sendiri, bermitra dengan
pihak lain, atau berbentuk korporasi. Jika korporasi maka urus status
badan hukumnya, desain aturan untuk pemilik dan pemegang saham.
Mintalah penasihat hukum untuk menentukan struktur terbaik.
Mendaftarkan merek dagang dan hak paten
Mendaftarkan merek dagang dan hak paten akan melindungi nama,
slogan, dan logo yang melekat pada usaha yang akan dijalankan. Jika ada
kompetitor yang melakukan plagiasi, pemilik mempunyai hak paten yang
bisa melindunginya. Ada baiknya juga untuk mendaftarkan nama
domain, dan menggunakan nama yang konsisten di semua sosial media.
Pastikan bisnis lolos persyaratan hokum
Pemerintah telah memiliki panduan, bahkan
untuk pendirian usaha kecil menengah.
Perhatikan, pelajari, dan pastikan calon usahawan
tersebut mematuhinya.
Pajak dan pelaporan bisnis
Sejumlah pajak berlaku untuk bisnis. Penting
untuk mempelajari berbagai macam pajak, dan
manfaatnya. Pajak akan dikenakan setelah
menyelesaikan laporan keuangan. Diharapkan
untuk konsisten membayar dana pensiun
karyawan.
Asuransi usaha
Asuransi menjadi penting untuk sejumlah alasan. Lokasi usaha perlu
mendapat perlindungan dari resiko kebakaran, banjir, kerusakan akibat
kecelakaan. Asuransi jiwa dan asuransi perlindungan pendapatan juga
penting. Lalu, asuransi perlindungan terhadap gangguan usaha.
Kantongi sejumlah lisensi yang diperlukan
Kunjungi pihak yang berwenang memberikan ijin usaha, atau juga yang
mengeluarkan lisensi bahwa produk layak diedarkan di pasar. Menjaga
keuangan juga sangat penting dalam bisnis. Pertimbangkan untuk
menyewa seorang akuntan untuk membantu pencatatan keuangan.
Perangkat lunak yang tepat
Semakin hari, urusan bisnis bisa dipermudah dengan memanfaatkan
teknologi informasi. Pastikan usaha tersebut menggunakan perangkat
lunak (software) yang tepat untuk mengerjakan laporan keuangan
misalnya dan pembayaran gaji karyawan.
Saran dan dukungan
Cari informasi darimanapun yang dapat mendukung usaha Anda. Bisa
dari website pemerintah atau lainnya. Anda akan temukan kalender
dari banyak peristiwa yang jadi agenda mereka.
Ide Mendirikan Usaha Baru
Longenecker, et. all, (2001) mengungkapkan beberapa sumber ide
awal pendirian usaha baru, perusahaan. Sumber ide awal tersebut
dapat berasal dari:

pengalaman
pribadi

penemuan
minat secara tidak
sengaja

relasi atau pencarian ide


bisnis dengan penuh
keluarga pertimbangan
Alasan Mendirikan Usaha Baru
Menampilkan penemuan terbaru atau barang /
jasa terbaru yang dikembangkan
Mengambil keuntungan dari lokasi, peralatan,
produk atau layanan, pekerjaan , pemasok, dan
bankir yang ideal.
Menghindari pendahuluan yang tidak
diinginkan, kebijaksanaan proses, dan ikatan
sah dari perusahaan yang ada. Preseden,
kebijakan, prosedur, komitmen hukum dari
perusahaan yang sudah ada yang tidak
diinginkan.
Cara Memasuki Usaha
meri
ntis
usah
a
Membeli
baru
perusahaan lain
waralaba

bisnis keluarga
Merintis usaha baru
Merintis udaha baru dimulai dengan adanya ide dasar
(longenecer, et. all, 2001);
ide awal penyediaan produk yang sudah ada, tapi belum
tersedia pasar bagi konsumen
ide awal yang melibatkan teknologi baru, yang didasarkan bagi
penyediaan produk baru pada konsumen
ide awal yang didasarkan pada penyediaan produk yang telah
diperbarui bagi konsumen
Merintis usaha baru perlu
memperhatikanbeberapa hal penting agar usaha
tersebut mampu tumbuh dan berkembang dalam
jangka panjang. Hal penting tersebut adalah:
bidang, jenis usaha yang dimasuki
bentuk usaha dan kepemilikan
tempat usaha yang dipilih
organisasi usaha
jaminan usaha
lingkungan usaha yang berpengaruh.
Membeli perusahaan lain
Tahap logis dan metodologis yang dapat dilakukan pembeli usaha untuk
mengurangi risiko kerugian adalah:
analisis kemampuan, keterampilan, dan minat
buat daftar calon potensial, dan membatasi hanya pada satu perusahaan.
Hal tersebut digunakan untuk bahan referensi dalam mengambil segala
keputusan yang berhubungan dengan pembelian usaha tersebut.
periksa dan teliti calon-calon usaha yang akan dibeli
evaluasi keuangan, apakah dana cukup untuuk membeli usaha tersebut
pastikan peralihan kepemilikan dengan benar dan sah.

Untuk menghindari kerugian yang sangat mahal, seorang wirausaha harus


memperhatikan hal-hal kritis dalam analisis pembelian seperti berikut:
alasan pemilik menjual sebuah usaha
bagaimana kondisi fisik perusahaan
potensi produk dan jasa yang dihasilkan
aspek legal yang perlu diperhatikan
kondisi keuangan masa sebelumnya, kini, dan prospek masa depan.
Banyak alasan mengapa seseorang memilih
membeli perusahaan yang sudah ada
daripada mendirikan atau merintis usaha
baru, antara lain:
resiko lebih rendah
lebih mudah dalam memasuki dunia
usaha
memiliki peluang untuk membeli dengan
harga yang dapat ditawar.
Wiralaba
Waralaba adalah suatu sistem distribusi di mana pemilik bisnis semi mandiri
membayar iuran dan royalti kepada perusahaan induk untuk menjual produk/jasa
dengan menggunakan format sistem bisnisnya.
Beberapa kuntungan membeli waralaba yaitu:
adanya dukungan dan pelatihan manajemen
daya tarik merk dan mutu produk dan jasa yang baik
program iklan berskala nasional
mendapat bantuan keuangan
kekuatan membeli terpusat dan ada perlindungan teritorial
peluang berhasil lebih besar
Sedangkan kelemahan membeli waralaba antara lain:
adanya iuran waralaba dan pembagian keuntungan
sepenuhnya mengikuti operasi standart dan kurang kebebasan
batasan dalam pembelian dan lini produk terbatas
program pelatihan yang tidak memuaskan
Bisnis keluarga
Bisnis keluarga adalah sebuah lembaga bisnis/perusahaan
yang anggota keluarganya secara langsung terlibat di dalam
kpemilikan dan atau jabatan/fungsi dalam perusahaan.
Meskipun pendiri merupakan kekuatan uatama dalam
memulai perusahaan wirausaha, kebutuhan akan dukungan
bisnis dan bantuan keuangan akan membuat pengelola
mempercayai anggota keluarga dari pada orang lainyang
belum begitu dikenal. Cepat atau lambat, pendiri akan
melibatkan pasangan dan anggota keluarga ke dalam bisnis,
dengan beberapa alasan, standar hidup keluarga terkait
langsung dengan bisnis dan keluarga merupakan aset yang
berharga bagi seseorang.
Pengertian Penggabungan Usaha
Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis
produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga
seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan.
Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan
perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang
saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh
adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan
dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.

Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 22 paragraf 08


tahun 1999 :
Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih
perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan
menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali
(control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain
Jenis-jenis
penggabungan usaha

Berdasarkan PSAK No. 22 paragraf


08 tahun 1999, terdapat dua jenis
penggabungan usaha yaitu :

Penyatuan
Akuisisi kepemilikan (uniting
(acquisition) of interest/pooling of
interest)
Akuisisi (acquisition) adalah suatu
penggabungan usaha dimana salah satu
perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer)
Akuisisi memperoleh kendali atas aktiva netto dan
(acquisition) operasi perusahan yang diakuisisi (acquiree),
dengan memberikan aktiva tertentu, mengakui
suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.

adalah suatu penggabungan usaha dimana


para pemegang saham perusahaan yang
bergabung bersama-sama menyatukan
Penyatuan kendali atas seluruh, atau secara efektif
kepemilikan (uniting seluruh aktiva neto dan operasi kendali
perusahaan yang bergabung tersebut dan
of interest/pooling of selanjutnya memikul bersama segala resiko
interest) dan manfaat yang melekat pada entitas
gabungan, sehingga tidak ada pihak yang
dapat diidentifikasi sebagai perusahaan
pengakuisisi (acquirer)
Bentuk-bentuk penggabungan usaha
Adapun bentuk-bentuk penggabungan usaha menurut Arifin S (2002 :
240-241) dapat dibedakan ke dalam beberapa golongan, antara lain
sebagai berikut :
1) Ditinjau dari bentuk penggabungannya, terdapat tiga bentuk penggabungan
usaha sebagai berikut :

Penggabungan horisontal

Penggabungan vertikal

Penggabungan konglomerat
Penggabungan horisontal, yaitu penggabungan perusahaan-
perusahaan yang sejenis yang menjadi satu perusahaan yang lebih besar.
Pada umumnya dasar dibentuknya penggabungan usaha ini adalah
untuk menghindari adanya persaingan diantara perusahaan yang sejenis
dan meningkatkan efisiensi diantara perusahaan-perusahaan yang
bersangkutan tersebut.
Penggabungan vertikal, yaitu penggabungan perusahaan yang
sebelumnya, keduanya mempunyai hubungan yang saling
menguntungkan, misalnya suatu perusahaan lain yang kemudian
pemasok (supplier) bahan baku perusahaan lain yang kemudian
bergabung agar dapat terjaga adanya kepastian bahan baku dan
kontinuitas produksi.
Penggabungan konglomerat, yaitu merupakan
kombinasi dari penggabungan horisontal dan vertikal.
Penggabungan konglomerat ini merupakan gabungan dari
perusahaan-perusahaan yang memiliki usaha yang
berlainan misalnya perusahaan angkutan bergabung
dengan perusahaan jasa hotel dan perusahaan makanan
(catering).
Dari segi hukumnya, penggabungan usaha dibagi
menjadi :

Merger

Konsolidasi Afiliasi
Pengertian Akuisisi
Beberapa pendapat dari para ahli tentang definisi akuisisi yang dapat
dikemukakan sebagai berikut :

Menurut PSAK No. 2 paragraf 08 tahun 1999 :


Akuisisi (acqusition) adalah suatu penggabungan usaha dimana salah satu
perusahaan, yaitu pengakuisisi (acquirer) memperoleh kendali atas aktiva neto
dan operasi perusahaan yang diakuisisi (acquiree), dengan memberikan aktiva
tertentu, mengakui suatu kewajiban, atau mengeluarkan saham.
Sedangkan Michael A. Hitt, dkk (2002 : 259) menyatakan bahwa :
Akuisisi yaitu memperoleh atau membeli perusahaan lain dengan cara
membeli sebagian besar saham dari perusahaan sasaran.
Definisi lainnya menurut P.S Sudarsanan (1999) dalam Christina (2003 : 9);
Akuisisi dapat didefinisikan sebagai sebuah perjanjian, sebuah perusahaan
membeli aset atau saham perusahaan lain, dan para pemegang dari
perusahaan lain menjadi sasaran akuisisi berhenti menjadi pemilik
perusahaan.
Klasifikasi Akuisisi
a) Berdasarkan bentuk dasar akuisisi, terdapat tiga
prosedur dasar yang tepat dilakukan perusahaan untuk
mengambil alih perusahaan lain, yaitu :
Merger atau konsolidasi
Istilah merger sering digunakan untuk menunjukkan penggabungan
dua perusahaan atau lebih, dan kemudian tinggal nama salah satu
perusahaan yang bergabung. Sedangkan consolidation
menunjukkan penggabungan dari dua perusahaan atau lebih, dan
dari perusahaan-perusahaan yang bergabung tersebut hilang,
kemudian muncul nama baru dari perusahaan gabungan.
Akuisisi saham
Cara kedua untuk mengambil alih perusahaan lain adalah membeli
saham perusahaan tersebut, baik dibeli secara tunai, ataupun
menggantinya dengan sekuritas lain (saham atau obligasi).
Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk memilih antara akuisisi
saham atau merger :
Dalam akuisisi saham, tidak diperlukan rapat umum pemegang saham
(RUPS) dan pemungutan suara
Dalam akuisisi saham, perusahaan yang akan mengakuisisi dapat
berhubungan langsung dengan pemegang saham target lewat tender offer.
Akuisisi saham seringkali dilakukan secara tidak bersahabat untuk
menghindari manajemen perusahaan target yang seringkali menolak akuisisi
tersebut.
Seringkali sejumlah minoritas pemegang saham dari perusahaan target tetap
tidak mau menyerahkan saham mereka untuk dibeli dalam tender offer,
sehingga perusahaan target tetap tidak sepenuhnya terserap ke perusahaan
yang mengakuisisi.

3) Akuisisi Assets
Suatu perusahaan dapat mengakuisisi perusahaan lain dengan jalan membeli
aktiva perusahaan tersebut. Cara ini akan menghindarkan perusahaan dari
kemungkinan memiliki pemegang saham minoritas, yang dapat terjadi pada
peristiwa akuisisi saham. Akuisisi assets dilakukan dengan cara pemindahan
hak kepemilikan aktiva-aktiva yang dibeli.
b) Berdasarkan keterkaitan operasinya, akusisi
dikelompokkan sebagai berikut :
Akuisisi Horisontal
Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan lain yang mempunyai
bisnis atau bidang usaha yang sama. Perusahaan yang diakuisisi dan
yang mengakuisisi bersaing untuk memasarkan produk yang mereka
tawarkan.
Akuisisi vertikal
Akuisisi ini dilakukan terhadap perusahaan yang berada pada tahap
proses produksi yang berbeda. Misalnya, perusahaan rokok
mengakuisisi perusahaan perkebunan tembakau.
Akuisisi konglomerat
Perusahaan yang mengakuisisi dan yang diakuisisi tidak mempunyai
keterkaitan operasi. Akuisisi perusahaan yang menghasilkan food-
product oleh perusahaan komputer, dapat dikatakan sebagai akuisisi
konglomerat (Suad Husnan, 1998 : 648-651).
Motivasi Akuisisi
Alasan yang sering dikemukakan ketika perusahaan
bergabung dengan perusahaan lain atau melakukan akuisisi
adalah karena dengan akuisisi, perusahaan mampu
mencapai pertumbuhan lebih cepat daripada harus
membangun unit usaha sendiri. Selain itu, faktor yang
paling mendasari perusahaan melakukan akuisisi adalah
motif ekonomi (mendapat keuntungan).
Beberapa perusahaan melakukan akuisisi karena adanya beberapa
motivasi. Menurut Suad Husnan (1998 : 658-660) motivasi akuisisi
adalah sebagai berikut :
A.SINERGI B.PENINGKATAN PENDAPATAN
Sinergi merupakan nilai gabungan dari Dengan adanya akuisisi, pendapatan
kedua perusahaan yang bergabung, lebih dapat meningkat karena kegiatan
besar dari penjumlahan masing-masing pemasaran yang lebih baik, strategi
nilai perusahaan yang digabungkan. benefits, dan peningkatan daya saing.
Jadi, kondisi saling menguntungkan Pemasaran yang lebih baik dapat terjadi
Pdari peristiwa akuisisi, akan terjadi jika karena pemilihan bentuk dan media
telah diperoleh sinergi. Sinergi yang promosi yang lebih tepat, memperbaiki
dihasilkan akuisisi ada dua jenis yaitu sistem distribusi, dan menyeimbangkan
operasional sinergi dan sinergi komposisi produk. Strategi benefits
keuangan. Operasional sinergi adalah memungkinkan perusahaan
sinergi yang dinikmati perusahaan mengembangkan produk, atau
karena kombinasi dari beberapa operasi, menembus target pasar yang semula
sehingga dapat menekan biaya atau sulit untuk dilakukan. Sedangkan
menaikkan penghasilan. Sedangkan peningkatan daya saing dapat terjadi
sinergi keuangan, berasal dari apabila penggabungan usaha tersebut
penghematan yang dinikmati meningkatkan pengusaan pasar oleh
perusahaan yang berasal dari sumber perusahaan sehingga menimbulkan
pendanaan (financing) kekuatan monopoli.
C) PENURUNAN BIAYA
Penurunan biaya mungkin dapat terjadi
sebagai akibat dari peningkatan unit yang
dihasilkan, sehingga menekan biaya rata- E) DIVERSIFIKASI
rata (economies of scale) menghilangkan Manajemen melakukan akuisisi
manajemen yang kurang efisien dan untuk tujuan diversifikasi usaha,
penggunaan sumberdaya yang yaitu keinginan untuk memasuki
komplementer, juga merupakan sumber- industri yang lebih luas dan
sumber untuk mengurangi biaya. menguntungkan dimana industri
target berada, dan dengan
D) PENGHEMATAN PAJAK menggabungkan dua badan usaha
Perusahaan melakukan akuisisi sebagai yang berbeda ini, maka akan
potensi memperoleh penghematan pajak. memiliki jenis usaha yang lebih
Salah satu sumber penghematan pajak besar tanpa harus memulai usaha
adalah untuk meningkatkan debt capacity. dari awal, karena semuanya sudah
Apabila penggabungan perusahaan dirintis oleh perusahaan yang
menyebabkan kombinasi perusahaan diakuisisi, sehingga perusahaan
tersebut mampu meminjam lebih besar pengakuisisi hanya melanjutkan
tanpa harus meningkatkan biaya apa yang telah ada.
kebangkrutan, maka tambahan pinjaman
tersebut akan mampu memberikan
manfaat dalam bentuk tax savings.
Menurut Shapiro (1991 : 933) dalam Christina (2003 : 12),
keuntungan atau manfaat akuisisi adalah sebagai berikut :

1) Peningkatan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat


dalam bisnis sekarang daripada melakukan
pertumbuhan secara internal.
2) Mengurangi tingkat persaingan dengan membeli
beberapa badan usaha guna menggabungkan
kekuatan pasar dan pembatasan persaingan.
3) Memasuki pasar baru penjualan dan pemasaran
sekarang yang tidak dapat ditembus
4) Menyediakan managerial skill, yaitu adanya
bantuan manajerial mengelola aset-aset badan usaha.
Proses Akuisisi
Proses akuisisi merupakan suatu faktor penting, terutama
karena pembelian suatu unit bisnis tertentu pada umumnya
berkaitan dengan jumlah uang yang relatif besar dan
membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga bagi
perusahaan pengambil alih, sebelum memutuskan untuk
akuisisi terhadap suatu perusahaan terlebih dahulu akan
berusaha memahami secara lebih jelas mengenai prospek dan
sasaran yang akan dicapai.
Proses akuisisi menurut P.S Sudarsaman (1999 : 50) dalam
Christina (2003 : 15) terdiri dari tiga tahap, yaitu :

Tahap persiapan

Tahap negosiasi

Tahap integrasi
(penggabungan),
3) Tahap integrasi (penggabungan), meliputi :
Mengevaluasi kesehatan organisasi dan budaya
perusahaan (penggabungan),
Mengembangkan pendekatan integrasi
Menyesuaikan strategi, organisasi dan budaya
Tahap integrasi
antara perusahaan pengakuisisi dan perusahaan
yang diakusisi.
Hasil-hasil
2) Tahap negosiasi, meliputi :
Pengembangan strategi pengarahan
Mengevaluasi keuangan dan perhitungan harga
Tahap negosiasi
perusahaan target
Negosiasi dan transaksi pembiayaan.
1) Tahap persiapan, meliputi :
Mengembangkan strategi akuisisi, alasan
penciptaan nilai dan kriteria akuisisi
Meneliti, menyaring dan mengidentifikasi
Tahap persiapan
perusahaan target.
Evaluasi strategi terhadap sasaran dan menilai
kelayakan akuisisi
3) Financial
Proses evaluasi keuangan lebih memfokuskan pada jawaban manajemen evaluation
atas beberapa pertanyaan mengenai harga tertinggi yang harus dibayar
oleh perusahaan pengambil alih serta apa yang menjadi resiko utama.
Proses pencarian dan pelacakan merupakan suatu pendekatan sistematik untuk 2) Search
menggabungkan berbagai prospek akuisisi yang menarik dan dianggap menguntungkan. and Screen
Proses pencarian lebih menfokuskan pada bagaimana dan dimana mencari calon
perusahaan yang akan diambil alih, yang dianggap menunjukkan calon terbaik sesuai
dengan sasaran dan kriteria yang dikembangkan dalam tahap proses perencanaan.
Proses perencanaan akuisisi dimulai dengan suatu analisis terhadap corporate objectives
and product market strategics. Analisis ini ditujukan untuk memahami kekuatan dan
kelemahan yang meliputi berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, teknologi dan 1) Planning
sebagainya. Disamping itu, analisis ini juga meliputi parameter-paratemeter industri
seperti proyeksi tingkat pertumbuhan pasar, peraturan pemerintah dan faktor sumber
daya manusia dengan menggunakan berbagai kriteria seperti kualitas manajemen,
profitabilitas, struktur modal dan kriteria lainnya.
analisis akuisisi melalui tiga tahap yaitu :
Menurut Alfred Rappaport (1979) dalam Christina (2003: 16) proses
PENGERTIAN MERGER
Merger berasal dari kata mergere (Latin) yang artinya (1) bergabung
bersama, menyatu, Berkombinasi (2) menyebabkan hilangnya
identitas karena terserap atau tertelan sesuatu. Merger didefinisikan
sebagai penggabungan dua perusahaan menjadi satu, dimana
perusahaan yang me-merger mengambil/membeli semua assets dan
liabilities perusahaan yang di-merger dengan begitu perusahaan yang
me-merger memiliki paling tidak 50% saham dan perusahaan yang di-
merger berhenti beroperasi dan pemegang sahamnya menerima
sejumlah uang tunai atau saham di perusahaan yang baru (Brealey,
Myers, & Marcus, 1999, p.598).
Definisi merger yang lain yaitu sebagai penyerapan dari suatu
perusahaan oleh perusahaan yang lain. Dalam hal ini perusahaan yang
membeli akan melanjutkan nama dan identitasnya. Perusahaan
pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban
perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan
kehilangan/berhenti beroperasi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.640).
Merger berdasarkan aktivitas ekonomik dapat
diklasifikasikan dalam lima tipe, yaitu:

Merger Horisontal

Merger vertical

Merer Konglomerat

Merger Ekstensi Pasar

Merger Ekstensi Produk


1. Merger Horisontal
Merger horizontal adalah merger antara dua atau lebih perusahaan yang bergerak dalam industri yang sama. Salah
satu tujuan utama merger dan akuisisi horizontal adalah untuk mengurangi persaingan atau untuk meningkatkan
efisiensi melalui penggabungan aktivitas produksi, pemasaran dan distribusi, riset dan pengembangan dan fasilitas
administrasi. Efek dari merger horizontal ini adalah semakin terkonsentrasinya struktur pasar pada industry
tersebut.

2.Merger vertical
Merger vertical adalah integrasi yang melibatkan perusahaan perusahaan yang bergerak dalam tahapan
tahapan proses produksi atau operasi. Merger dan akuisisi vertical dilakukan oleh perusahaan perusahaan yang
bermaksud untuk mengintegrasikan usahanya terhadap pemasok dan/atau pengguna produk dalam rangka
stabilisasi pasokan dan pengguna.

3. Merger Konglomerat
Merger konglomerat adalah merger dua atau lebih perusahaan yang masing masing bergerak dalam industry
yang tidak terkait. Merger dan akuisisi konglomerat terjadi apabila sebuah perusahaan berusaha mendiversifikasi
bidang bisnisnya dengan memasuki bidang bisnis yang berbeda sama sekali dengan bisnis semula.

4.Merger Ekstensi Pasar


Merger ekstensi pasar adalah merger yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan untuk secara bersama sama
memperluas area pasar. Tujuan merger dan akuisisi ini terutama untuk memperkuat jaringan pemasaran bagi
produk masing masing perusahaan.

5. Merger Ekstensi Produk


Merger ekstensi produk adalah merger yang dilakukan oleh dua atau lebih perusahaan untuk memperluas lini
produk masing masing perusahaan. Merger dan akuisisi ini dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan
departemen riset dan pengembangan masing masing untuk mendapatkan sinergi melalui efektifitas riset sehingga
lebih produktif dalam inovasi.
Pola adalah sistem bisnis yang diimplementasikan oleh
sebuah perusahaan dan dalam hal ini pola merger adalah
sistem bisnis yang akan diadopsi atau yang akan dijadikan
acuan oleh perusahaan hasil merger. Klasifikasi berdasarkan
pola merger terbagi dalam dua kategori yaitu:
1. Mothership Merger
Mothersip merger adalah pengadopsian
satu pola atau sistem untuk dijadikan pola
atau sistem pada perusahaan hasil merger.

2. Platform Merger Pola Merger


Jika dalam mothership merger hanya
satu sistem yang diadopsi, maka dalam
platform merger hardware dan software
yang menjadi kekuatan masing masing
perusahaan tetap dipertahankan dan
dioptimalkan. Artinya adalah semua
sistem atau pola bisnis, sepanjang itu Mothership Platform
baik, akan diadopsi oleh perusahaan hasil Merger Merger
merger.
TERIMA KASIH