Anda di halaman 1dari 25

SENGATAN LISTRIK

PENGERTIAN UMUM

Tersengat listrik adalah pemaparan


Arus listrik yang tanpa pelindung
pada tubuh manusia.
PENYEBAB

1. Kecelakaan rumah tangga.


2. Kecelakaan industri.
PENATALAKSANAAN
1. Matikan listrik (putuskan hubungan/kontak
dengan arus listrik) jangan menyentuh pasien
atau peralatan yang disekitar bila belum yakin
arus listriknya bebenar sudah tidak mengalir.
2. Amankan penderita dari bahaya ( bahaya fisik
langsung, meminta pertolongan)
3. Lakukan tindakan ABC.
4. Pindahkan pasien ke lokasi yang aman untuk
mendapatkan pertolongan lebih lanjut (RJP).
ASKEP KLIEN
SENGATAN
LISTRIK
PENGKAJIAN
A. Identitas pasien.
Usahakan untuk mendapatkan nama,
jenis kelamin dan usia.
PENGKAJIAN
B. Riwayat penyakit saat ini.
1. Perlu diketahui data tentang waktu
kejadian (berapa lama kontaknya)
2. Besar arusnya.
3. efek-efek yang dirasakan.
3. Tindakan yang sudah dilakukan/
diberikan
4. bila sudah diberi obat, tanyakan
jenis, dosis dan terakhir diberikan
serta reaksinya
PENGKAJIAN
C. Riwayat penyakit yang pernah
diderita.
1. Perlu diketahui adanya penyakit
bawaan
2. penyakit menular
PENGKAJIAN
D. Riwayat alergi.
Perlu data tentang adanya riwayat
alergi obat.
PEMERIKSAAN FISIK

Breath (B1)
Pasien dapat terjadi edema pulmonal.

Henti pernafasan bila terkena arus antara


220 - 1000 V atau pada tegangan 30 mA.
PEMERIKSAAN FISIK
Brain (B2)
Gangguan kesadaran bila arusnya tinggi

atau dalam waktu yang lama.


Gangguan SSP seperti agitasi, kejang,

emosi stabil, insomnia, paraplegi,


insomnia, nyeri kepala pada tegangan
listrik diatas 10 mA.
PEMERIKSAAN FISIK

Blood (B3)
Pada voltase di bawah 220 V atau pada
tegangan 75 mA irama jantung akan
kacau, dapat juga keluhan nyeri dada,
aneurisma, terjadi hipotensi/ hipertensi
Pada tegangan 4A akan terjadi henti
jantung (fibrilasi ventrikel/ asistolik).
PEMERIKSAAN FISIK

Blader (B4)
Tidak ditemukan kelainan, tetapi
ditemukan apabila ada efek dari
kompensasi yang gagal dari tubuh
seperti hipokalemia maupun gagal ginjal
akut akibat luka bakar.
PEMERIKSAAN FISIK

Bowel (B5)
Tidak ditemukan kelainan, tetapi
ditemukan apabila ada efek dari
kompensasi yang gagal dari tubuh
seperti terjadi tukak stress, perdarahan
GIT
PEMERIKSAAN FISIK

Bone (B6)
Adanya luka bakar terutama jaringan
daerah yang bersentuhan dengan arus
listrik diatas 5A, biasa juga terjadi fraktur
akibat kompresi.
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Pemeriksaan darah lengkap,


elektrolit, Hb akibat dari kerusakan
jaringan yang parah (luka bakar).
Analisa gas darah, GDA, EKG guna
memeriksa kelainan irama jantung.
Diagnosa keperawatan.
1. Gangguan pola nafas s/d kelemahan
otot pernafasan.

2. Kerusakan integritas jaringan s/d


terpapar arus panas.

3. Gangguan keseimbangan cairan


(cairan kurang dari kebutuhan
tubuh) s/d efaporasi yang berlebih.
Intervensi keperawatan
Gangguan keseimbangan cairan (cairan
kurang dari kebutuhan tubuh) s/d
efaporasi yang berlebih.
Tujuan :
Kebutuhan cairan terpenuhi setelah
dilakukan perawatan selama 10 menit
(dengan pemberian cairan intra vena
selama 10 sudah dapat terpenuhi)
Intervensi keperawatan
Kriteria Evaluasi :
Turgor pasien baik
Mukosa bibir pasien lembab.
Mata pasien tudak cowong (sering pada
anak)
Bj plasma (1.010-1.030)
Nadi (60-100 X/mnt.
Balans cairan 0.
CVP 2-6 mmHg.
Intervensi keperawatan
1. Pantau derajat luka bakar
Rasional : derajat luka bakar yang
tinggi dapat terjadi pengeluaran
cairan yang berlebih.
Intervensi keperawatan
2. Pantau kebutuhan cairan dan
elektrolit (balans cairan).
Rasional : luka bakar yang luas dapat
menurunkan jumlah cairan ekstrasel
dan keluarnya kalium sehingga dapat
terjadi komplikasi ganggua irama
jantung maupun ginjal.
Intervensi keperawatan
3. Berikan O2 nasal 2-4 l/mnt bila perlu.
Rasional: Hipoksia mungkin terjadi
akibat penurunan valume cairan
sehingga persedian oksigen kurang
tercukupi.
Intervensi keperawatan
4. Lakukan pemasangan kateter tetap.
Rasional : pemasangan cateter
berguna untuk mengambil spesimen
urine dan observasi ketat out put
guna mendeteksi diuresis.
Intervensi keperawatan
5. Berikan cairan infus NaCl sesuai
dengan kekurangan cairan
Rasional : pada pasien keracunan
sering ditemukan penurunan elektrolit
terutama kaliun dan natrium dan
kehilangan cairan, dan dibutuhkan
cairan yang lebih guna dilakukan
diuresis.
Intervensi keperawatan
6. Kolaborasi
a. Untuk pemberian obat sesuai dengan
keluhan.
Rasional : pada sengatan listrik banyak
keluhan pasien yang dirasakan, sehingga
pengobatan disesuaikan dengan keluhan
pasien.
b. Pemeriksan darah lengkap (elektrolit, Hb, Bj
plasma).
Rasional: pemeriksan lab elektrolit guna
mengetahui elektrolit yang hilang dan bj
plasma mengetahui cairan yang hilang.